Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 34

Analytics

pegi idha amarela; Sri astutik; timotius budi irawan

TAWAZUN: Journal of Islamic Finance and Digital Innovation 2026 Asosiasi Program Doktor Ekonomi Syariah Indonesia

Artikel ini membahas filsafat eksistensialisme dalam konteks dunia modern, dengan fokus pada tantangan yang dihadapi oleh individu dalam pencarian makna hidup di tengah kemajuan teknologi, perubahan sosial, dan kompleksitas kehidupan kontemporer. Filsafat eksistensialisme, yang berakar pada pemikiran tokoh seperti Søren Kierkegaard, Friedrich Nietzsche, dan Jean-Paul Sartre, menekankan pentingnya kebebasan, tanggung jawab pribadi, dan pencarian makna yang autentik. Dalam artikel ini, eksistensialisme dianalisis dalam kaitannya dengan dinamika sosial dan budaya modern, serta relevansinya dalam membantu individu mengatasi masalah seperti kecemasan eksistensial, alienasi, dan pencarian identitas dalam masyarakat yang cepat berubah. Diharapkan bahwa pemahaman yang lebih dalam tentang eksistensialisme dapat memberikan wawasan tentang cara-cara individu dapat menemukan makna dalam kehidupan mereka di dunia yang serba cepat dan serba digital.

Lay, Sergius; Waruwu, Clara Cici Ceriawati; Sihite, Dominkus Wardoyo; Baeha, Widia; Waruwu, Elvin Paska Juang +2 more

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2026 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini mengkaji makna kematian dan kehidupan kekal dalam iman Katolik berdasarkan perspektif teologi eskatologi dan Kristologi sesuai dengan ajaran dogma Gereja Katolik. Tujuan penelitian adalah menjelaskan pemahaman kematian menurut ajaran resmi Gereja Katolik, sebagaimana tertuang dalam Katekismus Gereja Katolik, dokumen Konsili Vatikan II, dan ensiklik kepausan, serta relevansinya bagi kehidupan pastoral umat pada masa kini. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka yang bersifat teologis-normatif dengan sumber utama Kitab Suci, dokumen Magisterium, dan literatur teologi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam iman Katolik, kematian dipahami sebagai peralihan menuju kehidupan kekal bersama Allah, bukan akhir dari eksistensi manusia. Wafat dan kebangkitan Yesus Kristus menjadi fondasi dogmatis harapan keselamatan umat beriman. Ajaran tentang pengadilan khusus, api penyucian, surga, dan neraka merupakan bagian integral dari iman Katolik yang memiliki implikasi pastoral yang kuat: memberikan penguatan iman, harapan, dan penghiburan bagi umat dalam menghadapi penderitaan dan kematian. Simpulan penelitian menegaskan bahwa pemahaman teologis yang benar tentang kematian dan kehidupan kekal perlu terus diwartakan agar umat mampu menghayati hidup dalam iman, harapan, dan kasih.

Mey Pasampe; Esrawati Ka’bi Sumussang; Arya Salo Pongtinggi

Damai : Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Filsafat 2026 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

The fleeting nature of human life constitutes a key theme in theological reflections within the Old Testament, particularly in the Book of Psalms in the Alkitab, which highlights human limitations and the inherent uncertainty of existence. Psalm 39:6–7 depicts human life as a transient shadow and emphasizes the futility of human efforts if they are not oriented toward God. This study seeks to explore the meaning of human transience in this passage and assess its theological significance for contemporary life. A qualitative approach with biblical hermeneutics is employed, considering historical, literary, and theological dimensions. The analysis indicates that the metaphor of the “shadow” illustrates human fragility, while the depiction of life’s futility critiques the human tendency to find purpose solely in worldly endeavors. Despite this, Psalm 39 ultimately directs readers toward hope in God, portraying Him as the ultimate source of true meaning. In a modern, materialistic context, this message continues to be relevant as a reminder of human dependency on God and the limitations of human life. Therefore, the transience of life does not signify the end of existential purpose but rather opens the way to deeper spiritual insight and the strengthening of faith.

