SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

20,133 articles from 385 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-3 of 3

Analytics

Sinta Oktavioni, Sabrina; Mindiastiwi, Tigo; Siswanto, Agus Bambang

Jurnal Teknik Sipil 2025 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Perhitungan daya dukung pondasi yang akurat menjadi aspek penting dalam memastikan stabilitas dan keamanan struktur bangunan secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan nilai daya dukung ultimit (Qu) dari pondasi bored pile dengan menggunakan empat pendekatan berbeda, yaitu perhitungan manual menggunakan metode Schmertmann & Nottingham, Mayerhoff (1976), software Allpile, serta hasil uji lapangan dengan PDA (Pile Driving Analyzer). Studi kasus dilakukan pada proyek pembangunan Gedung Fave Hotel yang terletak di Banyumanik, Semarang. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode Schmertmann & Nottingham dengan nilai Qu tertinggi sebesar 282,25 ton. Sedangkan nilai terendah berasal dari hasil uji PDA 159,61 ton. Metode Mayerhoff (1976), memberikan nilai sebesar 170,30 ton, sementara Allpile menghasilkan nilai 160,79 ton. Selisih nilai ini disebabkan oleh perbedaan pendekatan dan asumsi yang digunakan oleh masing-masing metode. Secara umum, hasil PDA dianggap paling merepresentasikan kondisi aktual di lapangan karena merupakan hasil uji dinamis langsung pada tiang. Oleh karena itu, pendekatan manual dan software Allpile dapat dijadikan sebagai estimasi awal dalam tahap desain, namun tetap perlu divalidasi melalui pengujian lapangan untuk memperoleh hasil yang lebih realistis dan dapat diandalkan.

Mindiastiwi, Tigo; Mustofa, Muhammad Afifassauqi

Jurnal Teknik Sipil 2023 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Daya dukung tanah merupakan kemampuan tanah dalam menahan tekanan atau beban dari struktur atas bangunan dengan aman tanpa menimbulkan kegalalan ataupun penurunan. Beberapa metode digunakan untuk menganalisis daya dukung tanah, diantaranya yaitu dengan metode Terzaghi, Mayerhoff, Hasen, Vesic, Oshaki dan menggunakan software dengan parameter dan hasil yang berbeda. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan daya dukung tanah pondasi dangkal menggunakan metode Terzaghi, Mayerhoff dan software Plaxis 2D. Data sekunder yang digunakan berupa gambar perencanaan dan data tanah hasil uji labolatorium. Berdasarkan analisis menggunakan metode Terzaghi, Mayerhoff dan Software Plaxis 2D diperoleh nilai daya dukung tanah ijin (Qall) secara berurutan sebesar 20,322, 25,612 dan 16,827 t/m2. Berdasarkan hasil daya dukung tanah pondasi dangkal pada metode analitis dan software plaxsis 2D didapatkan bahwa perhitungan daya dukung tanah ijin (Qall) pondasi dangkal metode Meyerhoff lebih besar dari perhitungan metode Terzaghi dan Sofware Plaxis 2D.

Hutasoit, Eva Olivia; Rizkiyah, Awaliatul

Jurnal Teknik Sipil 2023 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

The pile foundation is a deep foundation that is often used in the construction of high-rise buildings and small-scale buildings. The foundation is required to have a greater bearing capacity than the load on it. This study aims to determine the maximum bearing capacity of the foundation against the work load including the additional load from the 15-story Lamongan Muhammadiyah University building which was found to be cracked. Calculation of the bearing capacity of a single pile is carried out to determine the bearing capacity of a single pile using the Mayerhoff, Reese O'neil, and Reese and Wright method. Calculation of the bearing capacity of group piles is carried out to determine the bearing capacity of piles in one group using the Converse-Labarre, Los Angle Group, and Seiler-Keeney methods. Controlling the bearing capacity of single and group pile foundations, whether they are able to withstand the load on them using the axial loads and moments obtained. The results of the calculation of the bearing capacity of a single pile foundation at a depth of 30 m using the Meyerhoff calculation method obtained the carrying capacity of a single pile permit (Q_a) at point DB-1 of 916,80 tons and DB-2 of 916,80 tons, Reese and O' neil obtained Power single pile permit bearing (Q_a) at point DB-1 of 668,67 tons and DB-2 of 668,67 tons, Reese and Wright obtained single pile permit bearing capacity (Q_a) at point DB-1 of 1.070,08 tons and a DB-2 of 1.070,08 tons, while the shamanic strength of the largest pile group foundation was obtained using the Converse-Labarre method with ultimate bearing capacity using the Reese anad Wright method, bearing configuration from the pile group capacity (Q_g) (2 x 2) obtained at point DB -1 of 9.733,45 tons and DB-2 of 9.733,45 tons, configuration (2 x 3) at point DB-1 of 13.810,45 tons and DB-2 of 13.810,45 tons, configuration (3 x 2 ) at point DB-1 of 13.810,45 tons and DB-2 of 13.810,45 tons. The results of controlling the bearing capacity of the foundation by looking at the value of the allowable bearing capacity is greater than the value of the axial load (P ≤ Q_g). From the calculation of the bearing capacity of the piles it can be concluded that the pile foundations at points DB-1 and DB-2 are safe.