Publication Search

79,575 articles from 739 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 2,604

Analytics

Prabowo, Adi; Kertati, Indra; Karmanis; Indonesia, Indonesia

Public Service And Governance Journal 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh lingkungan pendidikan dan promosi terhadap keputusan mendaftar menjadi mahasiswa di Politeknik Bumi Akpelni Semarang, sebuah institusi pendidikan vokasi yang berfokus pada bidang kemaritiman. Fenomena penurunan jumlah pendaftar dari 944 orang pada 2019 menjadi 352 orang pada 2023 menjadi latar belakang yang mendorong urgensi penelitian ini. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linier berganda. Populasi penelitian adalah 846 taruna aktif Politeknik Bumi Akpelni, dan sampel sebanyak 140 responden diperoleh menggunakan formula Hair. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur dengan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) lingkungan pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan mendaftar dengan koefisien regresi 0,453 dan nilai t hitung 5,853 > t tabel 1,980 (sig. 0,000); (2) promosi berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien regresi 0,376 dan nilai t hitung 4,855 > t tabel 1,980 (sig. 0,000); dan (3) secara simultan keduanya berpengaruh signifikan dengan nilai F hitung 96,462 > F tabel 3,060 serta koefisien determinasi (Adjusted R²) sebesar 0,579 atau 57,9%. Lingkungan pendidikan terbukti menjadi faktor dominan dibandingkan promosi. Penelitian ini berkontribusi mengisi kesenjangan literatur yang selama ini mengkaji kedua variabel tersebut secara terpisah, serta menambahkan perspektif spesifik pendidikan vokasi kemaritiman yang masih sangat terbatas. Implikasi manajerial mencakup peningkatan kualitas fasilitas kampus secara berkelanjutan dan transformasi strategi promosi menuju pendekatan digital yang lebih inovatif.  

Al Firdaus, Nazarian Azmi

Jurnal Teknik Sipil 2026 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Tanah ekspansif merupakan salah satu jenis tanah bermasalah yang memiliki potensi kembang–susut tinggi akibat perubahan kadar air, sehingga dapat menurunkan stabilitas konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan zeolit terhadap sifat fisik dan mekanik tanah ekspansif. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan variasi kadar zeolit sebesar 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20% terhadap berat kering tanah. Pengujian yang dilakukan meliputi batas Atterberg, pemadatan, dan kuat tekan bebas (UCS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan zeolit mampu menurunkan indeks plastisitas tanah serta meningkatkan nilai berat isi kering maksimum dan kuat tekan bebas. Nilai UCS tertinggi diperoleh pada campuran zeolit 15%, yang menunjukkan adanya kadar optimum dalam proses stabilisasi. Peningkatan kekuatan tanah terjadi akibat proses pertukaran ion dan reaksi pozzolanik yang membentuk struktur tanah lebih padat dan stabil. Secara keseluruhan, zeolit memiliki potensi sebagai bahan stabilisasi alternatif yang ramah lingkungan dan efektif untuk memperbaiki karakteristik tanah ekspansif.

Oksa Marani; Dahmiri Dahmiri; Dessy Elliyana

Pusat Publikasi Ilmu Manajemen 2026 Fakultas Ekonomi & Bisnis, Univ

This study aims to determine and analyze the impact of the work environment on employee job satisfaction at the Human Resources Development Agency (BPSDM) of Jambi Province. The research is motivated by the importance of a supportive work environment in creating comfort, increasing motivation, and improving employee job satisfaction, since preliminary observations found several work-environment problems such as inadequate room cooling, disrupted toilet water supply, and unstable Wi-Fi network. This study used a quantitative approach with an associative research design. The population consisted of 75 employees, all of whom were used as the sample through a saturated sampling technique. Data were collected using a four-point Likert-scale questionnaire and analyzed with validity tests, reliability tests, classical assumption tests, and simple linear regression using SPSS. The results show that the work environment has a significant impact on employee job satisfaction, evidenced by a significance value smaller than 0.05, with a coefficient of determination of 61.8 percent. This indicates that the better the work environment, both physical and non-physical, the higher the employee job satisfaction. This research is expected to serve as a consideration for the agency in improving the quality of the work environment to support employee job satisfaction and performance.

