Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 24

Analytics

Adelliya Sabila Putri Purbaya; A. M. Akbar; Andas Budy

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2026 Universitas 17 Agustus 1945

Budaya Noken memiliki arti kehidupan yang baik bagi masyarakat Papua dan telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) yang merupakan cinderamata kerajinan tangan dan diminati oleh wisatawan yang berkunjung ke Papua. Sebagai Ibu Kota Provinsi, Jayapura memiliki banyak pengrajin noken yang memasarkan karyanya di trotoar dan hal tersebut mengakibatkan fungsinya tidak efisien karena belum adanya fasilitas yang dapat mewadahi kegiatan tersebut. Desain kawasan mengedepankan kenyamanan pengrajin dengan menonjolkan suasana tempat awal mula lahirnya budaya noken yaitu Arsitektur Tradisional Honai. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif sehingga menghasilkan desain Kawasan Wisata Budaya Noken yang dapat mewadahi kegiatan berbudaya yang sesuai dengan suasana tradisional daerah Papua dan nyaman bagi pengguna.

Hidayat, Nurul; Kasmin, Ichelia; Mayorah, Elsa; Muhti, Fahrul Ilham; Seda, Fansiskus +3 more

Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia 2025 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Community Service activities are a real form of students' social concern for their surroundings. This activity was carried out in Kampung Enam with the aim of sharing knowledge and skills with the community and students about how to turn seashell waste into handmade crafts that can be sold. We used a face-to-face approach through socialization and training, one of which was making wall decorations in the shape of flowers. Besides involving the local people, students also took part in this activity so they could develop economic independence. The results showed that seashell waste has promising potential, both economically and socially, especially if developed into small environmentally friendly businesses. Hopefully, activities like this can continue and become an example of how to develop local crafts and increase the income of the people around Kampung Enam, Tarakan.

Syaleha, Afifahtus; Yasin, Muhammad

Jurnal Maisyatuna 2025 STAI Denpasar Bali

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi industri kerajinan tangan (handcraft) terhadap pembangunan ekonomi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Industri kerajinan tangan merupakan salah satu sektor ekonomi kreatif yang tumbuh pesat dan mencerminkan kekayaan budaya lokal. Melalui metode penelitian kepustakaan (library research), data sekunder dianalisis untuk mengevaluasi pengaruh jumlah usaha dan pendapatan dari sektor handcraft terhadap indikator ekonomi daerah, seperti penyerapan tenaga kerja, peningkatan pendapatan rumah tangga, serta kontribusinya terhadap pariwisata dan ekspor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri ini memiliki peran strategis dalam memperkuat struktur ekonomi lokal dan mendorong pertumbuhan inklusif. Namun demikian, tantangan seperti terbatasnya akses pasar, kurangnya inovasi produk, dan rendahnya regenerasi pelaku usaha perlu mendapat perhatian serius. Penelitian ini merekomendasikan kebijakan pendukung berupa pelatihan, akses pembiayaan, promosi digital, dan pelestarian budaya sebagai langkah untuk meningkatkan keberlanjutan sektor kerajinan tangan dalam pembangunan ekonomi Yogyakarta.

Lena Susanti

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Ekonomi 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Handicrafts are an important part of the creative economy sector in Indonesia. The creative economy itself is an activity based on the use of intellectual property to create creativity, which aims to increase skills and income. The formulation of this research is that this research aims to determine the impact of the decrease in selling price on the production interest of artisans in Beleka Village and the factors causing the price decrease. This study uses a qualitative approach with a type of field research, subjects are selected purposively, with data collection techniques through observation and interviews. The validity of the data was tested using source triangulation, while data analysis was carried out through the stages of collection, reduction, presentation, and drawing conclusions. The results of the study show, first, the decline in the price of handicrafts in Beleka Village has a great influence on the enthusiasm and interest of artisans to stop producing. This is due to low selling prices and imbalances with the increase in raw material costs, which ultimately reduces profits. Second, Second, the decline in the price of handicrafts in Beleka Village is caused by several main factors. One of them is competition with bulk products that are cheaper and easily accessible in the market. In addition, changes in consumer tastes who tend to choose modern and practical products also contribute to reducing interest in traditional crafts.

