Publication Search

73,455 articles from 714 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 1,163

Analytics

AIN, LATHIFAH TSAMRATUL AIN; AIN, LATHIFAH

JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS 2026 UNIVERSITAS STEKOM

This review explores the integration of artificial intelligence in higher education, focusing on its impact on teaching and learning, barriers to adoption, and strategies for sustainable implementation. A narrative review of peer-reviewed literature published from 2023 to 2026 was conducted, emphasizing student and educator perspectives. The findings show that AI improves learning efficiency, supports personalized learning, and enhances academic writing, while also introducing concerns related to academic integrity, algorithmic bias, AI colonialism, and limited formal training. The review suggests that successful adoption depends on institutional support, AI literacy, ethical policy frameworks, and cross-disciplinary professional development. Generative AI should serve as an enhancer rather than a replacement in human-centered education.

Bumi, Bumi Revaldo; Bumi, Bumi Revaldo; Zulfaedi, Zulfaedi Mahfudz; Afif, Farisi Afif; Army, Army Trilidia Devega

JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS 2026 UNIVERSITAS STEKOM

Pesatnya kemajuan teknologi digital telah mempercepat adopsi *Internet of Things* (IoT) dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari. IoT memungkinkan perangkat fisik untuk berkomunikasi dan bertukar data melalui konektivitas internet, sehingga proses menjadi lebih otomatis, efisien, dan responsif. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan IoT dalam meningkatkan efisiensi kehidupan sehari-hari melalui pendekatan tinjauan pustaka. Metode penelitian yang digunakan adalah *Systematic Literature Review* (SLR), yang mengkaji dan menyintesis temuan dari berbagai studi terdahulu mengenai penerapan IoT di berbagai sektor, seperti rumah pintar (*smart home*), layanan kesehatan, transportasi, pertanian, dan pemantauan lingkungan. Hasil analisis menunjukkan bahwa IoT berkontribusi signifikan terhadap peningkatan efisiensi operasional, penghematan energi, perbaikan proses pengambilan keputusan, serta peningkatan kenyamanan pengguna. Terlepas dari berbagai manfaat tersebut, masih terdapat sejumlah tantangan, termasuk keamanan data, masalah privasi, interoperabilitas antarperangkat, biaya implementasi, dan ketergantungan pada infrastruktur internet yang stabil. Temuan studi ini menunjukkan bahwa IoT telah menjadi salah satu teknologi kunci yang mendukung transformasi digital dan peningkatan kualitas hidup. Pengembangan di masa mendatang diharapkan berfokus pada penguatan aspek keamanan, perluasan standar interoperabilitas, dan integrasi kecerdasan buatan (*artificial intelligence*) guna memaksimalkan efektivitas penerapan IoT dalam aktivitas sehari-hari.  

Abdul Tahir; Duddy Arisandi

Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen 2026 CV. Aksara Global Akademia

Penilaian kinerja merupakan elemen krusial dalam manajemen sumber daya manusia (SDM) untuk memastikan efektivitas organisasi dan pengembangan karyawan. Namun, banyak sistem penilaian tradisional masih bergulat dengan masalah subjektivitas, kurangnya transparansi, dan minimnya fokus pada pengembangan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi sistem penilaian kinerja yang berlaku di Politeknik XXX dan mengusulkan kerangka model yang mengintegrasikan 360-Degree Feedback dan Critical Incident Technique (CIT) untuk mengatasi kelemahan tersebut. Menggunakan analisis survei deskriptif dan analisis kesenjangan (gap analysis) pada data Politeknik XXX , ditemukan bahwa sistem saat ini bersifat top-down, minim umpan balik multi-sumber (rekan sejawat dan mahasiswa 0%), lemah dalam pencatatan kejadian kritis (18.5% untuk prestasi, 29.6% untuk pelanggaran), serta memiliki skor komunikasi hasil penilaian (2.07/5.00), kepuasan, dan keadilan yang moderat (2.96/5.00). Kesenjangan signifikan teridentifikasi pada aspek transparansi (gap 2.29), orientasi perbaikan (gap 2.08), dan rekam kejadian kritis/CIT (gap 2.07). Implikasi dari temuan ini menunjukkan urgensi transformasi menuju sistem manajemen kinerja modern yang mengedepankan objektivitas, transparansi, dan pengembangan profesional berbasis data. Integrasi 360-Degree Feedback dan CIT diyakini mampu menyediakan perspektif holistik dan bukti perilaku faktual yang diperlukan untuk penilaian yang lebih adil dan formatif.

