Publication Search

95,605 articles from 887 journals · 2,123 citations tracked

Showing 1-11 of 11

Analytics

Yunda; Kurniati

Edusola : Journal Education, Sociology and Law 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Pembelajaran seni budaya memiliki peran penting dalam membentuk kemampuan estetis, kreativitas, serta karakter peserta didik melalui pengenalan terhadap nilai-nilai budaya lokal. Salah satu materi yang diajarkan pada mata pelajaran Seni Budaya di tingkat Sekolah Menengah Atas adalah Tari Persembahan sebagai identitas budaya Melayu Riau. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran Seni Budaya materi Tari Persembahan di kelas X SMA Negeri 2 Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan Tahun Ajaran 2025/2026. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas satu orang guru Seni Budaya dan delapan orang siswa kelas X yang dipilih sebagai informan, sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran telah berlangsung sesuai dengan tahapan pembelajaran yang meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Guru mampu melaksanakan pembelajaran secara sistematis dengan melibatkan peserta didik secara aktif melalui diskusi, demonstrasi, latihan gerak, dan evaluasi praktik. Pembelajaran Tari Persembahan tidak hanya meningkatkan keterampilan siswa dalam menguasai ragam gerak tari, tetapi juga menumbuhkan pemahaman terhadap makna filosofis, nilai sopan santun, penghormatan kepada tamu, serta pelestarian budaya Melayu. Meskipun masih ditemukan beberapa kendala berupa perbedaan kemampuan siswa dan keterbatasan sarana pendukung, proses pembelajaran tetap berjalan efektif melalui strategi pembelajaran yang diterapkan guru. Dengan demikian, pembelajaran Seni Budaya Tari Persembahan mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna sekaligus memperkuat apresiasi peserta didik terhadap budaya daerah. Kata Kunci : Pembelajaran Seni Budaya, Tari Persembahan, Seni Tari, Budaya Melayu, Pembelajaran Kualitatif.

Nurhaswinda; Nabila Asla Putri; Syahda Alvira Julianda Swid; Nasyrah Rahmatillah; Anggun Aisyah +4 more

Edusola : Journal Education, Sociology and Law 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Kompetensi abad ke-21 menjadi salah satu tuntutan penting dalam dunia pendidikan karena berfokus pada pengembangan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi yang diperlukan peserta didik dalam menghadapi berbagai tantangan global. Guru memiliki peran strategis dalam mengembangkan inovasi pembelajaran yang mampu mengintegrasikan kompetensi tersebut ke dalam proses pembelajaran di sekolah dasar. Namun, dalam praktiknya, guru masih menghadapi berbagai hambatan yang memengaruhi keberhasilan implementasi pembelajaran berbasis kompetensi abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hambatan yang dihadapi guru sekolah dasar dalam mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis kompetensi abad ke-21. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka (library research) dengan menelaah berbagai sumber ilmiah berupa artikel jurnal, buku, prosiding, dan dokumen pendidikan yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang berkaitan dengan inovasi pembelajaran dan kompetensi abad ke-21. Hasil kajian menunjukkan bahwa hambatan yang dihadapi guru meliputi keterbatasan pemahaman tentang kompetensi abad ke-21, rendahnya penguasaan teknologi informasi dan komunikasi, keterbatasan sarana dan prasarana, tingginya beban administrasi, beragamnya karakteristik peserta didik, serta kurangnya pelatihan dan dukungan institusi sekolah. Hambatan tersebut berdampak pada belum optimalnya pengembangan inovasi pembelajaran yang mampu mendukung pencapaian kompetensi abad ke-21 peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi guru, penyediaan fasilitas pendukung, serta penguatan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan untuk mewujudkan pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan abad ke-21. Kata Kunci: Hambatan Guru, Inovasi Pembelajaran, Kompetensi Abad Ke-21, Sekolah Dasar, Pembelajaran Inovatif

Zuraidah; Nurin Ni’am; Nafi’atus Sa’adah; Diyah Budi Pertiwi; Ana Chabibatul Firdausiyah

