Publication Search

70,607 articles from 615 journals · 1,760 citations tracked

Showing 1-20 of 191

Analytics

Andi Patimang

ISAINTEK: Jurnal Informasi, Sains dan Teknologi 2026 Politeknik Negeri FakFak

LAMPUKITA merupakan salah satu UMKM VCO di Kabupaten Fakfak. Hasil dari pembuatan VCO usaha tersebut,  menghasilkan blondo yang selanjutnya diolah menjadi minyak goreng.  Berdasarkan aspek pemasaran,VCO LAMPUKITA memiliki prospek yang baik. Namun, ketersediaan bahan baku kelapa yang memenuhi syarat pembuatan produk utama, jumlahnya terkadang tidak tersedia.  Penelitian sebelumnya fokus pada teknik ekstraksi VCO, masih sedikit membahas strategi bisnis spesifik untuk minyak goreng hasil blondo ditingkat UMKM dengan kendala bahan baku.  Tanpa strategi pengembangan yang tepat, LAMPUKITA akan sulit bertahan secara finansial meskipun produknya memiliki nilai gizi lebih unggul. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman,  menentukan faktor internal, eksternal strategi terbaik dan model pengembangan bisnis baru yang dapat diterapkan LAMPUKITA. Penentuan lokasi secara purposive. Jenis data yaitu data primer dan data sekunder.  Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi.  Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif (analisis SWOT dan BMC) dan kuantitatif (metode IFAS, EFAS dan QSPM).  Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa kekuatan utama usaha LAMPUKITA terletak pada keunggulan produk alami, pemanfaatan blondo VCO, serta cita rasa khas kelapa Fakfak. Kelemahan utamanya adalah keterbatasan ketersediaan kelapa yang memenuhi standar VCO, kapasitas produksi masih kecil, dan keterbatasan modal. Analisis IFAS dan EFAS menunjukkan LAMPUKITA berada pada kondisi cukup mendukung untuk dikembangkan secara internal dan eksternal. Keberlanjutan usaha ditentukan oleh manajemen rantai pasok  kelapa. Strategi paling tepat dikembangkan adalah strategi kemitraan dengan petani kelapa berbasis standar VCO.  LAMPUKITA dapat menerapkan berbagai model bisnis baru untuk menanggulangi keterbatasan bahan baku.

Dewi Mujta Indah; Harsini

Journal of Administrative and Sosial Science (JASS) 2026 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Perubahan iklim menjadi tantangan besar bagi Indonesia yang menuntut keterlibatan berbagai aktor lintas sektor dalam upaya mitigasi dan adaptasi. Program Kampung Iklim (ProKlim) hadir sebagai pendekatan berbasis komunitas, namun implementasinya masih terkendala minimnya keterlibatan sektor swasta secara sistematis serta terbatasnya koordinasi antaraktor. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran sektor swasta dalam implementasi ProKlim di Kampung Kayu Ara Permai menggunakan kerangka collaborative governance. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi dengan validitas triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor swasta menjalankan peran strategis sebagai fasilitator, enabler, penyedia sumber daya, mediator, dan pelaksana kegiatan lapangan. Keterlibatan aktor seperti PHR, CIFOR, SPLP, dan PT ITA berdampak positif secara lingkungan, sosial, ekonomi, dan kelembagaan. Namun, dominasi sektor swasta berpotensi menimbulkan ketergantungan jika tidak diimbangi dengan penguatan kapasitas masyarakat lokal. Penelitian ini merekomendasikan keseimbangan peran antaraktor dan integrasi yang lebih baik dengan kebijakan pemerintah daerah guna menjamin keberlanjutan program jangka panjang.

