Publication Search

95,605 articles from 887 journals · 2,123 citations tracked

Showing 1-20 of 90

Analytics

Yunda; Kurniati

Edusola : Journal Education, Sociology and Law 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Pembelajaran seni budaya memiliki peran penting dalam membentuk kemampuan estetis, kreativitas, serta karakter peserta didik melalui pengenalan terhadap nilai-nilai budaya lokal. Salah satu materi yang diajarkan pada mata pelajaran Seni Budaya di tingkat Sekolah Menengah Atas adalah Tari Persembahan sebagai identitas budaya Melayu Riau. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran Seni Budaya materi Tari Persembahan di kelas X SMA Negeri 2 Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan Tahun Ajaran 2025/2026. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas satu orang guru Seni Budaya dan delapan orang siswa kelas X yang dipilih sebagai informan, sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran telah berlangsung sesuai dengan tahapan pembelajaran yang meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Guru mampu melaksanakan pembelajaran secara sistematis dengan melibatkan peserta didik secara aktif melalui diskusi, demonstrasi, latihan gerak, dan evaluasi praktik. Pembelajaran Tari Persembahan tidak hanya meningkatkan keterampilan siswa dalam menguasai ragam gerak tari, tetapi juga menumbuhkan pemahaman terhadap makna filosofis, nilai sopan santun, penghormatan kepada tamu, serta pelestarian budaya Melayu. Meskipun masih ditemukan beberapa kendala berupa perbedaan kemampuan siswa dan keterbatasan sarana pendukung, proses pembelajaran tetap berjalan efektif melalui strategi pembelajaran yang diterapkan guru. Dengan demikian, pembelajaran Seni Budaya Tari Persembahan mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna sekaligus memperkuat apresiasi peserta didik terhadap budaya daerah. Kata Kunci : Pembelajaran Seni Budaya, Tari Persembahan, Seni Tari, Budaya Melayu, Pembelajaran Kualitatif.

Nurhaswinda; Nabila Asla Putri; Syahda Alvira Julianda Swid; Nasyrah Rahmatillah; Anggun Aisyah +4 more

Edusola : Journal Education, Sociology and Law 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Kompetensi abad ke-21 menjadi salah satu tuntutan penting dalam dunia pendidikan karena berfokus pada pengembangan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi yang diperlukan peserta didik dalam menghadapi berbagai tantangan global. Guru memiliki peran strategis dalam mengembangkan inovasi pembelajaran yang mampu mengintegrasikan kompetensi tersebut ke dalam proses pembelajaran di sekolah dasar. Namun, dalam praktiknya, guru masih menghadapi berbagai hambatan yang memengaruhi keberhasilan implementasi pembelajaran berbasis kompetensi abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hambatan yang dihadapi guru sekolah dasar dalam mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis kompetensi abad ke-21. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka (library research) dengan menelaah berbagai sumber ilmiah berupa artikel jurnal, buku, prosiding, dan dokumen pendidikan yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang berkaitan dengan inovasi pembelajaran dan kompetensi abad ke-21. Hasil kajian menunjukkan bahwa hambatan yang dihadapi guru meliputi keterbatasan pemahaman tentang kompetensi abad ke-21, rendahnya penguasaan teknologi informasi dan komunikasi, keterbatasan sarana dan prasarana, tingginya beban administrasi, beragamnya karakteristik peserta didik, serta kurangnya pelatihan dan dukungan institusi sekolah. Hambatan tersebut berdampak pada belum optimalnya pengembangan inovasi pembelajaran yang mampu mendukung pencapaian kompetensi abad ke-21 peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi guru, penyediaan fasilitas pendukung, serta penguatan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan untuk mewujudkan pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan abad ke-21. Kata Kunci: Hambatan Guru, Inovasi Pembelajaran, Kompetensi Abad Ke-21, Sekolah Dasar, Pembelajaran Inovatif