Putra, Adam Pramugio; Azlin Resiana

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini mengkaji tentang Analisis Semiotika Roland Barthes pada Tingkuluak patiak di Nagari Cupak. Latar belakang berlandaskan pada pentingnya pelestarian nilai budaya Minangkabau yang muncul dalam pakaian adat tradisional yakni tingkuluak patiak ditinjau dari segi bentuk, bahan, warna, dan motif sebagai simbol identitas perempuan khususnya bundo kanduang. Tujuannya adalah untuk mengungkap makna denotasi, konotasi, dan mitos yang terkandung serta menjelaskan fungsi simboliknya dalam prosesi pernikahan di Nagari Cupak. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui pengamatan, wawancara, disertai dengan catatan lapangan terkait tingkuluak patiak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa denotasi dari tingkuluak patiak merupakan penutup kepala yang digunakan oleh perempuan memiliki bentuk seperti kipas dengan lima lipatan mengembang di sisi kanan dan kiri terbuat dari kain lame kemudian diberi kanji agar tampak kokoh. Secara konotasi berdasarkan pada bentuk lipatan yang ada di tingkuluak patiak mencerminkan simbol identitas masyarakat dengan adanya lima suku yang mendiami wilayah Nagari Cupak. Mitosnya, tingkuluak patiak dimaknai sebagai ideologi yang hidup dalam masyarakat dengan adanya penghormatan terhadap leluhur yang dianggap oleh masyarakat setempat. Tingkuluak patiak digunakan hanya saat menjalani prosesi pernikahan yang berfungsi sebagai penanda status dan kehormatan serta menegaskan peran bagi mande rubiah dan bundo kanduang di Nagari Cupak.

Novianti, Delpi

Jurnal Silih Asuh : Teologi dan Misi 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Relativisme sebagai pandangan filsafat modern menolak adanya kebenaran yang absolut, termasuk dalam ranah keagamaan dan moralitas. Dalam konteks pendidikan Kristen, pemikiran ini menjadi tantangan serius karena menggoyahkan dasar epistemologis iman yang menegaskan bahwa Allah adalah sumber kebenaran sejati. Relativisme menempatkan manusia sebagai ukuran kebenaran, sehingga setiap pandangan dianggap sah menurut keyakinan pribadi, budaya, atau pengalaman masing-masing. Akibatnya, nilai-nilai objektif yang bersumber dari wahyu ilahi semakin kabur di tengah sistem pendidikan yang cenderung menekankan kebebasan berpikir tanpa batas moral. Tantangan ini meliputi tiga dimensi utama: penolakan terhadap kebenaran absolut, pandangan bahwa semua agama sama, dan keyakinan bahwa kebenaran bersandar pada pengalaman subjektif. Ketiganya menyebabkan peserta didik kehilangan arah moral dan spiritual yang jelas. Pendidikan Kristen dituntut untuk merespons dengan menegaskan kembali kebenaran yang bersumber dari firman Tuhan, memperkuat kemampuan berpikir kritis berbasis iman, serta mengembangkan kurikulum yang mengintegrasikan nilai-nilai Alkitabiah dalam seluruh bidang ilmu. Guru Kristen memiliki peran strategis dalam menanamkan keyakinan bahwa Kristus adalah kebenaran yang hidup dan tidak berubah di tengah dunia yang terus bergeser secara ideologis. Dengan demikian, pendidikan Kristen bukan hanya berfungsi mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan cara pandang dunia yang berakar pada kebenaran Allah yang kekal, sebagai jawaban terhadap arus relativisme yang mengaburkan makna sejati dari kebenaran.

