Publication Search

68,793 articles from 593 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-20 of 28

Analytics

Bryan Sedona; Ridolfroa S.Th. Manggoa; Felipus Nubatonis

Jurnal DIKMAS 2022 Biro Pengelolaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarat SETIA Ngabang

Minat belajar merupakan hal yang sangat penting dan perlu untuk ditingkatkan dalam proses pembelajaran. Karena apabila anak tidak memiliki minat belajar atau tidak mampu meningkatkan minat belajar maka proses pembelajaran pun akan sulit untuk diterima. Oleh karena itu peran orangtua Kristen sebagai pendidik sangat penting guna meningkatkan minat belajar anak usia 13-15 tahun. Situasi sosial dalam penelitian ini yaitu Dusun Tabik yang terletak di Desa Jelimpo Kecamatan Jelimpo Kabupaten Landak. Ada beberapa masalah yang ditemukan di Dusun Tabik seperti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat menyebabkan anak lebih memilih bermain media sosial atau bermain game online ketimbang belajar, proses pembelajaran di sekolah yang kurang aktif sehingga anak merasa bosan dan tidak memahami pembelajaran, materi pembelajaran yang tidak terserap dengan baik, dan belum mampu calistung (baca, tulis, hitung). Melihat persoalan tersebut, maka peneliti ingin meneliti peran orangtua Kristen sebagai pendidik dalam meningkatkan minat belajar anak usia 13-15 tahun. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk: Menjelaskan peran orangtua Kristen sebagai pendidik; (2) Memaparkan upaya meningkatkan minat belajar anak usia 13-15 tahun; (3) Menjelaskan peran orang tua Kristen sebagai pendidik dalam meningkatkan minat belajar anak usia 13-15 tahun. Metodologi penelitian yang peneliti gunakan yaitu metodologi penelitian kualitatif – studi lapangan dengan pengumpulan data observasi wawancara. Hasil penelitian yang diharapkan adalah dengan terlihatnya peran orangtua Kristen sebagai pendidik dan meningkatnya minat belajar anak usia 13-15 tahun di Dusun Tabik Desa Jelimpo Kecamatan Jelimpo Kabupaten Landak. Rumusan teori yang ditemukan yaitu minat belajar anak usia 13-15 tahun akan meningkat apabila orangtua mampu menjalankan perannya sebagai pendidik dengan baik. Kesimpulan yang didapatkan yaitu orangtua Kristen harus mampu menjalankan perannya sebagai pendidik dengan sikap hati yang rela berkorban demi anak guna meningkatkan minat belajar anak usia 13-15 tahun di Dusun Tabik Desa Jelimpo Kecamatan Jelimpo Kabupaten Landak.

Runa Runa; Marthen Mau; Gianto Gianto

Jurnal DIKMAS 2022 Biro Pengelolaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarat SETIA Ngabang

Skripsi ini membahas tentang upaya guru PAK dalam meningkatkan spiritualitas peserta didik. Spiritualitas merupakan hubungan pribadi manusia dengan Allah. Spiritualitas peserta didik sangat perlu untuk terus ditingkatkan agar mampu bertumbuh dewasa dalam Yesus Kristus atau dewasa secara rohani. Oleh karena itu perlu adanya upaya guru PAK untuk membimbing peserta didik khususnya yang ada di SDN Manggam, sehingga peserta didik merasa tertolong spiritualnya tetap mengalami perubahan dan peningkatan spiritualitas ke arah yang semakin baik.  Penelitian dan penulisan skripsi ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, serta menggunakan teknik pengolahan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian dan penulisan skripsi ialah supaya ada perubahan dan peningkatan spiritual melalui iman dalam pengenalan akan Allah yang semakin baik dari peserta didik. Dan untuk mencapai hal tersebut, upaya guru pendidikan agama Kristen sangat dibutuhkan dan berperan penting dalam membimbing, mengarahkan, serta menjadi teladan bagi peserta didik. Rumusan teori hasil penelitian ialah bahwa adanya upaya seorang guru pendidikan agama Kristen dalam meningkatkan spiritualitas peserta didik akan membawa peserta didik semakin mengenal Allah sehingga mencapai kedewasaan dalam Yesus Kristus. Kemudian kesimpulan yang didapatkan ialah guru pendidikan agama Kristen harus berupaya untuk meningkatkan spiritual peserta didik yang merupakan tugas utama dari guru pendidikan agama Kristen agar peserta didik menjadi pribadi yang beriman hingga mencapai kedewasaan spiritual yang semakin baik dalam Kristus.

