This study aims to describe the relationship between age, education, and occupation with the participation of Couples of Reproductive Age (PUS) in the Family Planning (KB) program in Desa Gandu, Majalengka. The study design used is a descriptive observational design with a cross-sectional approach. The sample of this study consisted of 440 PUS recorded in the village administration and Puskesmas between January and June 2025. The results of the study showed that older age (25-34 years), lower education, and the occupation of housewives (IRT) were associated with higher participation in the KB program. Most respondents with low education (SD and SMP) showed high participation in the KB program, while those with higher education showed lower participation. These findings indicate the importance of a community-based approach that involves housewives (IRT), as well as the need to improve KB counseling programs for higher-educated groups and formal workers. This study suggests that KB programs in Desa Gandu should focus more on the younger age group, formal workers, and those with higher education who still have lower participation rates.
This study is grounded in the importance of equipping prospective teachers with professional competencies required in the digital era. The Kampus Mengajar program provides students with practical teaching experiences through direct involvement in schools, while mastery of TPACK is essential for designing instruction that aligns with contemporary educational demands. The purpose of this research is to examine the influence of participation in the Kampus Mengajar program and TPACK mastery on the teaching readiness of students in the Faculty of Pedagogy and Psychology at Universitas PGRI Wiranegara. The study adopts the TPACK framework, which integrates content, pedagogy, and technology. Using a quantitative associative design, the research involved 86 respondents from cohorts 5 to 8 of Kampus Mengajar participants. Data were analyzed through multiple linear regression. The findings indicate that participation in the Kampus Mengajar program has a positive and significant effect on teaching readiness (t = 3.132 > t-table 1.989; sig. = 0.002). Likewise, TPACK mastery significantly influences teaching readiness (t = 8.520; sig. = 0.000). Simultaneously, both variables show a significant effect on teaching readiness (F = 103.752 > F-table 3.105; sig. = 0.000). The study concludes that engagement in Kampus Mengajar and TPACK competence, both individually and jointly, contribute to preparing students for the teaching profession. These results highlight the need for higher education institutions to strengthen practical programs and foster the integration of pedagogy and technology in teacher education.
Afrianto, A., Parjito, P., Rahma, E. A., & ... (2023). Rintisan desa cerdas: Penguatan literasi digital bagi Karang Taruna Neba. Prosiding Seminar.... https://e-journal.unmas.ac.id/index.php/senadiba/article/view/8417
Akbarinasasi, A., & Panduwinata, L. F. (2023). Pengaruh pengetahuan kewirausahaan, social skill, dan peluang usaha terhadap keberhasilan usaha angkringan. Nomicpedia: Journal of .... https://journal.inspirasi.or.id/nomicpedia/article/view/232
Anisti, A., Sidara, S., Veranus, V., & Imran, M. S. (2024). Tantangan literasi digital generasi Z: Kajian systematic literature review. Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Bahana, 30(2), 152–161. https://doi.org/10.33751/wahana.v30i2.11870
Aribawa, D. (2016). Pengaruh literasi keuangan terhadap kinerja dan keberlangsungan UMKM di Jawa Tengah. Jurnal Siasat Bisnis, 20(1), 1–13. https://doi.org/10.20885/jsb.vol20.iss1.art1
Erstiawan, M. (2021a). Good corporate governance penyelenggara pendidikan dalam perspektif agency theory. Majalah Ekonomi, 26(1), 40–51. https://doi.org/10.36456/majeko.vol26.no1.a3952
Erstiawan, M. (2021b). Kepatuhan emiten dalam taksonomi extensible business reporting (XBRL). CAPITAL: Jurnal Ekonomi dan Manajemen, 5(1), 71–85. https://doi.org/10.25273/capital.v5i1.10308
Erstiawan, M. S. (2024). Menggali potensi diri bisnis santripreneur berbasis bimbingan teknis. ADIMA Jurnal Awatara Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(4), 11–18. https://doi.org/10.61434/adima.v2i4.238
Erstiawan, M. S., & Y. R. (2022). Implikasi corporate social responsibility dalam perspektif akuntansi pada subsektor telekomunikasi. Jurnal Sosial Sains, 2(2), 385–396. https://doi.org/10.36418/sosains.v2i2.343
Erstiawan, M. S., et al. (2021). Efektivitas strategi pemasaran dan manajemen keuangan pada UMKM roti. Dikemas, 5(1), 57–61. https://doi.org/10.32486/jd.v5i1.574
Hodsay, Z. (2021). Pengaruh manajemen keuangan keluarga dan hasil belajar kewirausahaan pada era pandemi Covid-19 terhadap motivasi berwirausaha. Jurnal Neraca: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Ekonomi Akuntansi, 5(1), 91–103. https://doi.org/10.31851/neraca.v5i1.5890
Kartini, T. M., Suhendra, S., Tan, E., & ... (2024). Pelatihan pengelolaan SDM di era digital pada Karang Taruna dan usaha kecil di Provinsi Jawa Barat. SABAJAYA Jurnal .... https://journal.sabajayapublisher.com/index.php/jpkm/article/view/346
Mendari, A. S., & F. S. (2019). Hubungan tingkat literasi dan perencanaan keuangan. Jurnal Moduk, 31(2), 227–240.