Mawaddah, Luthfiyya Fariha; Nurholis Nurholis; Azzahra, Bunga Aulia; Supriatin, D Allya Putri

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2025 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Divine love is the ultimate goal of human life and occupies the highest maqam in the spiritual journey. This love begins from self-love that grows because it always remembers the Creator (Allah), then dissolves in dhikr and deep spiritual contemplation, until a person begins to let go of his attachment to the world and prefers closeness to Allah. Love for Allah is a deep mental condition, in which the beloved (human) is willing to open the veil of his ego in order to welcome the presence of the true Lover (Allah). In this context, Jalaluddin Rumi's thinking is particularly relevant, especially when viewed philosophically as to how Divine love becomes possible to grow in a person. It can also be seen as an answer to the disruptive attempts of Western thought that tend to separate spirituality and human existence. Morality is a principle that is closely related to good and bad in human behavior. Human actions are inseparable from moral judgment, whether they are right or wrong, good or bad. Humans as spiritual beings have an awareness of the meaning and purpose of life, different from other beings who, although intelligent, do not have an existential dimension and transcendent consciousness. This awareness is the basis for the emergence of moral responsibility and the search for the true meaning of life. 

Safitri, Febriyanti Dwi; Hafina Adiwinata, Anne; Yulindrasari, Hani

Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) 2025 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

This study aims to explore transformative learning experiences of middle-aged women through writing activities in an Indonesian women's writing. Transformative learning among middle-aged women is crucial to investigate as this phase involves complex identity transitions, yet limited research explores the role of reflective writing in personal transformation processes within Indonesian contexts. This qualitative research employed Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) involving two participants aged 41-64 years from the Padma Women Writers Community through in-depth interviews. Data analysis followed Mezirow's transformative learning framework to map participants' experiences. Findings reveal transformative learning processes beginning with disorienting dilemmas triggered by life transitions, followed by critical self-examination through reflective writing, exploration of new roles, and perspective transformation regarding empowerment and autonomy. Writing functions as a catalyst for transformation through three mechanisms: structured examination of experiences, narrative construction for meaning-making, and community sharing for validation. This research contributes to extending Mezirow's theory application in creative expression contexts and provides insights for developing reflective writing-based learning programs for middle-aged women.     

Agustina Hutagalung; Rencan Carisma Marbun

The significant increase in the elderly population in Indonesia, along with the rise in global life expectancy, presents new challenges for their well-being, both physically, emotionally, and socially. One of the main challenges faced is the sense of lost meaning in life, which is exacerbated by physical limitations, the loss of a spouse, and social isolation. This study aims to explore the role of spirituality in empowering the elderly to find meaning in life through a pastoral approach. Using a qualitative case study approach, this research identifies the challenges faced by the elderly and analyzes how spirituality and pastoral approaches can enhance their lives. Data were gathered through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis, and were subsequently analyzed using thematic methods. The results show that spirituality provides the elderly with strength to face life’s challenges, such as prayer, worship, and involvement in faith communities. Effective pastoral approaches include emotional counseling, Bible teaching, and engaging the elderly in spiritual community activities. This approach helps the elderly discover new hope and purpose in life, allowing them to live their later years more meaningfully. This study contributes to the development of pastoral care for the elderly and strengthens the role of spirituality in supporting their well-being.

Agustina Hutagalung; Rencan Carisma Marbun

The significant increase in the elderly population in Indonesia, along with the rise in global life expectancy, presents new challenges for their well-being, both physically, emotionally, and socially. One of the main challenges faced is the sense of lost meaning in life, which is exacerbated by physical limitations, the loss of a spouse, and social isolation. This study aims to explore the role of spirituality in empowering the elderly to find meaning in life through a pastoral approach. Using a qualitative case study approach, this research identifies the challenges faced by the elderly and analyzes how spirituality and pastoral approaches can enhance their lives. Data were gathered through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis, and were subsequently analyzed using thematic methods. The results show that spirituality provides the elderly with strength to face life’s challenges, such as prayer, worship, and involvement in faith communities. Effective pastoral approaches include emotional counseling, Bible teaching, and engaging the elderly in spiritual community activities. This approach helps the elderly discover new hope and purpose in life, allowing them to live their later years more meaningfully. This study contributes to the development of pastoral care for the elderly and strengthens the role of spirituality in supporting their well-being.

