Publication Search

68,563 articles from 588 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-20 of 25

Analytics

Gadis Deslinda, Gadis; Intan Ayu Saputri; Achmad Mufid Marzuqi; Muhammad Husin Al Fatah

Jurnal Hasil Kegiatan Bersama Masyarakat 2024 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Pengelolaan waktu yang efektif merupakan keterampilan penting bagi anak-anak untuk mencapai tujuan belajar dan aktivitas sehari-hari. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menerapkan manajemen waktu melalui penggunaan jadwal harian yang dirancang khusus untuk anak-anak. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi Pemaparan materi berkaitan dengan manajemen waktu, pelatihan pembuatan jadwal harian, dan wawancara singkat dengan peserta untuk mengevaluasi dampak kegiatan. Hasil dari wawancara menunjukkan bahwa anak-anak merasa lebih terorganisir dan mampu mengatur aktivitas harian mereka dengan lebih baik setelah mengikuti program ini. Selain itu, mereka juga melaporkan peningkatan dalam fokus dan produktivitas. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendidik anak-anak mengenai pentingnya pengelolaan waktu yang baik.

Dita Juwita Zuraida; Marlia Tyas Asih; Misbah Fikrianto

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2024 Universitas Muhammadiyah Manado

Childhood is a golden period in individual development, so understanding the childhood stage is crucial for parents. The first and foremost educators for children are parents. Unfortunately, not all parents have adequate knowledge about how to care for children that is appropriate and in accordance with child development. For example, some parents in Dusun Karangmojo, Gunungkidul, they admit that they still do not understand the stages of child development, both in terms of affective, cognitive, and psychomotor. The purpose of this community service is for parents in Karangmojo Gunungkidul to gain insight into how to educate children according to the stages of child development. Based on the results of the implementation of community service carried out offline to parents in Karangmojo, Gunungkidul, it was found that training activities on how to educate children according to the stages of child development can be useful for participants, in understanding the stages of child development and tips for parenting children according to their age.

Rully Angraeni Safitri; Siti Abadiyah; Basirun Basirun; Siti Hafidzoh; Khaerunnisa Yulia Handayani

Jurnal Hasil Kegiatan Bersama Masyarakat 2024 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

The seminar "Educating Children with Exemplary Behavior and Love," held on August 11, 2024, at the Community Center RW 05, Kelurahan Sangiang Jaya, aimed to equip parents with knowledge about the importance of role modeling and affection in child education. The methods used included a presentation by a speaker and a question-and-answer session. The results of the seminar showed that consistent application of role modeling and affection can improve the parent-child relationship and enhance parenting effectiveness. The implications of these results highlight the need for parents to integrate these principles into their daily lives to support optimal child development. Participants explored the importance of being a good example in daily life and how role modeling can shape children’s character and behavior. Additionally, the seminar discussed how to create a loving environment that provides emotional support for children's psychological and social development. The seminar aimed to help parents build healthy and harmonious relationships with their children and prepare them to become empathetic and responsible individuals.

Nuraini, Nuraini

Pendidikan agama di lingkungan keluarga merupakan kunci keberhasilan pembentukan perilaku siswa di sekolah dan masyarakat karena tanpa peran dari orang tua di rumah maka pendidikan agama di sekolah dan di masyarakat tidak bisa memberikan peran yang berarti. Yang menjadi masalah dari penelitian ini adalah bahwa masih ditemukan anak dari guru agama yang melakukan tindakan-tindakan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam seperti terlibat dalam pesta minuman-minuman keras dengan mengajak teman-temanya yang lain, Selain itu ada salah satu keluarga guru agama yang tidak menyekolahkan anaknya sedangkan dia sendiri merupakan guru di sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah petama, Mendeskripsikan pemahaman guru agama terhadap makna pendidikan agama. Kedua, Mengidentifikasi Aspek agama yang mendapat perhatian guru agama Islam dalam mendidik anaknya, Ketiga, Mendeskripsikan penanaman aspek tersebut dalam pendidikan dikeluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: pertama, pemahaman guru agama tentang makna pendidikan agama adalah pendidikan agama harus berkelanjutan dari mulai SD sampai perguruan tinggi. Kedua, aspek agama yang mendapat perhatian guru agama adalah aspek akhlak dan teori dimana aspek akhlak dipelajari didalam keluarga sedangkan aspek teori dipelajari atau didapat di sekolah. Ketiga, penanaman aspek tersebut dalam lingkungan keluarga adalah mengajar anak ngaji, menyuruh sholat, mengajarkan akhlak yang baik dan lain-lain.