Afifah Novi Pujianingrum; Sri Katiwi; Amalia Khoirunisa

TAWAZUN: Journal of Islamic Finance and Digital Innovation 2026 Asosiasi Program Doktor Ekonomi Syariah Indonesia

Filsafat dan etika bisnis memiliki peran penting dalam mengarahkan korporasi untuk bertindak dengan mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan dari keputusan bisnis yang diambil. Dalam konteks global yang terus berkembang, perusahaan-perusahaan dihadapkan pada tantangan besar untuk tidak hanya mengejar keuntungan finansial, tetapi juga untuk memenuhi tanggung jawab sosial mereka. Namun, ketidaksesuaian antara tanggung jawab sosial dan praktik korporasi yang terjadi dalam banyak kasus, mengindikasikan adanya celah dalam pemahaman dan penerapan etika bisnis yang efektif (Carroll, 2020). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji sejauh mana filosofi etika bisnis dapat berperan dalam menyelaraskan tanggung jawab sosial dengan praktik korporasi, serta mengeksplorasi model-model yang dapat diadopsi oleh perusahaan untuk menjembatani ketimpangan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis literatur dan studi kasus sebagai metodologi. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan teori etika bisnis yang lebih aplikatif dalam dunia korporasi, dengan menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai sosial dalam strategi bisnis jangka panjang.

Yuliana, Rita; Abrori, Rian; Emilia Sula, Atik

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Pengabdian ini bertujuan memperkuat akuntabilitas pengelolaan dana pembangunan masjid melalui penyusunan informasi keuangan berbasis ISAK 335. Pengabdian menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui observasi, wawancara, dan pendampingan penyusunan laporan keuangan. Kegiatan dilakukan melalui klasifikasi transaksi, penyusunan laporan keuangan, serta analisis efisiensi dan partisipasi donatur. Hasil pengabdian berupa tersusunnya laporan keuangan pembangunan masjid yang lebih sistematis dan informatif. Takmir memperoleh pemahaman mengenai efisiensi penggunaan dana dan pola partisipasi masyarakat. Transparansi laporan keuangan juga memperkuat kepercayaan jamaah terhadap pengelolaan dana pembangunan. Pengabdian ini berdampak pada penguatan tata kelola, akuntabilitas, dan keberlanjutan partisipasi masyarakat dalam memakmurkan masjid.

Susilawati Cicilia Laurentia; Appolinaris Didien Trimartinni; Kemmala Dewi; Aris Krisdiyanto; Pipit Skriptianata Putra Pranida +2 more

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi petani di Desa Sawit, Kabupaten Magelang, seperti meningkatnya biaya produksi, kesulitan pengendalian hama, dan degradasi lingkungan akibat penggunaan bahan kimia sintetis yang berlebihan. Program ini memperkenalkan Biosaka, sebuah teknologi pertanian inovatif yang memanfaatkan rumput dan dedaunan lokal untuk menghasilkan larutan elisitor yang mampu meningkatkan ketahanan dan pertumbuhan tanaman. Melalui pelatihan partisipatif dan praktik langsung, para petani diajarkan prinsip, proses pembuatan, dan metode aplikasi Biosaka. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan petani, dengan 85% peserta berhasil memproduksi dan mengaplikasikan Biosaka secara mandiri. Inisiatif ini berkontribusi dalam mengurangi ketergantungan pada input sintetis, menurunkan biaya produksi, mendorong keberlanjutan lingkungan, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian alam di kalangan petani.

Riswanto Riswanto; Khairul Khairul; Cut Nizma; Diena Fadhilah; Jasa Ginting

Jurnal Pengabdian Masyarakat 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play an important role in national economic growth, particularly in creating employment opportunities and improving community welfare. However, many MSME actors still face challenges in financial management due to limited financial literacy and inadequate understanding of simple accounting practices. Tenank Cafe Medan is one of the culinary businesses with strong development potential, yet it continues to experience difficulties in transaction recording, cash flow management, and preparing simple financial reports, which may affect business sustainability and operational effectiveness. This Community Partnership Independent Service Program (PMKM) aims to improve the financial literacy of business partners in supporting sustainable business development. The implementation methods included observation, socialization, training, direct practice, and mentoring activities focused on business financial management and transaction recording. The results of the program indicate an increase in the partner’s understanding of financial management, transaction recording, and the preparation of simple profit and loss reports. In addition, the partner has started to separate business finances from personal finances. Therefore, this activity provides a positive contribution toward strengthening business management practices and supporting the sustainability and long-term development of Tenank Cafe Medan.

