Publication Search

67,732 articles from 582 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-20 of 78

Analytics

Dwi Nurul Qomariah; Dea Amanda Caressa; Elita Endah Mawarni

Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Health issues among the elderly are often related to declining bodily functions, digestive disorders, and specific nutritional needs for easily digestible foods. The 60-and-older age group is at high risk for gastrointestinal disorders due to low fiber intake. Therefore, alternative foods are needed that are soft in texture, neutral in taste, safe, and nutritious. One potential solution is the development of food products based on tempeh gembus with the addition of banana hearts, which are rich in fiber, soft in texture, and readily available. This study employed an experimental method using a Completely Randomized Design (CRD) to test three formulation variations (F1, F2, F3). The nutritional content of formulation F1 includes energy 111.575 kcal, carbohydrates 20.185 g, protein 6.91 g, fat 0.355 g, and fiber 6.67 g. Formula F2 contains 88.225 kcal of energy, 14.095 g of carbohydrates, 7.72 g of protein, 0.205 g of fat, 7.3 g of fiber, and 0.0015% flavonoids. Formula F3 has 107.015 kcal of energy, 7.995 g of protein, 0.295 g of fat, 6.88 g of fiber, and 0.0021% flavonoids. In conclusion, the best tempeh with added banana hearts is Formula F2, with its nutritional content, fiber, flavonoids, and BAL >10⁸ CFU/g, which has the potential to serve as a functional food and probiotic source to help improve digestive health in the elderly. Further testing is recommended directly on elderly groups, along with product shelf-life testing.

Feri Kanti Rahayu; Miranti, Indira Pipit; Dewi, Iva Rinia; Khoerun Nisa, Mauliana

jurnal ABDIMAS Indonesia 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Diabetes Mellitus merupakan salah satu penyakit degeneratif dengan prevalensi yang terus meningkat, terutama pada kelompok usia lanjut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan dan pengelolaan diabetes melitus melalui edukasi pola hidup sehat dan pemanfaatan tanaman obat. Kegiatan dilaksanakan di Desa Sambirata dengan sasaran ibu-ibu Posyandu Lansia. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah sewaktu, dan edukasi pemanfaatan tanaman obatantidiabetes. Sebanyak 44 peserta mengikuti kegiatan penyuluhan dan 71 peserta mengikuti pemeriksaan kesehatan. Hasil pemeriksaan menunjukkan 29 peserta mengalami hipertensi, 3 peserta memiliki kadar gula darah di atas normal, dan 50 peserta memiliki faktor risiko diabetes melitus. Kegiatan ini meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pola hidup sehat serta penggunaan tanaman obat secara rasional dalam pencegahan diabetes melitus.

Herniyanti N; Nurul Hidayah Bohari; Lilis Qurani; Meri Karolina; Desi Ratnasari +1 more

Jurnal Pengabdian dan Pembangunan Lokal 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Degenerative diseases are a major cause of morbidity in the elderly and continue to increase with age, lifestyle changes, and a lack of public awareness of the need for regular health check-ups. This community service activity aims to increase understanding and early detection of non-communicable diseases in people aged 30 years and older, particularly the elderly in the Appassarenge neighborhood, Bentenge Village, Ujung Bulu District, Bulukumba Regency. The activity methods included group exercise, blood pressure checks, blood sugar checks, health counseling, and referrals for participants with test results above normal limits. Data were analyzed descriptively to determine the proportion of participants with high blood pressure and blood sugar levels. The results showed that the majority of respondents had hypertension (70.97% of 31 participants), while 55.88% of 34 participants had high blood sugar levels. These findings indicate a high risk of non-communicable diseases in the elderly population related to diet, lack of physical activity, and a lack of regular health check-ups. This activity received a positive response because it provided easy access to health services and raised public awareness of the importance of early detection and adopting a healthy lifestyle. Overall, this community service activity contributed to increasing the elderly's knowledge and awareness of health, as well as supporting promotive and preventive efforts in preventing degenerative diseases.