Naufal, H. A. (2021). Literasi digital. Perspektif, 1(2), 195–202. https://doi.org/10.53947/perspekt.v1i2.32
Nurcahyawati, V., Wulandari, S. H. E., & Sutomo, E. (2020). Penerapan urun daya berbasis internet untuk pemenuhan bahan baku pada usaha kecil menengah (UKM) batik Sidoarjo dan UKM Mekar Sari Surabaya. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 26(2), 84. https://doi.org/10.24114/jpkm.v26i2.16829
Oetama, S. (2022). Orientasi kewirausahaan terhadap keunggulan dalam bersaing. Google Books. https://books.google.com/books?hl=en&lr=&id=L1h-EAAAQBAJ
Poerna Wardhanie, A., Naufal, A. Z., & Eko Wulandari, S. H. (2021). Perancangan strategi digital marketing dengan metode RACE pada layanan online food delivery berdasarkan perilaku pelanggan generasi Z. Journal of Technology and Informatics (JoTI), 3(1), 1–11. https://doi.org/10.37802/joti.v3i1.187
Rahmawati, E., Wardhanie, A. P., Wulandari, S. H. E., & Effendi, P. M. (2023). Pelatihan perancangan prototype aplikasi pemasaran untuk mendukung keikutsertaan Gen Z pada festival inovasi dan kewirausahaan siswa Indonesia (FIKSI). Jurnal Abdi Insani, 10(2), 1002–1011. https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v10i2.939
Rinaldi, M., & Ramadhani, M. A. (2024). Peningkatan literasi perpajakan dalam kalangan UMKM: Langkah menuju kemandirian finansial. Eastasouth Journal of Effective Community Services, 2(03), 158–169. https://doi.org/10.58812/ejecs.v2i03.240
Sagirani, T., Effendi, P. M., Erstiawan, M. S., Eko Wulandari, S. H., & Rahmawati, E. (2025). AI untuk siswa: Pendekatan experimental learning dalam pengenalan artificial intelligence di tingkat SMA. Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA), 5(3), 1014–1025. https://doi.org/10.31004/abdira.v5i3.846
Sagirani, T., Nugroho, L. E., Santosa, P. I., & Kumara, A. (2015). User experience model in the interaction between children with special educational needs and learning media. 2015 2nd International Conference on Information Technology, Computer, and Electrical Engineering (ICITACEE), 72–75. https://doi.org/10.1109/ICITACEE.2015.7437773
Septiani, R. N., & W. E. (2020). Pengaruh literasi keuangan dan inklusi keuangan terhadap kinerja UMKM di Sidoarjo (Doctoral dissertation, Udayana University). https://doi.org/10.24843/EJMUNUD.2020.v09.i08.p16
Slamet, S., & Sagirani, T. (2024). Peningkatan kesiapan kerja siswa SMK melalui pengembangan soft skills di SMKN 1 Sambeng Lamongan. Tekmulogi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 79–90.