Rendy Prayogi; Mhd. Rusdi Tanjung; Fhery Agustin; Dila Viona Salsabila

Ekspresi : Publikasi Kegiatan Pengabdian Indonesia 2025 Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

Handicrafts have become an integral part of Indonesian society as a form of livelihood that also has artistic value with selling prices that vary depending on the level of difficulty. There are many types of handicrafts, such as those made from woven bamboo, ceramics, used materials, beads and leather. The development of fashion in the current era is very rapid. One of them is beads. Beads are small decorative objects that have various profitable business opportunities. The discovery of beads was part of the Indonesian cultural revolution because of their important function and quality so they are still produced and used from the past until now. The aim of this service is to improve the quality of human resources and increase the existence of MSMEs through bead craft training, namely making cellphone straps, bracelets and key chains. The methods used are coordination, training, mentoring, follow-up planning and reflection. The process of implementing this work program is gradual, continuous and ongoing. The results of the bead craft training activities had a positive impact in that all residents who regularly took part in the training succeeded in practicing it independently, so that creativity and innovation in producing contemporary products could be realized. The results of the interviews at the reflection stage showed that all participants who initially could not make bead crafts, after going through training were 100% able to make the bead products they were interested in. So this bead craft training is highly recommended as an increase in creativity.

Festy Azkia Fais; Solfema Solfema; Lili Dasa Putri

Community empowerment is a development program to build and increase community participation. Empowerment is useful for training the skills of individuals and groups of the surrounding community so that it can improve the community's economy. The implementation of empowerment will be more effective and efficient if there is a role for the government, community, and other supporting parties in the empowerment activities. Corn is one of the plants that has a thousand benefits such as corn kernels can be used for animal feed, consumed as a staple food to replace rice, the skin can be used to make handicrafts such as photo frames, key chains, and others.

Anggita Cindy Fironika; Lisafi Kulbi; Arsa Karendra; Ariel Lintang Maulita

Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia 2024 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

The creative industry in Indonesia has experienced rapid growth in recent years, causing increasingly tight trade competition and various innovations in product marketing. This research focuses on the handicraft industry, especially accessories such as bracelets, necklaces and rings. Even though stringing looks easy, the biggest challenge is creating a unique design and ensuring the strength of the connecting rope so that it doesn't come loose easily. As technology develops, handicraft producers are now utilizing digital marketing to expand their market reach. Digital marketing, which involves the use of social media for promotion, has become a key strategy in the industry. This research specifically highlights the use of the social media platform TikTok as a digital marketing tool. TikTok, which is popular among teenagers and young adults, provides e-commerce features such as TikTok Shop and live shop, which allow manufacturers to sell their products directly through the app. Through this research, we explore the effectiveness of TikTok as a digital marketing medium for handicraft producers, as well as how this platform can support the growth of the creative industry in Indonesia.

Nugra, Evan Subhia; Meriyanti, Meriyanti; Attala, Firzyl; Noviyanti, Indah

Penelitian ini bertujuan mengkaji strategi pertumbuhan yang efektif untuk membangun ketahanan bisnis pada UMKM Kopiah Resam di Bangka Belitung. Kopiah Resam merupakan kerajinan tangan khas yang terbuat dari bahan resam, namun menghadapi tantangan kelangkaan bahan baku dan persaingan pasar. Melalui tinjauan pustaka, penelitian ini mengidentifikasi strategi kunci seperti penggunaan teknologi maju, inovasi produk, peningkatan sumber daya manusia, dukungan promosi, dan orientasi pasar. Strategi yang direkomendasikan meliputi diversifikasi produk, penguatan branding, penetrasi pasar digital, kemitraan lokal, serta pelatihan dan pengembangan SDM. Integrasi teknologi modern dalam produksi dan pemasaran online dapat meningkatkan efisiensi dan jangkauan pasar. Inovasi desain dan kolaborasi dengan desainer lokal dapat meningkatkan nilai tambah suatu produk. Dukungan dari pemerintah maupun lembaga terkait dalam pelatihan SDM, dan promosi juga penting untuk meningkatkan kualitas dan visibilitas produk Kopiah resam. trategi yang telah terintegrasi ini diharapkan bisa memberikan fondasi kokoh bagi ketahanan dan pertumbuhan UMKM Kopiah Resam sebagai tulang punggung ekonomi lokal Bangka Belitung