Aini Nadilla; Nabilla Putri; Ria Novia; Utin Anindya Cahyadewi

Jurnal Siti Rufaidah 2026 PPNI UNIMMAN

The increasing elderly population in Indonesia necessitates the development of more comprehensive health services, yet various obstacles continue to hinder the fulfillment of these needs. This study aims to identify the main barriers experienced by older adults in accessing contemporary healthcare services and to outline the essential health service needs relevant to this age group. A literature study method was employed by analyzing scientific publications related to elderly health across physical, social, economic, and healthcare system dimensions. The findings indicate that older adults encounter limitations such as reduced mobility, low health literacy, insufficient elderly-friendly facilities, high healthcare costs, and a shortage of healthcare professionals trained in geriatrics. Meanwhile, their primary health service needs include continuous promotive and preventive care, easily accessible healthcare facilities, family support in managing health routines, and user-friendly health technologies. These results highlight the importance of developing more inclusive, affordable, and sustainable health services to improve the quality of life of the elderly in Indonesia.

Marwati Marwati; Sofiyati Sofiyati

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

The increasing proportion of the elderly population in Indonesia has led to a rise in degenerative health problems, one of which is osteoporosis. Osteoporosis is a bone disease characterized by decreased bone density, increasing the risk of fractures, particularly among elderly women. Low calcium intake, lack of physical activity, and limited knowledge regarding osteoporosis prevention are major contributing factors. This community service activity aimed to improve the knowledge of Aisyiyah women in Cirebon Regency regarding osteoporosis in the elderly, including its definition, risk factors, impacts, and prevention strategies through proper nutrition and regular physical activity. The activity was conducted from October to December at the Aisyiyah Study Hall in Cirebon Regency, targeting pre-elderly and elderly women. The methods used included health education through lectures and interactive question-and-answer sessions, supported by laptops, LCD projectors, and PowerPoint presentations. Evaluation of participants’ knowledge was carried out using oral pre-tests and post-tests related to the delivered material. The results indicated an improvement in participants’ understanding of osteoporosis, the importance of adequate calcium intake, and the role of physical activity in maintaining bone health. This community service program is expected to contribute to increasing health awareness and reducing the risk and prevalence of osteoporosis among the elderly.

Wijaya, Sky Xavier; Kenichiro, Yoshie; Felim, Filbert; HS, Christnatalis; Prabowo, Agung

Dinamik 2026 Universitas Stikubank

Deteksi nyeri secara objektif merupakan tantangan penting dalam dunia medis, terutama bagi pasien yang tidak mampu menyampaikan rasa sakitnya secara verbal, seperti bayi, lansia, atau penderita gangguan komunikasi. Teknologi non- invasif berbasis sensor menjadi solusi potensial untuk mengatasi keterbatasan metode subjektif. Penelitian ini bertujuan meninjau secara sistematis literatur terkini mengenai penerapan Radar MIMO dan algoritma kecerdasan buatan dalam deteksi nyeri non-invasif. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA 2020, melalui penelusuran basis data IEEE Xplore, ScienceDirect, PubMed, Google Scholar, dan SpringerLink untuk periode 2021– 2025. Dari hasil seleksi diperoleh 17 artikel inklusi yang mencakup penggunaan Radar MIMO, UNBC-McMaster, BioVid, Medical Imaging (CT/MRI), Radar SISO, serta studi review, survey, bibliometrik, dan teoretis. Dari sisi algoritma, CNN dan SVM menjadi pendekatan paling dominan, diikuti Neural Network dan metode lain, dengan tren yang mengarah pada penggunaan multimodal untuk meningkatkan akurasi. Hasil penilaian kualitas dengan GRADE menunjukkan mayoritas studi berkualitas sedang, dengan keterbatasan utama pada ukuran sampel kecil, pelabelan nyeri yang belum konsisten, bias populasi, serta kurangnya validasi klinis nyata. Kesimpulannya, Radar MIMO dan algoritma deep learning memiliki potensi besar untuk deteksi nyeri non-invasif. Namun, penelitian lanjutan perlu difokuskan pada pembangunan dataset yang lebih inklusif, standarisasi pelabelan nyeri, serta pengujian dalam konteks klinis, dengan memperhatikan aspek etika dan privasi agar teknologi ini dapat diimplementasikan secara luas dalam layanan kesehatan.

