Publication Search

73,455 articles from 714 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-5 of 5

Analytics

Yenni Mardiah; Liza Efriyanti; Ulil Amri

JURNAL TEKNIK MESIN, INDUSTRI, ELEKTRO DAN INFORMATIKA 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

. Kurangnya minat baca siswa terhadap buku paket sehingga membuat siswa malas mengerjakan pekerjaan rumah. Penelitian ini bertujuan untuk Menggambarkan pengaruh penggunaan handphone terhadap hasil pekerjaan rumah siswa kelas VIII.1 MTsN 2 Pasaman Barat. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif eksperiment, populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII.1 MTsN 2 pasaman barat yang berjulah 31 orang siswa. Pengambilan sampel menggunkan teknik simple random sampling. Penelitian ini dilakukan di MTsN 2 pasaman Barat. Data hasil belajar siswa diperoleh melalui dokumentasi yaitu nilai pekerjaan rumah sswa. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik analisis data pada penelitian ini menngunakan teknik uji-t. penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 12 september sampai 17 Desember 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: terdapat pengaruh penggunaan handphone terhadap hasil pekerjaan rumah siswa kelas VIII.1 MTsN 2 pasaman Barat setelah di terapkannya penggunaan handphone sebagai sumber belajar untuk mengerjakan pekerjaan rumah nilai siswa dikatakan baik secara signifikan dan bisa dilihat dari hasil nilai pekerjaan rumah dengan menggunakan uji-t Hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi para guru dan, terlebih khusus, para orang tua dalam mendorong anak-anaknya untuk tekun belajar dan mengontrol anak-anaknya dalam menggunakan HP

Bryan Sedona; Ridolfroa S.Th. Manggoa; Felipus Nubatonis

Jurnal DIKMAS 2022 Biro Pengelolaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarat SETIA Ngabang

Minat belajar merupakan hal yang sangat penting dan perlu untuk ditingkatkan dalam proses pembelajaran. Karena apabila anak tidak memiliki minat belajar atau tidak mampu meningkatkan minat belajar maka proses pembelajaran pun akan sulit untuk diterima. Oleh karena itu peran orangtua Kristen sebagai pendidik sangat penting guna meningkatkan minat belajar anak usia 13-15 tahun. Situasi sosial dalam penelitian ini yaitu Dusun Tabik yang terletak di Desa Jelimpo Kecamatan Jelimpo Kabupaten Landak. Ada beberapa masalah yang ditemukan di Dusun Tabik seperti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat menyebabkan anak lebih memilih bermain media sosial atau bermain game online ketimbang belajar, proses pembelajaran di sekolah yang kurang aktif sehingga anak merasa bosan dan tidak memahami pembelajaran, materi pembelajaran yang tidak terserap dengan baik, dan belum mampu calistung (baca, tulis, hitung). Melihat persoalan tersebut, maka peneliti ingin meneliti peran orangtua Kristen sebagai pendidik dalam meningkatkan minat belajar anak usia 13-15 tahun. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk: Menjelaskan peran orangtua Kristen sebagai pendidik; (2) Memaparkan upaya meningkatkan minat belajar anak usia 13-15 tahun; (3) Menjelaskan peran orang tua Kristen sebagai pendidik dalam meningkatkan minat belajar anak usia 13-15 tahun. Metodologi penelitian yang peneliti gunakan yaitu metodologi penelitian kualitatif – studi lapangan dengan pengumpulan data observasi wawancara. Hasil penelitian yang diharapkan adalah dengan terlihatnya peran orangtua Kristen sebagai pendidik dan meningkatnya minat belajar anak usia 13-15 tahun di Dusun Tabik Desa Jelimpo Kecamatan Jelimpo Kabupaten Landak. Rumusan teori yang ditemukan yaitu minat belajar anak usia 13-15 tahun akan meningkat apabila orangtua mampu menjalankan perannya sebagai pendidik dengan baik. Kesimpulan yang didapatkan yaitu orangtua Kristen harus mampu menjalankan perannya sebagai pendidik dengan sikap hati yang rela berkorban demi anak guna meningkatkan minat belajar anak usia 13-15 tahun di Dusun Tabik Desa Jelimpo Kecamatan Jelimpo Kabupaten Landak.