Mustari; Sitti Hajerah Hasyim; Ratnah S; Nur Arisah; Nahriana

Jurnal Pengabdian Bersama Masyarakat Indonesia 2023 CV. Aksara Global Akademia

This article aims to make a handicraft product using bamboo as the main material, namely a miniature Phinisi ship which is made to be more familiar with Makassar culture and can have high economic selling value, it is hoped that it can be marketed and as a learning medium for the product, as well as helping the community consumptive by fulfilling the desire for unique items that are in demand by many groups. In this activity, the methods used include lectures, questions and answers or discussions, and training offers creativity by exploring innovative forms to make it more attractive and can be adapted to consumer needs with this product which is expected not only to be a medium for learning history but also to generate profits.

Amalia Ayu Latifah; Imam Nuryanto

Journal of Student Research 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian bertujuan untuk menekan pengeluaran secara berlebih holding cost pada bahan baku bambu di CV Rajasa Mas jaya menggunakan metode Material Requirement Planning (MRP). Jenis penelitian yang digunakan berupa penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode yang digunakan menggunakan perhitungan Least Unit Cost (LUC), Least Total Cost (LTC) dan Lot For Lot (LFL). Biaya holding cost pemesanan menggunakan perhitungan estimasi sebesar Rp. 37.500.00.- menjadi Rp. 30.000.000.- sehingga terjadi penghematan biaya holding cost pemesanan sebesar 23 % dari perhitungan estimasi perusahaan. Penghematan holding cost pemesanan dihitung menggunakan software POM for windows yang semula pemesanan sebanyak 750 ball menjadi 600 ball di setiap bulannya. Holding cost penyimpanan sebesar Rp. 550.000 / bulannya jika dihitung menggunakan metode Least Unit Cost menjadi Rp. 551.276.- dan Least Total Cost Rp. 400.800.- . Dalam metode perhitungan paling efektif menggunakan metode Least Total  Cost atau LTC

Dewi Puspa Arum; Indah Sari Dwi; Usamah Abdul Haq; Herlangga Turna Cahyantoro; M. Wesla Dhifayana S. +2 more

Jurnal Nusantara Berbakti 2023 Universitas Kristen Indonesia Toraja

Bamboo waste is a type of waste or waste generated by development projects that still has the potential to be utilized, one of which is as a raw material in the manufacture of handicraft products. The use of bamboo waste as a raw material in the manufacture of handicrafts is still not optimal. The potential of bamboo waste as a raw material for making handicrafts is still wide open. The method used in this journal is first, an initial survey by identifying the potential for bamboo waste in the Kepanjenkidul Village. Second, collecting data through observation and interviews. Third, data analysis using quantitative and qualitative methods. Fourth, product development which aims to develop handicraft products from product waste. Fifth, evaluation of results to evaluate the success of implementing bamboo waste utilization. The MBKM 25 Thematic Community Service Group provides assistance and development of MSMEs in the form of implementing community service activities. The activity is to assist and assist in carrying out the production process to the packaging process.

Devi Silvia Dewi; Irma Royani; Nurkiah; Reiga Rahmatulloh; Rizal Yulianto +1 more

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2023 Universitas Muhammadiyah Manado

Kesehatan dan kebersihan lingkungan menjadi salah satu faktor utama demi berlangsungnya hidup sehat, nyaman dan bersih. Kurangnya kepedulian masyarakat terhadap sampah yang menimbulkan permasalahan terhadap lingkungan seperti terganggunya kesehatan masyarakat, bencana banjir pencemaran air, udara dan lain-lain. Program bank sampah ini selain untuk meningkatkan kebersihan dan kesehatan lingkungan tetapi dari segi ekonomi dapat menghasilkan tambahan pendapatan keluarga, dengan kebiasaan menabung sampah masyarakat akan merasakan hasil tabungannya diakhir tahun, selain itu pemanfaatan sampah plastik yang bisa digunakan untuk membuat kerajinan tangan, baik untuk hiasan maupun peralatan rumahtangga serbaguna, dengan program bank sampah ini diharapkan bisa mengubah pola pikir masyarakat terhadap sampah, yang semula menganggap sepele terhadap sampah. Dalam upaya meningkatkan kebersihan dan kesehatan lingkungan melalui program bank sampah sekaligus membantu pemerintah dalam pencapaian sebagai desa bersih ,sehat dan nyaman. Terciptanya lingkungan sehat , bersih, dan nyaman bukan merupakan tanggungjawab pemerintah semata melainkan tanggungjawab bersama seluruh lapisan masyarakat.