Bagas ardiyantoro; Triana Triana; Septian Maulid Wicahyo

Jurnal Pengabdian Bersama Masyarakat Indonesia 2026 CV. Aksara Global Akademia

Limbah kulit Jeruk peras , yang sering dibuang dan menimbulkan masalah lingkungan, sebenarnya memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan kembali. Kulit Jeruk peras  mengandung minyak atsiri yang dapat diolah menjadi reed diffuser, pengharum ruangan alami yang ramah lingkungan. Namun, pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan kulit Jeruk peras  masih terbatas. Siswa SMA, sebagai generasi muda yang sedang mempersiapkan diri untuk dunia kerja atau wirausaha, dapat memainkan peran penting dalam mengembangkan inovasi ini. Melalui pendidikan dan pelatihan, siswa SMA dapat mempelajari proses pembuatan reed diffuser dari kulit Jeruk peras , mulai dari ekstraksi minyak atsiri hingga pengemasan produk. Hal ini tidak hanya melatih keterampilan teknis dan kreativitas, tetapi juga membuka peluang kewirausahaan. Pemanfaatan kulit Jeruk peras  untuk reed diffuser sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular dan pembangunan berkelanjutan, yang menekankan pemanfaatan sumber daya secara efisien. Dengan menguasai keterampilan ini, siswa SMA dapat berkontribusi dalam mengurangi limbah organik sekaligus menciptakan produk bernilai ekonomi tinggi. Ini juga mendukung visi pendidikan SMA untuk menciptakan lulusan yang kompeten, kreatif, dan siap bersaing di dunia kerja. Pengabdian masyarakat kali ini dilaksanakan di SMA Islam 1 Surakarta, Kota Surakarta.

Sudarsono; Gema Sari Muslimah

Meningkatnya kasus bullying yang terjadi di sekolah saat ini menjadi salah satu masalah utama dalam sistem pendidikan saat ini. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya berita tentang ramainya kasus bullying di sekolah. Pendidikan karakter merupakan salah satu hal yang dapat dilakukan dalam mengatasi dan mencegah terjadinya bullying. Tujuan penelitian ini adalah untuk; 1) Mengetahui penerapan pendidikan karakter di MTs Insan Mulia Jimbaran; 2) Bentuk pencegahan praktik bullying di MTs Insan Mulia Jimbaran; 3) Bagaimana pengelolaan pendidikan karakter dalam pencegahan praktik bullying di MTs Insan Mulia Jimbaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Data penelitian yang digunakan adalah data primer yang didapatkan dari wawancara dan observasi, dan sekunder yang didapatkan dari dokumentasi yang berasal dari MTs Insan Mulia. Hasil dari penelitian; 1) Pelaksanaan pendidikan karakter di MTs Insan Mulia dilakukan dengan menerapkan beberapa nilai seperti nilai agama, kejujuran, keadilan, kebijaksanaan yang diintergrasikan ke dalam kegiatan intrakulikuler, kokurikuler, dan ekstrakulikuler; 2) Bentuk pencegahan praktik bullying di MTs Insan Mulia berupa tata tertib/peraturan, konseling behavior, diberikan pemahaman dan pengetahuan, dan kerjasama antara sekolah dengan orang tua; 3) Pengelolaan pendidikan karakter di MTs Insan Mulia dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.