Asniar Khumas; Ainun Mardiah Amran; Nur Agnes Devina; Nurul Azisah

Perigel: Jurnal Penyuluhan Masyarakat Indonesia 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Membaca merupakan suatu tahap terpenting dalam proses pembelajaran bagi anak-anak saat memasuki usia sekolah. Literasi membaca yang dilaksanakan di Kampung Duri Kota Pare pare bertujuan untuk mengetahui peran kegiatan literasi, hambatan dan usaha yang dilakukan peneliti dalam meningkatkan minat membaca serta membiasakan membaca buku pada anak-anak di Kampung Duri Kota Pare pare. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pendekatan ini diambil dengan tujuan untuk dapat memberikan gambaran secara deskriptif terkait pengembangan kegiatan literasi dalam meningkatkan minat baca kepada anak. Subjek dalam penelitian ini adalah anak-anak yang berusia 7 – 12 tahun dan sedang menempuh sekolah dasar di Kampung Duri Kota Pare pare. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi yang dilakukan setiap pekan. Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi anak-anak di Kampung Duri, yaitu kosa kata meningkat, mengasah kemampuan menulis, meningkatkan keterampilan komunikasi, meningkatkan konsentrasi, meningkatkan daya ingat, dan meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum.

Gracia M. N. Otta

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

GEMBALA BANGSA ( Pengembangan Pembelajaran Bahasa Inggris bagi Guru Sekolah Minggu ) merupakan sebuah kegiatan pengabdian pada masyarakat yang dilaksanakan di Desa Letbaun, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai pengembangan pembelajaran kreatif dan inovatif guna meningkatkan minat belajar serta member pengalaman belajar bagi Guru Sekolah Minggu dan anak-anak Sekolah Minggu khususnya di wilayah pelayanan Klasis Semau Kabupaten Kupang – Nusa Tenggara Timur. Sebagai dasar pelaksanaan pengembangan pembelajaran, metode Total Physical Response (TPR) diaplikasikan melalui permainan dan lagu guna memperkaya kosa kata serta merespon dengan menggunakan bahasa Inggris. Kegiatan dilaksanakan dengan metode ceramah, diskusi, dan latihan. Dalam kegiatan ini, permainan yang dilatih adalah Whisper-Race Game, Stations, River-Back Game, Take Game, dan Preposition Game. Seperti versi Indonesianya, Whisper-Race Game melatih keterampilan mendengarkan dan ketepatan dalam menyampaikan pesan. Stations adalah penamaan objek sekitar dan anak-anak Sekolah Minggu akan berlatih mencocokkan objek dengan nama yang ditentukan. Nama-nama disesuaikan dengan nama tokoh Alkitab versi bahasa Inggris. River-Back Game melatih keterampilan mendengarkan dan konsentrasi. Take Game juga melath keterapilan mendengarkan dan konsentrasi. Preposition Game dilatih sebagai bagian dari kegiatan ini karena anak-anak Sekolah Minggu juga merupakan pelajar pada Sekolah Menengah Pertama yang belajar materi ini di sekolah. Selain permainan, lagu-lagu Bahasa Inggris bertema Alkitabiah juga diajarkan seperti Deep and Wide (Panjang dan             Lebar), Good Is So Good (Allah itu Baik), Read Your Bible (Baca Kitab Suci Doa Tiap Hari) dan The B-I-B-L-E. Secara umum, dapat diterima dengan baik oleh para peserta Guru Sekolah Minggu. Diharapkan dapat membawa dampak positif di lingkungan belajar Sekolah Minggu. Kata kunci : pengabdian kepada masyarakat, sekolah minggu, respons fisik total

Erwin Simon Paulus Olak Wuwur

Jurnal Sains dan Teknologi 2022 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Rendahnya literasi membaca siswa menjadi masalah utama dalam pendidikan di Indonesia. Literasi membaca merupakan dasar yang harus ditanamkan dalam diri siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penghambat minat baca siswa pada sekolah dasar kelas V pada salah satu sekolah swasta di kabupaten Lembata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus (case study). Hasil penelitian menunjukan ada dua faktor penghambat minat baca siswa sekolah dasar yakni faktor internal yang terdiri dari siswa belum lancar membaca, kurangnya motivasi dan pembiasaan dalam membaca, dan kurang memahami isi bacaan, sedangkan faktor eksternal terdiri dari lingkungan sekolah yang kurang mendukung, faktor ekonomi keluarga, kurangnnya fasilitas dan kebiasaan siswa bermain gadget.