Publication Search

70,860 articles from 625 journals · 1,760 citations tracked

Showing 1-11 of 11

Analytics

Fitria Nopita; Monalisa Febrianti; Muhammad Farhan Arazi; Rahmayani Kurnia Sari; Sastri Darmitha +5 more

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Environmental cleanliness is a critical factor in the effective management of nature-based tourist destinations, as it strongly shapes tourists’ perceptions of destination quality, comfort, and overall attractiveness, as well as their intention to visit and revisit. This study aims to examine the extent to which environmental cleanliness influences tourists’ visit intention in the Harau Valley tourism area (Lembah Harau), Kanagarian Tarantang, Harau District, Lima Puluh Kota Regency. The research employed a quantitative survey method by distributing structured questionnaires to 50 tourists during their visit to Lembah Harau. The variables measured include tourists’ perceptions of environmental cleanliness, such as waste management practices, sanitation conditions, and the availability of waste disposal facilities, as well as visit intention indicators, including intention to return and willingness to recommend the destination to others. The findings highlight the importance of maintaining a clean environment to enhance tourists’ positive behavioral intentions. The implications of these findings suggest that destination managers and local government authorities should consistently enforce cleanliness policies, strengthen integrated waste management systems, and provide adequate sanitation facilities to enhance the attractiveness of Lembah Harau and support sustainable tourism development, without neglecting the need for continuous monitoring, evaluation, and improvement in these areas.

Ernes Septina Azizi; Anggi Fitria Cahyaningsih; Gigieh Henggar Jaya; Faishal Permana

Jurnal Pariwisata Indonesia 2025 Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

This study aims to analyze the impact of attractions and accessibility on tourist visitation interest in Sembungan Tourism Village, Wonosobo Regency. Sembungan Tourism Village is the highest village in Java Island with an altitude of 2,300 meters above sea level, featuring tourist attractions such as Sikunir Hill, Cebong Lake, Sikarim Waterfall, and the traditional Gimbal Hair Cutting ceremony. The research employed a quantitative approach with accidental sampling technique involving 100 respondents. Data analysis used multiple linear regression. The results show that attractions positively and significantly influence visitation interest with t-value 3.613 > t-table 1.985 (significance 0.000). Accessibility also has a positive and significant influence with t-value 2.760 > t-table 1.985 (significance 0.007). Simultaneously, attractions and accessibility significantly influence visitation interest with F-value 18.886 > F-table 3.09 (significance 0.000) and a determination coefficient of 0.280. The management of Sembungan Tourism Village needs to improve the quality of attractions and accessibility to increase tourist visitation interest through diversification of attractions and improvement of transportation infrastructure.

Nona Masni Boru Manalu; Rusmauli Simbolon; Mery Silalahi; Robert Juni Tua Sitio; Maringan Sinambela

Jurnal Manajemen Pariwisata dan Perhotelan 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

The aim of this research is to determine the influence of public facilities on tourist interest in visiting the Guruh Gemurai Waterfall tourist attraction in Kasang Village, Kuantan Mudik District, Kuantan Singingi Regency, Riau Province. The method used in this research uses descriptive quantitative methods. The population is all tourists who visit the Guruh Gemurai Waterfall tourist attraction and the total average number of tourists in January-June 2023 is 100 tourists and the sample is set at 30 people. Data was collected using positive closed items totaling 22 items, namely 12 items for variable Riau Province: 1) Test analysis requirements: a) positive relationship test obtained by the value rxy = 0.461 > rtable(α=0.05,n=30) = 0.361, thus it is known that there is a positive relationship between variable X and variable Y. b) Testing a significant relationship obtained a value of tcount= 2.746 > ttable(α=0.05,dk=n-2=28)= 2.048, thus there is a significant relationship between variable X and variable Y. c) Test the regression coefficient of determination ( r2) = 21.2%. 2) Influence test: Regression equation test, obtained regression equation. Thus Ha is accepted and H0 is rejected.

Whindy Randa; Abdullah Abdullah; Jumaidah Jumaidah

Intellektika : Jurnal Ilmiah Mahasiswa 2023 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

This study aims to determine whether the performance of Tongkonan has an impact on tourists' interest in revisiting Tana Toraja. The population of this study was all visitors who visited Tana Toraja. While the sampling method used is to use the slovin method so that the number of samples obtained is 399 people. By using data collection methods using questionnaires and observations. While the analysis method used is quantitative descriptive analysis.    