Nikodemus

Jurnal DIKMAS 2022 Biro Pengelolaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarat SETIA Ngabang

Pada hakikatnya pendidikan bagi kebanyakan orang adalah usaha untuk mencapai suatu tujuan, atau suatu sarana untuk mengembangkan potensi diri, Zaim Elmubarok member pandangan bahwa Pendidikan adalah proses menanamkan dan mengembangkan diri pada peserta didik tentang hidup.  Pendidikan sangat penting bagi anak-anak karena dengan pendidikan anak-anak akan di ajarkan bagaimana menjadikan dirinya dewasa dan memeimpinnya kearah kedewasaan. Senada dengan itu Ester Putri Setiyowati mengatakan bahwa pendidikan juga merupakan upaya dan psikomotorik. Oleh karena itu membangun aspek kognisi, afeksi, dan dalam mengembangkan seluruh potensi siswa, potensi itu meliputi kognitif, afektif psikomotorik secara seimbang dan berkesinambungan adalah nilai pendidikan paling tinggi.

Mita Analisa Sipayung; Romauli Siagian; Tripena Engelina Manullang; Victoria Natalia Simanjuntak; Wenny Ariayani Sipayung +1 more

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2022 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

The delinquency of students towards the value of learning achievement in Sekolah Dasar Hidup Baru Batam is a problem posed in this study. Thepurpose of this study is to find out the extent of the relationship of student delinquency to the value of learning achievement in Sekolah Dasar Hidup Baru Batam. The research instruments used are student questionnaires, interviews  and observations, the samples used consist of class IV to class V which totals 55 people, sampling techniques using random techniques. In describing the results of the study, the collected data is entered into a table and then processed with data analysis techniques using the product formula  of the moment find percent rough numbers.  The effect of student delinquency on learning achievement is at more than 50%. The issue of student delinquency is a shared responsibility between the student's guardian and the student's guardian.

Nata bura, Restia; Arnita Tulak, Sindi; Iin, Iin

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2022 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Tujuan penelitian ini yaitu tentang teologi Paulus tentang makna salib. Paulus adalah satu-satunya penulis dalam Perjanjian Baru yang berulang kali menyebutkan salib dalam 1 Korintus 1:17-18; Galatia 5:11; Galatia 6:12, 14; Efesus 2:16; Filipi 2:8; Filipi 3:18 dan Kolose 1 :20; Kolose 2:14. Paulus berdasarkan 1 Korintus 1:23; 3:3,8; 1:23; 3:3,8; 2 Korintus 13:4 dan Galatia 2:20 juga berbicara tentang kematian Kristus. Bagi rasul Paulus, salib adalah yang terpenting karena itu adalah inti dari pesan Injil. Maka tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui makna salib yang sebenarnya berdasarkan teologi rasul Paulus, dan bagaimana orang Kristen saat ini memaknai salib Kristus. Kajian ini dapat memberikan kepada seluruh umat Kristiani ajaran tentang makna salib yang sebenarnya berdasarkan pemahaman teologis rasul Paulus. Adapun Metode penelitian yang digunakan oleh penulis dalam penulisan ini adalah metode penelitian kualitatif melalui penelitian teologis. Hasil dari penelitian ini adalah orang Kristen akan memahami makna salib dari perspektif teologi Paulus.

Neni Randan, Salti; Srima Ayurein, Nisa; Andarias Allo, Dewi

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2022 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Pernikahan telah dirancang oleh Allah sendiri dengan tujuan kebaikan manusia. Dalam keluarga Kristen, pernikahan adalah sesuatu yang sangat penting. Hal ini telah diamanatkan Allah kepada manusia sejak semula “Beranak cuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi …” (Kejadian 1:28). Pernikahan dianugerahkan agar suami dan istri dapat saling meneguhkan, dengan hidup bersama dengan setia dalam kekurangan dan kelimpahan, dalam suka dan duka. Pasangan suami-istri dapat saling mengenal dalam kasih, dan melalui kesenangan persatuan tubuh dapat meneguhkan persatuan hati dan hidupnya. Karena pernikahan adalah salah satu mandat dari Allah, manusia patut menjaga kekudusan pernikahan. Dengan demikian, kehidupan pernikahan akan menjadi harmonis dengan dasar Takut akan Allah. Namun, telah banyak pernikahan Kristen yang berujung pada perceraian. Pandangan tentang berkat yang terkait dengan pernikahan alkitabiah semakin susut. Padahal, pernikahan merupakan suatu perjanjian sakral. Karena itu, menjadi permasalahan dalam tulisan ini ialah bagaimana teologi Paulus mengenai pernikahan ditinjau dari kitab 1 Korintus 7. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif, melalui studi kepustakaan dengan tujuan bahwa pasangan suami-istri mengerti makna, tujuan, dan dasar yang menjadi keteguhan sebuah pernikahan yakni teladan kasih Kristus, yang sekaligus menjadi hasil dari pembahasan ini.