Anzalas Sakinata Al Akhfiya

Edusola : Journal Education, Sociology and Law 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Artikel ini mengkaji bagaimana alumni Sekolah Asrama Islam Darussalam Gontor menginternalisasi dan mengimplementasikan nilai-nilai pendidikan Gontor dalam praktik kepemimpinan dan pengembangan sumber daya manusia di masyarakat kontemporer. Sebagai salah satu sekolah asrama Islam modern terkemuka di Indonesia, Gontor mengintegrasikan nilai-nilai sekolah asrama Islam tradisional dengan prinsip-prinsip pendidikan modern melalui sistem asrama 24 jam yang komprehensif. Lembaga ini menekankan pengembangan karakter melalui nilai-nilai Panca Jiwa yaitu ketulusan, kesederhanaan, kemandirian, persaudaraan Islam, dan kebebasan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode tinjauan pustaka, yang mengacu pada jurnal akademik, buku, publikasi institusional, dan dokumen yang berkaitan dengan Gontor dan alumninya. Temuan menunjukkan bahwa sistem pendidikan Gontor memainkan peran penting dalam membentuk lulusan dengan keterampilan kepemimpinan, karakter moral yang kuat, kompetensi organisasi, disiplin, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan sosial. Kualitas-kualitas ini memungkinkan alumni untuk aktif berkontribusi di berbagai sektor, termasuk pendidikan, pemerintahan, organisasi keagamaan, kewirausahaan, dan pengembangan masyarakat. Lebih lanjut, penekanan Gontor pada pelatihan organisasi, keterampilan berbahasa, dan pandangan internasional memperkuat daya saing alumni di era global. Terlepas dari tantangan yang ditimbulkan oleh transformasi sosial dan globalisasi, alumni umumnya mempertahankan nilai-nilai inti yang ditanamkan selama pendidikan mereka. Studi ini menyimpulkan bahwa nilai-nilai pendidikan Gontor tetap relevan dalam menghasilkan sumber daya manusia berkualitas tinggi dan pemimpin efektif yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat kontemporer sambil tetap menjaga prinsip-prinsip etika Islam. Kata kunci: Gontor Darussalam, Panca Jiwa, kepemimpinan alumni, pengembangan sumber daya manusia, pendidikan di sekolah berasrama Islam.

Zuraidah; Nurin Ni’am; Nafi’atus Sa’adah; Diyah Budi Pertiwi; Ana Chabibatul Firdausiyah

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi komponen Kurikulum Operasional Madrasah (KOM) MAN 1 Kediri melalui analisis karakteristik satuan pendidikan, keselarasan visi, misi, dan tujuan dengan kondisi nyata, serta analisis lingkungan sebagai dasar penyusunan kurikulum kontekstual. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus evaluatif melalui studi dokumentasi dan observasi, yang dianalisis secara deskriptif-evaluatif menggunakan matriks SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MAN 1 Kediri memiliki kekuatan sebagai madrasah vokasional berbasis nilai Islam, namun masih menghadapi keterbatasan sarana digital. Selain itu, tujuan KOM belum mengakomodasi Program Multimedia yang telah berjalan dan potensi industri olahan singkong di kawasan Nganjuk-Kediri belum dimanfaatkan sebagai sumber belajar kontekstual dalam P5/P2RA. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara dokumen KOM dan realitas implementasi. Oleh karena itu, diperlukan revisi KOM melalui penambahan Program Multimedia, penguatan sarana digital, dan integrasi potensi industri lokal dalam perencanaan kurikulum.

Arta Tiarasi Purba; Desta Saputra Hulu; Sri Pasaribu; Nova Simanungkalit

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Supervisi klinis merupakan pendekatan pembinaan profesional guru yang bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran melalui hubungan kolaboratif, reflektif, dan berkelanjutan antara supervisor dan guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SMA Negeri 1 Pangururan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Supervisi klinis dilakukan untuk membantu guru memperbaiki perencanaan pembelajaran, meningkatkan penguasaan metode dan media, serta memperkuat kompetensi pedagogis dan profesional guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi klinis dilaksanakan secara sistematis melalui tahap pra-observasi, observasi kelas, dan konferensi pasca-observasi dengan pendekatan yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing guru. Supervisi dilakukan secara berkelanjutan dan ditindaklanjuti melalui diskusi, refleksi, serta evaluasi bersama. Temuan penelitian menunjukkan bahwa supervisi klinis mampu meningkatkan kualitas pengajaran, membangun komunikasi yang lebih terbuka antara kepala sekolah dan guru, serta memberikan dampak positif terhadap kenyamanan dan prestasi belajar siswa. Dengan demikian, supervisi klinis menjadi strategi pembinaan yang efektif dalam meningkatkan keterampilan mengajar guru dan mutu pembelajaran di sekolah.