Riswanto Riswanto; Khairul Khairul; Cut Nizma; Diena Fadhilah; Jasa Ginting

Jurnal Pengabdian Masyarakat 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play an important role in national economic growth, particularly in creating employment opportunities and improving community welfare. However, many MSME actors still face challenges in financial management due to limited financial literacy and inadequate understanding of simple accounting practices. Tenank Cafe Medan is one of the culinary businesses with strong development potential, yet it continues to experience difficulties in transaction recording, cash flow management, and preparing simple financial reports, which may affect business sustainability and operational effectiveness. This Community Partnership Independent Service Program (PMKM) aims to improve the financial literacy of business partners in supporting sustainable business development. The implementation methods included observation, socialization, training, direct practice, and mentoring activities focused on business financial management and transaction recording. The results of the program indicate an increase in the partner’s understanding of financial management, transaction recording, and the preparation of simple profit and loss reports. In addition, the partner has started to separate business finances from personal finances. Therefore, this activity provides a positive contribution toward strengthening business management practices and supporting the sustainability and long-term development of Tenank Cafe Medan.

Elsa Setya Putri; Naily El Muna; Ashlihah Ashlihah

Jurnal Inovasi Ekonomi Syariah dan Akuntansi 2026 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a crucial role in the economy, yet limited access to capital remains a major obstacle. Sharia financing from Islamic microfinance institutions is expected to support MSME business sustainability. This study aims to analyze MSME customers' perceptions of sharia financing, identify the internal and external factors influencing these perceptions, and examine the dynamics of perception changes after receiving multiple financing facilities. This research employs a qualitative approach with a case study method. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation from MSME customers receiving sharia financing at BMT NU Ngoro Regional Office. Data validity was ensured through source and method triangulation. The findings indicate that MSME customers generally hold a positive perception of sharia financing. It is perceived as offering easy procedures, good service quality, and compliance with Islamic principles, thereby supporting capital increase and business sustainability. Perceptions are influenced by internal factors such as business experience and motivation, as well as external factors including market conditions and competition. Furthermore, customers' perceptions tend to become progressively more positive as their experience with receiving financing increases. The significant role of interpersonal service quality and mentoring in shaping positive perceptions is a key finding. In conclusion, sharia financing at BMT NU Ngoro Regional Office plays a vital role in supporting MSME business sustainability. Consequently, continuous improvement in service quality and business assistance is necessary.

Maulana, Arif; Maharani, Novera Kristiati

KOMPAK : Jurnal Ilmiah Komputerisasi Akuntansi 2026 Universitas Sains dan Teknologi Komputer

This study aims to analyze the effects of profitability, leverage, liquidity, firm size, and the audit committee on sustainability reporting in energy-sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2020–2024 period. This research is motivated by the increasing demand for corporate transparency and accountability regarding economic, environmental, and social impacts. The study uses secondary data from annual reports and sustainability reports, employing purposive sampling. The data were analyzed using multiple linear regression, corrected with the Newey-West method to account for violations of classical assumption tests. The results show that profitability, firm size, and the audit committee have positive and significant effects on sustainability reporting, while liquidity has a negative and significant effect. Meanwhile, leverage does not affect sustainability reporting. These findings support stakeholder theory, which posits that companies with strong financial performance and effective governance tend to enhance the disclosure of sustainability information. This study is expected to inform management and investors in their decision-making.

Alvino Oktavierdinand Sodikin; I. B. Ketut Bhayangkara

Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Sustainability accounting plays a very important role for companies, especially in managing the operational impacts on the environment and the surrounding community. Therefore, the implementation of sustainability accounting has a significant impact, particularly in the banking industry sector. This study aims to analyze the effects of implementing sustainability accounting in the banking sector, with Bank Mandiri as a case study. The method used in this research is a qualitative approach, focusing on the paradigm and analyzing the causes and effects of the implementation of sustainability accounting. The results show that the implementation of sustainability accounting affects the operations of Bank Mandiri, especially in efforts to reduce the negative impacts on the environment and society. One of the steps taken by Bank Mandiri is integrating sustainability principles into its operational strategy. Based on these findings, it is recommended that Bank Mandiri continue to strive to improve the company's environmental performance and expand sustainability programs that have a positive impact on society and the environment. In this way, the company can create long-term value not only for internal stakeholders but also for the broader community and the environment.