Lili Kusniawati; Titi Sri Suyanti

Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum 2026 STIKES Columbia Asia Medan

Schizophrenia is a mental disorder characterized by deviation in attitudes, thoughts and behaviors, and can cause positive and negative symptoms. One of the most frequently occurring negative symptoms is social withdrawal, which leads to the problem of Social Isolation: Withdrawal. Social isolation is a condition that causes individuals to experience a decline or even inability to interact with others and their environment. The purpose of this case study was to apply nursing care to patients with social isolation: withdrawal due to undifferentiated schizophrenia in Gatotkaca Ward of RSJD dr. Amino Gondohutomo, Central Java Province. This scientific paper was written using a descriptive method in the form of a case study through the nursing process approach. Data collection methods used were interview, observation, documentation study, and literature study. Nursing diagnoses that emerged in the patient with Social Isolation: Withdrawal were Social Isolation as the Core Problem, Low Self-Esteem as the Cause, Risk of Hallucination as the Effect, and Self-Care Deficit as a concurrent problem. Interventions were only carried out on Social Isolation and Self-Care Deficit problems, consisting of SP 1 through SP 3 for Social Isolation and SP 2 for Self-Care Deficit: Grooming. After nursing implementation for 4 days, of the 4 nursing diagnoses that emerged, only 2 nursing diagnoses were intervened, namely Social Isolation and Self-Care Deficit. SP 1 through SP 3 for Social Isolation and SP2 for Self-Care Deficit: Grooming were competently achieved. This indicates that the goals of the Implementation Strategy provided were achieved cognitively, affectively, and psychomotorically.

Auliya, Rifqi Sulthon; Kusumaningtyas, Pramesti; Harsoyo, Imam Tri

ISAINTEK: Jurnal Informasi, Sains dan Teknologi 2026 Politeknik Negeri FakFak

Kompleksitas subsistem elektromekanis pada sistem Radiografi Digital (DR) menuntut pendekatan diagnostik yang terstruktur untuk mencegah waktu henti yang lama dan menghindari pembongkaran yang tidak perlu. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan prinsip Deteksi dan Isolasi Kerusakan (FDI), dengan menggunakan metode isolasi blok, guna mendiagnosis dan mengatasi gangguan pada sistem pengunci magnetik meja pasien pada unit Philips SRO 33100. Pendekatan FDI diterapkan dengan memisahkan blok kontrol listrik dari blok aktuator mekanis secara sistematis, serta melakukan analisis perbandingan terhadap dua aktuator yang identik. Pengukuran listrik menunjukkan bahwa kedua unit kunci magnetik kiri dan kanan menerima tegangan masukan normal sebesar 23,48 V. Perhitungan koreksi relatif menghasilkan nilai 2,5%, yang masih berada dalam batas toleransi aman sebesar 10%, sehingga mengonfirmasi integritas blok kontrol listrik. Namun, analisis perbandingan mengungkapkan ketidakhadiran respons mekanis yang lengkap pada unit kiri, memungkinkan kesalahan diisolasi secara tepat ke kegagalan aktuator internal tanpa membongkar sirkuit kontrol yang utuh. Berdasarkan diagnosis definitif ini, tindakan korektif diambil melalui penggantian komponen dan kalibrasi penyesuaian celah. Uji fungsional pasca-perbaikan mencatat tegangan operasional stabil sebesar 23,45 V dan menunjukkan respons mekanis yang sepenuhnya sinkron, memulihkan gerakan mengambang empat arah. Studi ini menunjukkan bahwa kerangka kerja isolasi blok berbasis FDI yang diusulkan menyediakan strategi yang efektif dan berbasis bukti untuk mengidentifikasi kegagalan elektromekanis, sehingga meminimalkan kebutuhan akan prosedur pemecahan masalah yang invasif. Akibatnya, pendekatan ini merupakan metode diagnostik yang sangat efektif yang menghilangkan kebutuhan akan pembongkaran yang luas, menawarkan kerangka kerja yang andal yang dapat diterapkan secara luas untuk pemecahan masalah peralatan medis lainnya.

Aulia Nur Hasanah; Slamet Wijaya

Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum 2026 STIKES Columbia Asia Medan