Ernawati, Sri; Yaningsyah, Yaningsyah; Anisah, Nur; Hairunisa, Hairunisa; Wiwin, Wiwin

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Logo merupakan identitas visual yang memiliki peran penting dalam membangun citra dan meningkatkan daya saing suatu usaha, termasuk pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Namun, masih banyak pelaku UMKM yang belum memiliki logo yang menarik dan representatif, seperti yang terjadi pada UMKM Maira Produksi di Kota Bima. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku UMKM dalam merancang logo usaha sebagai bagian dari strategi branding dan pemasaran produk. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah pelatihan dengan pendekatan partisipatif melalui penyampaian materi dan praktik langsung pembuatan desain logo. Pelatihan dilaksanakan selama dua hari di rumah pelaku usaha. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami konsep dasar desain logo serta berhasil membuat logo yang sesuai dengan karakteristik produk masing-masing. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan kreativitas dan inovasi pelaku usaha dalam mengembangkan identitas produk. Dengan demikian, pelatihan pembuatan logo ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kualitas branding, daya tarik produk, dan daya saing UMKM di pasar.

Lathifatul Fajriyah; Faiqatun Nailah; Faiqotun Naila; Aisyah; Yulia Dwi Afifah +2 more

Edusola : Journal Education, Sociology and Law 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Pendidikan di sekolah dasar memiliki peran krusial dalam membentuk karakter siswa, khususnya karakter religius dan rasa percaya diri. Program kerja PPL melalui kegiatan "Pesta Cendol Ramadhan 2026" di SDN Lenteng Timur I dirancang untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus mengatasi kurangnya keberanian siswa tampil di depan umum. Pengabdian ini menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif yang melibatkan mahasiswa PPL UPI Sumenep, guru, dan peserta didik melalui empat tahapan: perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Bentuk kegiatan meliputi lomba mewarnai dan membuat kaligrafi, nasyid islami, da’i cilik, serta cerdas cermat islami. Hasil pelaksanaan menunjukkan antusiasme yang tinggi dari seluruh warga sekolah. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memahami makna ibadah secara lebih mendalam, tetapi juga menunjukkan peningkatan keberanian dan keterampilan berbicara di depan umum. Program ini membuktikan bahwa integrasi kegiatan luar kelas yang kontekstual efektif dalam mendukung pengembangan karakter dan potensi siswa secara menyeluruh Kata kunci : Karakter Religius, Percaya Diri, Lomba Keagamaan, PPL  

Devi Fatwanti; Dian Safitri

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Perkembangan teknologi digital yang berlangsung sangat cepat pada era modern membawa pengaruh besar terhadap kehidupan generasi muda. Perubahan tersebut tidak hanya berdampak pada aspek pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memunculkan berbagai tantangan moral serta kebingungan nilai dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penguatan pendidikan karakter yang berlandaskan nilai spiritual dan dibangun melalui pembiasaan positif menjadi semakin penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana konsep tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat dapat dipahami dalam perspektif pendidikan Islam serta menelaah kontribusinya terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 4 yang menekankan pendidikan berkualitas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur sistematis. Data penelitian diperoleh dari berbagai sumber ilmiah yang berkaitan dengan pendidikan karakter Islam serta konsep pendidikan berkelanjutan. Data tersebut kemudian dianalisis melalui proses reduksi informasi, pengelompokan tema, dan sintesis konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat memiliki keterkaitan yang erat dengan konsep pendidikan Islam seperti tarbiyah, ta’dib, dan tazkiyah al-nafs. Nilai-nilai tersebut mencerminkan prinsip tauhid, keseimbangan hidup, kedisiplinan, serta tanggung jawab sosial. Nilai tersebut berperan dalam membentuk karakter spiritual, sosial, dan ekologis peserta didik yang selaras dengan prinsip pendidikan inklusif dan berkelanjutan sebagaimana ditekankan dalam SDG 4. Secara teoritis penelitian ini memberikan kontribusi berupa kerangka konseptual yang mengintegrasikan pendidikan karakter Islam dengan program kebiasaan nasional dalam sistem pendidikan berkelanjutan. Secara praktis, penelitian ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam membentuk kebiasaan positif sebagai bagian dari pendidikan karakter dalam kehidupan sehari-hari.