Siahaan, Maherni; Panjaitan, Sabina; Purba, Agnes Alvionita; Cahya, Mutiara; Simarmata, Allwin M.

Dinamik 2026 Universitas Stikubank

Aritmia merupakan gangguan irama jantung yang umum terjadi pada lansia dan dapat menimbulkan risiko kesehatan serius jika tidak terdeteksi secara dini. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengidentifikasi aritmia pada lansia menggunakan algortima K- Nearest Neighbor (KNN) berdasarkan data elektrokardiogram (EKG). Data yang digunakan berjumlah 105 data EKG lansia yang diperoleh dalam format CSV. Proses awal melibatkan pembersihan dan normalisasi data menggunakan metode StandardScaler, serta pelabelan awal menggunakan algoritma K-Means Clustering untuk mengelompokkan data ke dalam dua kelas: Normal dan Sangat Berpotensi Aritmia. Data kemudian dibagi menjadi 70% data latih dan 30% data uji dengan metode stratified split untuk menjaga proporsi label. Model KNN dilatih dengan parameter k = 3, dan dievaluasi menggunakan confusion matrix serta classification report. Hasil pengujian menunjukkan akurasi model sebesar 97% dengan nilai precision dan recall yang tinggi pada kedua kelas. Hasil ini menunjukkan bahwa algoritma KNN efektif dalam mengklasifikasikan kondisi aritmia pada lansia dan memiliki potensi untuk diterapkan dalam sistem pendukung diagnosis berbasis data EKG.

Septianingtyas, Maya; Jona, Resa Nirmala; Sulistyaningrum, Danny Putri; Juwariyah, Siti; Noer’aini, I’ien +1 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang berdampak pada meningkatnya angka kesakitan dan kematian, terutama pada kelompok lansia. Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini dan gaya hidup sehat menjadi faktor yang memperburuk kondisi ini. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku dalam pengendalian tekanan darah melalui Program SEHATI (Sehat Bersama Hipertensi Terkendali). Metode: Kegiatan dilaksanakan di Posbindu lansia dengan melibatkan 45 peserta. Metode kegiatan meliputi skrining tekanan darah dan status kesehatan, edukasi tentang pencegahan dan pengendalian hipertensi, serta pelatihan senam hipertensi. Evaluasi dilakukan melalui pre dan post-test pengetahuan serta observasi partisipasi senam. Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan peserta tentang hipertensi sebesar 35%, partisipasi aktif dalam senam mencapai 90%, dan sebagian besar peserta menunjukkan penurunan tekanan darah setelah mengikuti kegiatan. Kesimpulan: Program SEHATI efektif meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku sehat masyarakat dalam pengendalian tekanan darah, serta dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis promotif dan preventif di komunitas lansia.

Nanang Khosim Azhari; Sari, Novita Wulan

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Penurunan kognitif berkorelasi kuat dengan penurunan kualitas hidup secara keseluruhan, meningkatkan risiko isolasi sosial, depresi, dan ketergantungan sehingga perlu adanya Upaya pencegahan penurunan fungsi kognitif. Hasil wawancara dengan Kepala Puskesmas Sekaran menyampaikan bahwa dari 5 Kelurahan yang dibina oleh Puskesmas Sekaran, Kelurahan Sukorejo termasuk wilayah yang memiliki masalah kesehatan yang kompleks. Masalah kesehatan terkait lansia perlu mendapatkan perhatian yang tidak kalah penting juga. Kesehatan lansia yang di bawah pengelolaan posyandu lansia di daerah Kelurahan Sukerejo Deliksari telah berjalan dengan baik. Hanya saja wilayah tersebut terkait penanganan masalah kesehatan kognitif lansia masih perlu mendapatkan perhatian yang lebih. Salah satu gangguan fungsi kognitif pada lansia adalah demensia. Penanganan kesehatan terkait demensia di wilayah tersebut tidak ada, hal ini dikarenakan kader posyandu lansia menganggap masalah demensia atau pikun meruapakan yang wajar dan normal bagi lansia. Maka diperlukan upaya promotif dan pencegahan dengan diadakannya pengabdian masyarakat terkait peran kader dalam deteksi dini lansia dengan demensia. Setelah diberikan pendidikan kesehatan Lansia mengatakan bahwa perlu melakukan kegiatan untuk tetap menjaga daya ingat diusia senja.