SUHARTONO SUHARTONO

Observing the news of crime committed by minors today certainly raises concerns and unrest in social life. The disturbing behavior of children, such as the behavior of children away from religious teachings, disrespecting their parents, dressing inappropriately, saying dirty words, smoking, and the most troubling thing is that children are now involved in criminal acts. This issue has become a hot topic that is often reported on television, such as news about crimes committed by students, violence against friends, brawls, rape, and even murder. Responding to the negative behaviors of children that often appear in the news of child crimes need special attention. Therefore, as a form of attention, it is necessary to first understand the condition of the child himself and his relationship with the surrounding environment, both parents and family as well as the school as the smallest unit in society that has the responsibility to help children grow and develop optimally. Parents are the first people to be known by children, the first people to give life understanding to children, so parents play an important role in the formation of children's character. However, ironically, the family becomes a source of threat and unrest for children, because of the wrong treatment given by parents to children. Basically, the relationship between children and their parents is an emotional and cognitive source for children. These relationships provide opportunities for children to explore the environment, including school and social life, and children's early relationships can serve as models for later relationships. This initial relationship begins when the child is born into the world, in fact it has started since the fetus was in the womb (Sutcliffe, 2002: 15).1. Furthermore, the role of Christian Religious Education is an effort made by educators continuously to equip students with sources of faith. Character formation is very important in the educational process which is a process of internalizing the values ​​of the Christian faith through education. So that the personality or noble character of students is formed through habituation that is constantly practiced, without stopping.

SUHARTONO SUHARTONO

Observing the news of crime committed by minors today certainly raises concerns and unrest in social life. The disturbing behavior of children, such as the behavior of children away from religious teachings, disrespecting their parents, dressing inappropriately, saying dirty words, smoking, and the most troubling thing is that children are now involved in criminal acts. This issue has become a hot topic that is often reported on television, such as news about crimes committed by students, violence against friends, brawls, rape, and even murder. Responding to the negative behaviors of children that often appear in the news of child crimes need special attention. Therefore, as a form of attention, it is necessary to first understand the condition of the child himself and his relationship with the surrounding environment, both parents and family as well as the school as the smallest unit in society that has the responsibility to help children grow and develop optimally. Parents are the first people to be known by children, the first people to give life understanding to children, so parents play an important role in the formation of children's character. However, ironically, the family becomes a source of threat and unrest for children, because of the wrong treatment given by parents to children. Basically, the relationship between children and their parents is an emotional and cognitive source for children. These relationships provide opportunities for children to explore the environment, including school and social life, and children's early relationships can serve as models for later relationships. This initial relationship begins when the child is born into the world, in fact it has started since the fetus was in the womb (Sutcliffe, 2002: 15).1. Furthermore, the role of Christian Religious Education is an effort made by educators continuously to equip students with sources of faith. Character formation is very important in the educational process which is a process of internalizing the values ​​of the Christian faith through education. So that the personality or noble character of students is formed through habituation that is constantly practiced, without stopping.

Cindy Sriwahyuni Sihombing; Friska Elisabet Tampubolon; Yuli Arta Simbolon; Bonatua Lumbansiantar; Joi Pasaribu +1 more

Adulthood is experiencing many problems that must be faced, especially in middle adulthood. Middle adulthood can be said to start at 35-60 years old. The median age is filled with various responsibilities and roles that consume time and energy. This period is also a period that spans the problems of daily life faced. This period was eventually marked by physical and mental changes, especially in spirituality. The method used in this paper is qualitative, using a literature approach. A literature study is carried out by examining various sources regarding the topics discussed. Researchers use various study sources such as textbooks, scientific journals and scientific internet sources.