Carellia Salsabila; Hermawan Leksono; Syarifudin Yunus

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi seberapa efektif penggunaan platform TikTok dalam meningkatkan kemampuan berbicara dan mendengarkan siswa dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Metodologi yang digunakan dalam studi ini adalah kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada 79 partisipan. Penelitian menyimpulkan aplikasi TikTok terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berbicara dan mendengarkan sebagai sarana pembelajaran Bahasa Indonesia, di mana 67% responden menjawab efektif sebagai media pembelajaran. Hal ini disebabkan karakter media TikTok sangat selaras dengan aspek berbicara dan mendengarkan melalui paparan, peniruan, dan praktik berulang. TikTok mampu menyajikan dialog nyata, monolog singkat, narasi ekspresif, dan variasi intonasi dan ragam bahasa sehingga siswa lebih peka terhadap bunyi, tekanan kata, dan ritme bahasa. Pemanfaatan TikTok sebagai media pembelajaran dapat menawarkan pengalaman belajar yang lebih menarik, relevan, dan sesuai dengan sifat generasi digital, karena menyajikan materi dalam format audio-visual yang singkat, interaktif, dan mudah dijangkau. Jika dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional, penggunaan aplikasi Tiktok dapat meningkatkan kemampuan berbahasa yang dimiliki siswa, khususnya dalam berbicara dan  mendengarkan.

Ikhlasia Kurnia Putri; Meutia Rizkia Zahra; Syarifudin Yunus

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Keterampilan berbicara adalah salah satu kemampuan berbahasa yang produktif dan memiliki peran yang sangat penting dalam pengembangan pengetahuan, kemampuan berpikir kritis, serta peningkatan kepercayaan diri siswa. Namun, dalam praktik pengajaran Bahasa Indonesia di sekolah, kemampuan berbicara para siswa masih cukup rendah disebabkan oleh kurangnya penggunaan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana aplikasi TikTok dapat digunakan sebagai media pembelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa di SMK Karya Bhakti 1 Kota Bekasi. Metode yang dipakai adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data yang dilakukan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 49 siswa dari kelas X. A dan X. B. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki dan secara aktif menggunakan aplikasi TikTok, serta melihat TikTok sebagai media yang cocok untuk pembelajaran Bahasa Indonesia. Penggunaan TikTok terbukti memberikan dampak positif dalam meningkatkan kepercayaan diri, keberanian berbicara di depan kamera, penguasaan kosakata, dan kemampuan untuk menyusun kalimat lisan secara efektif. Walaupun ada beberapa tantangan seperti gangguan fokus yang disebabkan oleh konten hiburan, kendala tersebut dapat diminimalkan dengan pengelolaan pembelajaran yang baik. Oleh karena itu, TikTok dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang inovatif dan relevan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa.

Diana Shima Amritha; Dimas Amin Dwi Putra; Ahmad Dimyati; Muh Muhaimin

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2026 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Pendidikan memanfaatkan literasi digital untuk memperkuat pendidikan karakter di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran literasi digital dalam mendukung pengembangan karakter positif siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah SLR (Systematic Literature Review). Artikel yang dikaji sebanyak 15 artikel jurnal nasional yang diterbitkan antara tahun 2019–2025, Artikel-artikel tersebut diambil dari Google Scholar dan jurnal nasional terakreditasi yang diterbitkan antara tahun 2019–2025. dipilih berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Literasi digital pada siswa sekolah dasar mencakup kemampuan mengakses, memahami, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi digital secara bertanggung jawab, serta mengintegrasikan kompetensi etis, kognitif, dan sosial-emosional. Berdasarkan kajian literatur, ditemukan bahwa implementasi literasi digital dapat memperkuat nilai-nilai karakter siswa seperti tanggung jawab, kejujuran, empati, toleransi, disiplin, dan etika digital. Selain itu, literasi digital juga meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, motivasi, serta keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Namun, tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, kompetensi digital guru yang belum merata, serta dukungan orang tua dan institusi yang terbatas perlu diatasi agar literasi digital dapat memberikan manfaat optimal.