Nurul Hidayat; Abi Dermawan; Siti Nadiah; Dwi Rahmawati; Muhammad Chaidir +3 more

Pemberdayaan Masyarakat: Jurnal Aksi Sosial 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

The global increase in life expectancy has significantly contributed to the growth of the elderly population, including in Indonesia, which has now entered the aging population phase with more than 10% of its total population aged 60 years and above. This demographic shift presents challenges in maintaining the quality of life among the elderly, particularly in tropical border regions such as Tarakan City. Karang Anyar Pantai Village, located in West Tarakan District, has a considerable number of elderly residents supported by existing elderly health posts (posyandu lansia). Social and health interventions through elderly exercise programs, nutritional support in the form of mung bean porridge, and regular monthly health check-ups are considered strategic efforts to improve physical health, metabolic function, and psychological well-being among the elderly. This study aims to evaluate the impact of these three interventions on enhancing the quality of life of the elderly in Karang Anyar Pantai. By assessing the effectiveness of these interventions, this research seeks to provide recommendations for improving elderly care programs in similar regions.

Nurul Hidayat; Abi Dermawan; Siti Nadiah; Dwi Rahmawati; Muhammad Chaidir +3 more

Pemberdayaan Masyarakat: Jurnal Aksi Sosial 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

The global increase in life expectancy has significantly contributed to the growth of the elderly population, including in Indonesia, which has now entered the aging population phase with more than 10% of its total population aged 60 years and above. This demographic shift presents challenges in maintaining the quality of life among the elderly, particularly in tropical border regions such as Tarakan City. Karang Anyar Pantai Village, located in West Tarakan District, has a considerable number of elderly residents supported by existing elderly health posts (posyandu lansia). Social and health interventions through elderly exercise programs, nutritional support in the form of mung bean porridge, and regular monthly health check-ups are considered strategic efforts to improve physical health, metabolic function, and psychological well-being among the elderly. This study aims to evaluate the impact of these three interventions on enhancing the quality of life of the elderly in Karang Anyar Pantai. By assessing the effectiveness of these interventions, this research seeks to provide recommendations for improving elderly care programs in similar regions.

Putri Festiyanti, Wilda; Fikriyah, Nafidatul; Akbar, Jelang; Salsabila, Zulfa; Wahyuningsih, Sri +4 more

jurnal ABDIMAS Indonesia 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

kuliah kerja nyata (KKN) merupakan bentuk pengabdian kepada Masyarakat yang bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam mengidentifikasi  dan menyelesaikan permasalahan di lingkungan desa. KKN kelompok 04 STIKes Ibnu Sina Ajibarang dilaksanakan di Desa Kotayasa, kecamatan sumbang, kabupaten Banyumas pada 28 juli – 5 september 2025. Metode yang digunakan berupa observasi, wawancara, dan pelaksanaan program berbasis kebutuhan Masyarakat. Hasil kegiatan menunjukan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan Masyarakat, antaralain melalui sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di sekolah dasar, kegiatan posyandu balita dan lansia, penyuluhan stunting, serta sosialisasi penggunaan obat  NSAID dan kortikostiroid. Selain itu, kegiatan inovatifs seperti pembuauan sabun cuci piring, budidaya tanaman obat keluarga (TOGA) , senam Bersama PKK, hingga lomba mewarnai untuk anak-anak berhasil meningkatkan partisipasi dan kemandirian Masyarakat. Factor pendukung meliputi antusiasme warga, dukungan perangkat desa, dan kerja sama lintas sektor.sementara hambatan yang mucul berupa keterbatasan waktu, dana, serta kondisi cuaca. Secara keseluruhan, kegiatan ini  memberikan kontribusi positif dalam aspek Kesehatan, Pendidikan, ekonomi kreatif, dan sosial budaya di Desa Kotayasa.