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi komponen Kurikulum Operasional Madrasah (KOM) MAN 1 Kediri melalui analisis karakteristik satuan pendidikan, keselarasan visi, misi, dan tujuan dengan kondisi nyata, serta analisis lingkungan sebagai dasar penyusunan kurikulum kontekstual. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus evaluatif melalui studi dokumentasi dan observasi, yang dianalisis secara deskriptif-evaluatif menggunakan matriks SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MAN 1 Kediri memiliki kekuatan sebagai madrasah vokasional berbasis nilai Islam, namun masih menghadapi keterbatasan sarana digital. Selain itu, tujuan KOM belum mengakomodasi Program Multimedia yang telah berjalan dan potensi industri olahan singkong di kawasan Nganjuk-Kediri belum dimanfaatkan sebagai sumber belajar kontekstual dalam P5/P2RA. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara dokumen KOM dan realitas implementasi. Oleh karena itu, diperlukan revisi KOM melalui penambahan Program Multimedia, penguatan sarana digital, dan integrasi potensi industri lokal dalam perencanaan kurikulum.

Anzalas Sakinata Al Akhfiya

Edusola : Journal Education, Sociology and Law 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Artikel ini mengkaji bagaimana alumni Sekolah Asrama Islam Darussalam Gontor menginternalisasi dan mengimplementasikan nilai-nilai pendidikan Gontor dalam praktik kepemimpinan dan pengembangan sumber daya manusia di masyarakat kontemporer. Sebagai salah satu sekolah asrama Islam modern terkemuka di Indonesia, Gontor mengintegrasikan nilai-nilai sekolah asrama Islam tradisional dengan prinsip-prinsip pendidikan modern melalui sistem asrama 24 jam yang komprehensif. Lembaga ini menekankan pengembangan karakter melalui nilai-nilai Panca Jiwa yaitu ketulusan, kesederhanaan, kemandirian, persaudaraan Islam, dan kebebasan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode tinjauan pustaka, yang mengacu pada jurnal akademik, buku, publikasi institusional, dan dokumen yang berkaitan dengan Gontor dan alumninya. Temuan menunjukkan bahwa sistem pendidikan Gontor memainkan peran penting dalam membentuk lulusan dengan keterampilan kepemimpinan, karakter moral yang kuat, kompetensi organisasi, disiplin, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan sosial. Kualitas-kualitas ini memungkinkan alumni untuk aktif berkontribusi di berbagai sektor, termasuk pendidikan, pemerintahan, organisasi keagamaan, kewirausahaan, dan pengembangan masyarakat. Lebih lanjut, penekanan Gontor pada pelatihan organisasi, keterampilan berbahasa, dan pandangan internasional memperkuat daya saing alumni di era global. Terlepas dari tantangan yang ditimbulkan oleh transformasi sosial dan globalisasi, alumni umumnya mempertahankan nilai-nilai inti yang ditanamkan selama pendidikan mereka. Studi ini menyimpulkan bahwa nilai-nilai pendidikan Gontor tetap relevan dalam menghasilkan sumber daya manusia berkualitas tinggi dan pemimpin efektif yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat kontemporer sambil tetap menjaga prinsip-prinsip etika Islam. Kata kunci: Gontor Darussalam, Panca Jiwa, kepemimpinan alumni, pengembangan sumber daya manusia, pendidikan di sekolah berasrama Islam.

Arta Tiarasi Purba; Desta Saputra Hulu; Sri Pasaribu; Nova Simanungkalit

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Supervisi klinis merupakan pendekatan pembinaan profesional guru yang bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran melalui hubungan kolaboratif, reflektif, dan berkelanjutan antara supervisor dan guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SMA Negeri 1 Pangururan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Supervisi klinis dilakukan untuk membantu guru memperbaiki perencanaan pembelajaran, meningkatkan penguasaan metode dan media, serta memperkuat kompetensi pedagogis dan profesional guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi klinis dilaksanakan secara sistematis melalui tahap pra-observasi, observasi kelas, dan konferensi pasca-observasi dengan pendekatan yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing guru. Supervisi dilakukan secara berkelanjutan dan ditindaklanjuti melalui diskusi, refleksi, serta evaluasi bersama. Temuan penelitian menunjukkan bahwa supervisi klinis mampu meningkatkan kualitas pengajaran, membangun komunikasi yang lebih terbuka antara kepala sekolah dan guru, serta memberikan dampak positif terhadap kenyamanan dan prestasi belajar siswa. Dengan demikian, supervisi klinis menjadi strategi pembinaan yang efektif dalam meningkatkan keterampilan mengajar guru dan mutu pembelajaran di sekolah.