Zakia Ulrahmah; Hafni Zahara; Martina Martina

Jurnal Kesehatan Amanah 2026 Universitas Muhammadiyah Manado

Acute Respiratory Infection (ARI) remains a major public health problem in Indonesia. Based on the 2025 National Health Reporting System survey, ARI ranked first among diseases with the highest number of cases, reaching more than 14.5 million cases. This study aimed to determine and analyze the relationship between environmental sanitation and nutritional status with the incidence of ARI among children under five following flood disasters in the working area of Panteraja Community Health Center, Pidie Jaya Regency. The study employed a quantitative method with an analytical observational design using a case-control approach. The dependent variable was the incidence of ARI among under-five children, while the independent variables were environmental sanitation and nutritional status. The sample consisted of 122 children under five, including 61 children with ARI and 61 children without ARI. The results of the chi-square test showed a significant relationship between environmental sanitation and ARI incidence (p = 0.000; OR = 0.042; 95% CI = 0.014–0.133), as well as between nutritional status and ARI incidence (p = 0.000; OR = 0.011; 95% CI = 0.001–0.083). These findings indicate that poor environmental sanitation and inadequate nutritional status contribute to the occurrence of ARI among children under five after flooding. Therefore, promotive and preventive efforts, along with regular monitoring of children's nutritional status, are essential to reduce the risk of ARI.

Bumi, Bumi Revaldo; Bumi, Bumi Revaldo; Zulfaedi, Zulfaedi Mahfudz; Afif, Farisi Afif; Army, Army Trilidia Devega

JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS 2026 UNIVERSITAS STEKOM

Pesatnya kemajuan teknologi digital telah mempercepat adopsi *Internet of Things* (IoT) dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari. IoT memungkinkan perangkat fisik untuk berkomunikasi dan bertukar data melalui konektivitas internet, sehingga proses menjadi lebih otomatis, efisien, dan responsif. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan IoT dalam meningkatkan efisiensi kehidupan sehari-hari melalui pendekatan tinjauan pustaka. Metode penelitian yang digunakan adalah *Systematic Literature Review* (SLR), yang mengkaji dan menyintesis temuan dari berbagai studi terdahulu mengenai penerapan IoT di berbagai sektor, seperti rumah pintar (*smart home*), layanan kesehatan, transportasi, pertanian, dan pemantauan lingkungan. Hasil analisis menunjukkan bahwa IoT berkontribusi signifikan terhadap peningkatan efisiensi operasional, penghematan energi, perbaikan proses pengambilan keputusan, serta peningkatan kenyamanan pengguna. Terlepas dari berbagai manfaat tersebut, masih terdapat sejumlah tantangan, termasuk keamanan data, masalah privasi, interoperabilitas antarperangkat, biaya implementasi, dan ketergantungan pada infrastruktur internet yang stabil. Temuan studi ini menunjukkan bahwa IoT telah menjadi salah satu teknologi kunci yang mendukung transformasi digital dan peningkatan kualitas hidup. Pengembangan di masa mendatang diharapkan berfokus pada penguatan aspek keamanan, perluasan standar interoperabilitas, dan integrasi kecerdasan buatan (*artificial intelligence*) guna memaksimalkan efektivitas penerapan IoT dalam aktivitas sehari-hari.  