Arya Firman Arifin; Maria Yovita R. Pandin

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Ekonomi 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This study analyzes the influence of Green Accounting, Environmental Performance, and Corporate Governance on the Quality of Sustainability Reports in manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX). Report quality is measured by the completeness and transparency of disclosures based on GRI Standards. A quantitative method is employed, using a purposive sample of manufacturing firms from the 2020- 2023 period. Data is analyzed using multiple regression analysis. Green Accounting is proxied by environmental costs, Environmental Performance by PROPER ratings, Corporate Governance by the proportion of independent commissioners and institutional ownership, while report quality is measured through content analysis. The hypothesized results indicate that all three independent variables are expected to have a significant positive effect on Sustainability Report Quality. The implementation of green accounting, good environmental performance, and strong governance are predicted to enhance the quality of sustainability disclosures. This research contributes to environmental accounting literature and offers practical implications for regulators, investors, and corporate management in the context of ESG (Environmental, Social, and Governance) reporting.

Thalita Hunafa Adianty; Rifaldini; Silvi Anugrah Wulandari; Madita Putri Utami

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pendidikan karakter menjadi fokus penting dalam dunia pendidikan karena meningkatnya tantangan moral peserta didik di era globalisasi dan digitalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah menengah, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasinya, serta menganalisis dampaknya terhadap perkembangan moral peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SMK Plus Al-Ghifari. Subjek penelitian meliputi guru Bimbingan dan Konseling, wali kelas, dan siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi, dan analisis dokumen sekolah, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter telah diintegrasikan dalam proses pembelajaran dan budaya sekolah, dengan dukungan utama berupa kepedulian guru, kerja sama dengan orang tua, serta inisiatif peserta didik. Namun, implementasi masih menghadapi kendala seperti pengaruh lingkungan sosial, keterlibatan keluarga yang belum optimal, ketidakkonsistenan ketegasan pendidik, dan kesulitan adaptasi peserta didik baru. Penelitian ini merekomendasikan penguatan sinergi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan untuk meningkatkan keberlanjutan dan efektivitas pendidikan karakter.

Devina Aulia Wardani; Siti Aisyah; Titek Rachmawati

Journal of Management and Social Sciences 2026 CV. Aksara Global Akademia

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran akuntansi keberlanjutan dalam mengoptimalkan kinerja Environmental, Social, and Governance (ESG) serta memperkuat transparansi korporasi. Mengadopsi pendekatan kualitatif melalui metode studi literatur dari jurnal ilmiah, buku, serta laporan keberlanjutan PT Unilever Indonesia Tbk, hasil penelitian mengungkap bahwa akuntansi keberlanjutan secara signifikan meningkatkan performa ESG pada dimensi lingkungan, sosial, dan tata kelola, sekaligus mempertajam transparansi, akuntabilitas, serta kepercayaan stakeholders. Meskipun demikian, tantangan utama meliputi kurangnya standar pelaporan yang seragam dan kesulitan pengukuran data non-keuangan. Secara keseluruhan, akuntansi keberlanjutan menjadi instrumen strategis untuk mendukung peningkatan kinerja ESG dan keberlanjutan bisnis berkelanjutan.

