Publication Search

70,857 articles from 623 journals · 1,760 citations tracked

Showing 1-6 of 6

Analytics

Devi Sartika; Nopalina Suyanti Damanik

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Bayi memiliki tiga kebutuhan yang harus dipenuhi oleh orang tua, yaitu kebutuhan fisik-biologis yang berguna untuk pertumbuhan otak, sistem sensorik, serta motorik. Kecerdasan emosi interpersonal dan intrapersonal melalui kebutuhan kasih sayang, serta kebutuhan stimulus atau rangsangan untuk meningkatkan mekanisme kerja system sensorik dan motoric. Hal terpenting dalam tumbuh kembang anak adalah adanya rangsangan atau stimulus. (Maharani, 2017). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Peningkatan Berat Badan Pada Bayi Umur 3-6 bulan Di Puskesmas Perawatan Lawe Parbunga Kabupaten Aceh Tenggara Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi eksperimen dengan rancangan non equivalen kontrol group, jumlah Populasi  dan sampel yaitu semua bayi umur 3-6 bulan di Puskesmas Perawatan Lawe Parbunga Kabupaten Aceh Tenggara yaitu sebanyak 34 Orang menggunakan metode total sampling pada bulan Februari-Mei 2022. Analisis menggunakan Microsoft excel dan Paired Test tingkat signifikasi adalah 0,05 dengan confidence interval (CI) 95%. Berdasarkan hasil uji statistic dengan menggunakan paired t test didapatkan  t = 6.610. Oleh karena t hitung (6.610)  > t tabel (2.0345) maka HO ditolak dan Ha diterima. Terdapat pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan berat badan bayi di Puskesmas Perawatan Lawe Parbunga Kabupaten Aceh Tenggara Tahun 2022. Diharapkan dapat sebagai informasi tetang simulasi pijat bayi dalam membantu meningkatkan berat badan pada bayi.

Cristiana Normalita de Lima; Mega Suteki; Beatus Tambaip

Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi 2022 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Many parents and teachers do not care about the motor development of early childhood. This is because their paradigm only focuses on certain developments. Therefore, as a professional and good teacher, it is necessary to know what methods need to be used in developing AUD motor skills. This service aims to make AUD teachers know what learning methods can be used in the process of developing children's gross motor skills. This PKM was held at YAPIS Merauke Kindergarten and was attended by 11 YAPIS Merauke Kindergarten teachers. This activity was carried out in 4 sessions where in each session using the lecture method and question and answer discussion. In the end, teachers are expected to be able to create more varied learning methods to support early childhood development.

Norman Alfiat Talibo; Petronela Mamentu

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penggunaan gadget pada anak sudah menjadi hal yang biasa, bahkan Indonesia adalah salah satu negara yang menjadi pengguna gadget terbesar di Asia, Namun kecendurangan penggunaan gadget pada anak yang tidak tepat akan menjadikan anak kurang peduli dengan kesehatan dan teman-teman yang ada dilingkungan sekitarnya. perkembagan bahasa dan kemampuan  sosial anak Salah satu fase tumbuh kembang pada anak memiliki ciri dan tugas Perkembagan  seperti keterampilan Orangtua harus mempertimbangkan seperti motorik kasar dan motorik halus, Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat adanya hubungan antara pola asuh orangtua otoriter dan demokratis dengan lamanya penggunaan gadget pada anak usia prasekola di Kelurahan Mahawu Lingkungan VII Kota Manado. Metode  Desain penelitiian ini menggunakan metode kuantitatif. Jenis penelitian ini bersifat observasional dengan pendekatan cross sectional. Total Poupulasi dalam penelitian berjumlah 50 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan menggunakan seluruh populasi. ukur yang diigunakan dalam penelitian ini menggunakan kuisioner dianalisa menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 0,05 05Hasil penelitian ini menggunakan uji Chi-square didapatkan nilai p value tersebut lebih kecil dari nilai signifakan sebesar (0,00<0,05) hasil penelitian ini menunukan bahwa didapati Ha diterima dan Ho ditolak.Kesimpulan yang diambil adalah terdapat hubungan antara pola asuh orang tua otoriter dan demokratis terhadap lamanya penggunaan gadget pada anak usia prasekolah. Diharapkan kepada para orang tua dapat menerapkan pola asuh yang demokratis terhadap anak mereka dalam penggunaan gadget.  