Wicaksono, Wilibrordus Megandika; Widiastuti, Rosalina Yani; Kusuma Hariningsih, Rosa Ratri; Malindir, Lukas; Haris, Raymond

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2025 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Panti Wreda Catur Nugraha di Kabupaten Banyumas merupakan lembaga sosial yang merawat sekitar 30 lansia dengan berbagai kondisi kesehatan. Pencatatan rekam medis yang masih dilakukan secara manual menyebabkan data rawan hilang, sulit dianalisis, dan kurang efisien. Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari STIKOM Yos Sudarso Purwokerto menyelenggarakan pelatihan pembuatan laporan rekam medis berbasis digital dengan memanfaatkan Google Forms untuk pengumpulan data dan Microsoft Word untuk penyusunan laporan. Kegiatan ini diikuti oleh 20 pengasuh dan karyawan panti. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dalam menggunakan komputer, terbukti dari kenaikan nilai rata-rata dari 47 pada pre-test menjadi 60,5 pada post-test, dengan dua peserta mencapai nilai sempurna. Pelatihan ini berhasil meningkatkan literasi digital peserta dan diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan untuk mendukung peningkatan mutu dokumentasi kesehatan lansia di Panti Wreda Catur Nugraha.

Juliana Eka Pratiwi; Dea Junartingsih; Ketryn Oktavia Ginting; Joko Apriadi; Jeremia Sitohang +5 more

Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin 2025 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

This study discusses the level of participation of elderly people in Mantang Baru Village in routine health checks. The main objective is to see how active they are in participating and what makes them interested or reluctant to attend health checks. This study uses a quantitative approach with the aim of measuring the level of participation of elderly people in health check activities in Mantang Baru Village. Data was collected using direct surveys of each elderly person's home, which contained questions related to the frequency of health check visits, motivation, and barriers to health checkups for the elderly. The population in this study was all elderly people aged 60 years and above who reside in Mantang Baru Village. The results showed that most elderly people were quite diligent in attending health checkups because they realized the importance of maintaining their physical condition. Factors such as family support, ease of access to health check locations, and their knowledge about health significantly influence their decision to participate. In conclusion, if health education and facilities can be further improved, elderly participation will certainly increase, thereby helping to maintain their health better. The role of health cadres is very significant in encouraging elderly participation through a personal approach and continuous education.

Rika

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2025 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Depresi merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang sering ditemukan pada lansia di Indonesia. Depresi pada lansia dapat menyebabkan dampak yang besar bagi lansia, antara lain dapat menurunkan kemampuan, kemandirian, dan penurunan fungsi tubuh lansia dalam melakukan aktivitas sehari-hari, menurunkan kemandirian dan kualitas hidup lansia serta kesedihan ditinggal orang yang dicintai, factor kepribadian, genetik, dan faktor bilogis penurunan neuron-neuron dan neurotransmitter. Salah satu cara untuk mengatasi depresi pada lansia adalah dengan memberikan terapi progressive muscle relaxation (PMR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi progrssive muscle relaxation (PMR) terhadap penurunan tingkat depresi pada lansia di Panti Rumah Kasih Emaus Pangkalan Baru Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental one group pre test dan post test. Penelitian ini dilakukan pada 11 lansia di Panti Rumah Kasih Emaus Pangkalan Baru Tahun 2024. Peneliti melakukan pengukuran awal depresi, setelah itu melakukan terapi Progressive muscle relaxation (PMR) selama 20-30 menit, dan dilanjutkan dengan melakukan pengukuran akhir. Data yang sudah terkumpul kemudian dilakukan analisis secara univariat dan bivariat dengan paired t-test. Hasil penelitian menunjukan nilai rata rata depresi lansia pre test adalah 7,27 setelah lansia diberikan terapi progressive muscle relaxation (PMR), nilai tingkat depresi lansia mengalami penurunan menjadi 3,36. Hasil uji paired t-test didapatkan nilai p-value= 0,001 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh terapi progressive muscle relaxation (PMR) terhadap penurunan tingkat depresi pada lansia di Panti Rumah Kasih Emaus Pangkalan Baru Tahun 2024. Diharapkan bagi panti lansia bisa menyediakan program terapi progressive muscle relaxation (PMR) secara teratur, yang dapat membantu meningkatkan mood dan kesejahteraan fisik lansia.