Fahrurrozi Fahrurrozi; Farida Isroani; Ulfa Ulfa; Nurlaela Nurlaela

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera 2024 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

This program aims to introduce the world of computing to guardians, and teaches them to have the choice to prepare. Young people face the rapid progress of innovation by applying Islamic traits to children. This Business Program aims to provide preparation skills and provide knowledge to guardians regarding correct Islamic parenting patterns for children in old age. Starting from this problem, then, at that time, what do guardians of Islamic boarding school students need to do to prevent and survive the bad consequences of the world? Computerization is developing Digital Resilience in children. Advanced Resilience is the capacity to control the possible risks of an internet-based world by developing virtue in children. This work must be made possible by instilling great Islamic qualities and character in young people.

Rizky Gunawan; Aditya Vernando

Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Humaniora 2024 Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

This research aims to find out the parents' strategies in educating and developing children from early childhood to adulthood and the role of parents in balancing work and family or work life balance in daily life. The results of this study indicate that parents have several obstacles and factors in implementing the concept of work life balance, but have one strategy, namely authoritative parenting. Patterns that are combined between Authoritarian Parenting and Pessimistic Parenting. This can be seen from the 2 dimensions given, namely the Control and Warmth Dimensions, this process must also be carried out consistently and responsibly so that it is well implemented. The research uses qualitative methods with descriptive research types. With secondary data sources through national and international journal articles and using other sources such as online media, social media (youtube, instagram, facebook, and twitter). From the results mentioned, it can be concluded that work and personal life as well as the role of parents in educating children are the most important things in order to create a golden generation, where generations are able to provide polite attitudes, carry out responsibilities for work and personal life, and the most important thing is that children are able to become people who carry out all their activities in the social environment properly

Maulana, Muhammad Sony; Fitri, Sabellah Ramadhiani; Dashela, Tarina

ISAINTEK: Jurnal Informasi, Sains dan Teknologi 2023 Politeknik Negeri FakFak

Peran Guru dalam dunia Pendidikan sangat penting karena selain mendidik, Guru juga dituntut mencerdaskan masa depan anak bangsa Indonesia di sekolah. Siswa akan selalu mencontoh apa yang dilakukan oleh Guru. Oleh sebab itu guru perlu menerapkan disiplin yang tinggi mulai dari kehadiran masuk ke sekolah, kehadiran mengajar maupun pulang mengajar. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang sistem manajemen presensi pembelajaran guru di Sekolah Menengah Pertama berbasis mobile dengan GPS sebagai penanda lokasi presensi. Metode penelitian ini menggunakan model pengembangan perangkat lunak prototipe serta metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan studi Pustaka. Ruang lingkup penelitian meliputi rancangan sistem dalam bentuk prototipe yang dapat menyimpan data presensi kehadiran guru di sekolah, kehadiran guru di kelas, berita acara pengajaran, waktu keluar mengajar dan waktu pulang secara efektif dan efisien karena data akan tersimpan di sistem database, sehingga dapat mencegah risiko kehilangan data. Hasil pengujian sistem presensi berbasis mobile yaitu dapat dimanfaatkan bagi pihak pemangku kepentingan seperti Kepala Sekolah dan Yayasan dalam pengambilan kebijakan terkait implementasi sistem dan evaluasi kinerja Guru.