Soebijono, T., & E. M. (2020). Peranan revolusi industri 4.0 terhadap mutu pendidikan sekolah menengah kejuruan jurusan akuntansi. Jurnal Bisnis Perspektif, 12(2), 115–122. https://doi.org/10.37477/bip.v12i2.97
Wardhanie, A. P., Kartikasari, P., & Wulandari, S. H. E. (2019). Analisis penggunaan media internet pada usaha mikro kecil menengah (UMKM) Jawa Timur untuk menembus pasar global dengan metode O2O. Jurnal Bisnis Terapan, 3(02), 179–188. https://doi.org/10.24123/jbt.v3i02.2513
Wulandari, S., & Rahmah, M. (2020). A survey on crowdsourcing awareness in Indonesia micro small medium enterprises. IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, 769, 012016. https://doi.org/10.1088/1757-899X/769/1/012016
Penentuan siswa terbaik di lingkungan sekolah seringkali menghadapi tantangan dalam hal objektivitas dan konsistensi. SMP Negeri 3 Tanjung mengalami kesulitan dalam memilih siswa terbaik secara sistematis karena belum adanya sistem penilaian terstruktur yang mempertimbangkan berbagai kriteria secara kuantitatif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem pendukung keputusan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dalam pemilihan siswa terbaik. Metode AHP dipilih karena mampu menguraikan permasalahan kompleks menjadi hierarki dan melakukan perbandingan antar kriteria serta alternatif secara berpasangan. Kriteria yang digunakan meliputi nilai akademik, sikap dan kedisiplinan, keikutsertaan dalam organisasi sekolah, serta prestasi dalam kejuaraan. Hasil perhitungan menunjukkan nilai akademik memiliki bobot tertinggi yaitu 0.5345, diikuti oleh nilai sikap dan kedisiplinan sebesar 0.2775, keikutsertaan organisasi sebesar 0.1236, dan kejuaraan lomba sebesar 0.0642. Dengan hasil perhitungan akhir menggunakan metode AHP, siswa bernama Ajeng Malica Aura Madura mendapat nilai tertinggi sebesar 0.1539 dan ditetapkan sebagai siswa terbaik peringkat pertama. Sistem ini terbukti memberikan hasil penilaian yang lebih transparan, terstruktur, dan dapat dipertanggungjawabkan oleh pihak sekolah.
Notary Law Research•2025•Program Studi Kenotariatan Program Magister Fakultas Hukum UNTAG Semarang
Notaris atau PPAT dalam jabatannya tidak terlepas dari sebuah kesalahan dan pelanggaran. Salah satu yaitu kasus dalam Putusan Nomor 1379K/Pid/2023 diketahui dalam kasus bahwa MVS selaku Notaris atau PPAT dititipi uang pembayaran uang tanah oleh SRW selaku pembeli. Uang tersebut tidak diberikan kepada pihak yang berhak yaitu 19 ahli waris selaku penjual maupun BA selaku kuasa jual, Namun diberikan kepada EW. Pokok permasalahan dalam penelitian ini yaitu :1). Bagaimana proses pelaksanaan jual beli tanah dalam Putusan Nomor 1379K/Pid/2023. 2). Bagaimana tanggung jawab Notaris atau PPAT terhadap jual beli tanah dalam Putusan Nomor 1379K/Pid/2023 3).Bagaimana akibat hukum terhadap Notaris atau PPAT yang turut serta dalam proses jual beli tanah dalam Putusan Nomor 1379K/Pid/2023. Metodologi penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, sumber data yaitu data sekunder, metode pengumpulan data dengan studi kepustakaan, metode analisis data menggunakan analisis data kualitatif. Hasil dari penelitian ini bahwa, 1). Proses jual beli tanah ada tiga tahapan yang harus dilalui yaitu tahapan pengecekan data, tahapan persiapan dan perpajakan, terakhir tahapan jual beli dan balik nama. 2). Sikap Notaris atau PPAT dalam Putusan Nomor 1379K/Pid/2023 merugikan bagi pihak penjual dan pembeli sehingga Notaris atau PPAT bertanggung jawab secara perdata, pidana, dan Adminitratif. 3). Notaris atau PPAT dengan menerima uang titipian dari SRW dinilai menjadi pihak yang ikut serta Notaris atau PPAT dalam jual beli tanah tersebut dan hal itu telah melanggar Pasal 52 UUJN, maka akibat dari keikutsertaan menerima sanksi pidana yaitu penjara selama tujuh bulan.