Abella Puspita Agustin; A. Zuliansyah; Ersi Sisdianto

Journal of Management and Social Sciences 2026 CV. Aksara Global Akademia

Isu keberlanjutan penting bagi Bank Umum Syariah (BUS) yang mengedepankan keadilan dan kemaslahatan. Namun, implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG) masih terkendala variasi kualitas pengungkapan, rendahnya transparansi, serta pembiayaan hijau yang belum optimal. Penelitian ini menganalisis pengaruh ESG terhadap keuangan berkelanjutan pada BUS di Indonesia. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan regresi linier berganda, sampel terdiri dari 10 BUS dari populasi 14 bank, dipilih secara purposive sampling berdasarkan laporan keberlanjutan 2020–2024. Data dianalisis dengan uji asumsi klasik, uji t, uji F, dan koefisien determinasi melalui IBM SPSS 25. Hasil menunjukkan Environmental dan Governance berpengaruh negatif signifikan terhadap Keuangan Berkelanjutan, sedangkan Social tidak berpengaruh signifikan meski berarah positif. Secara simultan, ESG berpengaruh signifikan dengan adjusted R2 0,172, artinya ESG hanya menjelaskan 17,2% variasi Keuangan Berkelanjutan. Temuan ini menegaskan implementasi ESG pada BUS perlu diperkuat, terutama aspek sosial dan tata kelola, agar selaras prinsip syariah

Banafsyah Imanda Safa; Vidinia Nuansa Citra; Nicho Candra Hariyanto Putra; Titiek Rachmawati

Journal of Management and Social Sciences 2026 CV. Aksara Global Akademia

Penelitian ini menganalisis praktik akuntansi keberlanjutan pada Arif Barbershop, sebuah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jombang, Jawa Timur, Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana barbershop menerapkan prinsip Environmental, Social, dan Governance (ESG) dalam operasional sehari-hari. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemilik usaha dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Temuan menunjukkan bahwa Arif Barbershop telah menerapkan praktik lingkungan dasar seperti pengelolaan limbah rambut melalui kantong plastik ke tempat pembuangan sampah, serta efisiensi energi dengan mematikan peralatan listrik setelah jam operasional. Dari aspek sosial, barbershop menjaga kepuasan pelanggan melalui konsistensi kualitas layanan dan sistem bagi hasil (60:40) kepada karyawan. Praktik tata kelola, meskipun bersifat informal, mencakup pencatatan keuangan sederhana menggunakan buku biasa. Namun demikian, barbershop belum memiliki izin usaha formal dan belum menerapkan kerangka akuntansi keberlanjutan yang terstandar. Penelitian ini menyoroti bahwa UMKM dapat mempraktikkan akuntansi keberlanjutan secara intuitif, dan menyarankan perlunya program pelatihan serta alat pelaporan yang disederhanakan.

mugiyanto; Lutfiyah

Jurnal Ilmiah Serat Acitya 2026 Universitas 17 Agustus 1945

Transformasi digital menuntut pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memiliki kesiapan pemasaran digital agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Namun, kesiapan tersebut pada UMKM binaan Kelurahan Bangetayu Wetan masih bervariasi terutama pada aspek literasi digital, pemanfaatan infrastruktur, strategi pemasaran, sikap dan motivasi digital, serta dukungan kelembagaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kesiapan pemasaran digital dengan daya saing usaha lokal UMKM binaan Kelurahan Bangetayu Wetan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner kepada seluruh anggota UMKM binaan kelurahan sebanyak 34 responden menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji korelasi Spearman untuk menguji hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infrastruktur digital, strategi pemasaran digital, sikap dan motivasi digital, serta dukungan kelembagaan memiliki hubungan positif dengan daya saing usaha lokal UMKM, sedangkan literasi digital pemasaran tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Dukungan kelembagaan melalui pelatihan, pendampingan, dan fasilitasi pemasaran digital terbukti memperkuat kapasitas pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi untuk promosi dan perluasan pasar. Kesiapan pemasaran digital yang lebih baik berkontribusi terhadap peningkatan visibilitas produk, akses pasar, dan keberlanjutan usaha lokal. Disimpulkan bahwa kesiapan pemasaran digital merupakan faktor penting dalam meningkatkan daya saing usaha lokal UMKM binaan Kelurahan Bangetayu Wetan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan program pemberdayaan UMKM berbasis digital melalui pelatihan berkelanjutan, peningkatan infrastruktur digital, serta pendampingan kelembagaan yang terintegrasi di tingkat kelurahan