Background: Schizophrenia is a serious chronic mental disorder that can affect thinking, perception, feelings, and behavior. Patients with undifferentiated schizophrenia are at risk of experiencing the nursing problem of risk of violent behavior (RPK) due to their inability to control emotions and anger. Based on data from the medical records of RSJD dr. Amino Gondohutomo, Central Java Province, from August to October 2025, the risk of violent behavior was the highest nursing diagnosis in the Gatotkaca Ward, reaching 56.5%–77% of all inpatients. Objective: To perform nursing care on Tn. K with the main problem of risk of violent behavior due to undifferentiated schizophrenia at RSJD dr. Amino Gondohutomo, Central Java Province. Methods: This study used a descriptive method with a nursing process approach. Data collection was carried out through interviews, observation, documentation studies, and literature review. Nursing care was provided from November 18 to 22, 2025. Results: Assessment findings on Tn. K (19 years old) with undifferentiated schizophrenia and a history of physical abuse, parental rejection, and family violence revealed four nursing problems: risk of violent behavior (core problem), sensory perceptual disorder: auditory and visual hallucinations, self-concept disorder: low self-esteem, and self-care deficit. Implementation was carried out through nursing strategies (SP) 1 to 4 for risk of violent behavior (physical, medication, verbal, and spiritual control), SP 1 and SP 3 for self-care deficit, and SP 1 to SP 2 for sensory perceptual disorder: hallucinations. All implementation stages were optimally achieved. Conclusion: Nursing evaluation showed that the client was able to achieve cognitive, affective, and psychomotor goals in all implemented SPs. Collaboration with ward nurses was carried out to continue SP 3 and SP 4 for hallucinations and the entire low self-esteem intervention due to time constraints.

Ahmad Sodikin; Arga Satrio Prabowo; Meilla Dwi Nurmala; Angga Sugara Febriantiko

Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi 2026 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Correctional institutions impose sustained psychological burdens on inmates, including social isolation, fractured family bonds, and disrupted identity development, which collectively heighten the risk of mental health deterioration. Unlike preventive psychoeducational approaches, group counseling operates as a curative, therapeutically structured service that enables participants to process shared difficulties through interpersonal dynamics. This community service study implemented group counseling within a Participatory Action Research (PAR) framework involving 50 early adult inmates at Lapas Kelas III Rangkasbitung. PAR was operationalized as an implementation framework in which each counseling cluster cycle followed the Plan-Act-Observe-Reflect sequence, enabling iterative refinement of therapeutic content. Pre-service needs assessment using the Alat Ungkap Masalah (AUM) Umum Masyarakat instrument identified dominant problems in family relations (13.33%), personal self (12.97%), and social relations (10.76%). Group counseling was conducted across three thematic clusters. Program evaluation revealed improvements in social interaction, self-acceptance, and emotional regulation among participants, with the PAR reflective cycle enabling context responsive adaptation of each session. These findings affirm that PAR-grounded group counseling constitutes a contextually adaptive model for psychosocial rehabilitation in correctional settings.

Hishni Munaza; Titi Sri Suyanti

Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum 2026 STIKES Columbia Asia Medan

Background: Schizophrenia is a serious mental disorder characterized by disturbances in thought processes, emotions, and behavior. One of the positive symptoms that can occur in schizophrenic clients is the risk of violent behavior. Risk of violent behavior is one of the nursing diagnoses frequently found in the Citroanggodo Ward of RSJD dr. Amino Gondohutomo, Central Java Province. Therefore, the author conducted psychiatric nursing care for Mrs. N with the main problem of risk of violent behavior due to undifferentiated schizophrenia. Methods: The writing method used is descriptive with a case study approach. Data collection was carried out through interviews, observation, documentation studies, and literature studies. The general objective of this Scientific Paper is to provide nursing care to patients with Risk of Violent Behavior due to Undifferentiated Schizophrenia. Results: The nursing diagnoses that emerged in the patient with Risk of Violent Behavior due to Undifferentiated Schizophrenia were: Risk of Violent Behavior, Self-Concept Disorder: Low Self-Esteem, and Self-Care Deficit. Nursing interventions carried out included SP 1 through SP 4 for Risk of Violent Behavior and SP 2 for Self-Care Deficit. Conclusion: After 8 days of nursing implementation, of the 3 diagnoses raised, 1 diagnosis was partially resolved (risk of violent behavior), 1 diagnosis was resolved (self-care deficit), and 1 diagnosis was not implemented (self-concept disorder: low self-esteem).