Ernawati, Sri; Yaningsyah, Yaningsyah; Anisah, Nur; Hairunisa, Hairunisa; Wiwin, Wiwin

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Logo merupakan identitas visual yang memiliki peran penting dalam membangun citra dan meningkatkan daya saing suatu usaha, termasuk pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Namun, masih banyak pelaku UMKM yang belum memiliki logo yang menarik dan representatif, seperti yang terjadi pada UMKM Maira Produksi di Kota Bima. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku UMKM dalam merancang logo usaha sebagai bagian dari strategi branding dan pemasaran produk. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah pelatihan dengan pendekatan partisipatif melalui penyampaian materi dan praktik langsung pembuatan desain logo. Pelatihan dilaksanakan selama dua hari di rumah pelaku usaha. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami konsep dasar desain logo serta berhasil membuat logo yang sesuai dengan karakteristik produk masing-masing. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan kreativitas dan inovasi pelaku usaha dalam mengembangkan identitas produk. Dengan demikian, pelatihan pembuatan logo ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kualitas branding, daya tarik produk, dan daya saing UMKM di pasar.

Lathifatul Fajriyah; Faiqatun Nailah; Faiqotun Naila; Aisyah; Yulia Dwi Afifah +2 more

Edusola : Journal Education, Sociology and Law 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Pendidikan di sekolah dasar memiliki peran krusial dalam membentuk karakter siswa, khususnya karakter religius dan rasa percaya diri. Program kerja PPL melalui kegiatan "Pesta Cendol Ramadhan 2026" di SDN Lenteng Timur I dirancang untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus mengatasi kurangnya keberanian siswa tampil di depan umum. Pengabdian ini menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif yang melibatkan mahasiswa PPL UPI Sumenep, guru, dan peserta didik melalui empat tahapan: perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Bentuk kegiatan meliputi lomba mewarnai dan membuat kaligrafi, nasyid islami, da’i cilik, serta cerdas cermat islami. Hasil pelaksanaan menunjukkan antusiasme yang tinggi dari seluruh warga sekolah. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memahami makna ibadah secara lebih mendalam, tetapi juga menunjukkan peningkatan keberanian dan keterampilan berbicara di depan umum. Program ini membuktikan bahwa integrasi kegiatan luar kelas yang kontekstual efektif dalam mendukung pengembangan karakter dan potensi siswa secara menyeluruh Kata kunci : Karakter Religius, Percaya Diri, Lomba Keagamaan, PPL  

Devi Fatwanti; Dian Safitri

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Perkembangan teknologi digital yang berlangsung sangat cepat pada era modern membawa pengaruh besar terhadap kehidupan generasi muda. Perubahan tersebut tidak hanya berdampak pada aspek pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memunculkan berbagai tantangan moral serta kebingungan nilai dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penguatan pendidikan karakter yang berlandaskan nilai spiritual dan dibangun melalui pembiasaan positif menjadi semakin penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana konsep tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat dapat dipahami dalam perspektif pendidikan Islam serta menelaah kontribusinya terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 4 yang menekankan pendidikan berkualitas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur sistematis. Data penelitian diperoleh dari berbagai sumber ilmiah yang berkaitan dengan pendidikan karakter Islam serta konsep pendidikan berkelanjutan. Data tersebut kemudian dianalisis melalui proses reduksi informasi, pengelompokan tema, dan sintesis konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat memiliki keterkaitan yang erat dengan konsep pendidikan Islam seperti tarbiyah, ta’dib, dan tazkiyah al-nafs. Nilai-nilai tersebut mencerminkan prinsip tauhid, keseimbangan hidup, kedisiplinan, serta tanggung jawab sosial. Nilai tersebut berperan dalam membentuk karakter spiritual, sosial, dan ekologis peserta didik yang selaras dengan prinsip pendidikan inklusif dan berkelanjutan sebagaimana ditekankan dalam SDG 4. Secara teoritis penelitian ini memberikan kontribusi berupa kerangka konseptual yang mengintegrasikan pendidikan karakter Islam dengan program kebiasaan nasional dalam sistem pendidikan berkelanjutan. Secara praktis, penelitian ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam membentuk kebiasaan positif sebagai bagian dari pendidikan karakter dalam kehidupan sehari-hari.