Cindy Sriwahyuni Sihombing; Friska Elisabet Tampubolon; Yuli Arta Simbolon; Bonatua Lumbansiantar; Joi Pasaribu +1 more

Adulthood is experiencing many problems that must be faced, especially in middle adulthood. Middle adulthood can be said to start at 35-60 years old. The median age is filled with various responsibilities and roles that consume time and energy. This period is also a period that spans the problems of daily life faced. This period was eventually marked by physical and mental changes, especially in spirituality. The method used in this paper is qualitative, using a literature approach. A literature study is carried out by examining various sources regarding the topics discussed. Researchers use various study sources such as textbooks, scientific journals and scientific internet sources.

Eunike Clarisa Nababan; Irmawaty Nengsih Togatorop; Angelica Petrina Sianturi; Emya Natalia Ginting; Damayanti Nababan

Environmental ethics in Indonesia or in the world is very important to be maintained and also preserved because this environmental ethics is one of the ethics that has a very positive influence on everyone's life. Environmental ethics is the moral wisdom of humans in dealing with their environment, this environmental ethics is needed by every individual, especially Christians. So that every activity related to the environment is considered carefully so that the sustainability and comfort of the environment are maintained. One of the problems is the issue of environmental ethics, the lack of awareness that it is very important to keep the environment clean in order to maintain the comfort of each individual. As young Christians, we must be concerned about this very deficient state of environmental ethics, because God Himself has given a mandate to young Christians to be good managers of all that He entrusts to believers, including the environment around us. And it is entrusted that the role of youth is very large in environmental ethics.

Eunike Clarisa Nababan; Irmawaty Nengsih Togatorop; Angelica Petrina Sianturi; Emya Natalia Ginting; Damayanti Nababan

Environmental ethics in Indonesia or in the world is very important to be maintained and also preserved because this environmental ethics is one of the ethics that has a very positive influence on everyone's life. Environmental ethics is the moral wisdom of humans in dealing with their environment, this environmental ethics is needed by every individual, especially Christians. So that every activity related to the environment is considered carefully so that the sustainability and comfort of the environment are maintained. One of the problems is the issue of environmental ethics, the lack of awareness that it is very important to keep the environment clean in order to maintain the comfort of each individual. As young Christians, we must be concerned about this very deficient state of environmental ethics, because God Himself has given a mandate to young Christians to be good managers of all that He entrusts to believers, including the environment around us. And it is entrusted that the role of youth is very large in environmental ethics.

Tiarma Fitri Malau; Lydia Nivea Indah Permatasari Silaban; Seventina Sibagariang; Enjelina; Putri Amelia Siahaan +2 more

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pembinaan Warga Gereja yang Marturia atau bersaksi, Gereja sebagai tubuh Kristus dan tanda iman serta ketundukannya kepada Tuhan, gereja harus bersaksi, terutama dengan mewartakan anugerah, kebenaran, dan keadilan Tuhan kepada masyarakat dalam segala situasi dan tantangan, serta tentang anugerah Tuhan kepada seluruh ciptaan Nya. Bersaksi yang dimaksud adalah membuktikan kasih setianya kepada Kristus yang rela mati dikayu salib, bangkit, dan naik ke surga, supaya manusia kiranya mendapatkan hidup yang kekal dari Tuhan. Tulisan ini bertujuan untuk menggabungkan gereja yang Marturia dengan Pendidikan Agama Kristen (PAK), dimana PAK adalah pendidikan yang berpusat pada Tuhan Yesus Kristus dan Alkitab sebagai dasar atau titik acuan. PAK berperan untuk bersaksi kepada masyarakat dengan mendasarkan Alkitab dan Pendidikan Agama Kristen memberikan pengajaran yang sifatnya mendidik serta memberikan bimbingan kepada warga Gereja. Tulisan ini menggunakan metode  kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Dengan mencari berbagai sumber-sumber yang terkait dengan topik yang dibahas. Peneliti menggunakan berbagai sumber-sumber data baik berupa buku teks, jurnal ilmiah serta artikel ilmiah yang diambil dari sumber internet. Melalui tulisan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan dalam gereja, dan dapat mengatasi tantangan-tantangan Pembinaan Warga Gereja yang Marturia, terutama di zaman modern ini melalui gereja dan Tenaga PAK, supaya jemaat dan peserta didik terbimbing atas Terimplikasinya pembinaan warga gereja terhadap PAK, sehingga warga jemaat dan peserta didik mendapatkan nilai-nilai kehidupan yang daripada kesaksian hidup Kristus dengan melaksanakan tugas dan panggilan gereja terutama dengan Marturia atau Bersaksi.