Rahman, M Arief; Marti Utari; Ferizka Tiara Devani; Fitrianto Puja Kesuma; Nurul Ilma Hasana Kunio

Sevaka : Hasil Kegiatan Layanan Masyarakat 2026 STIKES Columbia Asia Medan

This community service activity aimed to improve communication competence and customer experience among service actors in a higher education environment. The training was implemented at Gedung Aula KPA Politeknik Negeri Sriwijaya on 19 February 2026 under the theme of excellent service transformation based on integrity to support the institutional commitment toward an Integrity Zone and Corruption-Free Area. The method consisted of preparation, needs identification, interactive presentation, case-based discussion, service communication simulation, and reflective evaluation. The material emphasized service attitude, active listening, empathy, complaint response, and customer experience touchpoints in academic and administrative services. The activity showed that participants were able to identify the importance of consistent communication behavior, emotional control, and service recovery in creating positive experiences for students, lecturers, partners, and public stakeholders. The implication of this activity is the need for continuous service culture reinforcement through standard operating procedures, role-play-based training, and periodic evaluation of user satisfaction in higher education services.

Annisa Dwi Sandy; Febby Maharani; Sarah Adelia Hasibuan; Abdurrozzaq Hasibuan

VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum 2026 STIKES Columbia Asia Medan

Industrial hygiene is a branch of public health research that aims to prevent illness and promote Industrial hygiene is an aspect of public health that prioritizes health protection measures for workers through the identification, evaluation, and control of various elements of the work environment that can cause health problems. The goal of implementing industrial hygiene is to prevent work-related illnesses and create a safe, healthy work environment that supports workers’ well-being. Industrial Safety and Health (IS&H) encompasses these various components, including risk identification, risk assessment, risk mitigation, and worker health monitoring, waste management, and emergency response planning. Workplace risks can include physical, chemical, biological, psychological, and ergonomic hazards. Hazard analysis is a crucial step in industrial hygiene as it helps identify and document potential health risks in the workplace. The hazard analysis process includes hazard identification, risk assessment, hazard prioritization, and risk control. The implementation of Occupational Safety and Health aims to ensure the protection of employees’ safety and health from potential hazards arising from work, while ensuring a safe and sustainable work environment. The implementation of OSH and environmental health also provides broad strategic benefits such as worker protection, cost efficiency, increased productivity, regulatory compliance, and enhanced corporate reputation.  

Bagas ardiyantoro; Triana Triana; Septian Maulid Wicahyo

Jurnal Pengabdian Bersama Masyarakat Indonesia 2026 CV. Aksara Global Akademia

Limbah kulit Jeruk peras , yang sering dibuang dan menimbulkan masalah lingkungan, sebenarnya memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan kembali. Kulit Jeruk peras  mengandung minyak atsiri yang dapat diolah menjadi reed diffuser, pengharum ruangan alami yang ramah lingkungan. Namun, pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan kulit Jeruk peras  masih terbatas. Siswa SMA, sebagai generasi muda yang sedang mempersiapkan diri untuk dunia kerja atau wirausaha, dapat memainkan peran penting dalam mengembangkan inovasi ini. Melalui pendidikan dan pelatihan, siswa SMA dapat mempelajari proses pembuatan reed diffuser dari kulit Jeruk peras , mulai dari ekstraksi minyak atsiri hingga pengemasan produk. Hal ini tidak hanya melatih keterampilan teknis dan kreativitas, tetapi juga membuka peluang kewirausahaan. Pemanfaatan kulit Jeruk peras  untuk reed diffuser sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular dan pembangunan berkelanjutan, yang menekankan pemanfaatan sumber daya secara efisien. Dengan menguasai keterampilan ini, siswa SMA dapat berkontribusi dalam mengurangi limbah organik sekaligus menciptakan produk bernilai ekonomi tinggi. Ini juga mendukung visi pendidikan SMA untuk menciptakan lulusan yang kompeten, kreatif, dan siap bersaing di dunia kerja. Pengabdian masyarakat kali ini dilaksanakan di SMA Islam 1 Surakarta, Kota Surakarta.

