SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

50,562 articles from 425 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-4 of 4

Analytics

Zira Artika; Yenni Darvina; Leni Aziyus Fitri; Fadhila Ulfa Jhora

Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2026 Pusat riset dan Inovasi Nasional

The performance of asphalt mixtures is strongly influenced by the composition of their constituent materials, particularly aggregate size and mixing temperature during production. In many tropical and subtropical regions, asphalt pavements frequently experience rutting, reduced stability, and changes in viscoelastic properties due to high environmental temperatures and heavy traffic loads. These conditions can significantly affect pavement durability, making it essential to produce asphalt mixtures that meet established technical standards. This study aims to analyze the effect of variations in aggregate size distribution and mixing temperature on the Marshall characteristics of Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) mixtures. The research employs the Marshall test method to evaluate the load-bearing capacity and stability of hot asphalt mixtures and to assess their compliance with ASTM/SNI standards. The results indicate that mixtures with standard aggregate gradation achieve stability values of 985 kg at 120°C, 1055 kg at 140°C, and 1107 kg at 160°C. As mixing temperature increases, flow values decrease, while the Marshall Quotient (MQ) increases, indicating improved stiffness. Higher temperatures also enhance compaction, reducing VIM and VMA while increasing VFA. Conversely, non-standard aggregate gradations result in several parameters failing to meet ASTM/SNI requirements, confirming that standard gradation produces superior asphalt performance.

Fitra Aulia Azmi; Said Jalalul Akbar; Maizuar Maizuar

Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Sipil 2026 Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Highways play a strategic role in supporting economic development, so the quality of pavement materials (flexible pavement) must meet previously established quality standards. The Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) layer, as the topmost layer of flexible pavement, is susceptible to damage caused by aging triggered by environmental conditions, particularly ambient temperature. Temperatures above 30°C are known to accelerate plastic deformation (rutting) and reduce pavement bearing capacity. The Meteorology, Climatology, and Geophysics Agency indicates that temperatures in Lhokseumawe City, North Aceh, range from 33.7–35.3°C with day-night fluctuations that could potentially accelerate the degradation of mechanical properties. This study aims to analyze the Marshall characteristics of AC-WC asphalt mixtures under ambient temperature conditions. The testing was conducted with varying exposure times of 0, 15, 30, 45, 60, 75, and 90 days at a minimum temperature of 23.90°C and a maximum temperature of 31.80°C, with an average humidity of 87.93%. The test results showed that the AC-WC asphalt mixture experienced a decrease in stability value of 21.37% and an increase in flow value of 36.36%, resulting in a decrease in the Marshall Quotient (MQ) value of 42.52%.

Aryarama Wijaya, Tenardhy; Wibowo, Agung Hari; Kusuma, Fitriana Aji; Isrofin

Journal of Civil Engineering and Technology Sciences 2025 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Telah banyak dibahas pada penelitian terdahulu mengenai bahan tambah atau subtitusi pada campuran aspal. Penelitian kali ini mencoba untuk substitusi maupun menambahkan plastik jenis low linear density poly ethylene (LLDPE) sebagai bahan tambah untuk campuran Asphalt Course – Binder Course (AC-BC). Plastik ditambahkan pada kadar plastik optimum terhadap nilai karakteristik marshall. Penelitian dilakukan di Laboratorium PT. Kadi Indonesia Manufaktur dengan 3 pengujian marshall. Pengujian marshall I adalah untuk mencari kadar aspal optimum tanpa tambahan plastik, diperoleh KAO untuk AC-BC sebesar 5,2%. Pengujian marshall II dilakukan untuk berat aspal optimum 100 % + % berat limbah plastik, diperoleh kadar optimum plastik sebagai bahan tambah sebesar 3%. Sementara untuk pengujian marshall III, dilakukan untuk bahan plastik sebagai subtitusi aspal yakni % berat aspal optimum + % berat limbah plastik = 100 % berat aspal optimum. Pada pengujian marshall III diperoleh kadar plastik optimum sebagai subtitusi adalah 2%. Nilai terbaik diperoleh di pengujian Marshall II (100% KAO + 3% LLDPE sebagai bahan tambah. Campuran 100% KAO + 3% LLDPE sebagai bahan tambah ini menghasilkan nilai stabilitas 1482 kg/cm2; flow 3,47 mm; VIM 4,93%; VFA 69,5% dan MQ 428 kg/mm. Seluruh nilai tersebut telah memenuhi persayaratan AC-BC yang tertuang dalam Spesifikasi Umum 2018 Revisi 2.

Prastama Errian Apteda; Muhammad Royyan; Hafizuddin Alfin Putra Yuwanto; Mohammad Hendrik Saputra Romadhon; Ahna Mayhella Putri

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik 2023 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Jalan merupakan infrastruktur transportasi darat meliputi segala bagian jalan termasuk bangunan pelengkapnya yang nantinya akan diperuntukkan untuk lalu lintas kendaraan darat terkecuali jalan dari rel kereta api. Umumnya struktur perkerasan jalan di Indonesia terdapat 2 jenis yaitu perkerasan kaku atau rigid dengan material utamanya beton, kemudian perkerasan lentur dengan material utamanya adalah beton aspal atau Asphalt concrete. campuran aspal terdiri dari beberapa agregat dengan ukuran tertentu dan aspal sebagai pengikatnya. Aspal pada umumnya terbuat dari proses penyulingan minyak bumi, namun ketersediaan minyak bumi semakin lama akan menipis dan semakin mahal. Permasalahan tersebut membuka ide pengembangan aspal modifikasi polimer dengan menambahkan bahan polimer untuk mengurangi penggunaan minyak bumi dan menambah kualitas aspal. Kementerian PUPR melalui Dirjen Bina Marga menerapkan aturan mengenai aspal dengan modifikasi polimer PG70 melalui Spesifikasi Umum 2018. Dalam studi ini dilakukan pengujian marshall pada aspal modifikasi polimer PG70 yang digunakan untuk proyek preservasi jalan Sidoarjo - Malang dengan aspal minyak pen 60-70 sebagai perbandingan. Hasil diperoleh beton aspal dengan aspal modifikasi polimer PG70 memiliki nilai marshall quotient yang lebih besar membuktikan bahwa aspal modifikasi polimer PG70 memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan beton aspal dengan aspal minyak pen 60/70.