Dea Ayu Larasati

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Penelitian ini dilakukan pada Desa Wisata Wanurejo Kabupaten Magelang yang bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan pengaruh fasilitas dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan wisatawan yang mana mengalami naik turun tingkat kunjungan wisatawan dikarenakan ada beberapa sebab seperti sarana prasarana fasilitas masih tergolong kurang lengkap, serta pelayanan yang diberikan kepada wisatawan masih rendah. Data penelitian diperoleh dari kuesioner dan data dari pengelola. Sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 94 responden. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi pihak pengelola maupun minat wisatawan berkunjung. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis statistik kuantitatif. Analisis kuantitatif menggunakan analisis regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen, uji model dan uji hipotesis. Namun sebelum dilakukan uji tersebut dilakukan dahulu uji validitas dan reliabilitas. Hasil analisis regresi menunjukan bahwa peningkatan fasilitas dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan wisatawan. Maka hasil uji analisis regresi linear berganda menunjukan nilai F yang signifikan, dengan nilai korelasi determinasi R^2 sebesar 0,255. Hal ini menunjukan bahwa semua fasilitas dan pelayanan memengaruhi secara nyata terhadap kepuasan wisatawan secara bersama-sama dengan keeratan hubungan 25,5%. Hal ini menunjukan bahwa untuk meningkatkan kepuasan wisatawan perlu adanya peningkatan fasilitas yang baik dan nyaman serta pelayanan yang baik bagi wisatawan.

Mohamad Bagus Chanif Muslim

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Penelitian ini dilakukan pada Taman Nusa Bali yang bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan pengaruh atraksi, aktivitas, amenitas, dan aksesibilitas terhadap kepuasan wisatawan  yang mana mengalami kondisi kuranng baik meliputi adanya penurunan tingkat kunjungan wisatawan setiap tahunnya, disamping itu ada beberapa kondisi komponen pariwisata perlu ditingkatkan. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner dan wawancara. Sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 100 responden. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi pihak pengelola maupun minat wisatawan berkunjung. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis statistik kuantitatif. Analisis kuantitatif menggunakan analisis regresi berganda untuk mengetahui pengaruh variabel independent terhadap variabel dependent, uji model, uji hipotesis, dan  namun sebelum dilakukan uji tersebut dilakukan dahulu uji validitas dan uji reliabilitas. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa peningkatan atraksi, aktivitas, amenitas, dan aksesibilitas terhadap kepuasan wisatawan. Maka  hasil uji analisis regresi berganda menunjukkan nilai F yang signifikan, dengan nilai korelasi determinasi adjusted R2 square sebesar 0,604. Hal ini menunjukkan bahwa semua atraksi, aktivitas, amenitas, dan aksesibilitas mempengaruhi secara nyata terhadap kepuasan wisatawan secara bersama-sama dengan keeratan hubungan sebesar 60,4%. Hal ini menunjukkan bahwa untuk meningkatkan kepuasan wisatawan perlu adanya peningkatan seluruh komponen pariwisata guna meningkatkan kepuasan wisatawan pada periode berikutnya.

Mohamad Bagus Chanif Muslim

Jurnal Visi Manajemen 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Penelitian ini dilakukan pada Taman Nusa Bali yang bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan pengaruh atraksi, aktivitas, amenitas, dan aksesibilitas terhadap kepuasan wisatawan  yang mana mengalami kondisi kuranng baik meliputi adanya penurunan tingkat kunjungan wisatawan setiap tahunnya, disamping itu ada beberapa kondisi komponen pariwisata perlu ditingkatkan. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner dan wawancara. Sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 100 responden. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi pihak pengelola maupun minat wisatawan berkunjung. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis statistik kuantitatif. Analisis kuantitatif menggunakan analisis regresi berganda untuk mengetahui pengaruh variabel independent terhadap variabel dependent, uji model, uji hipotesis, dan  namun sebelum dilakukan uji tersebut dilakukan dahulu uji validitas dan uji reliabilitas. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa peningkatan atraksi, aktivitas, amenitas, dan aksesibilitas terhadap kepuasan wisatawan. Maka  hasil uji analisis regresi berganda menunjukkan nilai F yang signifikan, dengan nilai korelasi determinasi adjusted R2 square sebesar 0,604. Hal ini menunjukkan bahwa semua atraksi, aktivitas, amenitas, dan aksesibilitas mempengaruhi secara nyata terhadap kepuasan wisatawan secara bersama-sama dengan keeratan hubungan sebesar 60,4%. Hal ini menunjukkan bahwa untuk meningkatkan kepuasan wisatawan perlu adanya peningkatan seluruh komponen pariwisata guna meningkatkan kepuasan wisatawan pada periode berikutnya.