Syamsa Azilla; Aprillia Intan Nur Cahya; Adrianus Rebon Piran

Intellektika : Jurnal Ilmiah Mahasiswa 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Environmental pollution is a common problem in cities and can increase the likelihood of flooding. The purpose of this study is to analyze environmental pollution as a cause of flooding in the Pekapuran Street area, Depok City. This study applies a descriptive method with a qualitative approach. Data were obtained through observation, documentation, and literature review. Based on the results of the study, it was found that the accumulation of household waste around the drainage channels causes obstruction of water flow, which triggers flooding during rain. In addition, the shallow, mud-filled, and poorly maintained drainage conditions increase the risk of flooding. Low levels of public awareness of environmental cleanliness are also factors that exacerbate the condition. This study concludes that flooding on Pekapuran Street is influenced not only by high rainfall, but also by environmental pollution and a suboptimal drainage system. Based on this, better waste management and drainage maintenance are needed to minimize the risk of flooding in the area.

Yulia Safarina Pakaya; Hanim Mufarokhah

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Pulmonary tuberculosis is an infectious disease that remains a public health problem, especially in developing countries such as Indonesia. The transmission of this disease can be prevented through appropriate behavior, which is influenced by the level of individual knowledge. This study aims to determine the relationship between knowledge level and preventive behavior of pulmonary tuberculosis transmission among patients at a public health center. This study used a quantitative method with a cross-sectional design. The sample consisted of 20 respondents selected using total sampling technique. The research instrument was a questionnaire measuring knowledge and behavior. Data were analyzed using the Chi-Square test. The results showed that most respondents had a good level of knowledge (50.0%) and good preventive behavior (60.0%). The Chi-Square test showed a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant relationship between knowledge level and preventive behavior of pulmonary tuberculosis transmission. In conclusion, there is a significant relationship between knowledge level and preventive behavior, indicating that improving knowledge is essential in preventing tuberculosis transmission.

Yulia Safarina Pakaya; Hanim Mufarokhah

JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Pulmonary tuberculosis is an infectious disease that remains a public health problem, especially in developing countries such as Indonesia. The transmission of this disease can be prevented through appropriate behavior, which is influenced by the level of individual knowledge. This study aims to determine the relationship between knowledge level and preventive behavior of pulmonary tuberculosis transmission among patients at a public health center. This study used a quantitative method with a cross-sectional design. The sample consisted of 20 respondents selected using total sampling technique. The research instrument was a questionnaire measuring knowledge and behavior. Data were analyzed using the Chi-Square test. The results showed that most respondents had a good level of knowledge (50.0%) and good preventive behavior (60.0%). The Chi-Square test showed a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant relationship between knowledge level and preventive behavior of pulmonary tuberculosis transmission. In conclusion, there is a significant relationship between knowledge level and preventive behavior, indicating that improving knowledge is essential in preventing tuberculosis transmission.

Khoirunnazwa, Zahrani; Afiyatun Kholifah

Noor: Journal of Islamic Studies 2026 Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman sejarah Islam, karakter, serta nilai-nilai keislaman peserta didik. Namun, pelaksanaan pembelajaran SKI di madrasah masih menghadapi berbagai tantangan, seperti penggunaan metode pembelajaran yang kurang bervariasi, rendahnya partisipasi siswa, serta perbedaan kemampuan belajar peserta didik. Kondisi tersebut juga ditemukan pada pembelajaran SKI kelas VII di MTs Al-Fathimiyah Karawang sehingga diperlukan analisis yang mampu mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembelajaran SKI di kelas VII MTs Al-Fathimiyah Karawang menggunakan pendekatan SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) serta merumuskan strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan kualitas proses belajar. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan madrasah berbasis pesantren dan budaya religius menjadi kekuatan utama dalam mendukung pembelajaran SKI. Sementara itu, penggunaan metode ceramah yang masih dominan serta perbedaan kemampuan belajar siswa menjadi kelemahan dan tantangan yang perlu diatasi. Ketersediaan fasilitas Smart TV memberikan peluang untuk mengembangkan pembelajaran berbasis media yang lebih interaktif. Berdasarkan hasil analisis, strategi pembelajaran kolaboratif yang dipadukan dengan pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi dinilai mampu meningkatkan keaktifan, motivasi, pemahaman, dan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran SKI. Oleh karena itu, analisis SWOT dapat menjadi dasar dalam penyusunan strategi pembelajaran yang lebih efektif, inovatif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik di madrasah.