Hana Fitri; Selfi Ana Andriyanti; Bunga Kresna Nandini; Siti Nurazizah; Salsabila Atiq Khoirunnisa +4 more

Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi. 2025 Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

The increasing number of elderly people living in nursing homes is an important concern, given that their psychosocial and spiritual needs are often not optimally met. This study aims to analyze the life satisfaction of elderly people living in Omega Nursing Home in Semarang City. The main reason for this research is to understand in depth how the elderly make meaning of their lives and the satisfaction of life that has passed before, in situations that are often far from family and meaningful activities. This study used a qualitative method with a phenomenological approach, and involved 5 elderly participants selected through purposive sampling technique. Data were collected through in-depth interviews, then analyzed descriptively through the process of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the level of life satisfaction of the elderly varied greatly and was influenced by past experiences, acceptance of current conditions, expectations for the future, and the views of others. Some seniors showed resignation, regret and loneliness, while others felt comfortable, grateful and retained a zest for life. The main findings suggest that social relationships, spirituality, and communication with family are key determinants in shaping older adults' life satisfaction. This study emphasizes the important role of the nursing home in facilitating activities that build the social and spiritual relationships of the elderly, as well as the need to improve communication between the elderly and their families. The study suggests that elderly services should not only focus on physical needs, but also on psychosocial dimensions and self-actualization, to support the overall well-being of the elderly.

Andadari, Tri Susetyo

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2025 Universitas 17 Agustus 1945

Kampung Naga merupakan permukiman masyarakat tradisional yang masih memegang praktek dan budaya lokal dalam memaknai dan menciptakan tatanan ruang. Kemampuannya mempertahankan ke’ruang’an ditengah gempuran teknologi saat ini menarik untuk dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis wujud makna ruang di Kampung Naga melalui pendekatan filosofis yang mendalam. Metode yang digunakan ialah observasi langsung, wawancara mendalam dengan tokoh adat, dan partisipasi dalam aktivitas masyarakat. Hasilnya menunjukkan bahwa ditemukan 11 makna ruang berdasarkan filosofis, paradigma, teori dan order. Makna tersebut meliputi makna ruang berdasarkan support system, otentifikasi pengguna, kebersihan aktifitas, simbolisasi kontur, hukum adat, gender, komunikasi vertikal, fungsi koloni, fungsi sosial, hajat hidup dasar dan jalur sirkulasi. Setiap wujud ruang, berpijak pada tiga prinsip utama yaitu kesakralan, keseimbangan, dan keberlanjutan.

Monika Hediana Tanga; Katharina Woli Namang

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pesan moral yang terdapat dalam film Dua Garis Biru menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Film ini mengisahkan tentang permasalahan yang dihadapi oleh sepasang remaja yang hamil di luar nikah, yang memunculkan konflik antara harapan, tanggung jawab, dan dampak sosial. Dengan menggunakan teori semiotika Barthes, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana tanda-tanda dalam film, baik verbal maupun visual, membentuk makna yang lebih dalam terkait dengan moralitas, norma sosial, dan tekanan budaya. Melalui dua tahap semiotika Barthes, yaitu denotasi dan konotasi, penelitian ini mengidentifikasi makna langsung dari elemen-elemen film serta interpretasi yang lebih kompleks yang mencerminkan nilai-nilai moral dalam masyarakat. Hasil analisis menunjukkan bahwa film ini menyampaikan pesan moral tentang pentingnya tanggung jawab pribadi dan sosial dalam menghadapi konsekuensi dari tindakan, serta bagaimana masyarakat memberikan penilaian terhadap pilihan hidup individu. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana media film dapat menjadi sarana penyampaian pesan moral yang kuat melalui penggunaan tanda-tanda yang sarat makna.

