SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

18,135 articles from 385 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-9 of 9

Analytics

Wahyu Nugraha; Raja Sabaruddin

Teknik: Jurnal Ilmu Teknik dan Informatika 2025 LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi - Studi Ekonomi Modern

Thyroid cancer is the most common endocrine malignancy, with a steadily increasing incidence rate. Although the overall survival rate is relatively high, the risk of recurrence after definitive treatment such as Radioactive Iodine (RAI) therapy remains a significant clinical challenge. Predicting recurrence risk is crucial for optimizing monitoring strategies and interventions. With advances in technology, machine learning (ML) approaches are increasingly utilized to support medical predictions, including the recurrence of thyroid cancer. This study aims to evaluate the performance of four classification algorithms—Logistic Regression, XGBClassifier, Random Forest Classifier, and Voting Classifier—in predicting thyroid cancer recurrence using the Thyroid Cancer Recurrence After RAI Therapy dataset, which consists of 383 patient records and 13 key clinical attributes. The evaluation was conducted using accuracy, precision, recall, F1-score, and area under the curve (AUC) metrics. The results show that the XGBClassifier is the best-performing model with an accuracy of 97.4% and an AUC of 0.95, demonstrating superior performance in handling the minority class. This research is expected to contribute to the development of more effective machine learning–based clinical decision support systems for predicting thyroid cancer recurrence after therapy.

Puji Wulandari

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2025 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Hubungan antara Resiliensi dan Stigma keluarga sangat penting terhadap kekambuhan pasien skizofrenia karena penderita skizofrenia sering kali mengalami kesulitan dalam bersosialisasi, yang diartikan sebagai kemampuan untuk membentuk hubungan kooperatif dan saling bergantung dengan orang lain.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara resiliensi dan stigma keluarga terhadap kekambuhan pasien skizofrenia di Poliklinik Rumah Sakit jiwa Daerah dr.Samsi Jacobalis Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2024. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah keluarga orang dengan gangguan jiwa yang tercatat dan terdaftar berkunjung di Poliklinik Rumah Sakit Jiwa Daerah dr.Samsi Jacobalis Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebanyak 58 orang. Analisa data menggunakan uji chi square dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini didapatkan nilai p-value= 0,028, pada variabel resiliensi, dan untuk nilai p-value = 0,001, pada variabel stigma. Disimpulkan ada hubungan resiliensi dan stigma keluarga terhadap kekambuhan pasien skizofrenia di Poliklinik Rumah Sakit Jiwa Daerah dr.Samsi Jacobalis Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2024.Saran dari penelitian ini adalah diharapkan hasil penelitian ini digunakan sebagai literatur dan acuan untuk meningkatkan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya stigma keluarga dan resiliensi terhadap kekambuhan pasien skizofrenia.  

Muhammad Eka Jaya Maualana; Elvie Tresya; Indri Sarwili

Jurnal ilmu Kesehatan Umum 2024 Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Stress in patients with gastritis recurrence is a physiological problem felt by early adults when they experience relapses of gastritis. Management of stress in patients with gastritis recurrence in early adulthood can be overcome with complementary therapy, namely breathing meditation therapy. Breathing meditation therapy itself is an activity that aims to achieve mental calm by focusing your breathing so you can relax your mind and body. This study aims to determine the effect of providing breathing meditation therapy on the stress levels of patients with gastritis recurrence in early adulthood in the Rw 001 Ragamukti Tajurhalang Bogor environment. In this research, the method used is pre-experimental quantitative research with a one group pretest – posttest design. The sample consisted of 15 early adults suffering from recurrent gastritis in the Rw 001 Tajurhalang Bogor area who were selected using a purposive sampling technique using a questionnaire with a Likert measuring scale. This research uses the Wilcoxon Signed Rank test with a significant value of α=(<0.05). The test results from this research were that most respondents experienced a decrease in stress levels as evidenced by the presence of a percentage in the mild stress range of 9 people (60.0%), while respondents who experienced moderate levels of stress were 6 people (40.0%) with an average value of The average (mean) stress level after receiving breathing meditation therapy was 8.47. Indicating that the ρ value = <.001, where the ρ value was less than 0.05, so the null hypothesis (H0) was rejected, so the alternative hypothesis was accepted (Ha).