Umu Aiman; Slamet Wijaya

Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum 2026 STIKES Columbia Asia Medan

Background: Schizophrenia is a psychiatric disorder characterized by positive psychotic symptoms (such as hallucinations) and negative symptoms accompanied by cognitive decline. Auditory hallucinations represent the most common positive symptom, occurring in more than 75% of patients with schizophrenia. Objective: This study aimed to describe the comprehensive nursing care for Mr. F with a primary problem of perceptual sensory disorder: auditory hallucinations due to undifferentiated schizophrenia at Gatot Kaca Ward, RSJD dr. Amino Gondohutomo, Central Java Province. Method: This study used a descriptive method with a nursing process approach, including assessment, nursing diagnosis, intervention planning, implementation, and evaluation. Data collection was carried out through interview, observation, and literature study. Results: Nursing problems identified were: perceptual sensory disorder (auditory hallucinations) as the core problem, social isolation (withdrawal) as the causa, risk of violent behavior as the effect, and self-care deficit as an accompanying problem. Nursing interventions were conducted using the implementation strategy (SP) 1, 2, and 3 for hallucinations and SP 1 for self-care deficit. Conclusion: After 4 days of nursing implementation, 2 out of 4 nursing diagnoses were resolved: perceptual sensory disorder (auditory hallucinations) and self-care deficit, while social isolation (withdrawal) and risk of violent behavior remained unresolved. Patients with hallucinations are expected to be able to control hallucinations using the methods that have been taught.

Afni Setia Dewi; Titis Wening Setyoharsih

Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum 2026 STIKES Columbia Asia Medan

Background: Congestive Heart Failure (CHF) is a condition characterized by the inability of the heart to pump blood optimally, resulting in the accumulation of fluid in the lungs and other organs. This condition frequently causes ineffective airway clearance due to hypersecretion of the airway. Objective: This study aims to describe the comprehensive nursing care provided to Ny. R with Cardiovascular System Disorder: Congestive Heart Failure (CHF) with the main nursing problem of ineffective airway clearance at the Melati Ward of RSUD Banyumas. Method: This study used a descriptive method through a case study approach. Data were collected through interviews, physical examination, observation, and documentation. Results: Two nursing diagnoses were identified: (1) ineffective airway clearance related to airway hypersecretion, and (2) activity intolerance related to an imbalance between oxygen supply and demand. Nursing interventions included airway management and energy management. After two days of implementation (January 27–28, 2026), the first diagnosis was resolved and the second was partially resolved, with continued interventions recommended including monitoring of physical and emotional fatigue, advising bed rest, and monitoring vital signs. Conclusion: Comprehensive nursing care with appropriate interventions can effectively address ineffective airway clearance in CHF patients.

Fitri Hummayra; Ryan Mulfianda; Muhammad Armiyadi

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Background: Stroke is a neurological dysfunction caused by impaired blood circulation to the brain. Stroke can cause disability for survivors, one of which is impaired physical mobility due to weakness in the extremities and decreased muscle strength that can hinder the fulfillment of daily life activities. Range of Motion (ROM) and rubber ball grasping are one of the non-pharmacological ways in providing nursing care to ischemic stroke patients according to evidence-based practice (EBP). Purpose: This study aims to explain the process of providing nursing care with Range of Motion (ROM) interventions and rubber ball grasping for the problem of impaired physical mobility in stroke patients in Mina 1 room of RSUDZA. Method: case study with one patient as the subject with impaired physical mobility. Results: what was obtained during 6 days of intervention was an increase in the patient's muscle strength before and after the intervention, which was initially 1, increased to 4. Conclusion: Physical mobility impairment was resolved because the patient's muscle strength increased much better. Suggestion: It is hoped that Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh can continue to improve nursing care for stroke patients so that the care provided is more effective and can apply Range of Motion (ROM) and rubber ball grasping as non-pharmacological methods.