Katharina Woli Namang; Desideratio Primus Naitili

Puisi merupakan bentuk karya sastra yang paling tua menurut sejarahnya dan terdapat keunikan serta kepadatan kata, ciri khas dari sebuah puisi adalah pengungkapan kata unik yang indah. Banyaknya remaja yang tidak menyukai membaca sehingga penulis melakukan penelitian ini untuk memastikan minat membaca dan sejauh mana memahami analisis struktur batin dalam puisi “ Dalam Diriku” karya  Sapardi Djoko Damono. Kata-kata dalam puisi bersifat konotatif artinya memiliki kemungkinan makna yang lebih dari satu. kata-katanya juga dipilih yang puitis artinya mempunyai efek keindahan dan berbeda dari kata-kata yang kita pakai dalam kehidupan sehari hari. ). Struktur fisik puisi adalah struktur pembangun puisi yang bersifat fisik atau  nampak dalam bentuk susunan kata-katanya atau bisa dikatakan sebagai sarana yang digunakan  oleh seoarang penyair untuk mengungkapkan hakikat puisi. Analisis struktural menyangkut hal yang berkaitan dengan struktur batin puisi. Untuk memahami isi puisi, pembaca harus memahami isi yang terkandung dalam puisi dengan cara menganalisis puisi tersebut. . Di samping perkembangan teknologi, lingkungan hidup merupakan salah satu penyebab utama terjadinya gangguan psikologis. Tekanan-tekanan sosial mengantarkan manusia (individu) untuk mengejar keberhasilan yang seakan-akan telah memperoleh kesempurnaan hidup, kepuasan hidup, dan rasa aman. Namun, kenyataannya di sisi lain, dengan keberhasilan itu manusia justru mengalami kebingungan batin, dan ketakutan. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif yaitu sebuah metode penelitian yang memanfaatkan data kualitatif dan dijabarkan secara deskriptif. Penelitian deskriptif kualitatif dianggap juga sebagai gabungan dari penelitian deskriptif dan penelitian kualitatif. Penelitian deskriptif menggambarkan objek penelitian dengan membuat deskripsi terhadap sejumlah variabel yang diteliti secara sistematis.

Hidayat F.H. Pasaribu; Rencan Carisma Marbun

Jurnal Pendidikan Agama dan Teologi 2024 International Forum of Researchers and Lecturers

Drugs can penetrate all levels of society that do not recognize boundaries of status, age or gender. Drugs have become a part of culture in every country that has not yet eradicated them optimally. In the Indonesian context, the widespread use of illegal drugs among youth is of particular note, because they are human resources for building the nation. In fact, most people start using drugs at a young age. In aspects of life, it seems as if drugs have become a lifestyle for young people. For example, juvenile delinquency - such as free sex, drunkenness which occurs as a result of drug use. Victims of drug abuse are people who are dependent. Dependence is usually motivated by a lack of meaning in life and high levels of stress experienced by drug users. Pastoral counseling services are one of the therapies for their recovery in addition to medical, psychiatric and psychosocial therapy. Through pastoral counseling services, we will have a goal in writing articles, namely those that are characterized by increasing meaning in life and decreasing stress levels. It even brings them to know God better and to live with faith full of hope. This research uses a qualitative method with a literature review using a content analysis approach. And knowledge about how to overcome the meaning of life and stress using an Existential approach. 

