Publication Search

70,857 articles from 624 journals · 1,760 citations tracked

Showing 1-13 of 13

Analytics

Rinaldi Bursan; Dina Safitri; Aida Sari; Driya Wiryawan; Prakarsa Panjinegara +3 more

ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri 2026 Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This community service program aimed to strengthen the capacity of local communities in managing sustainable tourism in Pesawaran Regency, Lampung Province. The initiative was motivated by the region's rich natural and cultural tourism potential, which has not yet been matched by adequate community understanding, institutional capacity, and sustainable practices. The program employed a participatory approach, including socialization, training, mentoring, and evaluations using pre- and post-program indicators. Target participants comprised Pokdarwis (tourism awareness groups), local business actors, village officials, and community leaders. Findings indicate significant improvements in understanding sustainable tourism, institutional capacity, environmentally friendly practices, utilization of local wisdom, and community participation. The program also fostered collective awareness regarding the importance of socially, economically, and environmentally sustainable destination management. Implications extend beyond individual behavior changes to the strengthening of local governance and community readiness to develop community-based tourism destinations. Overall, this initiative contributes to the development of a community empowerment model that supports regional sustainable tourism policies and has potential for replication in other areas with similar characteristics.

Alexander Halim Santoso; Wijaya, Bryan Anna; Setiawan, Fiona Valencia

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan 2026 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Sindrom metabolik merupakan isu kesehatan yang semakin menonjol di Indonesia, dengan prevalensi mencapai 21,66% dan angka lebih tinggi pada populasi urban. Literasi gizi, sebagai kapasitas individu untuk memahami dan menerapkan informasi nutrisi, dipandang berperan penting dalam mengarahkan perilaku makan serta memengaruhi status metabolik. Namun, pada komunitas adat seperti masyarakat Badui, struktur sosial-budaya dan pola hidup tradisional dapat menciptakan dinamika yang berbeda dibandingkan populasi umum. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat literasi gizi dan parameter kesehatan metabolik pada masyarakat Badui Luar. Studi observasional dengan desain potong lintang ini melibatkan 41 responden dewasa. Literasi gizi diukur menggunakan kuesioner terstandar, sedangkan parameter metabolik meliputi lingkar perut, tekanan darah, kadar glukosa darah puasa, trigliserida, dan HDL yang diperiksa menggunakan metode klinis sederhana. Analisis korelasi Pearson digunakan untuk menilai hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi gizi berada pada kategori cukup baik (123,73 ± 7,89), namun tidak berhubungan signifikan dengan seluruh parameter metabolik (r –0,218 hingga 0,241; p>0,05). Pola ini mengindikasikan bahwa faktor budaya, aktivitas fisik agraris, serta pola konsumsi tradisional kemungkinan berperan lebih dominan dalam membentuk profil metabolik masyarakat Badui dibandingkan literasi gizi formal.

Muhammad Khaidir Kahfi Natsir; Dwight Nusawakan; Annisa Fitriah Mudassir; Abdul Malik Mufty

Jurnal Pengabdian dan Keberlanjutan Masyarakat 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Strengthening the capacity of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) is a crucial step in enhancing competitiveness and sustainability in Indonesia, especially in rural areas such as Doyo Baru Village. Many MSME actors in this village face difficulties in understanding and fulfilling the legal aspects and permits required to operate their businesses legally and effectively. This research aims to provide comprehensive legal assistance to MSME actors, focusing on understanding regulations, licensing processes, and consumer rights. The methodology used in this research is a participatory approach that includes training, group discussions, and individual consultations. The results of this activity show a significant increase in the understanding of legal and licensing aspects among MSME actors, with 80% of participants reporting improved knowledge and confidence in facing legal challenges. Additionally, participants have started to apply the knowledge gained in their daily practices, such as business registration and consumer protection. The conclusion of this research emphasizes the importance of ongoing support for MSMEs to adapt to regulatory changes and improve their competitiveness in the market. It is hoped that this legal assistance program can serve as a model for other regions in efforts to empower MSMEs.