Juhari, Ahmad; Indriyani, Davina; Lisnawati, Lissa

Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin (JAMMU) 2025 Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Market Day merupakan salah satu metode pembelajaran kontekstual yang diterapkan di sekolah dasar untuk menanamkan nilai-nilai kewirausahaan sejak dini. Melalui program Bakti Desa, Market Day tidak hanya menjadi sarana edukasi ekonomi sederhana, tetapi juga menjadi media pengembangan karakter dan keterampilan siswa dalam berorganisasi, mengambil keputusan, dan bekerja sama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kegiatan Market Day di sekolah dasar yang difasilitasi oleh mahasiswa Bakti Desa serta menganalisis keterkaitannya dengan prinsip-prinsip dasar manajemen sumber daya manusia (MSDM). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung selama kegiatan, wawancara dengan guru dan siswa, serta dokumentasi kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Market Day mampu melatih siswa dalam keterampilan kewirausahaan dasar, seperti perencanaan produksi, penghitungan modal, promosi, dan penjualan. Selain itu, kegiatan ini secara tidak langsung menanamkan prinsip-prinsip MSDM seperti pembagian tugas yang adil, kerja sama tim, kemampuan komunikasi interpersonal, dan tanggung jawab individu terhadap peran masing-masing dalam kelompok. Kegiatan ini juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan soft skills seperti kreativitas, inovasi, dan kepemimpinan. Dengan demikian, Market Day tidak hanya menjadi media pembelajaran kewirausahaan, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pembinaan sumber daya manusia secara dini melalui pendekatan manajemen sederhana yang kontekstual. Artikel ini merekomendasikan agar kegiatan serupa diintegrasikan secara berkelanjutan dalam program pendidikan dasar.

Mohammad Arief

Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen) 2025 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Proses belajar mengajar merupakan bentuk interaksi edukatif antara guru dan peserta didik yang berlangsung secara terencana untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Dalam upaya meningkatkan hasil belajar, guru dituntut untuk mampu memilih pendekatan dan model pembelajaran yang tepat serta sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik. Pada saat ini, berbagai model pembelajaran telah dikembangkan oleh para ahli pendidikan, salah satunya adalah model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning/PBL). Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) merupakan model pembelajaran yang menempatkan masalah autentik sebagai titik awal proses belajar. Melalui model ini, peserta didik terlibat dalam kegiatan penyelidikan, pengumpulan informasi, analisis, serta perumusan solusi, sehingga mereka tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Fikih kelas XII. Tingkat ketuntasan belajar pada siklus I menunjukkan peningkatan, dan pada siklus II kembali mengalami kenaikan. Dengan demikian, hasil belajar peserta didik pada kedua siklus tersebut menunjukkan tren positif sehingga target ketuntasan yang ditetapkan berhasil dicapai.

Ruth Rohitcha Hutapea; Widi Aftaudina Situmorang; Maretta Saprina Silitonga; Tesa Harianja; Fretty Solafide Matanari +1 more

Edusola : Journal Education, Sociology and Law 2025 Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah

Kompetensi dasar guru merupakan fondasi utama dalam penyelenggaraan pendidikan yang bermutu. Berbagai ahli pendidikan menegaskan bahwa guru profesional harus memiliki seperangkat kompetensi yang mencakup kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial. Menurut Mulyasa, kompetensi guru adalah perpaduan antara pengetahuan, keterampilan, nilai, dan sikap yang tercermin dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Sementara itu, Spencer dan Spencer memandang kompetensi sebagai karakteristik mendasar individu yang berhubungan secara kausal dengan kinerja efektif. Dalam konteks pendidikan, kompetensi guru tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi ajar, tetapi juga oleh kemampuan memahami karakter peserta didik, mengelola pembelajaran, serta menanamkan nilai-nilai moral dan sosial. Jejak pendidikan guru, baik melalui pendidikan formal, pelatihan profesional, maupun pengalaman mengajar, berperan penting dalam membentuk dan mengembangkan kompetensi tersebut. Latar belakang pendidikan yang relevan dan berkelanjutan akan memperkuat kualitas praktik pembelajaran di kelas. Dengan demikian, penguatan kompetensi dasar guru melalui pendidikan dan pengembangan profesional berkelanjutan menjadi kunci dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional serta menciptakan proses pembelajaran yang efektif, humanis, dan berorientasi pada perkembangan peserta didik secara hol Kata kunci: Kompetensi Dasar Guru, Jejak Pendidikan  

