Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-4 of 4

Analytics

Rena Fauziah; Fasya Nur Sa’bani

Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Dewasa ini penggunaan bahasa Indonesia baik dan benar dalam komunikasi siswa dirasa semakin berkurang. Menurunnya semangat untuk menggunakan bahasa secara baik dan benar saat ini menjadi topik yang penting untuk dikaji. Maka dari itu, sebagai pemakai bahasa Indonesia selayaknya memiliki rasa kebanggaan menggunakan bahasa Indonesia. Namun di lingkup perguruan tinggi, sikap berbahasa yang positif belum sepenuhnya dimiliki oleh sebagian besar mahasiswa. Kesadaran rasa setia, bangga memiliki, dan memelihara bahasa Indonesia tampaknya masih kurang. Hal ini disebabkan mahasiswa cenderung bersikap lebih percaya diri ketika menggunakan Bahasa Asing dibandingkan dengan Bahasa Indonesia. Dalam konteks pembelajaran Bahasa Indonesia, tugas tersebut malah hanya dibebankan kepada para guru dan dosen Bahasa Indonesia. Paradigma seperti ini semestinya dapat diubah karena membiasakan menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar akan menuai hasil maksimal dalam peningkatan prestasi akademik mahasiswa. Pemahaman bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah berbahasa Indonesia yang baik dan benar diperlukan bagi mahasiwa agar mempunyai sikap positif dalam menggunakan bahasa Indonesia. Sikap berbahasa Indonesia yang positif dapat ditunjukkan dalam bentuk kesetiaan berbahasa, kebanggaan berbahasa, dan kesadaran adanya norma bahasa.

Vinsensius Bawa Toron; Paulinus Tibo

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2022 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini dengan judul Nilai-nilai Adat dalam Komunitas Basis (KBG). Penelitian dilakukan di Desa Tanalein, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah normatif sosiologis. Komunitas Basis Gereja (KBG) sejak  Gereja perdana telah terbentuk. Komunitas Basis Gereja yang ditekankan adalah nilai kesetiaan, hidup bersama, bekerja bersama, loyalitas, saling membagi, saling mendengar, bersama melakukan pelayanan Injil Kerajaan Al1ah dan bersama menyerukan pertobatan. Bertolak dari nilai-nilai dimaksud, Gereja lokal juga telah memiliki nilai budaya telah tumbuh dan berkembang. Gereja lokal melihat itu sebagai  kekayaan dalam pengembangan KBG. Koun dan wuu’ lolon dalam bercocok tanam yang diangkat dalam penelitian ini memiliki nilai-nilai kerjasama, saling mendengar dan bersyukur. Untuk menuju model KBG masa kini, maka prinsip Koun dan wuu’ lolon  yang telah merasuk di setiap klan dalam adat istiadat dalam hal ini bercocok tanam harus menjadi menjadi prinsip-prinsip yang menjiwai sebuah KBG. 

Baiq Sabrina Awanis; Farhah Fitrotun Nisa

Ta'rim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini 2022 Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Pendidikan Ilmu Qur'an Baubau

Undang-undang Nomor 24 Tahun 2009 Pasal 25 Bahasa Indonesia merupakan identitas bangsa, kebanggaan bangsa, alat pemersatu suku bangsa, dan alat komunikasi antar daerah dan budaya daerah. Oleh karena itu, sebagai pengguna bahasa Indonesia, Anda harus bangga menggunakan bahasa Indonesia. Namun, pada generasi muda saat ini, sikap positif terhadap bahasa belum sepenuhnya dimiliki oleh sebagian besar generasi muda, tampaknya masih kurang. Hal ini dikarenakan generasi muda cenderung lebih percaya diri dalam menggunakan bahasa asing dibandingkan dengan negara asalnya. Agar generasi muda masa kini aktif menggunakan bahasa Indonesia, maka perlu membahas bahasa Indonesia sesuai kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Sikap positif terhadap orang Indonesia diwujudkan dalam bentuk kesetiaan terhadap bahasa, kebanggaan terhadap bahasa, dan kesadaran akan norma bahasa.

Abdurrohman Al Asy’ari

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

) activities for Madrasah Aliyah Takhassus Al-Qur'an students in Wonosobo Regency. The mentoring stages go through four steps: coordination, implementation, FGD, and activity evaluation. Qualitative research setting by collecting data through observation, interviews, Focus Group Discussions (FGD), and filling out questionnaires. The results of this activity show that assistance in the Member Loyalty Period activity is very effective in strengthening awareness of good attitudes in life. The specific positive impact of this activity was an increase in understanding of the culture of healthy living and the importance of organizing. A follow-up mentoring program is needed so that activity alumni can further develop their mindset and organizational spirit.