Dresta Satriani Darmawan; Kusmiyanti

Jurnal Ilmiah Serat Acitya 2025 Universitas 17 Agustus 1945

Kondisi lembaga pemasyarakatan di Indonesia masih menghadapi tantangan serius, seperti overcrowding dan tingginya angka residivisme. Program pembimbingan klien pemasyarakatan menjadi salah satu upaya strategis untuk menekan residivisme dan mendukung reintegrasi sosial, namun implementasinya dinilai belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas, hambatan, dan praktik terbaik dalam pembimbingan klien pemasyarakatan melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Sebanyak 27 artikel ilmiah (2018–2023) dipilih dari 512 artikel awal melalui proses PRISMA dengan tahap penyaringan berbasis kerangka PICO(C) dan quality assessment. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembimbingan berbasis keterampilan vokasional, kewajiban lapor, dan pendekatan restorative justice secara signifikan mendukung kesiapan sosial dan ekonomi klien pasca bebas. Selain itu, pelibatan keluarga dan masyarakat mempercepat reintegrasi dan menekan potensi pengulangan tindak pidana. Namun demikian, masih terdapat hambatan struktural (minimnya SDM dan infrastruktur), sosial (stigma dan diskriminasi), serta individual (motivasi rendah dan gangguan psikososial). Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas petugas Pembimbing Kemasyarakatan (PK), penerapan pendekatan Risk-Need-Responsivity (RNR), serta kolaborasi lintas sektor sebagai langkah strategis. Temuan ini diharapkan menjadi rujukan dalam pengembangan kebijakan pembimbingan klien pemasyarakatan yang lebih efektif dan berkelanjutan di Indonesia.

Puspita Lianti Putri; Iin Dyah Indrawati

Jurnal Inovasi Sosial dan Pengabdian 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This community service program aims to empower student entrepreneurs through digitalization and strengthening sustainable business capacity. The activities are comprehensively designed with a participatory and experiential learning approach, so that participants not only understand the concepts theoretically but also are able to apply them practically. The program consists of various activities, such as interactive workshops on digital marketing and sustainable business models, business clinics to analyze current business problems, digitalization simulations using online platforms, individual mentoring sessions by business practitioners, and presentations of business plans developed by each participant. A total of 30 students from various study programs were actively involved and demonstrated high enthusiasm throughout the process. A total of 30 students from various study programs were actively involved and demonstrated high enthusiasm throughout the process. Program evaluation was conducted through observation, questionnaires, and assessments of the developed digital action plans. The evaluation results showed significant improvements in cognitive aspects (understanding of digitalization concepts, sustainable business models, and digital marketing strategies), affective (interest and commitment to business development), and application (the ability to develop and present innovative business plans relevant to digital challenges). Ninety percent of participants were able to develop digital action plans that encompassed the use of social media, e-commerce, digital payment systems, and technology integration in business operations. Furthermore, the program encouraged collaboration among students in building business networks and young entrepreneur communities. Positive participant feedback demonstrated that the participatory approach and hands-on practice were effective in increasing student motivation and readiness to face business challenges in the digital era. The program has proven effective in enhancing students' entrepreneurial competencies and fostering an adaptive business mindset.

Susanti Sundari; Carolina, Thabita; Athalah, Rafif; Suwarni, Putri Endah

Jurnal Suara Pengabdian 45 2025 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