Ikmal Abdallah Syakur; Rifdah Wafda Esa; Nia Suryani; Septiana Dwi Damayanti; Rahmadhani Istiqomah +1 more

JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA 2023 CV. ALIM'SPUBLISHING

Latar belakang penelitian ini yaitu tokoh pahlawan pendidikan yang bernama Dewi Sartika yang mencakup profil Dewi Sartika, Sekolah Kautamaan Istri dan pengaruh pemikiran Dewi Sartika. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana rekam jejak pahlawan pendidikan dari kaum perempuan yang berjuang untuk mencerdaskan bangsa. Metode untuk mendapatkan data yang valid yaitu metode yang di gunakan adalah metode Sejarah yang mana memiliki beberapa teknik langkah-langkahnya yaitu; (1) pemilihan sumber, (2) pengumpulan sumber, (3) verifikasi, (4) interpretasi dan analisis, (5) menyajikan dengan bentuk tulisan. Hasil dari penelitian ini bahwa Dewi Sartika yang merupakan tokoh pahlawan perjuangan yang memberikan sebuah gagasan dan pemikiran. Profil Tokoh Raden Dewi Sartika serta Perjuangan mendirikan sebuah lembaga pendidikan Sakola Kautamaan Isteri. Beliau Dengan Sekolah yang didirikannya dapat mendidik anak-anak perempuan dari kalangan manapun, untuk memajukan harkat dan martabat kaum perempuan. perjuangan yang panjang yang dilakukan oleh Dewi Sartika berdampak positif atau pengaruh pada zamannya beliau dari tahun 1904-1947 M yang mana pengaruh tersebut dapat dirasakan pada masa itu.

Atrina Waruwu

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2023 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

The family is an institution formed by God on this earth, but often believers do not involve God in their household when problems arise in the family. Parents should educate their children gently, but there are parents who educate their children in a harsh tone. Christian parents educate their children based on the word of God, but there are parents who educate their children not based on the word of God. Parents should educate their children with love, but there are parents who educate not based on love, and often even embarrass their children in public. Educating children in the family has a target to glorify God, but there are parents who don't understand that. The purpose of this research is to find out the theological studies on how parents educate their children in Christian families. The methodology used in this research is qualitative with a library research approach to find articles that are relevant to the topic of discussion. The results of this research are educating with good examples, educating with faith, educating with love, educating patiently, educating meekly, educating humbly, educating by not being angry and educating by forgiving. As a conclusion from this research, parents need to set a good example, through faith, love, patience and gentleness.

Usman Usman

Ta'rim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini 2023 Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Pendidikan Ilmu Qur'an Baubau

This type of research is library research, that is, research and studies are carried out by tracing and examining literature or written sources related to the subject matter. The type of data in this study is qualitative data. Qualitative data, namely in the form of literature from various experts. Secondary data sources are data that come from literature books where all information is related to this problem. In analyzing the data obtained and as an attempt to draw conclusions, the collected data will be analyzed using a qualitative descriptive analysis. Based on the results of the analysis, this study produced several findings, namely that giving rewards does not always have to be expensive. But there is nothing wrong with giving children rewards in the form of goods. As long as the item is really needed. When a child makes a mistake, don't be scolded immediately, because this can cause the child to be psychologically depressed..

