SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

50,562 articles from 425 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-5 of 5

Analytics

Heni Hernawati; Dwi Puji Asrini; Yanuar Lutfi R

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2024 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Based on the preliminary study, it can be seen that the Japanese Language MGMP in Central Java is facing problems regarding the teaching of Japanese pronunciation. Many students pronounce Japanese incorrectly causing communication to not go smoothly. For example, when pronouncing the word ojiisan (おじいさん) which means “grandfather”, but pronounced with a short sound ojisan (おじさん)which means “uncle”. In addition, when pronouncing the word “ame” (雨)which means “rain” which should be pronounced with a high accent at the beginning, it is pronounced with “ame” (飴)with a high accent at the end, so the meaning changes to “candy”. Teachers have difficulty teaching it. To overcome the partner's problems, a workshop was held with the aim of providing knowledge about using the OJAD website and Tsutaeru Hatsuon. Through this workshop, high school Japanese teachers in Central Java can improve their ability to master and apply Japanese pronunciation, especially on Japanese accent, intonation and rhythm, then teach it to students.

Dian Mentari Tambunan; Khairil Ansari

Jurnal Bima : Pusat Publikasi Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra 2023 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk, (1) Untuk mendeskripsikan keterampilan menceritakan kembali isi cerita fabel siswa kelas VII SMP Negeri 6 Percut Sei Tuan sebelum menggunakan media film animasi. (2) Untuk mendekripsikan keterampilan menceritakan kembali isi cerita fabel siswa kelas VII SMP Negeri 6 Percut Sei Tuan setelah menggunakan media film animasi. (3) Untuk mendeskripsikan pengaruh penggunaan media film animasi dalam meningkatkan keterampilan menceritakan kembali isi cerita fabel siswa kelas VII SMP Negeri 6 Percut Sei Tuan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 6 Percut Sei Tuan dengan sampel penelitian siswa kelas VII-2  SMP Negeri 6 Percut Sei Tuan sebanyak 32 siswa. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu pilihan kata, lafal, irama, jeda, mimik, gestur dan struktur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah one group pretest- posttes. Teknik analisi data menggunakan uji persyaratan analisis, uji normalitas, danuji hipotesis. Hasil pretest dalalam penelitian ini adalah sebesar 60,03 dengan kategori cukup. Sedangkan hasil posttest yang diperoleh dalam penelitian ini sebesar 75,68 dengan kategori baik. Melalui pengujian hipotesa yaitu 12,13178 > 2,03951 dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari media film animasi terhadap keterampilan menceritakan kembali isi cerita fabel siswa kelas VII SMP Negeri 6 Percut Sei Tuan.

Nurul Haeniah

Populer: Jurnal Penelitian Mahasiswa 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Kemampuan komunikasi yang baik sangat penting dimiliki oleh setiap guru yang tidak hanya berkewajiban memyampaikan informasi kepada siswa, tetapi dituntut untuk mampu menjadi teladan dalam ucapan atau pelafalan yang tepat. Artikel ini disusun dengan maksud memaparkan berbagai problematika pembelajaran bahasa Indonesia kaitannya dengan pelafalan dalam tuturan guru dan siswa, solusi, dan juga berbagai kendalanya. Metode dalam artikel ini adalah metode pustaka yakni dengan cara mempelajari dan mengumpulkan data dari referensi yang relevan dengan topik. Simpulan dari hasil pembahasan (1). Problematikan yang timbul antara lain terkait siswa sebagai objek didik maupun guru sebagai subjek didik.(2) Tidak adanya rujukan yang jelas dalam hal penentuan bagaimana pelafalan bunyi bahasa sebab satu fonem bisa mewakili lebih dari satu cara pelafalan.

Adiprasetio Prabowo

Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Artikel ini membahas penggunaan kesalahan fonemik dalam presentasi makalah mahasiswa Prodi PGSD STKIP Al Amin Dompu. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yaitu metode observasi, metode simak, metode cakap (wawancara). Metode analisis data yang dilakukan adalah mengumpulkan sampel kesalahan, mengidentifikasi kesalahan, menjelaskan kesalahan, mengklasifikasi kesalahan, mengevaluasi kesalahan. Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil simpulan: bahwa ditemukan tiga kesalahan fonemik diantaranya perubahan fonem, penambahan fonem dan pengilangan fonem. Adapun jenis kesalahan  yang paling banyak ditemukan adalah perubahan fonem sebanyak 17. Letak kesalahan yang paling banyak ditemukan yaitu pada tengah kata. Kesalahan fonemik yang terjadi disebabkan beberapa faktor yaitu; 1) interferensi bahasa daerah, 2) kurangnya pengetahuan mahasiswa tentang bahasa Indonesia baku dan tidak baku, 3) pengaruh penggunaan bahasa gaul atau bahasa slang, 4) kekeliruan, 5) pengaruh istilah asing, 6) kurangnya kemampuan melafalkan istilah-istilah baru, 7) Kebiasaan, 8) faktor intertekstual. Kata kunci: kesalahan fonemik, penyebab kesalahan fonemik.

Tahapary, Sharon Susilya; Wahyono, Teguh

IT-Explore: Jurnal Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi 2022 Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Satya Wacana

Mata pelajaran Bahasa Inggris seringkali dianggap sulit bagi masyarakat Indonesia.  Hal itu terbukti dengan English Proficiency Index Indonesia yang rendah, yaitu menempati peringkat 80 dari 112 negara di tahun 2021. Dengan kondisi tersebut maka pendidikan Bahasa Inggris perlu ditanamkan sejak dini, yaitu sejak usia Sekolah Dasar. Sementara itu dengan memperhatikan karakteristik anak, proses pembelajaran bahasa baru sebaiknya dilakukan menggunakan media yang mudah dimengerti dan menarik perhatian mereka. Penerapan multimedia berbasis mobile diharapkan menjadi solusi agar dapat menarik perhatian anak-anak untuk belajar.  Berdasarkan latar belakang tersebut maka penelitian ini dilakukan untuk merancang sebuah aplikas bantu belajar Bahasa Inggris berbasis mobile untuk anak-anak Sekolah Dasar.  Aplikasi tersebut diharapan dapat membantu anak-anak terutama usia Sekolah Dasar dalam belajar Bahasa Inggris dasar dengan baik, menyenangkan dan mudah dipahami. Aplikasi ini juga diharapkan dapat membantu anak-anak memahami pengetahuan tentang angka, huruf, kalimat sehari-hari, anggota keluarga dan benda dalam Bahasa Inggris, baik secara lafal, pengucapan dan maknanya.