SDN 1 Bumi Waras merupakan sekolah yang memiliki kerentanan bencana yang tinggi sehingga perlu dilakukan pelatihan pertolongan pertama, evakuasi, dan penanganan darurat secara berkala dalam membangun sekolah yang aman bencana. Tujuan dari kegiatan ini adalah membentuk kesiapsiagaan terhadap tingginya risiko bencana sehingga dapat meminimalisir dampak negatif bencana terhadap kehidupan di lingkungan sekolah, baik secara individu maupun kolektif. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu Community Capacity Building atau Peningkatan Kapasitas Komunitas dalam meningkatkan kemampuan dan kapasitas masyarakat mengatasi masalah yang mereka hadapi. Dari observasi langsung pada kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan kapasitas warga SDN 1 Bumi Waras dalam pertolongan pertama, evakuasi, dan penanganan kedaruratan, cara penggunaan peralatan P3K yang umum, membentuk karakter siswa yang tangguh, mandiri, dan peduli. Dengan mengikuti pelatihan pertolongan pertama, siswa dan warga sekolah dapat menjadi agen perubahan dalam masyarakat dan berkontribusi dalam meningkatkan keselamatan di lingkungan sekitar.

Rida Mahmudah; Chabib Musthofa

Jurnal Pengabdian Masyarakat 2024 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This community service program aims to enhance the literacy skills of the elderly in Wonosari Village, Grujugan, Bondowoso, by teaching them how to read and write the alphabet. Literacy, particularly reading and writing, is an essential skill for every individual, yet it remains a challenge for many elderly people in rural areas due to limited access to education during their younger years. Through the Asset-Based Community Development (ABCD) approach, which focuses on utilizing the community's existing assets, this program successfully engaged elderly participants in a structured learning process. The elderly were taught to read and write the alphabet over seven sessions, leading to increased self-confidence and independence in their daily lives. The program not only improved their literacy but also fostered greater social inclusion and community participation. This initiative demonstrates that with the right approach and support, the elderly can continue to develop and contribute to their community.

Rida Mahmudah; Chabib Musthofa

Jurnal Pengabdian Masyarakat 2024 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This community service program aims to enhance the literacy skills of the elderly in Wonosari Village, Grujugan, Bondowoso, by teaching them how to read and write the alphabet. Literacy, particularly reading and writing, is an essential skill for every individual, yet it remains a challenge for many elderly people in rural areas due to limited access to education during their younger years. Through the Asset-Based Community Development (ABCD) approach, which focuses on utilizing the community's existing assets, this program successfully engaged elderly participants in a structured learning process. The elderly were taught to read and write the alphabet over seven sessions, leading to increased self-confidence and independence in their daily lives. The program not only improved their literacy but also fostered greater social inclusion and community participation. This initiative demonstrates that with the right approach and support, the elderly can continue to develop and contribute to their community.

Nurlaila Nurlaila; Mas’ud Mas’ud

Jurnal Ilmiah Serat Acitya 2023 Universitas 17 Agustus 1945

Tujuan penelitian ini untuk melihat collaborative governance terutama pada tahap pra bencana, dan sejauh mana kerjasama serta upaya-upaya yang telah dilakukan berbagai aktor untuk mengantisipasi bencana di Kabupaten Bima. Penelitian  ini  menggunakan  metode  deskriptif  kualitatif.  Subyek penelitian ini dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data  terdiri  atas  observasi observation,  wawancara  dan  dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan manajemen prabencana di Kabupaten Bima di lakukan dengan pendekatan collaboraive governance melaui prinsip koordinasi, keterpaduan, kemitraan, dan pemberdayaan. Dengan keterlibatan seluruh element sebagai perwujudan yang demokratis partisipatif dalam upaya penanggulangan bencana. Dalam pendekatan ini Badan Penanggulangan Bencana bertindak sebagai leading sector berupaya untuk mengimplementasikan program-program yang ada dalam Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana Daerah dengan kerjasama lintas sektoral. Dalam implementasinya BPBD bertindak sebagai koordinator, fasilitator, motivator, sekaligus pelaksana program-program. Melalui kolaborasi tersebut menghasilkan strategi penanggulangan bencana melaui perkuatan aturan dan kapasitas kelembagaan yang difokuskan untuk mencapai penguatan kerangka Hukum penyelenggaraan Penanggulangan Bencana dan peningkatan kapasitas serta akuntabilitas tata kelola penanggulangan bencana. Proses kerjasama ini juga telah mengintegrasikan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) kedalam rencana strategis dan rencana kerja tahunan seluruh SKPD. Pemerintah Daerah juga bekerjasama dengan perguruan tinggi dalam mengembangkan hasil-hasil riset yang dapat diterapkan secara langsung oleh Pemerintah, individu dan keluarga seperti pembangunan rumah aman Gempa, sumur resapan dan lainnya. Diharapkan dengan adanya beberapa riset terkait penanggulangan bencana di Kabupaten Bima dapat menurunkan kerentanan daerah terhadap risiko multi bahaya.

