Publication Search

95,605 articles from 887 journals · 2,123 citations tracked

Showing 1-5 of 5

Analytics

Tasrif, Tasrif; Muhammad Subhan

Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan 2021 Universitas Mbojo Bima - Nusa Tenggara Barat

Hasil  observasi  awal  peneliti  memperoleh  gambaran  bahwa  masyarakat  Donggo adalah masyarakat yang sangat membanggakan hidup harmonis, baik secara sosial budaya, politik, hukum, maupun secara agama. Hal tersebut dibuktikan dengan masih kentalnya adat di daerah tersebut yang menjadi pedoman hidup bagi masyarakat donggo. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis: nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Donggo, bentuk kebudayaan  global  yang  dianggap  oleh  masyarakat  lokal  sebagai  pengaruh  yang  akan membahayakan kebudayaan yang lama,dan dampak revitalisasi kearifan lokal dalam mengrevolusi mental masyarakat Donggo. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan, pertama ada beberapa nilai-nilai kearifan lokal yang masih tertanam, bahkan dipegang teguh oleh masyarakat Donggo sampai sekarang, yaitu Maja labo dahu (malu dan takut), Mbolo Weki (musyawarah bersama), dan tekara nee (sumbang sih/antar mahar). Kedua, terdapat beberapa bentuk kebuadayaan global yang dapat mengancam ketahanan  masyarakat  Lokal donggo  yaitu,  Rawa Mbojo  (Nyanyian Daerah Bima)  yang mengalami pergeseran nilai akibat munculnya orgen tunggal yang menyebabkan sering terjadinya perkelahian antarpemuda dan Perilaku konsumtif Tramadol oleh remaja di Donggo yang menyebabkan terjadinya kegilaan pada pengkonsumsinya bahkan dapat menyebabkan kematian. Ketiga, LASDO sebagai wadah kerukunan dan ketahanan masyarakat lo kal dengan hukum adatnya mampu  menjadi win-win solution dari berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Donggo saat ini.    

Y. Setyohadi Pratomo; M. Daenie

Public Service And Governance Journal 2021 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kota Semarang dengan jumlah penduduk yang besar yaitu 1,6 juta jiwa memerlukan bahan pangan beragam untuk memenuhi kebutuhan yang tetap dan supply bahan pangan   dari kabupaten sekitar terbatas.       Kota Semarang   bukan penghasil bahan pangan dengan rata-rata produksi hanya memenuhi  12-15%  kebutuhan  terutama  beras,    telur,  ikan  dan  sayur  mayur  serta  umbi-umbian. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis kebijakan peningkatan ketahanan pangan dan mengatasi kerentanan pangan bagi kelompok miskin dan rentan serta pemenuhan gizi bagi Balita dan penduduk lanjut usia. Kebijakan peningkatan ketahanan pangan menjadi langkah strategis  bagi pembangunan  pangan  di  Kota  Semarang.  Kebijakan  ini     memerlukan  dukungan  dan  langkah bergerak bersama  pemangku kepentingan pembangunan sebagaimana  dinyatakan dalam kebijakan konsumsi pangan secara efisien (pangan cerdas) dalam  Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kota Semarang yang baru.

Setyaningrum, Rizqi Amalia; Trisiana, Anita; Kirana, Adityar

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2021 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Konsep ketahanan nasional merupakan pengetahuan dan pelaksanaan kesejahteraan serta keamanan secara seimbang, serasi dan selaras dalam segala aspek kehidupan bangsa. Pembangunan kesejahteraan diperlukan sebagai bagian dari pembangunan nasional. Karena, pembangunan kesejahteraan sangat memberikan peran untuk pencapaian pembangunan nasional, yaitu pertumbuhan ekonomi. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan pendekatan kesejahteraan dalam ketahanan nasional dibidang ekonomi. Untuk melakukan penelitian, digunakan metode kualitatif dan metode studi kasus. Terkait dengan penelitian ini, objek analisisnya adalah indikator metode kesejahteraan dan klasifikasi tertentu terhadap elastisitas nasional dalam sektor ekonomi sebagai geostrategi Indonesia. Hasil kajian ini menunjukan beberapa indikator penting terhadap ketahanan nasional melalui pendekatan kesejahteraan di bidang ekonomi ialah : (1) Indikator Pendapatan; (2) Indikator Pendidikan; (3) Indikator Kesehatan. Cara pandang kesehatan ekonomi rakyat sangat diperlukan demi peningkatan kesejahteraan ekonomi tersebut yang selama ini dianggap dapat memenuhi program penanggulangan kemiskinan yang hasilnya sampai sejauh ini masih kurang menyenangkan. Dalam hal itu sangat diperlukan adanya solusi masalah untuk semua golongan dan gotong- royong yang baik dari seluruh elemen masyarakat supaya tidak bergantung pada pemerintah dalam membantu kehidupan perekonomian masyarakat tersebut.