Delta Aztianisa Salsabila; Rianti Jahera S.

GARUDA : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Filsafat 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui budaya dan aktivitas masyarakat Kampung Naga yang terletak di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Kampung Naga adalah kekayaan budaya yang ada di Tasikmalaya. Budaya di Indonesia sangat beraneka ragam yaitu seperti rumah adat, upacara adat, pakaian adat tradisional, tarian adat tradisional, alat musik dan lagu tradisional, dan senjata tradisional. Setiap masyarakat pasti memiliki budayanya sendiri dalam budaya pasti ada ciri khas tersendiri yang sudah melekat sejak nenek moyang ada dan sampai sekarang turun temurun Masyarakat Kampung Naga masih mempertahankan tradisi dan adat istiadat seperti menjaga tatanan hidup masyarakat kampung. Masyarakat nya relative terbuka mereka bisa menerima perkembangan zaman walaupun yang mereka pegang teguh adalah adat, perkembangan zaman dan teknologi tidak membuat Kampung Naga kehilangan identitasnya. Melestarikan budaya di Kampung Naga ini menjadi aspek penting dalam kehidupan masyarakat setempat karena masyarakat Kampung Naga identik dengan gaya hidup yang masih berpedoman pada adat istiadat setempat. Aktivitas yang dilakukan oleh masyarakatnya sebagian besar beraktivitas bertani. Penilitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, penelitian ini menggunakan prosedur kualitatif sebagaimana mengacu pada teknik pengumpulan data berupa cerita, gambar, dan tulisan wawancara. Hasil penelitian ini adalah  aktivitas kehidupan di masyarakat Kampung Naga terdiri dari mata penceharian, membuat kerajinan tangan untuk wisatawan yang berkunjung. Budaya yang masih di junjung di Kampung Naga terdiri dari Upacara Adat dan pantangan – pantangan yang tidak boleh di lakukan di Kampung adat tersebut.

Haposan Simanjuntak; Ardianto Lahagu; Rita Evi Malinda; Dewi Lidya S; Damai Putra Gulo +7 more

Jurnal Masyarakat Mengabdi Nusantara 2023 STIPAS Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan tridahrma kampus dan memberi pelatihan bagi siswa/siswi SD Grace Baptis School Batam tentang  membuat kerajinan tangan dari botol plastik dan karton kertas. Hal Yang membuat tim megangkat tema ini adalah hasil tinjauan di lapangan dimana peserta didik masih minim dalam berkreativitas atau membuat kerajinan tangan dari bahan-bahan sederhana seperti botol plastik dan kertas karton yang mudah di temukan di lingkungan sekitar. Dalam pelaksanaan PkM ini tim melakukan beberapa tahap sebagai berikut ; Tahap awal, dimana tim melakukan survei pada lapangan kemudian menyusun seluruh rangkain kegiatan. Tahap Kedua, pada tahap ini dimana Tim memberi pelatihan bagi siswa/I melalui pemaparan materi kemudian dilanjutkan dengan membuat kreativitas atau kerajinan tangan dari botol plastik dan kertas karton. Tahap Ketiga, Dalam tahap ini waktunya tim melakukan evaluasi dalam mengukur keberhasilan seluruh kegiatan. Melalui kegiatan ini peserta didik memiliki pengetahuan yang luas tentang kreativitias dan menumbuhkan inovasi baru dalam membuat kerajinan tangan dari bahan-bahan sederhana.