Aghisna Tsanil Mafasa; Nasila Ayu Natasya; M Rikza Chamami

Al-Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam 2026 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Sufism as a spiritual approach has a great potential to prevent mental health problems among Generation Z students at UIN Walisongo Semarang. This is because Sufism focuses on inner balance, self-awareness, and strengthening spiritual values that can be a source of psychological resilience. This study aims to investigate how Sufism practices such as dhikr, self-reflection, and spiritual guidance can help prevent mental health problems, such as stress, anxiety, and loneliness among Generation Z students. The method used in this study is a qualitative study with a phenomenological design. Data were obtained from in-depth interviews with students, observations of religious activities on campus, and focus group discussions, then analyzed thematically. Interviews were conducted with three students: Wilda Ismatus Sarifah (Faculty of Tarbiyah and Teacher Training), Sinta Wahdatul Khusna (Faculty of Tarbiyah of Social and Political Sciences), and Umi Fathonah (Faculty of Tarbiyah and Teacher Training). The study found that regular Sufism practice guided by experienced individuals helped students feel more meaningful, more socially connected, and develop coping strategies. This was associated with reduced symptoms of stress and anxiety, as well as improved well-being. The study recommends integrating Sufism-based spiritual programs into campus counseling services and character development activities. It also recommends training spiritual mentors and fostering collaboration between student welfare units and religious institutions on campus to support the mental health of young people.

Rheyna Putri Tazkiyyah; Melinda Wahyu Ningrum; M. Rikza Chamami

Al-Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam 2026 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

The crisis of student morality and etiquette in higher education institutions has become an increasingly concerning phenomenon in the modern era. Social changes, the rapid development of digital technology, and the weakening The crisis of student morality and etiquette in higher education institutions has become an increasingly concerning phenomenon in the modern era. Social changes, the rapid development of digital technology, and the weakening internalization of religious values have contributed to a decline in students' moral character, which is reflected in poor communication ethics, lack of respect for lecturers, plagiarism practices, individualistic attitudes, and weak academic responsibility. This study aims to analyze the implementation of Islamic values in addressing the crisis of student etiquette at UIN Walisongo Semarang. The research employs a qualitative approach with a descriptive method through literature review, observation, and data collection from various scientific journals. The findings indicate that the implementation of Islamic values, such as akhlaq al-karimah (noble character), trustworthiness (amanah), discipline, Islamic brotherhood (ukhuwah Islamiyah), and responsibility, can serve as effective solutions in developing students' religious and ethical character. These values are implemented through spiritual development programs, an Islamic academic culture, lecturers' role modeling, Islamic student organization activities, and character education based on Islamic principles. This study emphasizes that the integration of Islamic values into the campus education system constitutes a strategic step in shaping a generation of Muslim intellectuals who excel not only academically but also possess strong morality and ethical conduct.

Dian Rimayanti; Prisca Trifena Puspita; Sinta Tri Hapsari; Felisya Natalia Purwanto; Tries Ellia Sandari

Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen 2026 CV. Aksara Global Akademia