Mardiah Astuti; Herlina Herlina; Ibrahim Ibrahim; Cahyadi Cahyadi; Nabila Kontesa +2 more

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The way children are educated in Islam has an impact on their growth and role in life. Through this article, we examine the factors that cause the success of how to educate children in Islam focusing on the morals, manners and knowledge of children in the realm of the family. The type of analysis used in this study is literature search, or in other words called literature search. It is a problem-solving activity based on a critical and in-depth analysis of important library materials. Most of this research is done in newspapers and news stories, looking for different sources of information relating to the issue under investigation. This research method uses qualitative descriptive methods. The data displayed is categorized, displayed, and analyzed using a system of elaboration of the source's answers, This analysis involves contextualizing and interpreting the data that has been collected. The data are presented in this article in a narrative and descriptive format. The conclusion of this study on child rearing in the Islamic worldview is that raising children in the Islamic worldview is the duty of every parent. Children are a gift of Allah SWT to all parents and raising children in an Islamic perspective is an irreplaceable obligation of every parent. There are different ways of raising children in Islam, for example. How to teach the basics of Islam, give nicknames to children with good intentions, give affection every day and teach children to pray since childhood. Environmental factors, parental character and social environment can affect a child's education in Islam. How to teach the basics of Islam, give nicknames to children with good intentions, give affection every day and teach children to pray since childhood. Environmental factors, parental character and social environment can affect a child's education in Islam. The influence of raising children in Islam is to raise children with good morals and behavior, able to be filial and respect for parents, so that they become righteous and pious children.

Risnayanti Risnayanti; Yane Henderina Keluanan

Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Agama 2023 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

Dalam proses pembelajaran, guru PAK memiliki peran yang sangat penting untuk mendidik anak-anank dalam menanamkan nilai-nilai moral yang sangat baik serta mendidik anak menjadi anak yang taat beriman Kepada Tuhan Yang Maha Esa. Berdasarkan pengamatan peneliti pada anak usia 7-12, bahwa  guru mempunyai peran  penting dalam memfasilitasi peserta didik dalam proses penanaman nilai  karakter  religius dilingkungan sekolah. Tujuannya adalah untuk mengetahui peran guru PAK dalam mengembangkan moral peserta didik SD. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode study literatur research atau studi kepustakaan dengan mengkaji berbagai jurnal yang memiliki kaitan atau hubungan dengan peran orangtua dan guru dalam mengembangkan moral peserta didik sekolah dasar di era revolusi industri 4.0. Metode studi kepustakaan menurut Sugiyono (2018) adalah suatu metode yang mana mengumpulkan kajian teori dan referensi yang bersumber dari literatur literatur ilmiah. Kesimpulan: yaitu guru PAK perlu mensosialisasikan dan membudayakan lingkungan sekolah dalam menegakkan nilai-nilai akhlak dan moral yang benar melalui contoh dan teladan yang baik. Selain itu dalam pengembangan dan penanaman moral pada peserta didik perlu dilakukan control dan bimbingan, pengawasan, evaluasi dan tindak lanjut dari perilaku moral anak tersebut.

Arju Arju; Abad Jaya Zega

Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Agama 2023 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

Pendidikan anak adalah merupakan tanggungjawab penuh dari orang tua sejak anak tersebut terbentuk dalam kandungan ibunya.  Tanggung jawab ini merupakan tugasnya kepada Tuhan secara khusus maupun kepada masyarakat secara umum.  Demikian juga dalam Alkitab yang mengajarkan tugas dan tanggungjawab orangtua dalam mendidik anak-anak mereka dengan tujuan agar anak-anak mereka menjadi anak yang takut dan hormat kepada Tuhan.  Prinsip pendidikan kepada anak dalam perspektif iman Kristen dapat dilakukan dalam segala situasi dan kondisi sebagaimana tertulis dalam Firman Tuhan.  Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran tentang tanggungjawab orangtua dalam mendidik anak berdasarkan Alkitab.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini, adalah pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan data-data dari berbagai sumber literatur sebagai referensi untuk mewujudkan tujuan tersebut di atas.  Berdasarkan penelitian ini maka diperoleh hasil bahwa orang tua memiliki tanggungjawab untuk mendidik anak-anak mereka, sebagai pengajar, pembimbing, teladan, dan pelindung. Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa orangtua memiliki tanggung jawab untuk mendidik anak-anak mereka supaya menjadi anak yang takut dan hormat kepada Tuhan.  Sebagai saran bagi orangtua agar bertindak sebagai pengajar, pembimbing, teladan, dan  pelindung bagi anak-anak mereka.