Marthen Mau

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2022 Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

Kompetensi guru pendidikan agama Kristen dalam membimbing kepribadian peserta didik sangat dibutuhkan pada setiap satuan pendidikan termasuk SMK Negeri 1 Parindu. Di SMK Negeri 1 Parindu telah memiliki empat jurusan yakni jurusan TKR, TKJ, TSM, dan DPIB. Fokus penelitian ialah peserta didik TKR dan TKJ. Di SMK Negeri 1 Parindu pada setiap tahun pelajaran selalu diadakan kegiatan bimbingan non-akademik selain akademik. Kegiatan bimbingan akademik dan non-akademik bertujuan untuk membimbing peserta didik agar mengetahui masing-masing kompetensi peserta didik dan tidak terlibat dalam kegiatan yang merusak kehidupan masa depan mereka. Metodologi penelitian yang diterapkan dalam penelitian ini ialah penelitian kualitatif dengan pendekatan wawancara, observasi, dokumentasi, dan kepustakaan. Hasil yang didapatkan ialah peserta didik SMK Negeri 1 Parindu telah memiliki kompetensi sesuai jurusannya, di bidang non-akademik, dan perubahan karakter, moral, emosional, sosial maupun spiritual yang semakin baik.

Darlina Darlina; Henni Somantik; Sanci Amelia Malelak; Marthen Mau

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2022 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Education is an integral part of human life starting from birth until the end of life. Students' interest in learning is an important aspect in the learning process, especially in character formation and understanding learning concepts. Teachers have a crucial role in facilitating students' interest in learning, because they are the main actors in the internalization of character education. However, the COVID-19 pandemic has changed the educational landscape by forcing a transition to distance learning. The impact is felt in the decline in students' interest in learning, which is caused by various factors such as physical health and changing learning environments. This research highlights the decline in students' interest in learning since the start of the pandemic, focusing on changes in learning motivation and behavior.    

Suhartono Suhartono

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2022 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Sains bertujuan untuk menghasilkan sesuatu yang digunakan untuk kehidupan nyata dan memenuhi kebutuhan manusia. Proses perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini merupakan hasil dari penemuan dan penelitian yang dilakukan manusia sebelumnya. Sebenarnya perkembangan tersebut diawali dengan rasa keingintahuan manusia yang sangat besar bahkan Paul Leady mengatakan “Man is curious  animals”. Sains dalam arti luas ada sebelum era modern dan dalam peradaban sejarah. Tujuan dalam penelitian ini adalah : 1). Untuk mengetahui dan menganalisis sejauh mana peranan dampak IPTEK terhadap iman Agama Kristem dikaji menurut pandangan alkitabiah. 2) untuk mengetahui dan menganalisis bentuk permasalahan yang dihadapi khususnya sejauh mana tanggungjawab orang Kristen dalam menghadapi IPTEK. Pada penelitian ini, Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, yaitu data yang dikumpulkan berbentuk kata-kata, gambar, bukan angka-angka. Tujuan dari penelitian deskriptif adalah untuk membuat pencandraan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta dan sifat populasi atau daerah tertentu Hasil dalam penelitian ini dapat disimpulkan IPTEK dalam pandangan Alkitab dapat ditemukan dalam Amsal 1:5, “baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan”.  Berdasarkan kutipan ayat ini maka dituntut untuk setiap pribadi orang percaya (sebutan lain bagi orang Krisen) menjadi bijak dalam mendengar lalu menjadi orang yang suka belajar (menambah ilmu). Sehingga kecanggihan gadget tidak disikapi dengan negatif namun dengan pertimbangan yang bijak. Tuhan menghendaki segala pekerjaan untuk kebutuhan dikerjakan dengan sebaik-baiknya. Sebab Tuhan sendiri yang memberikan pengertian dan pengetahuan, keahlian, dalam berbagai pekerjaan kepada seseorang (Kel.35:31). Sebagai mitra Allah maka manusia diberi kemampuan untuk mengetahui namun tetap dalam rasa hormat dan tunduk terhadap otoritas Allah Sang Pencipta (Ams.1:7). Iman Kristen memberikan dasar kepada kita untuk menerima perkembangan IPTEK yang ada dalam iman Kristen yang menjadi dasar IPTEK adalah Tuhan.