Kecurangan (fraud) di sektor perbankan daerah merupakan ancaman serius yang dapat merugikan keuangan negara dan menurunkan kepercayaan publik. Penelitian ini bertujuan menganalisis kasus korupsi pengadaan iklan pada Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) menggunakan pendekatan Fraud Triangle Theory yang mencakup tiga elemen utama: tekanan (pressure), kesempatan (opportunity), dan rasionalisasi (rationalization). Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus, didukung oleh studi literatur dari berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kasus Bank BJB mencerminkan interaksi ketiga elemen Fraud Triangle secara simultan. Tekanan bersumber dari kebutuhan dana non-budgeter yang besar dalam pengelolaan anggaran promosi senilai Rp409 miliar. Kesempatan muncul akibat lemahnya sistem pengendalian internal, tidak adanya verifikasi dokumen yang memadai, serta penyimpangan dalam proses pengadaan. Rasionalisasi terbentuk melalui persepsi pelaku bahwa praktik tersebut merupakan hal yang lazim dalam lingkungan birokrasi dan korporasi. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan pemahaman teoritis dan praktis terkait pencegahan fraud di lembaga keuangan daerah Indonesia, khususnya melalui penguatan tata kelola perusahaan dan sistem pengawasan internal.

Tappo, Liberthy Mendila; Zainuddin, Asnia; Yasnani

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat Indonesia. Data nasional Kementerian Kesehatan RI tahun 2024 mencatat 257.271 kasus dengan 1.461 kematian, sedangkan hingga 23 Juni 2025 dilaporkan 78.646 kasus dan 346 kematian. Penggunaan larvasida sintetis dapat menimbulkan resistensi dan dampak negatif terhadap lingkungan. diperlukan alternatif larvasida yang berasal dari bahan alami, contohnya serai dapur (Cymbopogon citratus) yang diketahui mengandung senyawa aktif seperti sitronelal, geraniol, flavonoid, saponin, dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak serai dapur (Cymbopogon citratus) terhadap mortalitas larva Aedes aegypti. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan rancangan post-test only control group design. Larva Aedes aegypti instar III–IV dibagi menjadi lima perlakuan yaitu ekstrak serai dapur konsentrasi 10%, 20% dan 30%, kontrol positif (Abate), serta kontrol negatif. Setiap kelompok terdiri atas empat kali pengulangan dengan 25 larva setiap pengulangan. Pengamatan mortalitas larva dilakukan pada 1 jam, 3 jam, 6 jam, dan 24 jam setelah perlakuan. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mortalitas larva meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak dan lamanya waktu paparan. Pada pengamatan 24 jam, seluruh konsentrasi ekstrak menunjukkan mortalitas sebesar 100%, sedangkan kontrol negatif sebesar 2%. Analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada mortalitas larva Aedes aegypti antar kelompok perlakuan (p<0,05). Berdasarkan Hasil Penelitian, dapat disimpulkan ekstrak serai dapur (Cymbopogon citratus) efektif terhadap mortalitas larva Aedes aegypti sebagai larvasida nabati dalam pengendalian vektor DBD.

Maulfi Natsir Asy’ari; Tinton Candra Saputra; Herjunanto Nur Priyadi; Robin Perdana Saputra

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA) 2026 Universitas Muhamadiyah Manado

Esophageal atresia with tracheoesophageal fistula is a congenital anomaly requiring early diagnosis and prompt surgical correction. Gross type D esophageal atresia, characterized by both proximal and distal tracheoesophageal fistulas, is an exceedingly rare variant that poses significant diagnostic and operative challenges. We report a case of a full-term female neonate with a birth weight of 3,200 grams who presented with hypersalivation since the first day of life, accompanied by coughing and choking during feeding. Orogastric tube insertion failed, with the tube arrested at approximately 15 cm. The patient was referred with a diagnosis of neonatal pneumonia and suspected esophageal atresia with tracheoesophageal fistula. Physical examination revealed tachypnea, chest wall retraction, and respiratory distress requiring ventilatory support. Babygram demonstrated the orogastric tube tip arrested at the proximal esophageal pouch with distal gastrointestinal air. Contrast esophagography confirmed proximal esophageal atresia at the upper thoracic level with suspected proximal fistula. Associated findings included bilateral pneumonia, right upper lobe atelectasis, and vertebral anomalies suggestive of VACTERL association. Intraoperative findings confirmed Gross type D esophageal atresia with proximal and distal tracheoesophageal fistulas. Both fistulas were excised, followed by primary esophageal anastomosis and transanastomotic nasogastric tube placement. Gross type D esophageal atresia is a rare congenital anomaly that should be considered in neonates presenting with hypersalivation, failed orogastric tube insertion, and respiratory distress. Anatomical subtype confirmation relies on intraoperative findings. Early surgical repair can be performed successfully; however, associated anomalies necessitate careful long-term follow-up.