Dewi Juliyati; Abdul Rahman

Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan gambaran yang akurat tentang 1) Tinjauan proses pembuatan kerajinan tenun tembe nggoli di Desa Leu Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, 2) Cara pengadaan bahan pokok yang digunakan pada kain tenun tembe nggoli Bima dan, 3) Strategi pemasaran produk kain tenun tembe nggoli Bima. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif desriptif dengan teknik pengumpulan data yaitu, observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Adapun pengecekan keabsahan data triangulasi sumber. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, secara umum prosedur pembuatan kain tenun tembe nggoli melalui beberapa tahap yaitu, 1) Mengambil kapas (wunta na’e) di pohonnya, 2) Kapas dijemur pada sinar matahasi yang panas, 3) Melakukan wenti, yaitu pemisahan kapas dangan bijinya menggunakan tangan dan dibentuk menjadi tipis dan selebar yang diinginkan, 4) Kapas yang sudah di Wenti dan sudah kering, lalu diratakan menggunakan kayu papan berbentuk raket/dipukul, 5) Pemolesan, yaitu kapas diratakan dalam bentuk tipis dan dipoles dengan menggunakan tangan hingga menjadi bentuk benang setengah jadi, 6) Medi, yaitupengolahan benang setengah jadi dengan menggunakan alat tenun tradisional, yaitu Langgiri dan Janta (bentuknya mirip seperti alat kincer angin dan kincer air), 7) Setelah jadi benang, maka dilakukan penenunan dengan kisaran waktu sebulan untuk sehelai sarung. Cara pengadaan bahan pokok kain tenun tembe nggoli, yaitu 1) kapas (wunta na’e), 2) kepompong ulat sutera, 3) lilin sarang lebah dan akar serai wangi, bahan pewarna kain tenun terbuat dari bahan-bahan alami yang ada dialam dan warna yang digunakan pada kain tenun ini adalah warna merah, hijau, kuning, hitam, biru dan coklat. Strategi pemasaran produk kain tenun tembe nggoli Bima, yaitu 1) Para penenun melakukan penjualan produknya dengan cara menitipkan kepada toko-toko tradisional, 2) Mereka melalukan penjualan kain tenun tembe nggoli dengan memanfaatkan sosial media, seperi facebook, instagram, watsApp dan lain-lain, 3) Mereka mempromosikan produknya dari mulut-kemulut, mulai dari tetangga, keluarga dan kerabatnya.

Rikardo Dayanto Butar Butar; Ronald Sianipar; Yuniarti Yuniarti; Asmanto Asmanto; Amanda Simanjuntak +7 more

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2023 Universitas Muhammadiyah Manado

Masalah sampah memang tidak ada habisnya,bahkan permasalahan sampah ini di alami oleh seluruh dunia. Sampah dapat berdampak buruk, ketika jumlah timbunan sampah menjadi banyak,oleh karena itu pentingnya sebuah pola pikir bagaimana cara menanggulanginya agar sampah dapat menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai guna yaitu dengan cara mengolah kembali sampah dengan sistem 3R (Reuse, Reduce, Recycle). Adapun upaya untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan menyadarkan kembali konsep berpikir manusia (siswa) dalam menanggulangi sampah,sehingga ketika adanya kesadaran dalam diri maka sampah-sampah yang ada akan dapat lebih mudah untuk ditanggulangi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana kesadaran berpikir siswa dalam menanggulangi sampah serta upaya-upaya apa saja yang dapat dilakukan untuk mengurangi limbah-limbah tersebut. Penelitian ini dilakukan di SD Clarissa Batu Aji dengan menggunakan Metode tatap muka mulai dari tahap persiapan hingga tahap pelaksanaan.  Hasil Penelitian ini yaitu setiap siswa mampu menerima wawasan baru dalam memanfaatkan limbah,hingga akhirnya siswa dapat berkata “:kalau saya makan es cream nanti stik es cream nya saya simpan agar dapat di daur ulang kembali dan ternyata mendaur ulang sampah itu seru”’dan hal tersebut merupakan salah satu wujud keberhasilan bagi para penulis dimana kesadaran berpikir siswa sudah mulai meningkat dan semakin mau berpikir kreatif dalam memanfaatkan sampah/limbah.