Agung Pangarso; Daniel Bayu Anggara

Sinov : Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang 2021 Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Semarang

Kajian dilakukan pada Desa Wisata Lerep Kabupaten Semarang yang terdampak berhentinya kegiatan pariwisata akibat pandemi sejak Maret 2020. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui strategi adaptasi masyarakat di masa pandemi Covid-19 melalui keberlanjutan penghidupan. Analisis dilakukan pada aspek ketahanan warga melalui beberapa sumber penghidupan. Hasil studi menunjukkan bahwa bencana pandemi memberikan kejutan tiba-tiba sehingga aktifitas pariwisata berhenti, kemudian memberikan tekanan kepada warga yang kehilangan pendapatan. Warga desa wisata mempunyai kapasitas bertahan hidup dengan melakukan strategi adaptasi sebagai bentuk respon untuk pulih ke kondisi semula atau menyesuaikan diri baik sosial, ekonomi, dan teknologi agar lebih mudah menghadapi tekanan saat pandemi. Strategi adaptasi untuk bertahan adalah dengan memanfaatkan secara efektif bantuan sosial pemulihan ekonomi dari pemerintah untuk meningkatkan kapasitas produksi; membaca dan memenuhi kebutuhan pasar di masa pandemi; dan adaptasi pada jenis wisata alam di masa pandemi. Strategi adaptasi tersebut dapat menjadi sumber penghidupan berkelanjutan yang bisa mendorong tumbuhnya alternatif keragaman penghidupan maupun peralihan penghidupan.

Purnavita, Sari; Dewi, Viviana Chintya

CHEMTAG Journal of Chemical Engineering 2021 Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang

AbstrakBioplastik merupakan teknologi kemasan yang terus dikembangkan untuk mengganti plastik sintesis yang  bersifat non – biodegradable. Polivinil alkohol (PVA) adalah salah satu bahan baku yang biasa digunakan dalam pembuatan bioplastik, sebab PVA memiliki sifat dapat membentuk film yang baik, tidak beracun, biodegradable, dan biokompatibel. Akan tetapi PVA memiliki kelemahan bersifat hidrofilik sehingga ketahanan terhadap air rendah. Oleh karena itu pada penelitian ini dikaji penggunaan PVA dalam pembuatan bioplastik pati jagung terhadap ketahanan air, biodegradasi serta morfologi bioplastik pati jagung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan variabel berat PVA yang ditambahkan (0; 1; 1,5; 2; 2,5; 3 gram) dan suhu pelarutan PVA (60oC; 70oC; 80oC). Dari hasil penelitian didapatkan bahwa jumlah penambahan PVA dan suhu pelarutan PVA mempengaruhi ketahanan bioplastik. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh ketahanan air terbaik yaitu 50% pada penambahan 2 gram PVA dan suhu pelarutan 70oC, biodegradasi terbaik selama 5 hari pada penambahan ≤2 gram PVA dengan suhu pelarutan 70oC dan morfologi terbaik pada penambahan ≥ 2,5 gram PVA dengan suhu pelarutan 70oC . Sehingga dari penelitian ini dapat disarankan untuk penggunaan PVA dalam pembuatan bioplastik yang memiliki kandungan amilopektin tinggi maksimal 2 gram dengan suhu pelarutan 70oCKata kunci : Biodegradasi; Bioplastik; Ketahanan air; Pati jagung; Polivinil alkohol