Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-2 of 2

Analytics

Samyel Saragih; Fernaendi Girsang; Resnewi Sitanggang; Aulia Pranata Yusuf; Rully Marbun +1 more

Jurnal Masyarakat Mengabdi Nusantara 2022 STIPAS Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Festival dapat diartikan sebagai hari atau pekan gembira dalam rangka peringatan peristiwa penting atau bersejarah. tujuan dan maksud dari kegiatan ini yakni untuk mengembangkan tapai agar lebih dikenal oleh masyarakat luas dengan varian yang berbeda dan juga agar dapat dikembangkan kembali supaya masuk dalam UKM, dan juga membuka peluang bagi generasi millenial untuk mengenal usaha yang berpeluang besar.Dengan adanya festival sayembara atau perlombaan/kompetisi, maka para mahasiswa melakukan festival untuk melakukan perlombaan/kompetisi yang dilakukan antar SMA. Kegiatan ini dilakukan oleh mahasiswa/i dari Fakultas Ekonomi Prodi Pembangunan dan Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Simalungun Pematang Siantar. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 1 Desember 2022 di Universitas Simalungun. Adapun tujuan dan maksud dari kegiatan ini yakni untuk mengembangkan tapai agar lebih dikenal oleh masyarakat luas dengan varian yang berbeda dan juga agar dapat dikembangkan kembali tapai supaya masuk dalam UKM selain . Kegiatan perlombaan ini diikuti oleh 10 tim, di mana  1 tim terdiri dari 3 orang  dari SMA/SMK yang ada di Kota Pematang Siantar. Perlombaan yang dilakukan yaitu membuat makanan dari berbahan dasar tapai, dengan ini siswa/i ditantang untuk membuat makanan dari bahan dasar tapi dengan sekreatif mungkin. Tim dari pelaksana kegiatan ini berjumlah 18 orang dari Fakultas Ekonomi Prodi Pembangunan Universitas Simalungun.

Fransisca Jallie Pattiruhu

Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) 2022 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

In the era of technological and information development that is all sophisticated and modern, let's call it the era of industry 4.0 which is currently taking place and will also lead to the era of society 5.0, of course, making the use of the internet and technology a primary need. It cannot be denied that there are positive and negative impacts from the use of the internet and technology, moving from the negative impact that has started to make people behave individually. Lack of care and intolerance among others, the main purpose of this paper is to analyse the concept of Pancasila education as a national character education in the midst of the current era. The research in this paper uses qualitative research methods, with descriptive analytical research type, with data collection techniques using literature review. The results of this study indicate that Pancasila education as a national character education is certainly a character formation starting from the practice of Pancasila values ​​for the millennial generation in all aspects of social, national and state life. This can certainly be done well if the strengthening of the cultivation of Pancasila values ​​is carried out both in the family environment and in the world of education or even introductory socializations that can be carried out so that the millennial generation does not lose direction, it can actually better understand the values ​​of Pancasila itself.