Raissa Shafa Argyanti; Syakilla Putri Syahrani

Jurnal Mahasiswa Kreatif 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Dalam pembelajaran tari tentunya kreativitas dalam tari dapat dikembangkan dalam berbagai stimulus dan strategi pembelajaran yang akan diterapkan. Salah satunya melalui lagu cangkurileung, dari lagu tersebut penari diharapkan untuk dapat mengembangkan kemampuan kreativitas gerak melalui lagu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan lagu cangkurileung yang digunakan pada pengembangan kesenian tari. Saung Angklung Udjo adalah salah satu destinasi yang rutin melaksanakan pertunjukan Kesenian Sunda. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan seni pertunjukan Saung Angklung Udjo dilihat dari aspek nilai budaya pariwisata, dengan menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seni pertunjukan Saung Angklung Udjo adalah seni pertunjukan kesenian khas Jawa Barat yang berlatar belakang budaya Sunda, seperti wayang golek, haleran, tari topeng, calung, angklung, dengan alat musik tradisional, seperti calung dan angklung. Seni pertunjukan tersebut, menggambarkan seni tradisional yang memiliki daya tarik wisata dengan nilai-nilai budaya yang ada di dalamnya, yaitu nilai kehidupan manusia, nilai hubungan manusia dengan alam sekitar, nilai manusia dari aspek waktu, nilai manusia dari makna kerja dan amal perbuatan, serta nilai hubungan manusia dengan manusia yang lain. Maka dapat disimpulkan jika penerapan stimulus lagu cangkurileung pada pengembangan tari untuk meningkatkan kreativitas ini cocok dalam pembelajaran tari, serta stimulus diyakini dapat meningkatkan kreativitas para penari di Saung Angklung Udjo. Saung Aklung Udjo melakukan pertunjukan secara teratur serta mewariskan budaya sunda kepada anak-anak dengan mendidik mereka untuk menguasai seni tradisi sunda dan angklung secara gratis. Anak-anak tersebut akan tampil dalam pertunjukan, diberi honor sehingga diberi bantuan biaya sekolah. Saung Angklung Udjo di dirikan sebagai upaya untuk menyatukan kecintaan kepada anak-anak, seni tradisional, flora dan fauna, alam, serta lingkungan menjadi suatu harmoni, yang nyaman dilihat, didengar, dan dirasakan.  

Kurnia Fauza Sepriana; Fadhilla Yusri

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2023 Universitas Muhammadiyah Manado

Pengasuh merupakan orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus untuk mendidik, membimbing, membina, mengarahkan, menilai, dan mengevaluasi anak asuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola asuh panti asuhan aisyiyah dalam membina moral anak asuh, untuk mengetahui hambatan yang di hadapi dalam pembinaan di panti asuhan aisyiyah dan cara mengatasi hambatan yang terjadi dalam membina moral anak asuh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Responden berjumlah enam orang, diantaranya pimpinan panti asuhan aisyiyah, satu pengasuh, dan empat anak asuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara khusus pengasuh serta pimpinan telah berperan dalam proses memberikan pembinaannya melalui membimbing dan membina anak asuh dengan metode ceramah, nasehat serta reward dan sanksi. Hambatan yang di alami yaitu anak asuh tidak mengikuti peraturan, pengasuh kesulitan menghadapi anak asuh yang berbeda sifatnya dan lama dalam beradaptasi dengan lingkungan panti. Cara mengatasi hambatan yang terjadi yaitu bersikap tegas dan sabar dalam menghadapi anak asuh kemudian memberikan konseling dengan cara menanamkan nilai keagamaan kepada anak asuh.      

