Publication Search

54,413 articles from 425 journals · 1,457 citations tracked

Showing 1-5 of 5

Analytics

Grahadi Purna Putra; Bambang Daud

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora 2024 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This research analyzes the authority of local governments in ensuring aviation safety and security through the regulation of the Airport Operation Safety Zone (Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan/KKOP) and spatial control around airports in Indonesia. The study employs a normative juridical method by examining statutory regulations, international standards from the International Civil Aviation Organization (ICAO), as well as relevant cases in Ahmad Yani Airport Semarang, Mutiara Sis Al Jufri Airport Palu, and Supadio Airport Pontianak. The results show that the authority of local governments is strategic but not absolute; it must be harmonized with national policies and international standards. In practice, the implementation is hampered by normative and practical challenges. Normative barriers include fragmented regulations, weak regional legal instruments, and the lack of incorporation of ICAO standards into local regulations. Implementation barriers involve limited technical capacity, insufficient resources, weak supervision, and socio-economic resistance related to land use around airports. These conditions result in ineffective spatial control, which directly affects aviation safety and airport development. The study suggests strengthening local regulations through specific bylaws on KKOP that align with national and international standards, improving the technical capacity of local apparatus, integrating obstacle registry systems, and establishing compensation or relocation mechanisms for affected communities. Cross-sectoral coordination between central government, local government, airport authorities, and stakeholders is also essential to ensure consistent policy implementation. This research contributes to the development of aviation law, regional autonomy, and the improvement of public safety in Indonesia.

Anida Awaliyah; Hodi Hodi

Student Scientific Creativity Journal 2024 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

In maintaining airport security, each airport has a security officer, namely Aviation Security (AVSEC). AVSEC are airport security personnel who are required to have responsibility for ensuring flight security who are required to have a license, the role of Aviation Security (AVSEC) officers is very important in security and safety. This study aims to determine whether the role of Aviation Security (AVSEC) officers in carrying out their responsibilities for security is in accordance with the SOP, and what problems occur when Aviation Security (AVSEC) officers are carrying out their duties. This study uses qualitative methods, data collection techniques in this study are interviews, observation, and documentation. Data analysis techniques using data reduction, data presentation, and data conclusions/verification. The results of this study indicate that the role of Aviation Security (AVSEC) officers has carried out their duties properly in accordance with applicable SOPs and always prioritizes 3S + 1C for passenger comfort. Obstacles during passenger inspection caused an error in the engine so that the inspection was not optimal and inspection of passenger luggage was carried out manually by Aviation Security (AVSEC) officers.   ,

Lusi Amelia Simanjuntak; Sri Sutarwati

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

  Abastrak, Salah satu permasalahan klasik di bandar udara yang dapat mengancam keselamatan penerbangan di wilayah bandar udara adalah gangguan dari hewan liar dan burung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis penerapan manajemen bahaya hewan liar dan burung dalam menunjang keselamatan penerbangan di Bandar Udara Internasional Hang Nadim Batam dan  mengidentifikasi bahaya dan hasil penilaian risiko yang ditimbulkan oleh adanya hewan liar dan burung dalam menunjang keselamatan penerbangan dengan metode HIRA di Bandar Udara Internasional Hang Nadim Batam. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mix methods) dengan teknik deskriptif. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian adalah peneliti sendiri, observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk menjawab rumusan pertanyaan penelitian. Peneliti melakukan analisis data dengan menggunakan teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif.             Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan manajemen bahaya hewan liar di Bandar Udara Internasional Hang Nadim sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yaitu dengan melakukan inspeksi rutin pada pagi hari dan siang hari di area sisi udara. Jika terdapat sekumpulan burung dan hewan liar maka petugas apron movement control, safety dan PKP-PK segera melakukan pengusiran burung menggunakan unit kendaraan mobil masing-masing kemudian membunyikan sirine dan klakson mobil agar burung dan hewan liar pergi menjauh dari area sisi udara. Berdasarkan identifikasi tingkat risiko, dapat diketahui tingkat risiko risiko hewan liar monyet dikategori risiko sedang dan burung di kategori risiko ekstrem (sangat berbahaya), dengan menggunakan metode HIRA indeks risiko burung bangau memiliki tingkat risiko sedang (kuning) artinya  pengendalian risiko dan penerapan dilakukan manajemen bahaya hewan liar bertujuan untuk mengurangi bahaya hewan liar yang mengganggu pengoperasian penerbangan di Bandar Udara Internasional Hang Nadim.

Djoko Widagdo; Thomas Thom Bataona

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Landasan pacu atau Runway memiliki peranan yang sangat penting sebagai bagian dari fasilitas di Bandar Udara karena merupakan tempat pesawat mendarat/landing dan lepas landas/take off yang berlangsung selama jam operasional bandar Udara sehingga perlu dilakukan pemeliharaan yang baik terhadap landasan. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahu mekanisme pemeliharan dan penyebab kerusakan runway, dan kendala yang dihadapi petugas saat melakukan pemeliharaan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kegiatan pemeliharan  runway sangat berpengaruh terhadap kegiatan operasional keamanan dan keselamatan penerbangan. Kegiatan diawali dengan inspeksi petugas di runway yang kemudian dicatat dan dilaporkan kepada kepala kantor apabila ditemukan hal yang mengganggu keselamatan penerbangan akan ditindaklanjuti. Penyebab kerusakan di runway berasal dari air genangan yang dibiarkan lama, akar tanaman dan kesalahan teknis yang dilakukan oleh pilot Ketika pesawat berada di area runway. Kegiatan pemeliharan masih memiliki beberapa kendala berupa minimnya peralatan, cuaca dan aktifitas penerbangan yang padat.

Falah Maulana Pujangga Putra Pratama

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

One of the objects monitored by the Airport Authority is the activity of hot air balloons in the air space. The presence of an uncontrolled hot air balloon certainly results in disruption of the aircraft flight path which will cause flight safety to be threatened. Therefore, all forms of disruption to the flight path that have the potential for danger must be handled immediately to ensure flight safety. This study aims to find out the role and constraints experienced by the Airport Authority Office Region III in supervising hot air balloons in order to maintain flight security and safety. This study uses qualitative methods with primary and secondary data collection techniques. The data used are observation, interviews, documentation and literature study to find out the role of the Region III Airport Authority Office in supervising hot air balloons. The results of this study indicate that the role played by the Region III Airport Authority Office in supervising hot air balloons has been carried out properly and has implemented according to the regulations stated in PM 41 of 2011 and PM 40 of 2018. Meanwhile the obstacles experienced were limited personnel, Budget that is less than optimal, Momentum for hot air balloon flights that are quite a lot and occur simultaneously, Community resistance to existing regulations, and a wide scope of supervision.