Naufal Anasyi; Fransi Arsani; Mustoha Mustoha

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Surgery still often causes various problems, one of which is pain, but the problem of pain during and after surgery can be overcome by anesthesia technique. One of them is spinal anesthesia technique. However, spinal anesthesia still has drawbacks where the duration of sensory and motor blockade is still very short. Various methods are used to prolong the duration of sensory and motor blockade of spinal anesthesia, one of which is the addition of adjuvants such as fentanyl and clonidine. This study was conducted to compare the speed of onset of action of sensory-motor blockade and the lengthening of duration of action of sensory-motor blockade between the addition of 25 g fentanyl compared to 50 g conidine in 10 mg hyperbaric 0.5% bipivacaine administered under spinal anesthesia. This study used a Randomized Control Trial (RCT) design with a double-blind randomized control trial and was conducted at Mitra Plumbon Hospital Cirebon from March-April 2021. There were 42 patients who met the inclusion criteria who underwent surgery with spinal anesthesia. Patients were divided into 2 groups, group 1 used 10mg hyperbaric 0.5% bupivacaine plus 25µg fentanyl, while group 2 used 10mg hyperbaric 0.5% bupivacaine plus 50µg clonidine. We investigated the onset of action and duration of action of sensory-motor blockade, the effect of hemodynamic shock, the effect of sedation levels and intraoperative adverse effects (side effects). Data analysis using SPSS 20.0. In the group of 10 mg bupivacaine 0.5% hyperbaric plus clonidine 50 g, the onset of action of sensory-motor blockade was faster and the duration of action was longer than in the group of 10 mg bupivacaine 0.5% hyperbaric plus 25 g fentanyl with a P value <0.05. Likewise, the effect of hemodynamic fluctuations in the 10mg hyperbaric 0.5% bupivacaine group plus 50 g clnidine was more stable than the 10mg hyperbaric 0.5% bupivacaine group plus 25 g fentanyl. While the effect of the level of sedation and intraoperative side effects are comparable

Rahmawati, Ida; Triana, Neni; Juksen, Loren; Zulfikar, Zulfikar

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Background: Stroke is a neurological disease that is often found and stroke management must be done quickly and appropriately. Stroke has various impacts, one of which is paralysis of the limbs or disability. Purpose : to analyze articles related to increasing motor strength in non-hemorrhagic stroke patients by gripping a rubber ball. The search strategy used two electronic databases, namely: Pubmed and Google Scholar and following the PRISMA (Preffered Reporting Items for Systematic Review and Meta Analysis) protocol with a publication range of 2012-2019, obtained 10 articles that matched the inclusion and exclusion criteria. Methods: systematic review is used in this research method by searching for article topics based on the database: Pubmed and Google Scholar according to the PRISMA diagram. The diagram includes identification, eligibility, screening, and determination of articles that enter the inclusion criteria. Furthermore, the articles that have been found will be reviewed systematically using the Joana Brigg Institute Check list (JBI). The search for articles for identification began in April-June 2020 with a range of 2012-2019 in each database. The three keywords used in the article search consisted of: motor strength, non-hemorrhagic stroke, gripping a rubber ball. Article searches are also performed by combining words using the AND keyword; OR. Results: the study showed that stroke patients with upper extremity weakness after gripping a rubber ball therapy will experience an increase in muscle strength when they do exercise frequently. Conclusion: rubber ball gripping exercise can be used as a nursing intervention in providing nursing care. Rubber ball gripping exercise is also a rehabilitation program that aims to make non-hemorrhagic stroke sufferers achieve the maximum possible functional ability and prevent complications and recurrent strokes. The exercise program must also be structured and focused on doing more repetitions of exercise 2 times a day for 8 days so that the exercises carried out can achieve the expected results, so that it can lead to an increase in muscle strength properly.

Mulianda, Dwi; Rahmanti, Ainnur; Subekti , Bagas Aji

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Latar belakang: Stroke yang menimbulkan lesi pada daerah broca dapat mengganggu pengantar dan pengendali kemampuan berbicara, yang terletak di lobus frontalis kiri berdekatan dengan daerah motorik korteks untuk mengontrol otot-otot artikulasi sehingga pasien akan mengalami afasia motorik.. Afasia menyebabkan kesulitan dalam berkomunikasi sehingga menimbulkan gangguan interaksi sosial, isolasi diri, frustasi, dan depresi.Terapi rehabilitasi afasia sangat dibutuhkan, salah satunya adalah Constraint Induced Aphasia Therapy (CIAT) yaitu terapi verbal dengan kartu dan pembatasan non verbal yang melatih kemampuan memahami, mengucapkan kata dan mengikuti perintah. Tujuan: analisis penerapan CIAT Terhadap Afasia Pasien Stroke Metode: Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif denganpendekatan studi kasus.pada 2 pasien stroke yang mengalami gangguan bicara dan kriteria inklusi yaitu pasien stroke yang menunjukkan gangguan dalam bicara spontan, pemahaman, menamai, repetisi (mengulang), membaca dan menulis. Sebelum terapi CIAT, pengkajian afasia dilakukan dengan token test. Hasil: afasia Subyek I dari skor 22 (kategori sedang) menjadi skor 25 (kategori ringan) dan pada subyek II skor dari 19 (kategori sedang) menjadi skor 20 (kategori sedang).artinya penerapan CIAT efektif terhadap afasia pada pasien stroke di Puskesmas Rowosari Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Saran :. Penerapan terapi CIAT direkomendasikan melakukan CIAT terhadap pasien stroke dengan afasia.