Wanda Wulandari; Joel Faruk Sofyan

Ebisnis Manajemen 2026 Fakultas Ekonomi & Bisnis, Universitas Nusa Nipa

The media industry requires effective coordination and a supportive work environment to achieve organizational goals. However, internal communication and workplace conditions are often not optimal, affecting employee satisfaction. This study examines the effects of internal communication and the work environment on employee job satisfaction, with work motivation as a mediating variable. A quantitative causal approach was employed using an online questionnaire distributed to employees of PT Media Televisi Indonesia. From a population of 716 employees, 190 respondents were selected through disproportionate stratified random sampling. Data were analyzed to examine the direct and indirect relationships among the variables. The findings indicate that internal communication and the work environment have positive and significant effects on work motivation. Work motivation and the work environment also positively influence employee job satisfaction. Moreover, work motivation significantly mediates the relationship between internal communication and job satisfaction, suggesting that effective communication enhances satisfaction by increasing motivation. Overall, improving open communication, creating a supportive work environment, and strengthening employee motivation are essential strategies for enhancing job satisfaction, employee engagement, and long-term organizational effectiveness in the media industry.

Panjaitan, Dirga Azhar; Siregar, Zekwin; Syaputra, M. Rizky; Zalindri, Diani; Khalijah, Siti +2 more

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada (WUJ) 2026 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Background:Flooding is one of the most common environmental problems in residential areas and is closely related to poor community awareness of waste management. Improper waste disposal can clog drainage systems, increase the risk of flooding, and lead to various environmental health problems. Objective: This community service activity aimed to improve community knowledge and awareness regarding waste management and environmental health as an effort to prevent flooding in Panompuan Jae Village. Methods: The activity was conducted on May 22, 2026, at the Panompuan Jae Village Prayer House involving 15 women from a local religious study group. The educational methods included lectures, discussions, and interactive question-and-answer sessions. The materials covered waste classification, household waste management, environmental health, and the relationship between environmental cleanliness and flooding. Results: The activity improved participants’ understanding of proper waste management. Participants were able to distinguish between organic and inorganic waste and understood appropriate waste handling practices. They actively participated in the discussion and showed an initial commitment to disposing of waste properly and maintaining environmental cleanliness. Conclusion: The community education program successfully improved public knowledge and awareness regarding waste management and environmental health, supporting flood prevention efforts in Panompuan Jae Village.

Hayatli, Miftahurrahmah El; Azzahrah, Sarah Haq; Harahap, Diva Nazwa; Annisa, Fadilah; Sitorus, Rezki Alya Mawaddah

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Malaria masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang berdampak terhadap angka kesakitan, kematian, dan produktivitas masyarakat. Perilaku pencegahan menjadi faktor penting dalam menurunkan risiko penularan malaria. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan perilaku pencegahan terhadap risiko kejadian malaria pada masyarakat di Kabupaten Asahan. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 50 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mencakup penggunaan kelambu, penggunaan anti nyamuk, penggunaan pakaian pelindung, kebiasaan keluar rumah pada malam hari, kebersihan lingkungan, dan perilaku pencarian pengobatan. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki perilaku pencegahan yang baik (62,0%) dan risiko kejadian malaria yang rendah (66,0%). Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara perilaku pencegahan dengan risiko kejadian malaria (p=0,003). Responden dengan perilaku pencegahan kurang memiliki peluang 6,88 kali lebih besar mengalami risiko malaria tinggi (OR=6,88; 95% CI=1,84–25,68). Disimpulkan bahwa perilaku pencegahan berhubungan signifikan dengan risiko kejadian malaria di Kabupaten Asahan.