Mareta, Adhis; Kurniawan, Martha Mulyani

Jurnal Silih Asah 2024 LPPM - STT Kadesi Bogor

Tulisan ini membahas tentang konsep kelahiran baru dan kedewasaan rohani dalam pandangan pendidikan agama Kristen, dengan fokus pada ayat-ayat Alkitab seperti 1 Yohanes 3:9 dan 1 Timotius 4:12-14. Kelahiran baru dalam Kristus menandai transformasi spiritual yang mendalam, yang menciptakan identitas baru sebagai anak-anak Allah. Konsep ini memiliki implikasi signifikan dalam pendidikan agama Kristen, di mana transformasi ini harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari seorang Kristen, termasuk dalam cara mereka bertindak dan berbicara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksegesis untuk memahami makna mendalam dari ayat-ayat Alkitab terkait. Analisis eksegetis menunjukkan bahwa kelahiran baru menuntut perubahan etis dan hidup yang mencerminkan sifat Allah yang kudus. Selain itu, kedewasaan rohani diartikan sebagai kemampuan untuk menjadi teladan dalam perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan, dan kesucian, seperti yang diajarkan Paulus kepada Timotius. Hasil dari penelitian ini menegaskan pentingnya pendidikan agama Kristen dalam membentuk individu yang tidak hanya memahami doktrin, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata. Pendidikan ini diharapkan dapat menghasilkan generasi muda Kristen yang dewasa secara rohani, mampu menghadapi tantangan dunia dengan dasar iman yang kuat, dan berperan aktif dalam transformasi spiritual komunitas mereka.

Muhammad Agam Nalf Saujani; Muhammad Andika Apriansyah; Aisyah Munadiya Khoiroh; Naila Nur Hikmah; Nur Wulan Ramadhani +2 more

Perspektif: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Bahasa 2024 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Faith, Islam, and ihsan are a unity that cannot be separated. With faith, Islam, and ihsan every Muslim can reach the true meaning of life. Faith, Islam, and ihsan become a combination of elements that are very important to live life. Therefore, Muslims who do not understand the combination of these three elements will not find the true meaning of life. Faith will give birth to Islam, and Islam will give birth to ihsan, from ihsan Muslims will be able to reach the true meaning of life. Faith has six pillars, namely: Faith in Allah, angels, book, messenger, last day, qada and qadar. Islam has five pillars, namely: Shahadat, prayer, zakat, fasting, pilgrimage for those who are able. Ihsan has four pillars, namely: Ihsan to Allah, self, fellow human beings, all creatures. The meaning of life for every human being is different, but the essence of the meaning of life desired by every human being is happiness, both happy in the world and happy in the hereafter.

Riawan Riawan; Abad Jaya Zega

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2023 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

There are actions of Christians who no longer live by maintaining holiness in their daily behavior, and the importance of living life as believers by maintaining holiness before God. This article aims to provide a correct understanding of the writings of the Apostle Peter regarding the importance of maintaining a life of holiness so that it can be significant in the lives of believers, especially for the next generation of the Church. This research uses qualitative methods, by analyzing various sources such as books, journals, articles related to the title to be discussed. The results of the analysis see that it is very important for believers to maintain holiness for God. Every believer, not only the simple people, is expected to live in holiness by avoiding all uncleanness for God. The contents of this article are intended to make readers aware of the importance of living a holy life. It is hoped that this research will be able to contribute to the ideas of every reader, especially Christians, so that they can maintain the holiness of their lives properly and fear God.    

agung prasetio, Kiki; Nanang Rifa’i, Muhamad

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2023 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwasanya pancasila adalah sebuah dasar negara republi Indonesia, semua rakyat Indonesia harus berpegang teguh dengan dasar Negara Indonesia yaitu pancasila, maksud dari berpegang teguh adalah bahwasanya seluruh rakyat Indonesia harus berperilaku sesuai dengan dasar Negara Indonesia. Bagi peserta didik/ santri yang sedang menempuh jenjang pendidikan khususnya santri pondok pesantren harus benar benar tau dan menjiwai maksud dari dasar Negara tesebut ( Pancasila), ada beberapa santri yang kurang sadar akan makna pancasila dengan baik dengan baik dan belum maksimal dalam penerapan 5 sila nya dalam kehidupannya sehari hari, maka dari itu tujuan kami menulis sebuah paper untuk menjelaskan bagaimana menerapkan pancasila kepada santri yang hidup di lingkungan pondok pesantren. Penelitian ini menggunakan metode analisa yaitu menganalisis berbagai sifat dan perilaku santri dalam kesehariannya, dan dari itu kita dapat menilainya.