In Indonesia, government attention to the use of post-saline contraceptives is increasing. According to the recommendations of The National Meeting on Family Planning Programs in 2012, the postpartum and post-miscarriage Family Planning (KB PP & PK) program is designated as a priority program that should be available in every province. This program aims not only to increase the number of contraceptive use, but also to improve maternal and child health (JNPK, 2012). Post-copy family planning is one of the government programs with a target of 80%, although the acceptor of post-copy family planning only reaches 30%, the Minister of Health of the Republic of Indonesia considers this achievement as a significant progress in increasing community participation in family planning programs. Meanwhile, the number of family planning acceptors in North Sumatra in 2012 reached 4,041 acceptors. This study aims to analyze the relationship between maternal knowledge about post-copy family planning and participation in becoming a family planning acceptor at Balimbingan Hospital, Tanah Jawa District, Simalungun Regency, Pematang Siantar City in 2024. This study applies an analytical survey method with a cross-sectional approach with sampling carried out using the Incidental Sampling technique of 44 people. The data analysis technique applied was Spearman's Rho Correlation with a significance level of 5% or a confidence level of 95%. The results of the study based on the output test statistics obtained the result of p=0.007 (<0.05). The conclusion of the study is that Ha is accepted, which means that maternal knowledge has a significant relationship with participation in becoming a post-copy family planning acceptor. It is hoped that the Family Planning program management officer at Balimbingan Hospital will continue to provide accurate information, education and counseling.
Every campus must have an organization within it. Many students join organizations on campus and have no relationship with their self-esteem. Every campus surely has organizations within it. The research results show a relationship between self-esteem levels and campus organization participation among students of the Faculty of Economics at Universitas Islam Sultan Agung Semarang, with a p-value of 0.000 and a moderate correlation indicated by an r-value of 0.450. The research results indicate a relationship between self-esteem levels and campus organization participation among students of the Faculty of Economics at Universitas Islam Sultan Agung Semarang, with a p-value of 0.000 and a moderate correlation shown by an r-value of 0.450.
This study aims to analyze the influence of P2MW Program participation and financial management on the entrepreneurial spirit of Universitas PGRI Wiranegara students. The research employs a quantitative approach with a causal-comparative design. Data were collected through questionnaires distributed to 55 students who participated in the P2MW Program from 2022 to 2024, using a census technique. Analysis was conducted using SPSS software to examine the relationship between variables. This study highlights the importance of financial management and entrepreneurship programs in shaping students' entrepreneurial spirit.The findings are expected to contribute to the development of entrepreneurship training strategies in academic environments to produce competent and creative young entrepreneurs”
The high birth rate in Indonesia is one of the major problems and requires special attention in handling it. One form of special attention from the government in overcoming the high birth rate is implementing comprehensive family planning. The national family planning movement is prepared to build optimal human resources, characterized by increasing community participation in meeting the needs to be able to build prosperous families in the context of family planning services. The purpose of the study was to identify the relationship between family support and the participation of Women of Childbearing Age in the Family Planning Program at the Aramo Health Center, Aramo District, South Nias in 2023. The results of the cross-tabulation study showed a relationship between family support and the participation of women of childbearing age in the family planning program at the Aroma Health Center, South Nias in 2023 with a P value of 0.000 (P value <0.005), so Ho was rejected and Ha was accepted. Suggestions for midwifery services to provide education to increase family support with the participation of women of childbearing age.
Era saat ini UMK dituntut menghasilkan produk layak jual didukung dengan produk tersertifikasi halal yang diselenggarakan oleh badan penjamin produk halal. Ini merpakan jaminan kehalalan produk tertentu yang dipasarkan pada konsumen. Produk UMK dituntut memiliki kualitas produk yang terjamin, higienis sesuai dengan standar kehalalan produk dari Majelis Ulama Indonesia. Faktanya Progam SEHATI yang dicanangkan oleh Kementerian Agama RI masih mengalami kesulitan dalam implementasi pendampingan sertifikasi halal kepada pelaku UMK di Indonesia, salah satunya seperti permasalahan yang terjadi di Kabupaten Blitar. Tujuan penelitian, meneliti tingkat kesadaran masyarakat tentang pentingnya kegiatan sertifikasi halal pada produk UMK kerangka meningkatkan nilai produk dan kepercayaan konsumen melalui Program Sehati di Kabupaten Blitar. Metode kualitatif pedekatan fenomenologi digunakan dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian, sosialisasi secara masif dan pendampingan halal malalui program sehati, yakni mengedukasi dan mensosialisasikan pelaku usaha UMK tentang sertifikasi halal, selanjutnya diikuti dukungan kerjasama antara pemerintah daerah dengan pemerintah desa, keikutsertaan perguruan tinggi dalam memberikan pendampingan kepada pelaku UMK. Kemudahan akses mengurus sertifikasi halal oleh pemerintahan daerah dan dinas terkait, adanya sosialisasi program sehati dari pemeritahan desa kepada pelaku usaha, para pendamping halal harus berkolaborasi dengan pusat pelatihan bisnis, meminimalisir adanya praktek pungutan liar dalam pendampingan program sehati, memperbanyak delegasi pendamping halal di desa. Program sertifikasi halal gratis wajib sosialisasi secara masif kepada palaku UMK dengan harapan memberikan berbagai manfaat dalam kemajuan usaha di masa depan.