Nabila Fauziah; Laura Fitri Nur Rohmah; Ni Putu Ngurah Asti

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2025 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Organisasi sekolah berperan sebagai wadah penting dalam mengembangkan potensi peserta didik, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik. Ketika dikelola berdasarkan prinsip-prinsip manajemen administrasi sekolah meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan organisasi tersebut dapat secara signifikan meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan pembentukan karakter siswa. Tulisan ini berfokus pada tiga jenis organisasi sekolah, yaitu Paskibra (Pasukan Pengibar Bendera), OSIM (Organisasi Siswa Intra Sekolah), dan organisasi Jasmani atau olahraga. Paskibra berkontribusi dalam menumbuhkan kedisiplinan, nasionalisme, serta keterampilan kerja sama tim melalui kegiatan upacara dan acara kenegaraan, sehingga berperan penting dalam memperkuat karakter siswa. OSIM berfungsi sebagai laboratorium kepemimpinan dan manajerial bagi peserta didik, melatih mereka dalam perencanaan program, komunikasi, pengambilan keputusan, serta penyelenggaraan kegiatan yang semuanya berpengaruh positif terhadap kreativitas dan kedisiplinan. Sementara itu, organisasi Jasmani atau olahraga mendukung kebugaran fisik, sportivitas, dan keterlibatan aktif siswa yang pada gilirannya berkontribusi terhadap pencapaian akademik maupun sosial. Tulisan ini menyimpulkan bahwa pengelolaan organisasi-organisasi tersebut melalui praktik administrasi yang sistematis dan evaluatif memperkuat peran sekolah sebagai lembaga pendidikan yang holistik dalam menumbuhkan keterampilan kepemimpinan, karakter, dan kesejahteraan peserta didik secara menyeluruh.

Muhammad Ridho Aljamani; Rizza Firmansyah; Salsabrina Dwi Ramadhani; Kurnia Lestari Ningsih; Putri Angelina +2 more

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2025 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Penelitian ini membahas keragaman budaya Indonesia, dengan fokus khusus pada Papua, khususnya melalui kajian mendalam terhadap alat musik tradisional tifa, yang merupakan simbol identitas masyarakat lokal Papua. Studi ini mencakup sejarah perkembangan tifa, makna filosofis yang terkandung dalam ukiran dan bentuknya, fungsi tifa dalam berbagai konteks budaya seperti ritual tradisional, tarian, dan kegiatan sosial, serta variasi jenis tifa yang digunakan oleh suku-suku berbeda di Papua. Selain itu, penelitian ini menyoroti karakteristik nada dan keterampilan bermain tifa, yang mewakili hubungan erat antara masyarakat Papua dan lingkungan. Melalui metode deskriptif, penelitian ini mengungkapkan bahwa tifa tidak hanya berfungsi sebagai alat musik, tetapi juga sebagai sarana untuk melestarikan tradisi, memperkuat identitas, dan menyampaikan nilai-nilai budaya dari generasi ke generasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa upaya untuk memahami dan melestarikan tifa adalah aspek penting dalam melindungi sejarah budaya Papua dan meningkatkan keragaman budaya Indonesia secara keseluruhan.

Bobby Chandra

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2025 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Artikel ini dilatar belakangi oleh Pengabdian masyarakat di Desa Rengas Pulau ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an dan menanamkan akhlak mulia pada peserta didik melalui peran aktif pendidik, mahasiswa, dan masyarakat. Metode yang digunakan adalah partisipatif-edukatif, di mana mahasiswa berperan sebagai fasilitator sekaligus pendidik dengan melibatkan peserta didik dan orang tua secara langsung. Kegiatan meliputi pembelajaran tajwid di SD Islam Ar-Ridho, maghrib mengaji di rumah warga, praktik wudhu dan sholat, serta partisipasi dalam kegiatan sosial keagamaan seperti Maulid Nabi. Evaluasi dilakukan melalui pengamatan kemampuan membaca Al-Qur’an, hafalan surat pendek, praktik ibadah, serta sikap akhlak sehari-hari. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kelancaran bacaan Al-Qur’an, penguasaan tajwid dasar, keterampilan hafalan surat pendek, serta pemahaman dan praktik ibadah yang benar. Selain itu, pembiasaan maghrib mengaji dan partisipasi dalam kegiatan keagamaan berkontribusi terhadap pembentukan karakter islami dan penguatan nilai-nilai akhlak mulia. Pengabdian ini menegaskan bahwa keterlibatan pendidik dan masyarakat secara konsisten dapat memberikan dampak positif berkelanjutan dalam pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter peserta didik, sekaligus menjadi kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu pengetahuan di bidang pendidikan Islam.