Markus Amid

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2022 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Adat is a way of life that has been passed down from generation to generation, sometimes considered sacred, so that when religion with rules/teachings that are considered new by the community becomes a new way of life, it becomes a problem to be considered as throwing away custom, or people who have forgotten the land, or are arrogant. , fanatic or dubbed uncivilized. From a religious perspective, Christians are divided into several interpretations. The attitude of rejection, which considers customs a sin with the assumption that everything in the world is sin (1 John 2:15-16). Meanwhile, other interpretations are fully accepting of adat. Custom is a gift from God, the fall of man into sin has damaged and confused traditional values, customary values need to be tested with the Word of God. This study uses a qualitative methodology with an interview and literature approach. The result of the research is that Christians should not reject customs, they only need to sort out what is contrary to God's word and what is not contrary to God's word. Customs that are contrary to God's word must be abolished, while customs related to God's word must be cultivated. Conclusion: Christian faith must be above customs because Christian faith is directly related to faith in Christ

Rialestari Rialestari; Meryantje Anabokay; Esau Yesyurun Tang

Jurnal DIKMAS 2022 Biro Pengelolaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarat SETIA Ngabang

Kreativitas guru PAK memiliki pengaruh besar terhadap pertumbuhan rohani peserta didik. Oleh karena itu diperlukan pengajaran karena melalui pengajaran yang kreatif, inovatif dan inspiratif untuk dapat memberi pemahaman yang mudah dimengerti oleh peserta didik. Itu sebabnya guru PAK perlu melihat kebutuhan peserta didik dengan harapan bahwa dasar-dasar iman Kristen dapat betul-betul dipahami dan diterapkan dalam kehidupan peserta didik. Tujuan penelitian ini ialah guru PAK perlu mengajar, membimbing, memperkenalkan Tuhan kepada peserta didik, dan membentuk karakter peserta didik sehingga karakternya seperti karakter Kristus dalam pribadinya. Metodologi penelitian yang digunakan ialah metodologi penelitian kuantitatif dengan pendekatan wawancara, penyebaran angket, dan kepustakaan. Dari hasil perhitungan, diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,301 dan signifikansi pada α = 0,05. Melalui hasil pengujian hipotesis untuk melihat keberartian korelasi yang diperoleh t hitung = 4,812 > t tabel = 3,065. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif  dan signifikan, kreativitas guru PAK dengan pertumbuhan rohani peserta didik di SDN 07 Tubang Raeng. Dari hasil perhitungan, diperoleh koefisien detrminasi sebesar 0,350 atau sebesar 35% sedangkan 65% dipengaruhi oleh faktor-faktor yang lain yang tidak diteliti oleh penulis. Hal ini berarti bahwa varibel kreativitas guru PAK berpengaruh terhadap pertumbuhan rohani peserta didiK di SDN 07 Tubang Raeng Kecamatan Jelimpo Kabupaten Landak.

Fengky Luky Masengi

Artikel ini ditulis untuk mendeskripsikan tentang fungsi dan peran Pendidikan agama Kristen dalam pertumbuhan gereja. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif dipakai untuk menggambarkan fenomena factual yang terjadi di Gereja Pantekosta di Indonesia Jemaat Ekklesia kota Semarang. Dari kajian ini didapati bahwa terdapat peran yang besar dari kegiatan Pendidikan Agama Kristen terhadap pertumbuhan jemaat Gereja Pantekosta di Indonesia Jemaat Eklesia Kota Semarang baik dari aspek kuantitas maupun kualitas. Jumlah anggota jemaat dari waktu ke waktu mengalami pertumbuhan jumlah, baik penambahan jumlah petobat baru maupun penambahan jumlah anggota yang ingin dilayani.    

Fengky Luky Masengi

Artikel ini ditulis untuk mendeskripsikan tentang fungsi dan peran Pendidikan agama Kristen dalam pertumbuhan gereja. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif dipakai untuk menggambarkan fenomena factual yang terjadi di Gereja Pantekosta di Indonesia Jemaat Ekklesia kota Semarang. Dari kajian ini didapati bahwa terdapat peran yang besar dari kegiatan Pendidikan Agama Kristen terhadap pertumbuhan jemaat Gereja Pantekosta di Indonesia Jemaat Eklesia Kota Semarang baik dari aspek kuantitas maupun kualitas. Jumlah anggota jemaat dari waktu ke waktu mengalami pertumbuhan jumlah, baik penambahan jumlah petobat baru maupun penambahan jumlah anggota yang ingin dilayani.