SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

50,562 articles from 425 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-2 of 2

Analytics

Amilatus Sholikah; Falah Arifbillah Subagio; Taswirul Afkar

Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Komunikasi 2025 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

This study aims to describe and analyze the lexicon used in traditional Javanese wedding ceremonies in Trowulan District, Mojokerto Regency, through an ethnolinguistic approach. The lexicon is not merely a set of communicative terms, but also conveys cultural values such as sacredness, harmony, and reverence for ancestors. The research employs a descriptive qualitative method with data collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation of cultural symbols. The findings reveal that lexicons such as siraman, midodareni, temu manten, kembar mayang, and sungkeman carry symbolic meanings that reflect the value system of Javanese society. These lexicons not only reinforce local cultural identity but also function as a medium for transmitting traditions. This study emphasizes the importance of preserving traditional lexicons as a form of cultural heritage and offers valuable insights for the advancement of linguistic and cultural studies in Indonesia.)

Dicky Ahmad Fahrizi; Kartika Novita Rohmah; Reihan Alvizar

Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Kembar mayang dan janur kuning adalah simbol tradisional yang digunakan dalam pernikahan adat Jawa sebagai simbol keperawanan pengantin wanita. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi masyarakat terhadap penggunaan kembar mayang dan janur kuning sebagai simbol keperawanan pengantin wanita Jawa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam pada masyarakat Jawa yang memiliki pengalaman mengikuti pernikahan adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kembar mayang dan janur kuning masih dipandang penting sebagai simbol keperawanan pengantin wanita Jawa. Namun, terdapat perbedaan persepsi masyarakat dalam penggunaan kedua simbol tersebut. Kembar mayang dipandang lebih penting sebagai simbol keperawanan, sementara janur kuning lebih dipandang sebagai simbol keindahan dalam pernikahan adat Jawa. Persepsi masyarakat terhadap penggunaan kedua simbol tersebut dipengaruhi oleh faktor budaya dan agama yang kuat dalam masyarakat Jawa. Penelitian ini dapat memberikan informasi yang berguna bagi para pelaku pernikahan adat Jawa untuk memahami pentingnya simbol-simbol tradisional dalam upacara pernikahan adat serta membantu mempertahankan dan mengembangkan budaya Jawa yang kaya dan unik.