Publication Search

95,605 articles from 887 journals · 2,123 citations tracked

Showing 1-3 of 3

Analytics

Syawal Muslianti; Yulia Rahman; Khairuddin Khairuddin; Bambang Trisno

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This research is motivated by the fact that there are still OSIS members who are engrossed in social media, there are still OSIS members who are not able to communicate well when asked to appear, there are still OSIS members who lack the courage to express their opinions in front of the forum, there are still OSIS members who are not lacking in courage, appreciate, for example, whwn friends have on opinion, there are still OSIS members who don’t care, for example when a friend is in trouble, there are still OSIS  members who are negligent in their duties, there are still OSIS members who are less active in, for example, asking questions and it is difficult for OSIS members to apply a friendly charakter. and communicative, and so on. The purpose of this research is to find out the OSIS activities, find out the friendly and communicative character education contailed in the OSIS activities and to find out the impact of OSIS activities on friendly and communicative charakter. The type of research used is descriptive qualitative. Data collection techniques using observation, interviews and documentation. The data analysis techniques used are data reducation, data display, and data verification. Result of research at MAN 3 Agam: OSIS routine gate picket activities, cleaning prayer rooms, scheduling calls to prayer and prayers, muhadharah and meetings. Non-routine activities MAN Competition, Classmeeting, LDK, class XII farewell, HBN, HBI. LDK OSIS activitie, muhadharah, meetings, MAN Competition, Classmeeting, teacher’s day, class XII farewell can educate friendly and communicative charakter. The impact of this OSIS activitiy is that OSIS administrators can communicate politely, be good listeners, be attentive, cooperate, be respectful and be active.

Dwi Putriana Naibaho

Journal of Creative Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pembelajaran berdiferensiasi merupakan salah satu strategi pembelajaran yang berorientasi kepada kebutuhan belajar peserta didik. Arti dari diferensiasi adalah proses belajar mengajar untuk memenuhi kebutuhan belajar peserta didik dalam memahami materi pembelajaran berdasarkan karakteristik, kemampuan, minat, gaya belajar, dan kekuatan mereka sehingga sukses dalam proses pembelajarannya. Guru diharapkan mampu menanggapi atau merespon kebutuhan belajar tiap peserta didik, menciptakan lingkungan belajar, manajemen kelas yang efektif, dan penilaian berkelanjutan sesuai dengan profil belajar mereka. Dalam pembelajaran berdiferensiasi terdapat empat aspek yang dapat dikendalikan oleh guru yaitu konten, proses, produk, dan lingkungan atau iklim pembelajaran di kelas. Guru dapat mengkategorikan kebutuhan belajar peserta didik berdasarkan tiga aspek yaitu kesiapan belajar, minat, dan profil belajar peserta didik. Peserta didik akan menunjukkan kinerja yang lebih baik apabila penugasan yang diberikan guru sesuai dengan keterampilan dan pemahaman yang mereka miliki sebelumnya dan memicu keingintahuan atau hasrat dalam diri mereka serta memberikan kesempatan bagi mereka untuk bekerja dengan cara yang mereka sukai.

Anis Fatihatul Madaniah; Infadzah Al Shidqi; Torik Mabruri; Sahlani Sahlani; Meity Suryandari

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Berpikir adalah aktivitas kebiasaan manusia yang memungkinkan manusia mengatasi keterbatasan nya sehingga manusia dapat mengarahkan dirinya dan tindakannya ke arah yang lebih baik di masa depan. metode penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif melalui studi pustaka, penelitian buku, majalah artikel ilmiah yang diperoleh dari media elektronik seperti internet dan google scholar. peran pendidikan karakter dalam membentuk kemampuan befikir kritis generasi muda di Indonesia sangat lah penting untuk dibahas. aspek perilaku yang mentargetkan perubahan adalah perubahan cara berpikir, berperilaku, dan bertindak lebih baik mengembangkan keterampilan inovatif generasi muda. hal ini tidak terlepas dari kesadaran setia negara akan potensi generasi mudanya. untuk meningkatkan kecerdikan dan harmoni teknologi dan industrialisasi dalam kehidupan sehari-hari. pengembangan soft skill generasi muda di setiap negara memiliki metode dan indikasi yang berbeda. “Soft skills merupakan keterampilan dan kecakapan hidup, baik untuk sendiri, berkelompok, atau bermasyarakat, serta dengan sang pencipta. dengan mempunyai soft skills membuat keberadaan seseorang akan semakin terasa di tengah masyarakat. keterampilan akan berkomunikasi, keterampilan emosional, keterampilan berbahasa, keterampilan berkelompok, memiliki etika dan moral, santun dan keterampilan spiritual”. dunia kerja tidak hanya memprioritaskan pada kemampuan akademik (hard skills) yang tinggi saja, tetapi juga memperhatikan kecakapan dalam hal nilai-nilai yang melekat pada seseorang atau sering dikenal dengan aspek soft skills. oleh karena itu, generasi milenial saat ini harus meningkatkan keterampilan mereka dan menyadari pentingnya mengembangkan soft skill agar lebih kompetitif baik di tempat kerja, di dunia akademis maupun di dunia lingkungan masyarakat nya.