This research explores the low political participation of students in the Faculty of Social Sciences at the State University of Medan in conveying their aspirations to the government. Characteristics of a democratic country highlight the active involvement of its citizens in political activities, including student political participation. Student organizations are considered small entities similar to the government. The literature review involves definitions of democracy, forms of democracy, and political participation. The research method uses a quantitative and descriptive approach with data collection through questionnaires and interviews. The research findings indicate that the majority of students rarely or never convey their aspirations, driven by a lack of confidence that their aspirations will be responded to. Respondent profiles show a majority from the Geography department and with student registration numbers from the year 2022. Factors influencing low participation include lack of trust, low awareness, and lack of support from student organizations. Recommendations include increasing courage, organizational support, student awareness, interdisciplinary networks, innovation, easily accessible communication platforms, and active government engagement. This research provides in-depth insights and offers recommendations to enhance student participation in conveying political aspirations.
Masa remaja merupakan masa periode transisi yang rentan terhadap munculnya masalah kenakalan pada remaja. Memerlukan pemahaman keluarga yang baik serta penanganan yang tepat terhadap remaja, mengingat masa transisi remaja adalah masa yang paling menentukan. Kerjasama dari remaja itu sendiri, orang tua, dan guru untuk mengurangi kenakalan remaja dan remaja dapat mengembangkan dirinya secara optimal Tujuan Pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pemahaman keluarga dalam penanganan kenakalan remaja sebagai upaya keikutsertaan keluarga untuk mengurangi kenakalan remaja.Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk pendidikan keluarga, Sasaran aadalah keluarga (orang tua remaja ) .Metode menggunakan ceramah, tanya jawab, dan demonstrasi dilanjutkan evaluasi, materi terdiri dari : Peran keluarga dan upaya penanganan kenakalan remaja melalui metode Transcultural Nursing Model .Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat didapatkan orang tua sangat antusias ketika diberikan informasi tentang kenakalan remaja,jumlah yang hadir adalah 25 keluarga remaja , setelah dilakukan tanya jawab (post test )25 (83.3 %) orang tua mampu menjawab pengertian kenakalan remaja, faktor dan dampaknya bagi remaja dengan baik dan benar. Para orang tua akan menjaga putra putrinya dengan mengingatkan dan memantau langsung pergaulan remaja di masyarakat karea faktor lingkungan sangat besar pengaruhnya bagi kenakalan remaja. Perlu ditingkatkan edukasi dampak kenakalan remaka serta pentingnya keterlibatan langsung orang tua mendampingi remaja dalam pergaulan sehari-hari.
One of the easiest ways to detect cervical cancer early is with a visual examination of acetic acid. Early detection of cervical cancer by visual examination with acetic acid is guaranteed by the government, namely BPJS Kesehatan, and is included in the national health insurance program. The purpose of the study was to determine the low participation of women of childbearing age in acetic acid visual examination by UPT Puskesmas Timpah. The method used in this study is descriptive research. Questionnaires made by purposive sampling technique are used as data collection instruments; The maximum number of samples in the study sample is 30 samples. The respondents of this study were women of childbearing age. The results showed that based on respondents' knowledge of information, 26 respondents were uninformed (86.66%), 20 respondents (93.33%) did not support men. In the field of education, 21 people were found to have elementary and junior high school education as much as 70%, in the support of officers it was found that 20 people did not support (66.67%). Regarding access to information, it is known that 22 people did not get any assistance to get information (73.33%).