Fitri Hummayra; Ryan Mulfianda; Muhammad Armiyadi

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Background: Stroke is a neurological dysfunction caused by impaired blood circulation to the brain. Stroke can cause disability for survivors, one of which is impaired physical mobility due to weakness in the extremities and decreased muscle strength that can hinder the fulfillment of daily life activities. Range of Motion (ROM) and rubber ball grasping are one of the non-pharmacological ways in providing nursing care to ischemic stroke patients according to evidence-based practice (EBP). Purpose: This study aims to explain the process of providing nursing care with Range of Motion (ROM) interventions and rubber ball grasping for the problem of impaired physical mobility in stroke patients in Mina 1 room of RSUDZA. Method: case study with one patient as the subject with impaired physical mobility. Results: what was obtained during 6 days of intervention was an increase in the patient's muscle strength before and after the intervention, which was initially 1, increased to 4. Conclusion: Physical mobility impairment was resolved because the patient's muscle strength increased much better. Suggestion: It is hoped that Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh can continue to improve nursing care for stroke patients so that the care provided is more effective and can apply Range of Motion (ROM) and rubber ball grasping as non-pharmacological methods.

pegi idha amarela; Sri astutik; timotius budi irawan

TAWAZUN: Journal of Islamic Finance and Digital Innovation 2026 Asosiasi Program Doktor Ekonomi Syariah Indonesia

Artikel ini membahas filsafat eksistensialisme dalam konteks dunia modern, dengan fokus pada tantangan yang dihadapi oleh individu dalam pencarian makna hidup di tengah kemajuan teknologi, perubahan sosial, dan kompleksitas kehidupan kontemporer. Filsafat eksistensialisme, yang berakar pada pemikiran tokoh seperti Søren Kierkegaard, Friedrich Nietzsche, dan Jean-Paul Sartre, menekankan pentingnya kebebasan, tanggung jawab pribadi, dan pencarian makna yang autentik. Dalam artikel ini, eksistensialisme dianalisis dalam kaitannya dengan dinamika sosial dan budaya modern, serta relevansinya dalam membantu individu mengatasi masalah seperti kecemasan eksistensial, alienasi, dan pencarian identitas dalam masyarakat yang cepat berubah. Diharapkan bahwa pemahaman yang lebih dalam tentang eksistensialisme dapat memberikan wawasan tentang cara-cara individu dapat menemukan makna dalam kehidupan mereka di dunia yang serba cepat dan serba digital.

Anita; Wahyudi Hidayah

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK N 1 Abung Selatan, Lampung Utara, serta pengaruhnya terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih rendahnya partisipasi siswa dalam proses pembelajaran PAI yang cenderung berpusat pada guru. Oleh karena itu, diperlukan model pembelajaran yang mampu mendorong siswa berpikir kritis, aktif, dan mampu memecahkan masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) melalui desain pretest-posttest control group. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI yang dibagi menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik pengumpulan data meliputi tes hasil belajar, observasi keaktifan siswa, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan uji statistik untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan hasil belajar dan keaktifan siswa. Siswa pada kelas eksperimen menunjukkan kemampuan berpikir kritis yang lebih baik serta keterlibatan yang lebih tinggi dalam proses pembelajaran dibandingkan dengan kelas kontrol. Dengan demikian, model Problem Based Learning dapat menjadi alternatif yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK.

Buchori Muslim; Khusnul Yaqin; Tahegga Primananda Alfath

Notary Law Research 2026 Program Studi Kenotariatan Program Magister Fakultas Hukum UNTAG Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami keabsahan akta yang ditandatangani tidak bersamaan oleh para penghadap dan akibat hukumnya terhadap akta autentik yang dibuat oleh Notaris. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif, dimana bersumber dari peraturan perundang-undangan yang berlaku, keputusan-keputusan pengadilan, teori-teori maupun konsep hukum dan pandangan para sarjana hukum. Hasil studi menunjukkan bahwa: (1) Ketika pihak tertentu mendatangi notaris agar dituangkan kehendak mereka dalam sebuah akta dokumen resmi, lalu Notaris menyusun akta berdasarkan permintaan para pihak tersebut maka telah terbentuk sebuah akta yang berlaku sebagai hukum bagi para pihak yang terlibat. (2) Notaris wajib memastikan waktu dalam pembuatan dan penandatanganan akta tersebut dan bertanggung jawab jika di kemudian hari muncul masalah terkait keabsahan akta tersebut yang mana waktu penandatangannya tidak sesuai. (3) Notaris wajib memberikan kepastian waktu kedatangan dan penandatanganan akta yang disebutkan di bagian awal akta untuk membuktikan bahwa para pihak benar-benar hadir dan menandatangani dokumen pada waktu yang telah disebutkan dengan prosedur pembuatan akta berdasarkan UUJN, sehingga kekuatan pembuktiannya bersifat sempurna. Kelalaian dan kesalahan yang dilakukan oleh Notaris akan mengakibatkan akta terdegradasi menjadi dibawah tangan dan kemudian Notaris tersebut akan dikenai sanksi dan dikenakan tanggung jawab secara perdata di mana pihak yang menderita kerugian dapat menuntut penggantian biaya, kompensasi, dan bunga dari Notaris yang bersangkutan.