Inneke Setyaningrum; Nina Mistriani; Djoko Koestanto

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi minat kunjungan wisatawan. Dalam penelitian ini dibatasi pada Fasilitas, dan Harga terhadap Minat Kunjungan karena meningkatnya minat kunjungan membawa kemajuan bagi pengelola. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan pengaruh Fasilitas terhadap Minat Kunjungan wisawatan di Waroeng Semawis Pecinan Semarang, menjelaskan pengaruh Harga terhadap Minat Kunjungan wisatawan di Waroeng Semawis Pecinan Semarang. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif. Sampel sebanyak 70 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesionar, observasi, dan studi pustaka. Analisis kuantitatif menggunakan analisis regresi berganda untuk mengetahui pengaruh variabel independent terhadap variabel dependent, uji model, uji hipotesis sebelum dilakukan uji tersebut dilakukan dahulu uji validitas dan reliabilitas. Hasil analisi regresi menunjukan bahwa fasilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat kunjungan ke Waroeng Semawis Pecinan Semarang, harga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap minat kunjungan ke Waroeng Semawis Pecinan Semarang. Fasilitas dan Harga bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat kunjungan ke Waroeng Semawis Pecinan Semarang.

Chandra Istiani

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Revitalisasi Kawasan Kota Lama Semarang Untuk UNESCO World Heritage Site 2020 Dalam Upaya Meningkatkan Minat Kunjungan Wisatawan” ini bertujuan untuk : 1) Mengetahui potensi internal kondisi Kawasan Kota Lama Semarang, 2) Mengetahui potensi eksternal berupa atraksi, aksesibilitas, amenitas, dan ancilliary di Kawasan Kota Lama Semarang, 3) Mengetahui upaya revitalisasi Kawasan Kota Lama Semarang dalam meningkatkan minat kunjungan wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi Kawasan Kota Lama Semarang ditujukan untuk menata Kawasan Kota Lama Semarang agar terlihat lebih tertata dari segi infrastruktur jalan, infrastruktur bangunan, dan infrastruktur sosial. Pembenahan dilakukan agar Kawasan Kota Lama Semarang menjadi daya tarik wisata yang nyaman bagi para wisatawan.

Gati Wisnu Aji Kusuma

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Di Kabupaten Temanggung terdapat suatu tempat yang memiliki daya tarik wisata dan berpotensi menarik minat kunjungan wisatawan, yaitu Jumprit yang berada di Desa Tegalrejo, Kec. Ngadirejo, Kab. Temanggung, Jawa Tengah. Namun pada setiap harinya Jumprit mengalami penurunan pengunjung atau wisatawan. Berdasarkan masalah tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk melakukan daya tarik wisata Jumprit berdasarkan pada unsur-unsur daya tarik yang dimiliki oleh daya tarik wisata tersebut yang meliputi : 1. Orisinality,  2. Variatif,  3.  Scarcity,  4.  Wholesomeness,  5.  Uniqueness,  6.  Totality, diharapkan akan berdampak positif terhadap minat kunjungan wisatawan seperti menambah minat kunjungan wisatawan atau wisatawan semakin ramai untuk berkunjung ke Jumprit Kabupaten Temanggung.

Syariful Anhar Harahap; Dwita Hadi Rahmi

Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata 2020 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas daya tarik wisata budaya Kotagede, minat kunjungan wisatawan nusantara ke Kotagede dan pengaruh ke dua variabel tersebut. Dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif dan hasil akan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial.Hasil penelitian terhadap pengaruh kualitas daya tarik wisata budaya dan minat kunjungan wisatawan nusantara ke Kotagede yaitu: (1) daya tarik wisata budaya Kotagede memiliki nilai yang baik dan yang menjadi daya tarik utama wisata budaya Kotagede adalah keunikan dari bangunan arsitektur dan keunikan kawasan Kotagede, (2) minat kunjungan wisatawan nusantara ke Kotagede sangat tinggi dan keunikan bangunan arsitektur serta kemudahan menjangkau Kotagede menjadi faktor utama wisatawan nusantara untuk mengujungi Kotagede, (3) berdasar hasil uji person productmomentdan uji t-test maka diperoleh nilai rhitung 0,540 > rtabel 0,195 dan nilai t-test thitung 6,356 > ttabel 1,661 maka dapat dinyatakan bahwa pengaruh antara kualitas daya tarik wisata budaya terhadap minat kunjungan wisatawan nusantara sebesar 0,540 adalah signifikan digeneralisasikan untuk populasi di mana diambil (Ho: tidak ada hubungan di tolak).