Publication Search

73,128 articles from 694 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-2 of 2

Analytics

Aura Mulya Ramadhani; Aryanti R. Bamahry; Sudirman Katu

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran 2025 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Obesity is a growing global health issue affecting both developed and developing countries. Despite various preventive efforts, the prevalence of obesity continues to rise. One of the emerging approaches in managing obesity and its complications is by modulating gut microbiota balance. Gut microbiota plays a significant role in energy metabolism, inflammation regulation, and insulin sensitivity. An imbalance in gut microbiota, known as dysbiosis, is frequently observed in obese individuals and has been associated with increased insulin resistance, a key feature of type 2 diabetes mellitus. This study aims to systematically review the relationship between gut microbiota imbalance and insulin resistance in obese patients, based on literature from 2016 to 2024. The literature search was conducted through accredited databases such as PubMed, Google Scholar, and others using the keywords “Gut Microbes,” “Insulin Resistance,” and “Obesity.” From 500 initial articles, 10 highly relevant journals were selected for further analysis. The review findings reveal a strong association between dysbiosis and increased insulin resistance through various mechanisms, including short-chain fatty acid (SCFA) production, activation of inflammatory pathways, and disruption of glucose metabolism. Several studies also suggest that interventions such as probiotics, prebiotics, and fecal microbiota transplantation may improve insulin sensitivity. However, more longitudinal and interventional studies are needed to establish a strong causal relationship. These findings highlight the importance of maintaining gut microbiota balance as a potential strategy in managing obesity and insulin resistance.

Grace Angela Philips; Dety Mulyanti

Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Stunting adalah kondisi di mana anak di bawah 5 tahun memiliki gangguan pertumbuhan dan perkembangan akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Prevalensi stunting pada balita tahun 2022 adalah 21,6%. Angka ini masih diatas standar yang ditetapkan oleh WHO yakni 20%. Tujuan artikel ini adalah mengkaji artikel yang berhubungan dengan peram mikrobiota saluran cerna terhadap kejadian stunting di Indonesia.  Sumber data didapatkan melalui database Google Scholar dan ScienceDirect dengan kriteria artikel penelitian yang relevan tentang mikrobiota saluran cerna terhadap stunting dan dilakukan di Indonesia, desain penelitian longitudinal, kasus kontrol, maupun cross-sectional, publish tahun 2018-2023, berbahasa Indonesia atau Inggris dan bersifat open access. Didapatkan 5 artikel yang sesuai kriteria inklusi kemudian dilakukan sintesis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikrobiota non patogen yang mendominasi di saluran cerna pada balita dapat membantu terjadinya stunting pada anak. Hal ini disebabkan peran mikrobiota tersebut dalam penyerapan zat gizi serta memperkuat sistem imunitas tubuh anak.