Solehudin; Nur Eni Lestari; Irma Herliana

Jurnal Pengabdian dan Solidaritas Masyarakat 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Penyakit asam urat (gout) adalah gangguan metabolik yang sering dialami oleh lansia, yang dapat menyebabkan rasa sakit yang hebat, keterbatasan gerakan, serta penurunan kualitas hidup. Penyakit ini terjadi akibat penumpukan kristal asam urat di persendian, yang dapat menyebabkan peradangan dan nyeri yang parah. Faktor risiko utama termasuk pola makan yang kaya purin, obesitas, gangguan ginjal, serta penggunaan obat-obatan tertentu. Namun, banyak lansia yang kurang memahami penyebab, gejala, dan penanganan penyakit ini dengan baik, sehingga kondisi mereka seringkali memburuk. Untuk itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan lansia dalam merawat penyakit asam urat secara mandiri. Program ini diselenggarakan melalui penyuluhan kesehatan yang interaktif, dengan materi yang mencakup etiologi penyakit asam urat, manifestasi klinis, komplikasi yang dapat ditimbulkan, serta berbagai strategi pengelolaan yang efektif. Salah satu aspek penting yang dibahas adalah modifikasi gaya hidup, yang meliputi diet rendah purin, hidrasi yang cukup, serta pentingnya aktivitas fisik. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya kepatuhan terhadap terapi medis yang direkomendasikan oleh tenaga kesehatan. Metode pelaksanaan kegiatan ini meliputi ceramah yang interaktif, sesi tanya jawab, dan distribusi leaflet informatif untuk memperkuat pemahaman peserta. Kegiatan ini dilaksanakan di wilayah RW 05 Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, yang diikuti oleh sejumlah lansia yang aktif berpartisipasi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta tentang penyakit asam urat dan bagaimana cara merawatnya. Lansia menunjukkan antusiasme yang tinggi dan mampu mengidentifikasi langkah-langkah praktis yang dapat mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mengelola kondisi mereka. Melalui kegiatan ini, diharapkan lansia dapat lebih mandiri dalam mengelola asam urat, mengurangi frekuensi serangan, dan meningkatkan kualitas hidup mereka secara keseluruhan.

Moch. Dimas Egi Asyam Al Dzakwan; Moch. Dimas Egi Asyam Al Dzakwan; Nur Ariesanto Ramdhan; Abdul Khamid

Jurnal Elektronika dan Komputer 2025 STEKOM PRESS

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan masalah kesehatan utama di Kabupaten Tegal, terutama menyerang anak-anak dan lansia, dengan 25.273 kasus tercatat pada Januari–Juni 2025. Faktor seperti kepadatan penduduk, polusi udara, dan sanitasi buruk mempersulit analisis konvensional dalam mengidentifikasi wilayah berisiko tinggi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Sistem Informasi Geografis (SIG) berbasis web untuk memetakan dan memantau kasus ISPA secara akurat menggunakan pendekatan spasial. Metode Waterfall digunakan dalam pengembangan sistem, meliputi analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Data spasial (koordinat lokasi) dan non-spasial (usia, jenis kelamin, jumlah kasus) dikumpulkan dari Dinas Kesehatan dan dianalisis menggunakan teknik kepadatan titik dan klaster untuk mengidentifikasi pola sebaran. Sistem ini dibangun dengan framework Laravel sebagai backend dan Leaflet.js untuk visualisasi peta interaktif. Hasilnya, SIG ini mampu memvisualisasikan sebaran kasus ISPA per kecamatan, mendukung Dinas Kesehatan dalam mengalokasikan sumber daya medis secara efisien dan mengidentifikasi wilayah prioritas seperti Dukuhwaru dan Tarub. Bagi masyarakat, sistem ini meningkatkan akses informasi digital, mendorong kesadaran pencegahan, dan mendukung edukasi kesehatan. Sistem ini terbukti efektif sebagai alat strategis untuk pengambilan keputusan berbasis data, mempercepat respons terhadap ISPA, dan menjadi fondasi untuk pengembangan SIG dalam memantau penyakit lain di masa depan.