Yunizar Falevi; Muhammad Abyan Zain; Nadhif Gilang Bhaswara; Muhammad Rafli; Andika Syah Putra +1 more

JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

. Jika berbicara mengenai hukuman mati dalam perspektif hak asasi manusia, terdapat beberapa pro dan kontra atas hukuman mati terhadap tindak pidana korupsi, karena banyak yang berasumsi bahwa hukuman mati melanggar hak asasi manusia. Sesuai dengan isi pasal 28A Undang-Undang Dasar 1945 yakni ‘’setiap orang berhak untuk hidup dan berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya’’. Secara doktriner tidak ada yang salah dengan alibi itu. Akan tetapi untuk menjawab bahwa di dunia nyata ada pihak-pihak yang merampas nyawa orang lain dengan atau tanpa alasan yang hakiki, oleh karena itu disebutkan doktrin itu harus diperdalam maknanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengenai Efektivitas Hukuman Mati terhadap Tindak Pidana Korupsi di Indonesia serta Penghapusan Hukuman Mati terhadap Tindak Pidana Korupsi di Indonesia. Metode penelitian yang menjadi alas dasar dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dengan metode studi pustaka sebagai Metode pengumpulan data. Penelitian ini menemukan bahwa hukuman mati sudah tidak relevan lagi untuk diterapkan. Hal ini dipertegas karena hukuman mati melanggar Hak Asasi Manusia yang telah diatur dalam Pasal 28 A UUD 1945 dan Undang-Undang No 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia yang menyatakan bahwa hak untuk hidup dan mempertahankan kehidupan, serta perlindungan dari penyiksaan merupakan hak asasi setiap manusia. Hukuman mati juga dianggap tidak sesuai dengan tujuan pemidanaan serta ditambah sebuah fakta bahwasannya tidak ada hubungan yang linear antara hukuman mati terhadap koruptor dengan rendahnya tingkat korupsi dan sudah seharusnya kita menghapus hukuman mati terhadap tindak pidana korupsi

Linus Syah Putra Gulo; Yeremia Hia

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2023 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Di dalam Perjanjian Baru, kitab Ibrani adalah salah-satu kitab yang banyak mengutip teks Perjanjian Lama dan menyinggung tentang iman. Bahkan kitab ini sendiri yang mendefenisikan iman. Para penulis Perjanjian Baru lebih cenderung menggunakan versi Ibrani teks masoretik teks, dengan berbaga metode penafsiran tradisi Yahudi kuno. Metode penafsiran, misalnya: historis, preteris, furutis, idealis. Penulisan artikel ini dilakukan dengan metode kualitaif yang, bentukanya eksegeis. Eksegesis adalah metode untuk menemukan dan memahami pesan dari sang penulis. untuk memahami penggunaan Perjanjian Lama di alam Perjanjian Baru, khususnya tentang teks-teks yang berbicara tentang Eskatologi atau kedatangan Tuhan yang kedua kali. Dari berbagi persepektif masih banyak yag harus digali, mulai daris sisi soteriologinya dan eskatologinya. Tujuan penulisan artikel ini, untuk menjelaskan makna penggunaan kutipan Perjanjian Lama di dalam Perjanjian Baru oleh si penulis dan kaitan-nya dengan iman yang tekun dalam menantikan kedatangan Kristus yang kedua kali. Penulis menggambarkan penggunaaan Perjanjian Lama oleh penulis di dalam ayat 10:37-38, kemudian, Penulis akan menguraikan korelasinya dengan iman yang tekun terhadap orang Kristen masa kini dalam hal menantikan kedatangan Kristus yag kedua kalinya.