Lutfi Aulia; Titi Sri Suyanti

Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum 2026 STIKES Columbia Asia Medan

Background: Schizophrenia is a type of mental disorder that affects how sufferers behave, think, and feel. This condition can trigger nursing problems such as low self-esteem (harga diri rendah). In 2023, approximately 970 million people worldwide experience mental disorders, with schizophrenia prevalence in Indonesia reaching 3 per 1,000 households and in Central Java approximately 5.1% of households. Methods: This study used a descriptive approach in the form of a case study through the nursing process, including observation, interview, documentation study, and literature review. The general objective of this writing was to implement psychiatric nursing care for Ny. W with the main problem of Self-Concept Disorder: Low Self-Esteem Due to Undifferentiated Schizophrenia. Results: Nursing diagnoses that emerged were low self-esteem, social isolation, and self-care deficit. Interventions carried out included SP 1 and SP 2 for low self-esteem (HDR) and SP 2 for self-care deficit (DPD). Conclusion: After 4 days of nursing care on Ny. W according to the nursing action plan, the patient was able to establish a trusting relationship, identify positive abilities she possessed, perform chosen activities, and interact with her environment.

Novia Mungawanah; Febryan Alam Susatyo; Elen Anedya Frahma; Monica Belinda Oksavina; Sri Murni

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai hukum waris sering kali menjadi pemicu konflik dalam keluarga, terutama terkait pembagian harta peninggalan yang tidak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran hukum masyarakat mengenai hak dan kewajiban para ahli waris guna mencegah terjadinya sengketa keluarga. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Peterongan, Kecamatan Semarang Selatan, dengan menggunakan metode penyuluhan hukum melalui ceramah, diskusi interaktif, dan sesi tanya jawab. Pendekatan partisipatif diterapkan untuk mendorong keterlibatan aktif peserta dalam memahami permasalahan hukum waris yang sering muncul di lingkungan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai prinsip-prinsip dasar hukum waris, prosedur pembagian warisan, serta pentingnya penyelesaian masalah waris secara musyawarah dan sesuai ketentuan hukum. Penyuluhan ini berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran hukum masyarakat sebagai langkah preventif untuk mengurangi potensi konflik keluarga terkait warisan.

Nababan, Christon; Simanjuntak, Joksan; Dini Situmorang; Reva Tessalonika; Stevan Bako +3 more

REDOMINATE : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani 2026 Sekolah Tinggi Teologia Kerusso Indonesia

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pengasuh dalam mengembangkan spiritualitas anak di Panti Asuhan Elim HKBP Pematangsiantar melalui pendekatan attachment (kelekatan). Latar belakang masalah menunjukkan bahwa anak panti asuhan sering mengalami trauma, kesepian, dan krisis kepercayaan kepada Tuhan akibat ketidakhadiran orang tua kandung. Menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur kepada pimpinan dan pengasuh, serta pendekatan halus kepada anak-anak, penelitian ini mendasarkan analisis pada teori attachment John Bowlby dan konsep spiritualitas anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengasuh berperan sebagai pengganti orang tua yang tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga membangun kelekatan emosional yang aman (secure base) melalui pembagian tugas kekeluargaan, kegiatan ibadah rutin (pagi dan malam), serta pendampingan personal. Tantangan terbesar terjadi pada masa adaptasi anak baru yang sering menunjukkan perilaku menangis, menyendiri, dan keraguan spiritual. Pendekatan holistik dan konsisten berbasis kasih agape terbukti efektif menumbuhkan rasa aman, kepercayaan diri, dan nilai religius anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran pengasuh sebagai figur kelekatan sangat fundamental dalam pembentukan spiritualitas anak panti asuhan.