Riska Nurjannah; Yeni Afrida; Yuniarti Yuniarti

Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Strategi adalah sebuah keunggulan kompetitif yang memiliki tujuan untuk merencanakan suatu hal dengan cara yang strategis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi Ibu Asuh dalam mendidik Anak di Panti Asuhan agar bisa menjadi anak yang berakhlak mulia dan bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dari usia muda hingga usia tiba masanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif Deskriptif. Instrumen yang dapat digunakan adalah dengan metode Observasi, Wawancara dan interview langsung ke Panti Asuhan Aisyiyah Putri bukittinggi. Dari hasil observasi peneliti menemukan bahwasanya Ibu Asuh meeberikan berbagai Strategi berupa Aturan yang harus dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari untuk dapat di jadikan kebiasaan yang baik. Anak Panti tidak merasa keberatan dengan aturan yang telah di buat dengan Ibu Asuh dan Pimpinan Panti. Karena tujuannya adalah untuk mendidik Anak agar bisa berakhlakul Karimah. Jika dilihat dari hasil Wawancara Peneliti memberikan gambaran bahwasanaya Ibu Pimpinan dan Ibu Asuh sudah beusaha memberikan yang terbaik kepada semua anak di panti tanpa membeda-bedakannya. Begitu juga dengan tanggapan Anak di Panti bahwanya aturan yang telah di terapkan dapat membuat anak merasa tidak sendrian karena selalu di liputi dengan berbagai aktivitas yang membuat anak panti sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Dalam aturan yang telah di buat ternyata masih ada juga anak panti yang melanggar aturan tersebut. Dikarenakan kekurang terbukaanya mengenai apa yang diingnkan dan apa yang di butuhkan anak. Sehingga kadang anak panti mencari perhatian lebih di luar Panti Asuhan. Hal ini yang menjadi tindak lnjut lagi oleh ibu Asuh dalam memberikan contoh perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Gilang Achmad Marzuki; Agung Setyawan

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Anak merupakan anugerah sekaligus amanah yang telah dititipkan kepada orang tua yang akan dimintai pertanggung jawaban di akhirat nanti. Kewajiban utama orang tua adalah memberikan pendidikan tidak hanya ilmu pengetahuan tetapi juga ilmu agama. Perkembangan yang terjadi pada anak usia dini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti: faktor keluarga, sekolah, dan lingkungan. Artikel ini ditulis dengan tujuan untuk memaparkan peran penting orang tua dalam mendidik anaknya. Hasil dari penelitian ini adalah keluarga merupakan tempat pendidikan pertama bagi anak, pendidikan di lingkungan keluarga merupakan pendidikan yang paling dasar bagi anak untuk membentuk kecerdasan, karakter atau kepribadian, serta bekal untuk memasuki masyarakat nantinya. Oleh karena itu, orang tua diharapkan dapat membagi waktu untuk anaknya agar tidak ada anak yang menyimpang dari ajaran agama dan norma serta aturan masyarakat. Karena dengan pengawasan dan pendidikan yang baik oleh orang tua akan membentuk karakter dan kepribadian yang baik begitu pula sebaliknya.