National Health Insurance (JKN) is a priority for low- and middle-income countries as a way to increase access to health services and reduce the financial burden on health care. The special objective is to analyze the relationship between income and participation in the National Health Insurance (JKN). The 30 respondents, 19 (63.3) respondents were female and 11 (26.7) were male. And aged > 45 years old a total of 15 (50.0) and < 45 years old (50.0). And almost all 23 respondents (69.7) earned < 2,190,206 in each month and as many as 7 respondents with an income of > 2,190,206 in each month. There is a significant positive relationship between the level of opinion and participation in the National Health Insurance program, where the higher the income, the more people participate in the National Health Insurance program. Comprehensive and comparable estimates of health spending across countries are critical to achieving national and international health goals. If there is more health care, the amount of premium that will be issued will also be a lot. Premium increases in the health insurance sector are an uphill task for policymakers to form balanced policies that can provide affordable health care while maintaining survival
Background Maternal Mortality Rate (MMR) is the main indicator for assessing the success of maternal health programs because of its sensitivity to improving health services, both in terms of accessibility and quality. Acceleration in reducing MMR can be achieved by improving health services for pregnant women in prenatal yoga classes which have the benefit of improving maternal health, both physical, mental and emotional. The aim of this research is to determine the relationship between maternal age, maternal employment and husband's support on maternal participation in prenatal yoga classes. Methode This research method is quantitative research with a cross sectional approach. The subjects were 42 primigravida. The sampling used was consecutive sampling. Data were collected using a questionnaire list, then the data was processed using the Chi Square test. Result The results of the bivariate test using the chi square test showed that there was a significant relationship between husband's support (p value = 0.009), there was no significant relationship between mother's age (p value = 0.559) and mother's employment (p value = 0.525) with the participation of primigravida pregnant women in taking prenatal yoga classes. Conclussion Husband's support is associated with mother's participation in prenatal yoga classes.
Indonesia sebagai negara yang meratifikasi konvensi Hak-Hak Anak (Convention of the Rights of the Child), mengatur prinsip perlindungan hukum terhadap anak dan berkewajiban memberikan perlindungan khusus terhadap anak yang berkonflik dengan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis masalah penahanan terhadap anak nakal serta menganalisis prinsip perlindungan Hak Asasi Manusia dalam pelaksanaan penahanan anak agar tidak terjadi penyalahgunaan wewenang. Type penelitiannya termasuk penelitian hukum empiris karena penekanannya menelaah pada fenomena perlindungan hukum yang berkaitann dengan masalah penahanan anak, dengan menggunakan data primer dan data sekumder. Bahwa anak adalah seseorang yang telah berumur 12 tahun tetapi belum berumur 18 tahun. Keterlibatan anak yang terjerumus dalam suatu tindak pidana/kriminal membuat mereka harus berhadapan dengan hukum dan kerap mendapat stigmatisasi dan diskriminasi dari masyarakat sehingga menyebabkan anak menjadi kecewa, frustasi bahkan dendam. Oleh karenanya penyelesaian perkara terhadap anak nakal hendaknya berbeda dengan perlakuan terhadap pelaku tindak pidana pada umunya, bahkan penahanan anak sebisa mungkin menjadi alternatif terakhir jika diversi dan jaminan dari orang tua tidak mencapai mufakat. Upaya mempersingkat penahanan patut diperhatikan dengan menyelesaikan pemeriksaan sedini mungkin dan penahanan dalam penyelesaian perkara anak menjadi alternatif akhir sesuai mekanisme dalam Sistem Peradilan Pidana Anak dengan mengedepankan asas kepentingan terbaik bagi anak. Sehingga keikutsertaan masyarakat sangat penting dalam mengawasi, membimbing dan membina anak karena masalah anak nakal seringkali disebabkan oleh pengaruh masyarakat, lingkungan anak serta pengasuhan yang salah dari orang tua.