Ikhlasia Kurnia Putri; Meutia Rizkia Zahra; Syarifudin Yunus

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Keterampilan berbicara adalah salah satu kemampuan berbahasa yang produktif dan memiliki peran yang sangat penting dalam pengembangan pengetahuan, kemampuan berpikir kritis, serta peningkatan kepercayaan diri siswa. Namun, dalam praktik pengajaran Bahasa Indonesia di sekolah, kemampuan berbicara para siswa masih cukup rendah disebabkan oleh kurangnya penggunaan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana aplikasi TikTok dapat digunakan sebagai media pembelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa di SMK Karya Bhakti 1 Kota Bekasi. Metode yang dipakai adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data yang dilakukan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 49 siswa dari kelas X. A dan X. B. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki dan secara aktif menggunakan aplikasi TikTok, serta melihat TikTok sebagai media yang cocok untuk pembelajaran Bahasa Indonesia. Penggunaan TikTok terbukti memberikan dampak positif dalam meningkatkan kepercayaan diri, keberanian berbicara di depan kamera, penguasaan kosakata, dan kemampuan untuk menyusun kalimat lisan secara efektif. Walaupun ada beberapa tantangan seperti gangguan fokus yang disebabkan oleh konten hiburan, kendala tersebut dapat diminimalkan dengan pengelolaan pembelajaran yang baik. Oleh karena itu, TikTok dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang inovatif dan relevan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa.

Carellia Salsabila; Hermawan Leksono; Syarifudin Yunus

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi seberapa efektif penggunaan platform TikTok dalam meningkatkan kemampuan berbicara dan mendengarkan siswa dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Metodologi yang digunakan dalam studi ini adalah kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada 79 partisipan. Penelitian menyimpulkan aplikasi TikTok terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berbicara dan mendengarkan sebagai sarana pembelajaran Bahasa Indonesia, di mana 67% responden menjawab efektif sebagai media pembelajaran. Hal ini disebabkan karakter media TikTok sangat selaras dengan aspek berbicara dan mendengarkan melalui paparan, peniruan, dan praktik berulang. TikTok mampu menyajikan dialog nyata, monolog singkat, narasi ekspresif, dan variasi intonasi dan ragam bahasa sehingga siswa lebih peka terhadap bunyi, tekanan kata, dan ritme bahasa. Pemanfaatan TikTok sebagai media pembelajaran dapat menawarkan pengalaman belajar yang lebih menarik, relevan, dan sesuai dengan sifat generasi digital, karena menyajikan materi dalam format audio-visual yang singkat, interaktif, dan mudah dijangkau. Jika dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional, penggunaan aplikasi Tiktok dapat meningkatkan kemampuan berbahasa yang dimiliki siswa, khususnya dalam berbicara dan  mendengarkan.

Diana Shima Amritha; Dimas Amin Dwi Putra; Ahmad Dimyati; Muh Muhaimin

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Pendidikan memanfaatkan literasi digital untuk memperkuat pendidikan karakter di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran literasi digital dalam mendukung pengembangan karakter positif siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah SLR (Systematic Literature Review). Artikel yang dikaji sebanyak 15 artikel jurnal nasional yang diterbitkan antara tahun 2019–2025, Artikel-artikel tersebut diambil dari Google Scholar dan jurnal nasional terakreditasi yang diterbitkan antara tahun 2019–2025. dipilih berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Literasi digital pada siswa sekolah dasar mencakup kemampuan mengakses, memahami, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi digital secara bertanggung jawab, serta mengintegrasikan kompetensi etis, kognitif, dan sosial-emosional. Berdasarkan kajian literatur, ditemukan bahwa implementasi literasi digital dapat memperkuat nilai-nilai karakter siswa seperti tanggung jawab, kejujuran, empati, toleransi, disiplin, dan etika digital. Selain itu, literasi digital juga meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, motivasi, serta keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Namun, tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, kompetensi digital guru yang belum merata, serta dukungan orang tua dan institusi yang terbatas perlu diatasi agar literasi digital dapat memberikan manfaat optimal.