Valentina Marpaung; Anselmus Joko P; Andarweni Astuti

Adanya kebijakan stay at home memaksa keluarga kristiani untuk melakukan kegiatan keagamaan dari rumah seperti beribadah di rumah, melakukan kegiatan rohani, memberikan ajaran agama katolik pada anak, mengajarkan moral dasar pada anak. Persoalan yang muncul sejauh mana tingkat kesadaran keluarga katolik menyadari perannya sebagai Ecclesia Domestica dalam memberikan pendidikan moral dan agama pada anak, bagaimana aktivitas keluarga katolik melaksanakan pendidikan moral dan agama pada anak di masa pandemi, dan hambatan bagi orangtua dalam menerapkan pendidikan agama dan moral di masa pandemi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif Deskriptif, 15 KK Stasi St. Benedictus TSE. Teknik pengumpulan data menggunakan  metode koesioner, wawancara, dokumentasi. Tingkat kesadaran keluarga katolik sebagai Ecclesia domestica memberikan pendidikan agama dan moral pada anak memperoleh angka 71%, aktivitas keluarga katolik dimasa pandemi memperoleh angka 70%, hambatan yang dihadapi orangtua dalam mendidik moral dan agama anak memperoleh angka 68%. Hasil menunjukan bahwa peran Ecclesia domestica yang dikatakan sebagai Gereja Rumah Tangga untuk mendidik moral dan agama anak sudah cukup baik. Hasil wawancara dari ketiga variabel  menyatakan tingkat kesadaran  keluarga katolik didukung dengan adanya keterbukaan terhadap anggota keluarga. Aktifitas yang dilakukan dalam selama masa pandemi dengan mengajarkan nilai moral dasar, dan melakukan kegiatan rohani. Beberapa hambatan yang dialami keluarga katolik tidak bisa membagi waktu dan faktor lingkungan.

Valentina Marpaung; Anselmus Joko P; Andarweni Astuti

Adanya kebijakan stay at home memaksa keluarga kristiani untuk melakukan kegiatan keagamaan dari rumah seperti beribadah di rumah, melakukan kegiatan rohani, memberikan ajaran agama katolik pada anak, mengajarkan moral dasar pada anak. Persoalan yang muncul sejauh mana tingkat kesadaran keluarga katolik menyadari perannya sebagai Ecclesia Domestica dalam memberikan pendidikan moral dan agama pada anak, bagaimana aktivitas keluarga katolik melaksanakan pendidikan moral dan agama pada anak di masa pandemi, dan hambatan bagi orangtua dalam menerapkan pendidikan agama dan moral di masa pandemi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif Deskriptif, 15 KK Stasi St. Benedictus TSE. Teknik pengumpulan data menggunakan  metode koesioner, wawancara, dokumentasi. Tingkat kesadaran keluarga katolik sebagai Ecclesia domestica memberikan pendidikan agama dan moral pada anak memperoleh angka 71%, aktivitas keluarga katolik dimasa pandemi memperoleh angka 70%, hambatan yang dihadapi orangtua dalam mendidik moral dan agama anak memperoleh angka 68%. Hasil menunjukan bahwa peran Ecclesia domestica yang dikatakan sebagai Gereja Rumah Tangga untuk mendidik moral dan agama anak sudah cukup baik. Hasil wawancara dari ketiga variabel  menyatakan tingkat kesadaran  keluarga katolik didukung dengan adanya keterbukaan terhadap anggota keluarga. Aktifitas yang dilakukan dalam selama masa pandemi dengan mengajarkan nilai moral dasar, dan melakukan kegiatan rohani. Beberapa hambatan yang dialami keluarga katolik tidak bisa membagi waktu dan faktor lingkungan.