Siti Masita Zahra Ohoira; Harleli Harleli; Siti Nurfadilah H

Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Recurrent hypertension is a repeated increase in high blood pressure above 140/90 mmHg. Factors that can cause a recurrence of high blood pressure include: consuming unhealthy foods, consuming caffeine and smoking, rarely exercising, not maintaining body weight, consuming fatty foods, consuming foods high in fat and consuming unlimited alcohol. To prevent the recurrence of high blood pressure, patients should keep the following in mind: Get enough rest, change to a healthy diet, exercise, avoid alcohol, avoid stress, and handle the daily workload. The capacity to manage oneself and be positive, such as managing emotional intensity and reactivity, is important for preventing recurrence of hypertension and managing blood pressure. The aim of this study is to identify factors related to the prevention of hypertension recurrence in hypertensive patients. This type of research involves observational analysis with a cross-sectional research design. The study population consisted of 71 hypertensive patients who lived in the Wua Wua Community Health Center working area. The research results show the value of P = 0.263 < a = 0.05. This means that knowledge about high blood pressure and recurrence prevention is irrelevant. The research results show a value of P = 0.002< a = 0.05. This means that there is a link between treating hypertension and preventing recurrence. The research was conducted for 61 days.

Ade Siska Huraju; Firmawati Firmawati; Dewi Modjo

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Kekambuhan pasien gangguan jiwa biasa terjadi karena ada hal-hal buruk yang menimpa pasien, seperti diasingkan oleh keluarganya sendiri atau dukungan sosial masyarakat yang kurang, sedangkan dalam rangka mencegah terjadinya kekambuhan diperlukan dukungan keluarga sendiri atau dukungan sosial masyarakat. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan dukungan sosial masyarakat dengan kejadian kekambuhan pada pasien gangguan jiwa. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah  cross sectional. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara dukungan sosial masyarakat dengan kejadian kekambuhan pada pasien gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Limboto Barat. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dukungan sosial masyarakat memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian kekambuhan pada pasien gangguan jiwa. Saran diharapkan kepada keluarga dan masyarakat agar tidak menjauhi atau memberikan stigma yang negatif pada pasien yang mengalami gangguan jiwa, bantu dan damping pasien dalam proses penyembuhan dengan memberikan dukungan yang positif.    

Azhari, Nanang Khosim; Rahayu, Desi Ariyana

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Abstrak Prevalensi kekambuhan pada klien skizofrenia terbilang tinggi yaitu berada dalam rentang 50-92%, secara global. Kekambuhan sering terjaid akibat dari kurang pengetahuan dari keluarga terhadap masalah kejiwaan yang dialami oleh klien. Klien dan keluarga perlu mendeteksi secara dini fase prodromal yang terjadi pada klien agar potensial kambuh dapat ditangani. Faktor penyebab kekambuhan adalah ketidakpatuhan pengobatan ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) sebesar 36,1 % tidak minum obat karena merasa sudah sehat dan 33,7% tidak rutin berobat ke fasilitas layanan kesehatan. Dukungan keluarga yang buruk juga memberi peluang terjadinya kekambuhan hingga enam kali lipat pada klien skizofrenia. Klien dengan episode kambuh berulang berisiko tinggi meningkatkan keparahan penyakit, fungsi sosial dan peningkatan risiko bunuh diri. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pendidikan kesehatan kepada keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan ODGJ agar mampu merawat sehingga angka kekambuhan dapat ditekan.