Siti Khadijah

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Latar Belakang: Osteoartritis (OA) lutut merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada lansia yang menyebabkan nyeri dan keterbatasan fungsi gerak. Di wilayah pesisir Kalimantan Timur, akses terhadap layanan fisioterapi masih terbatas. Tujuan: Mengoptimalkan manajemen nyeri dan peningkatan fleksibilitas melalui intervensi fisioterapi berupa stretching dan Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) pada lansia dengan OA lutut. Metode: Program pengabdian masyarakat ini menggunakan desain pre-test dan post-test yang melibatkan tiga lansia di Posbindu pesisir. Intervensi dilakukan secara rutin selama beberapa minggu, dengan pengukuran nyeri menggunakan Visual Analog Scale (VAS) dan fleksibilitas menggunakan Sit and Reach Test. Hasil: Terjadi penurunan nyeri rata-rata sebesar 3 poin VAS dan peningkatan fleksibilitas 2–5 cm pada Sit and Reach Test. Kesimpulan: Intervensi stretching dan TENS efektif dalam menurunkan nyeri dan meningkatkan fungsi gerak lansia dengan OA lutut. Program ini menunjukkan bahwa layanan fisioterapi berbasis komunitas di Posbindu merupakan pendekatan yang efisien, aplikatif, dan berkelanjutan di wilayah dengan keterbatasan layanan kesehatan.

Hayuti Windha Pagiu; Betriani Disik; Lucia Yogyana Suramas; Nofita Tudang Rombeallo

Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan 2025 PPNI UNIMMAN

Hypertension is a disease that does not show symptoms or complaints. However, if detected at an advanced stage of the disease, it can result in disability or death. Hypertension is increasing, especially in the elderly group, known as the Silent Killer disease (Ministry of Health, 2019). In Indonesia and in several countries in the world, hypertension has become a major health problem, where the increase in hypertension cases is estimated to increase by around 80%, especially in developing countries in 2025 from 639 million cases in 2000, and is estimated to increase to 1.5 billion cases in 2025 (Hakim L., 2019). Increasing public awareness can be done through promotive and preventive efforts by conducting early detection of routine blood pressure measurements and compliance in taking medication routinely (Astutiatmaja, 2022). The purpose of this community service activity is to increase the knowledge of the elderly about controlling and treating hypertension to prevent the risk of complications of other degenerative diseases due to hypertension and as an evaluation to increase the knowledge of the elderly to maintain health in old age so that complications of the disease can be prevented in improving the quality of life of the elderly

Windarti Rumaolat; Idham Soamole; Fathmy F. Soulissa

Jurnal Pelayanan Masyarakat 2024 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Hypertension is the leading cause of premature death worldwide. To reduce the risk of hypertension, what needs to be done is hypertension treatment as an effort to control hypertension, one of which is non-pharmacological treatment, usually carried out by implementing the use of pandan wangi plants. Pandan wangi is a plant whose leaves are often used as a food additive. The purpose of implementing Community Service activities in Lorong Putri is to increase public awareness, especially the elderly, about Hypertension and the treatment of Hypertension with traditional medicine. Using the method of providing education and question and answer discussions related to dangerous conditions and efforts to prevent hypertension, participants in this activity were carried out on October 7, 2024 at Lorong Putri, Air Besar Health Center Work Area. totaling 20 people. During the Education Process, participants listened carefully and provided good feedback, in the form of benefits and how to consume boiled pandan leaf water, and whether it can be boiled together with drinking water at home, and all questions from participants can be answered well. With questions and answers from participants, participants can better understand hypertension and how to treat it with traditional medicine.