Rozikin

JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Dengan adanya kemajuan tehnologi sekarang ini banyak kejadian yang menimpa anak anak kita sebagai contoh banyak  Tindak Pidana Kekerasan atau ancaman kekerasan ,tipu muslihat, serangkaian kata bohong , memaksa atau membujuk anak dibawah umur untuk melakukan persetubuhan dan atau pencabulan, ini sering terjadi di daerah daerah ,hampir di seluruh wilayah Indonesia  Hal ini karena kurangnya pemahaman hukum terhadap anak anak terutama hukum pidana dan Hukum perlindungan anak ,Anak anak kita tidak berfikir dengan meniru dan bergaya seperti yang ada di internet ,anak anak tidak menyadari bahwa apa yang mereka lakukan tersebut sebenarnya melanggar hukum,,maka dengan adanya kejadian tersebut kita selaku orang tua harus waspada dan selalu memperhatikan anak anak kita dalam kehidupan sehari hari,Demikian karena dengan adanya kemajuan tehnologi, sebagaimana hubungan antara anak yang satu dengan yang lainnya sangat mudah dan cepat,apalagi dalam masa pandemi ini mereka anak anak kita tidak sekolah secara off line tetapi sekolahnya secara on line,dan banyak kesempatan untuk bermain hp dalam setiap harinya ,Kalau kita selaku orang tua tidak memperhatikan anak anaknya ,mereka bisa berhubungan dengan sembarang anak ,yang mengakibatkan moral dan etika anak anak kita rusak.Contohnya banyak kejadian yang orang tuanya bekerja di luar negeri ,anak anak mereka jadi tidak karuan dalam kelakuan dan moralnya ,banyak banyak anak anak yang dibawah umur dengan bebasnya melakukan hubungan intim layaknya suami istri,mereka mulai dini atau kecil sudah di tinggal orang tuanya ,bekerja di luar negeri ,sehingga pengawasan anak anak tersebut terlalu bebas dan kurangnya perhatian.Ini terjadi karena kemajuan Tehnologi yang sangat pesat ,apa yang ada di seluruh dunia ini bisa kita ketahui baik itu yang sifatnya mendidik maupun yang merusak moral anak kita ,contoh yang merusak moral banyak disajikan film film porno di dalam akun hp ini, kalau yang sifatnya mendidik tidak menjadi masalah contohnya anak anak mengetahui kejadian dan berita berita di luar sana ,ini bisa menambah pengetahuan dan pengalaman anak.Sehingga banyak kejadian kejadian yang menimpa anak anak kita , Karena kurangnya pengawasan , banyak juga anak anak kita terlibat narkoba ,maupun mengkonsumsi pil pil koplo, demikian juga minum minuman keras , mereka semua ini meniru gaya hidup di internet internet yang serba gelamor ,mereka belum berfikir kalau semua itu sebenarnya merusak masa depan diri mereka sendiri .Itulah kita selaku orang tua harus benar benar memperhatikan tingkah laku anak anak kita , agar jangan sampai anak anak kita terjerumus ke dalam lembah hitam yang salah ,sehingga melanggar Undang undang perlindungan anak dan juga undang undang KUHP Karena Pandemi covid 19 yang tidak kunjung selesai sehingga anak anak kita belajar secara on line di rumah yang bisa mengakibatkan terlalu banyak waktu senggang untuk anak anak kita bermain HP ,sehingga pemikiran anak anak kita tersebut cenderung pengin mempraktekkan nseperti apa yang di lihat di HP ,yang mana apabila yang ndi lihat di HP tersebut mungkin yang mendidik ,anak kita akan menjadi lebih baik tetapi apabila yang dilihat di HP tersebut gambar gambar pornograpi maka akan membuat pelajaran kepada anak anak kita dan kelakuan yang pantas dilakukan oleh seorang anak yang usianya masih dibawah umur ,sehingga ini bisa merusak masa depan anak anak bangsa kita ,maka dalam hal ini kita selaku orang tua harus benar benar mengawasi dan betul betul memperhatikan anak anak kita biar jangan sampai melakukan hal hal yang tidak senonoh dan tidak anak anak kita melakukannya , sebagai contoh kejadian yang dilaporkan di unit PPA ( Pelayanan Perempuan dan Anak ) di Sat Reskrim Polres Kendal, Polda Jawa Tengah     Seorang Anak sampai melakukan perbuatan seperti itu karena disebabkan kurangnya pengawasan dari orang tua ,orang tua membiarkan anaknya bermain tanpa pengawasan yang ketat dari orang tua ,sehingga setelah kejadian tersebut baru orang tuanya kaget dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak Kepolisian,Sebelum hal ini terjadi harus betul betul kita selaku orang tua kontrol kepada anak anak kita .lebih baik kita cerewet dari pada anak anak kita kebablasan.Karena Tehnologi sekarang ini sudah sangat maju apapun bisa dilihat dan dengar dari youtobe maupun instagram dan lainnya