Sudaryono, Eko Arief; Sutopo, Bambang; Sulardi, Sulardi; Kurniasih, Lulus; Widarjo, Wahyu +3 more

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2025 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan meningkatkan kualitas pendidikan santri. Di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi, kemampuan menulis ilmiah menjadi keterampilan penting untuk melanjutkan studi maupun memasuki dunia kerja profesional. Namun, mahasantri di Ma’had ‘Aly Kharisma Haromain masih menghadapi keterbatasan karena belum tersedianya modul terpadu yang mencakup metodologi penelitian, teknik penulisan, dan etika publikasi Islami. Kondisi ini membatasi potensi mereka dalam menghasilkan opini, artikel, maupun karya ilmiah yang berkualitas, padahal kontribusi pesantren sangat dibutuhkan untuk memperkaya khazanah keilmuan dan mendukung pembangunan masyarakat. Program pendampingan literasi dan penulisan ilmiah yang dilaksanakan melalui workshop, pelatihan komprehensif, serta monitoring dan evaluasi terbukti mampu meningkatkan keterampilan menulis, membangun budaya riset, dan mendorong kolaborasi akademik. Dengan dukungan keberlanjutan program, perbaikan sarana, dan pengembangan modul adaptif, inisiatif ini diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi lembaga pesantren maupun masyarakat sekitar secara berkelanjutan.

Vina Rizqiah; Izzaturrohmah; Shafira Dwi Apriliani; Intan Siti Mas’ula; Lisma Kinanti +3 more

Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2025 Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di TPQ Kendalsari, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang dengan tujuan meningkatkan kualitas ibadah sholat anak-anak melalui perbaikan pemahaman fiqh dan praktik gerakan sholat. Permasalahan yang ditemukan adalah sholat yang dilakukan santri sering terburu-buru, kurang tuma’ninah, serta bacaan dan gerakan yang belum sesuai tuntunan. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan santri secara aktif dalam kajian teoritis, praktik, serta evaluasi. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman rukun, syarat sah, dan sunnah sholat, serta perbaikan kualitas gerakan sholat. Selain itu, tersusun modul panduan sholat ramah anak yang dapat digunakan secara berkelanjutan di TPQ maupun di rumah. Program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan ibadah, tetapi juga membentuk sikap disiplin, kekhusyukan, dan karakter Islami pada anak sejak dini.

Turege, Lini Widia Astrid; Zasa, Elia Umbu; Rezeki, Sri

Jurnal Silih Asah 2025 LPPM - STT Kadesi Bogor

Project Based Learning (PjBL) merupakan model pembelajaran inovatif yang menekankan keterlibatan aktif peserta didik melalui pengerjaan proyek nyata yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Model ini diyakini mampu memadukan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna sekaligus meningkatkan keterampilan kolaboratif siswa. Sejumlah penelitian terdahulu menegaskan efektivitas PjBL, antara lain dalam meningkatkan keterampilan kolaborasi, komunikasi, berpikir kritis, serta motivasi belajar siswa. Dalam konteks pendidikan Kristen, nilai-nilai kerja sama, kerendahan hati, dan kebersamaan yang diajarkan Rasul Paulus dalam Filipi 2:1–11 memiliki relevansi kuat dengan prinsip PjBL. Nilai sehati sepikir, rendah hati, dan menanggung bersama menjadi fondasi penting dalam membangun kerja sama kelompok yang sehat.Namun, realitas di SMA Bhakti Insani menunjukkan bahwa implementasi PjBL belum optimal. Siswa masih menunjukkan sikap pasif, kurang fokus, serta minim kerja sama baik dengan guru maupun teman sebaya. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji lebih jauh implementasi PjBL yang diintegrasikan dengan nilai-nilai Alkitabiah dalam meningkatkan kerja sama siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik observasi, kuesioner, dan wawancara terhadap 80 responden. Hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh signifikan PjBL terhadap peningkatan kerja sama siswa, dengan korelasi sebesar 0,940 dan kontribusi pengaruh mencapai 94%.Temuan ini menegaskan bahwa PjBL dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kerja sama siswa apabila dijalankan sejalan dengan nilai-nilai Kristiani. Dengan demikian, PjBL tidak hanya melatih keterampilan akademik dan kolaborasi, tetapi juga membentuk karakter siswa yang berlandaskan kasih, kerendahan hati, dan kebersamaan