Nanang Khosim; Sonia Selviana; Afifah Kurniawati; Ainnur Rizqiana D; Fitriana Noor S +1 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Permasalahan kesehatan jiwa cenderung meningkat setiap tahunnya. Prevalensi masalah kesehatan jiwa menunjukkan angka sekitar 35 juta orang terkena depresi, 60 juta orang terkena bipolar, 21 juta terkena skizofrenia,serta 47,5 juta terkena dimensia (WHO, 2017). Di Indonesia, prevalensi skizofrenia/psikosis 0.18% dan diantaranya 14.0% pernah dipasung dan diantaranya 31.5% dipasung 3 bulan terakhir (Riskesdas, 2018). Prevalensi skizofrenia/psikosis di tempat praktik mahasiswa spesialis keperawatan jiwa di kota Bogor berdasarkan prevalensi Jawa Barat sebesar 0.14% dan di kota Magelang berdasarkan prevalensi Jawa Tengah sebesar 0.25%. Prevalensi dari kekambuhan masalah kesehatan mental dalam hal ini skizofrenia harus menjadi perhatian. Prevalensi kekambuhan pada klien skizofrenia berada dalam rentang 50-92% secara global (Weret & Mukherjee, 2014). Kemungkinan kambuh pada klien skizofrenia adalah 60% sampai 70% dalam beberapa tahun pertama setelah diagnosis (Stuart et al., 2016). Kekambuhan berada pada rentang 50-92 % pada tahun pertama setelah didiagnosis.                                           

Fitri Komalasari; Asep Solihat

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

: Family support is one of the factors that may affect relapse in patients with epilepsy. Epilepsy is one a illness of brains and nerve’s with the highest incidence to four from ten diagnose in the Mental Hospital of West Java Province in  January-march 2022, with the incidence rate of as much as 500 patients. This study aims to determine the relationship of social support of families with epilepsy patients relapse frequency in the out patient Mental Hospital of West Java Province. Design of quantitative research with cross sectional approach and the sample amounted to 62 patients with epilepsy. Results of that study (40,3%) less family support, (9,7%) were family social support, and (50%) good family support. Results for the frequency of relapse in patients with epilepsy (38,7%) high recurrence rate (32,3%) recurrence rate was, and (29%) recurrence rate is low. The results using spearman rank test was obtained ρ value of 0,000 < 0,05. Means Ho is rejected, this shows there is a relationship of social support for families with epilepsy patients relapse frequency in the out patient Mental Hospital of West Java Province. Spearman correlation coefficients obtained a value of 0,603 which means that there is a significant relationship between social support of families with the frequency of relapse in patients with epilepsy. So it is suggested that the education in the family in order to continue to provide support to patients with epilepsy and is expected to nurse a mental hospital to provide information to families about the importance of the meaning of family social support for patients with epilepsy.

Dwi Mulianda; Margiyati; Andre Dwi Susilo; Jeffri Riyan Mustakim; Nur Khasanah +2 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2019 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Peningkatan asam urat (hiperurisemia) didefinisikan sebagai peninggian kadar asam urat lebih dari 7,0 ml/dl dan 6,0 mg/dl. Hiperurisemia perlu dilakukan penatalaksanaan untuk membatasi serangan akut, mencegah kekambuhan, dan mencegah komplikasi yang terkait dengan pengendapan kristal urat di jaringan, serta mencegah kecacatan fisik. Penatalaksaan hiperurisemia selain dapat diselesaikan secara farmakologis menggunakan obat-obatan, namun dapat juga dilakukan secara non farmakologis dengan melakukan senam ergonomis, serta manajemen nutrisi. Kegiatan ini bertujuan agar lansia di Posyandu Lansia Setya Manunggal III Kabupaten Semarang dapat mengetahui penatalaksanaan peningkatan asam urat (hiperurisemia). Berdasarkan Evidance Based penatalaksanaan peningkatan asam urat dengan obat-obatan, senam ergonomis, dan manajemen nutrisi signifikan berpengaruh terhadap penurunan asam urat dalam darah. Hasil pengabdian masyarakat diantaranya adalah Lansia Setya Manunggal III Kabupaten Semarang yang hadir pada tanggal 10 Februari 2019 sebanyak 56 orang; Screening asam urat 16 orang (28,6 %) mengalami peningkatan asam urat, 33 orang (58,9 %) asam urat normal, dan 7 orang (12,5 %) asam urat low; terdapat peningkatan pengetahuan lansia   setelah diberikan pendidikan kesehatan penatalaksanaan peningkatan asam urat; terdapat peningkatan ketrampilan lansia   dalam melakukan senam ergonomic sebagai penatalaksanaan peningkatan asam urat; Lansia Setya Manunggal III Kabupaten Semarang sudah menerapkan penatalaksanaan peningkatan asam urat dalam kehidupan sehari-hari.