Publication Search

70,860 articles from 625 journals · 1,760 citations tracked

Showing 1-4 of 4

Analytics

Rully Simorangkir

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2025 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

This article examines Christian inclusivism through the theological tension between the centrality of Christ and the breadth of God’s grace in the context of the contemporary Indonesian church. Using a qualitative library-based and constructive-theological approach, the study analyzes the concepts of wider hope, general revelation, fulfillment model, Karl Rahner’s anonymous Christianity, and evangelical inclusivism. The article argues that Christian inclusivism is not a weak compromise between exclusivism and pluralism, but a constructive framework that preserves Christ as the center of salvation while acknowledging the possibility of divine work beyond the formal boundaries of the church. In Indonesia’s multireligious society, this model helps the church develop a faithful yet dialogical public presence. It supports witness without coercion, interfaith dialogue without the loss of Christian identity, and social cooperation without relativizing Christ. Furthermore, inclusivism encourages the church to articulate its faith with humility, openness, and responsibility. Thus, inclusivism offers a relevant theology of religions for ecclesial life, mission, and public engagement in contemporary Indonesia.

Herwindo Chandra

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2022 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Fokus penelitian yaitu memahami sifat adikodrati rahmat bagi hidup konkret orang Katolik. Adapun tujuan penelitian untuk memperoleh pemahaman agar rahmat yang adikodrati bukan dinilai  sebagai  realitas di  luar hidup  konkret  tetapi  nyata  dapat  dialami.  Penelusuran literatur digunakan untuk mengali pemahaman akan rahmat dalam gagasan Karl Rahner. Gagasan rahmat dalam sejarah teologi Katolik terlalu menampilkan sifat metafisis alih-alih realitas konkret dalamjiwa manusia. Pendasaran perkembangan gagasan filsafat Rahnerian menjadi suatu terobosan bagiteologi rahmat Katolik. Panorama karya-karya filosofis dan teologis Rahnerian diuraikan untuk memahami bahwa realitas antropologi modern membuka suatu  cakrawala  baru  penghayatan  iman secara  khusus  integrasi  dimensi  kodrat  dan adikodrati manusia. Kebaruan penelitian menampilkangagasan menterjemahkan rahmat ke dalam hidup konkret.

Herwindo Chandra

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2021 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Ada manusia di dunia sifatnya sementara. Memahami kesementaraan ada manusia di dunia menjadi proyek filsafat Martin Heidegger. Fokus tulisan ini ialah filsafat ada Heideggerian namun dalam terang iman Katolik. Heidegger mencoba memikirkan hidup manusia tanpa ada bias oleh anggapan atau konsep apapun termasuk ajaran agama. Dalam tulisan ini akan ditunjukkan, bahwa filsafat Heideggerian dapat memberi makna bagi hidup manusia dalam dunia, hanya terbatas. Keterbatasannya pada ambiguitasnya kepenuhan makna manusia yang sekaligus tak terpenuhinya ketika berhadapan dengan kematian. Sementara murid Heidegger yaitu Karl Rahner, menggunakan metode transendental Heidegger untuk mengonstruksi teologinya. Dalam terang teologi Rahner, orang Katolik justru dapat sampai pada kepenuhan adanya bahkan sudah di dunia asalkan dirinya menerima dimensi adikoratinya.

Herwindo Chandra

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2020 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Penelitian ini membahas orang muda dapat menjadi pioneer dalam dialog interreligius. Hal ini dapat menjadi dialog interreligius yang khas. Fokus penelitian ialah relasi antara Orang Muda Katolik (OMK) dengan teman-teman Muslimnya. OMK terpanggil untuk dialog ini karena penduduk Indonesia mayoritas Muslim. Saat ini media sosial banyak memberitakan isu intoleransi yang menimbulkan prasangka diantara agama dan dapat membahayakan keberagaman Indonesia. Sejarah mencatat bahwa gerakan para pemuda Bangsa Indonesia dalam keragamannya dapat bersatu dan peduli pada persatuan bangsa. Peristiwa seperti Sumpah Pemuda tahun 1928 dan Gerekan Reformasi tahun 1998 menjadi kepedulian pemuda Indonesia yang cukup signifikan. Tujuan dari penelitian ini ialah menelusuri cara pandang iman Kristen untuk relasi OMK dalam dialog interreligius. Anjuran Apostolik Christus Vivit dapat meneguhkan pertemanan OMK dengan cara pandang inklusif dalam dialog interreligius. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi berdasarkan pengalaman berpastoral dengan anak muda. Penelitian ini memberikan sumbangan sederhana pada tingkat akar rumput masyarakat yaitu dialog interreligius orang muda. Temuan penelitian ini ialah OMK memandang teman Muslimnya bukan semata-mata sebagai teman tetapi sebagai saudara, menurut pemikiran Kristin-awanama dari Karl Rahner.