Rendahnya keikutsertaan suami dalam program KB berhubungan dengan beberapa faktor yaitu pengetahuan,umur,jumlah anak serta dukungan pada keluarga. Dan masyarakat yang masih menggangap keikutsertaan belum atau tidak penting dilakukan. Bila dibandingkan dengan partisipasi pria di negara-negara tetangga seperti : Korea (27%), Sri Langka (26%), Filipina (24%), Bangladesh (18%), Nepal (18%), Malaysia (16,8%), Cina (11%), Thailand (9%), dan Pakistan (9%), maka Indonesia menempati angka paling rendah keikutsertaan dalam ber-KB.Tujuan penelitian ini Untuk mengidentifikasi faktor yang berhubungan ; pengetahuan, umur, jumlah anak dan dukungan keluarga dengan keikutsertaan suami dalam KB vasektomi di Kel.Pandu Kec.Bunaken Kota Manado
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan rancangan cross sectional. Jumlah sampel yang di ambil adalah 150 orang suami Di Kel. Pandu Kec. Bunaken Kota Manado. Instrument penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data meliputi analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji chi square.
Berdasarkan hasil penelitian adalah pengetahuan sebagian besar memiliki pengetahuan cukup yakni 72 responden ( 48 % ) , sebagian besar memiliki umur < 30 - 40 Tahun yakni 77 responden (51,3 %), jumlah anak hampir seluruhnya memiliki jumlah anak hidup > 2 Org yakni 81 responden (54 %). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan umur dengan keikutsertaan suami KB vasektomi sedangkan tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan jumlah anak.
Pancasila merupakan Dasar Negara Indonesia dan sebagai pandangan hidup bangsaIndonesia. Sudah kita ketahui pancasila telah tercatat dalam UUD Negara Indonesia. Pancasilamempunyai fungsi sebagai Dasar Negara,ideologi Negara dan pandangan hidup bangsaIndonesia. Dalam sila pancasila telah tercantum salah satunya mengenai politik. Metodepenelitian menggunakan deskriptif analitik yaitu suatu metode penelitian yang di lakukan dengantujuan utama untuk membuat gambar atau deskripsi tentang suatu keadaan secara obyektifkemudian dianalisis untuk mencari hubungan antara dua variabel. Politik saat ini mempunyaiperan penting bagi masyarakat,banyak masyarakat saat ini yang melalukan konstribusi guna ikutberpartisipasi politik terutama dalam mendukung pembangunan politik di Indonesia. Konstribusisangat penting karena dengan adanya konstribusi dengan ikut serta masyarakat dalam partisipasimasyarakat bisa untuk memajukan dan mensukseskan pembangunan politik di Indonesia.Partisipasi masyarakat sangat diwajibkan karena merupakan bentuk kesadaran,tanggung jawabterhadap pentingnya suatu pembangunan politik. Pembangunan politik adalah satu bagian daripembangunan nasional secara menyeluruh, dimana pembangunan itu bertujuan untukmemajukan demokrasi di Indonesia. Bentuk partisipasi masyarakat dalam mendukugpembangunan politik dengan cara keikutsertaan masyarakat dalam pembangunan politik gunamencapai kesejahteraan.Kata kunci : Politik, Partisipasi, Pembangunan Politik.
Bergaul dalam dunia maya dengan bergabung dalam suatu milis, banyak membawa manfaat.Tidak hanya wawasan keilmuan kita yang makin berkembang, namun prospek perkembangan bisnis kitajuga layak diharapkan. Dengan banyak bergaul, aktif menyumbang ide dan pemikiran, tentunya denganetiket milis yang sesuai, jaringan rekan-rekan yang berpotensi sebagai mitra bisnis maupun klien, jugabertambah. Melalui aktif sumbang ide dan masukan di group milis, khususnya seputar topik yangbersinggungan dengan produk bisnis, kredibilitas serta image kita sebagai sang ahli pemecah solusi.Aktifitas dan keikutsertaan kita dalam sebuah media komunikasi, sumbang ide dan pemikiran yang adamembutuhkan sebuah media penyampai yang efektif dan mudah dikenal. Disinilah peran email denganbeberapa kelebihan seperti lebih murah dan lebih cepat sampai dibanding surat, tidak mengganggu sepertitelepon, dan tidak merepotkan seperti faks. Dengan email perbedaan lokasi dan wilayah waktu tidak begitumenjadi penghalang dalam berkomunikasi. Bahkan ada bukti menunjukkan bahwa email mengarahkanstruktur informasi menjadi egaliter, di mana semua orang sederajat. Patut disayangkan penggunakan email,banyak orang dirugikan karena tidak mengerti cara menyesuaikan gaya komunikasi di medium barutersebut.