Dewi Martha; Indah Intani; Rizkinisa Afsyah; Rodiatun Mukarama; Susi Aritonang +1 more

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Handicraft is an artistic activity that focuses on hand skills and functions to process raw materials that are often found in the environment into objects that are not only of use value but also of aesthetic value. In the Community Service (PKM) activity of STIE Mahaputra Riau, lecturers and students involved in this activity came directly to the Annisa Pekanbaru Orphanage to provide training on making handicrafts with simple ingredients to produce handicraft products that have a high selling value in the market, conduct discussions , questions and answers and counseling about effective marketing strategies to market the handicraft products produced as well as providing motivation about the concepts and benefits of entrepreneurship for school-age children at the Annisa Orphanage Pekanbaru. This PKM activity aims to generate and foster an interest in entrepreneurship for school-age children at the Annisa Orphanage, Pekanbaru, Riau, so that they are motivated to realize their own business or business independently and succeed with their own business by engaging in the handicraft business.

Fitrian Prila Wardani; Alfi Muklis Kurniawan; Siti Nasiroh

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera 2022 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Belakangan ini, telah banyak varian produk minuman dan makanan dalam kemasan sachet yang setiap hari kita konsumsi sebagai kebutuhan pangan kita. Kita menggunakan produk yang berkemasan sachet karena dianggap lebih praktis dan lebih simple dibandingkan dengan membuat makanan atau minuman secara manual. Namun seiring dengan berkembangnya produk varian makanan dan minuman sachet, berkembang pula limbah sampah dari bungkus makanan dan minuman sachet tersebut di kehidupan sekitar kita, sehingga kita meningkatkan upaya membersihkan limbah tersebut baik dibuang, dibakar, dan sebagainya. Maka dari itu kelompok kami akan memulai sebuah usaha dimana usaha ini cukup menjajikan yaitu meminimalasir penggunaan plastik salah satunya dengan memanfaatkan bungkus sachet minuman seperti kopi menjadi tas belanja, atau barang lainnya. Belakangan ini, telah banyak varian produk minuman dan makanan dalam kemasan sachet yang setiap hari kita konsumsi sebagai kebutuhan pangan kita. Kita menggunakan produk yang berkemasan sachet karena dianggap lebih praktis dan lebih simple dibandingkan dengan membuat makanan atau minuman secara manual. Namun seiring dengan berkembangnya produk varian makanan dan minuman sachet, berkembang pula limbah sampah dari bungkus makanan dan minuman sachet tersebut di kehidupan sekitar kita, sehingga kita meningkatkan upaya membersihkan limbah tersebut baik dibuang, dibakar, dan sebagainya. Maka dari itu kelompok kami akan memulai sebuah usaha dimana usaha ini cukup menjajikan yaitu meminimalasir penggunaan plastik salah satunya dengan memanfaatkan bungkus sachet minuman seperti kopi menjadi tas belanja, atau barang lainnya.Masyarakat yang hadir cukup antusias dalam mengikuti pelatihan pemanfaatan bungkus plastik. Masyarakat menirukan apa yang dicontohkan oleh tim pelaksana, kebanyakan masyarakat belum pernah membuat tas dari bungkus plastik. Namun, Alhamdulillah dengan adanya pelatihan, masyarakat dapat membuat tas dari bungkus plastik bahkan salah beberapa masyarakat bisa membuat tas jinjing dengan sangat bagus sehingga tim pelaksana memberikan hadiah sebagai penghargaan dan apresiasi agar merangsang masyarakat untuk menekuni pemanfaatan bungkus plastik untuk dijual,Program Pengabdian Masyarakat merupakan salah satu wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dapat memberikan sumbangsih positif bagi kemajuan dunia pendidikan. Dari kegiatan yang telah dilakukan yaitu " Pelatihan Usaha Bungkus Ekonomis” dapat menambah pengetahuan, meningkatkan pemahaman, kreativitas, produktivitas dan keterampilan serta tingkat ekonomi masyarakat Desa Surusunda Kecamatan Karangpucung

Halimatu Sadiah; Riris Mahirotun Nisa; Zahira Fitriana; Dede Indra Setiabudi; Irvan Iswandi