Musprihadi, Ribut; Prasetyo, Heru Eko

Jurnal Ilmiah Serat Acitya 2026 Universitas 17 Agustus 1945

Penelitian ini menganalisis pengaruh Marketing Good Governance (MGG) terhadap efektivitas program pelatihan dan pengembangan karier karyawan, dengan pelatihan sebagai variabel mediasi. MGG dipng sebagai pilar strategis yang mengintegrasikan etika pemasaran dengan manajemen sumber daya manusia. Dengan pendekatan kuantitatif berbasis SEM-PLS, penelitian ini melibatkan 150 responden dari industri FMCG, jasa keuangan, dan teknologi informasi. Hasil menunjukkan bahwa MGG berpengaruh signifikan terhadap program pelatihan (β=0.645) dan pengembangan karier (β=0.324), serta pelatihan memediasi hubungan tersebut secara kuat (β=0.334). Temuan ini menegaskan bahwa tata kelola pemasaran yang transparan, akuntabel, dan adil tidak hanya meningkatkan reputasi eksternal perusahaan, tetapi juga memperkuat kompetensi internal dan kejelasan jalur karier karyawan. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi disiplin pemasaran strategis dan manajemen SDM, yang menempatkan pelatihan sebagai jembatan antara tata kelola dan keberlanjutan karier. Implikasi praktisnya, perusahaan perlu menyinergikan kebijakan HR dan marketing berbasis tata kelola untuk menciptakan budaya kerja etis, meritokratis, dan berkelanjutan.  

Robertus Imanuel; Maswadi; Wanti Fitrianti

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman 2026 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Oil palm plantations are often confronted with the problem of uncontrolled land expansion and suboptimal management, which potentially threaten the sustainability of the business from environmental, social, and economic perspectives for surrounding communities. This condition calls for a comprehensive evaluation of management practices implemented by independent smallholders. This study aims to determine the sustainability status of smallholder oil palm plantations in Parindu Subdistrict, Sanggau Regency, assessed from five main dimensions: ecological, economic, social, institutional, and technological. In addition, the study analyzes attributes that have sensitivity levels affecting the future sustainability of oil palm farming as a basis for formulating improvement strategies. A total of 36 respondents were selected using purposive sampling techniques and in-depth interviews. The research method employed was quantitative descriptive using the Rap-Palmoil approach and qualitative descriptive supported by kite diagrams to clarify the analysis results. The findings indicate that the management status of oil palm plantations falls into the moderately sustainable category, with MDS values of 53.61 for Embala Village and 55.75 for Maju Karya Village. The dimensions that require priority improvement in both villages are the ecological and technological dimensions.

Purnama Ramadani Silalahi; Dio Sanda; Bayu Andika; Masleni Nasution; Afsah Sandy Tarigan

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Economic development in rural areas, specifically, aims to improve community welfare. However, in practice, many challenges remain, such as limited technical skills, minimal innovation, and low community capacity to create and develop productive businesses. One way to address these challenges is through human resource empowerment. Gunung Tinggi Village has the potential to develop creative businesses, particularly among housewives, such as dishwashing soap. This product is a household necessity that is used routinely, so demand tends to be sustainable. Therefore, a SWOT analysis was used to provide sustainability recommendations for this business. The methods used included service learning (SL) with a Participatory Action Research (PAR) approach to ensure active participant involvement and the program's alignment with the community's real needs. The results showed that the initial impact of this Community Service Program (PKM) activity was evident in the production of marketable products and the opening of new business opportunities, which directly contributed to the diversification of income sources and increased family economic independence. Furthermore, the application of SWOT analysis proved effective as a tool in formulating sustainability strategies for the micro-enterprises being developed.

Asrifah Nabila; Muhammad Haikal Amril Tanjung; Wahyu Pinastia Ningrum; Zahra Safira; M. Fakhriza

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This research aims to identify and design relevant digital marketing strategies for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Sikeben Village, with the goal of enhancing business sustainability through the utilization of the village’s social media platforms. The study employs a descriptive qualitative approach using interviews, observations, and documentation analysis involving MSME entrepreneurs, village officials, and social media managers of the village. The findings indicate that leveraging the village’s social media can expand market reach, improve customer interaction, and construct a positive image of local products. However, challenges remain, such as limited digital literacy, internet infrastructure issues, and a lack of systematic content strategies. As a result, the study proposes a community-based digital marketing model, which includes market segmentation, strengthening local content, stakeholder collaboration, and data-driven evaluation.