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Pengabdian masyarakat ini bertujuan sebagai salah satu kegiatan untuk dapat meningkatkan kemampuan dan kreatifitas siswa serta anak-anak warga Dusun Wagir. Dalam mengisi waktu luang dan memberikan suasana baru setelah belajar online selama pandemi. Hal ini disebabkan karena kejenuhan anak-anak dalam belajar online, tujuan kegiatan ini adalah melatih kreatifitas siswa dan meningkatkan minat anak-anak dalam bisnis UMKM di masa depan, dengan memberikan motivasi dan semangat untuk anak-anak dalam pembuatan kerajinan tangan dalam menunjang perekenomian keluarga. Kegiatan ini kami berikan diluar jam belajar disekolah antusias yang besar dari siswa membuat kami semakin percaya diri dalam membekali siswa untuk lebih mandiri. Semoga kegiatan ini bisa terus berlangsung setelah KKN ini selesai. Hasilnya menunjukkan bahwa: (1) siswa sangat antusias dan semangat, ketika  diberikan keterampilan kerajinan tangan  dan direspon dengan sangat baik. (2) Pelaksanaan program pengabdian pada masyarakat ini sangat bermanfaat bagi siswa dan anak-anak sehingga dapat dilaksanakan oleh siswa dan anak-anak di Dusun Wagir Desa Gantar.  

Rohmat, Muhammad Nur; Hisyam, Mohammad

Jurnal Faidatuna 2022 STAI Denpasar Bali

Inovasi Kepala Madrasah Dalam Mengembangkan Kreativitas Siswa Madrasah Ibtidaiyah Al Hudy Denpasar Tahun Pelajaran 2021/2022. Jurnal Prodi Manajemen Pendidikan Islam, Sekolah Tinggi Islam (STAI) Denpasar Bali. Inovasi adalah gagasan, praktik, barang, peristiwa, atau metode yang dirasakan atau diamati sebagai sesuatu yang baru bagi seseorang untuk menciptakan terobosan dalam peningkatan mutu pendidikan di madrasah dan dikembangkan secara luas. Inovasi tersebut dapat dikembangkan melalui kreativitas siswa untuk menanamkan jiwa pada setiap anak. Fokus penelitian dalam tesis ini adalah (1) Bagaimana Inovasi Kepala Madrasah dalam Mengembangkan Kreativitas Siswa di Madrasah Ibtidaiyah Al Hudy Denpasar? (2) Apa faktor pendukung dan penghambat dalam mengembangkan Kreativitas Siswa di Madrasah Ibtidaiyah Al Hudy Denpasar? Tujuan penelitian dalam tesis ini adalah (1) untuk mengetahui inovasi kepala madrasah dalam mengembangkan kreativitas siswa di Madrasah Ibtidaiyah Al Hudy Denpasar, (2) untuk mengetahui faktor apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat dalam mengembangkan kreativitas siswa di Madrasah. Ibtidaiyah Al Hudy Denpasar.Jenis penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pendekatan deskriptif merupakan gambaran data yang ada dengan tujuan untuk menggambarkan suatu fenomena sosial disertai dengan interpretasi terhadap faktor-faktor yang ada di lapangan. Untuk memperoleh data yang akurat dalam penelitian ini, penulis menggunakan tiga teknik yaitu: observasi, dokumentasi dan wawancara. Lokasi penelitian adalah MI Al Hudy Denpasar Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: 1) Inovasi kepala madrasah dalam mengembangkan kreatifitas siswa di MI Al Hudy sudah berjalan dengan baik, terbukti dengan semakin banyaknya siswa yang berminat dan tertarik pada bidang kerajinan dan bukti-bukti kerajinan tangan mereka. 2) Faktor pendukung dalam mengembangkan kreativitas siswa di MI Al Hudy yaitu adanya dukungan dari kepala madrasah, guru profesional, dukungan orang tua, latihan rutin, lingkungan yang mendukung dan fasilitas madrasah yang memadai. Sedangkan faktor penghambatnya adalah keluarga yang tidak sepenuhnya memenuhi visi dan misi dalam mengembangkan kreativitas siswa, pengaruh negatif media sosial atau teknologi, keterbatasan waktu.