Moh. Abdan Syakur Buhungo; Sri Dewi Yusuf

Jurnal Bintang Manajemen (JUBIMA) 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh partisipasi penganggaran Kapasitas Individu,Kejelasan sasaran Anggaran terhadap senjangan anggaran Desa di Kecamatan Kota Tengah Kota Gorontalo. Pemilihan sampel dengan menggunakan metode purposive sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer dengan teknik pengumpulan data dengan menyebarkan kuesioner kepada 43 responden pada 6 Kelurahan Di Kecamatan Kota Gorontalo. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi penganggaran berpengaruh positif terhadap senjangan anggaran. Sementara, Kejelasan Sasaran  anggaran dan kapasitas individu tidak mampu memoderasi hubungan partisipasi penganggaran terhadap senjangan anggaran.    

Martha A. Patoding; Irja Tobawan Simbiak; Monita Yessy Beatrick

JURNAL WILAYAH, KOTA DAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN 2022 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Ketahanan kota (resilient city) adalah konsep yang erat kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan, yaitu konsep yang dibangun diatas tiga dimensi mitigasi, adaptasi, dan respons. Konsep tersebut sebagai bentuk kapasitas individu, masyarakat, dan sistem dari sebuah kota untuk bisa bertahan, beradaptasi, serta mengurangi dampak, dan dapat tumbuh terhadap tekanan dan guncangan besar yang dihadapi. Guncangan yang dihadapi pada Kota Jayapura yaitu bencana banjir, dimana bencana banjir sendiri merupakan siklus tahunan. Kota Jayapura merupakan ibu kota Provinsi Papua, dalam hal ini diperlukan sebuah konsep perencanaan kota yang dapat memiliki ketahanan terhadap bencana yang dihadapi. Upaya dalam menurunkan risiko terhadap bencana banjir dengan menggunakan konsep ketahanan kota (resilient city). Metode penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif, yang digunakan untuk penyimpulan pendapat mengenai aspek dan indikator yang berkaitan dalam ketahanan Kota Jayapura terhadap bencana banjir. Metode kedua yaitu analisis Delphi yang digunakan untuk menganalisis kriteria indeks ketahanan kota yang diperlukan untuk Kota Jayapura menjadi tangguh terhadap bencana banjir. Hasil yang di dapat adalah Aspek Kesehatan, Aspek Sosial Demografi, Aspek Infrastruktur, Aspek Budaya Masyarakat (kebiasaan) dan aspek strategi. Hasil dari analisis Delphi dan kualitatif juga mendapatkan konsep ketahanan kota berdasarkan pendapat partisipan (key informants). Ketahanan Kota sendiri yaitu bagaimana merencanakan aspek mitigasi dan adaptasi dengan strategi yang dibutuhkan ialah pengendalian pemanfaatan ruang dalam hal pembangunan, yang disesuaikan dengan fungsi penggunaan lahan menurut Perda No 1 Tahun 2014. Visi dan strategi kota dalam ketahanan menghadapi bencana banjir  adalah dengan menerapkan  mitigasi seperti tanggul, pintu air, sumur resapan, biopori dan mengembangkan ruang terbuka hijau. sebagai pengendalian banjir serta memperhitungkan kapasitas pasca bencana. Dengan belajar dari bencana-bencana terdahulu yang sudah pernah terjadi di Kota Jayapura dan mengatur strategi yang terstruktur, terencana dan terpadu untuk Kota Jayapura dalam menghadapi bencana banjir.  

Dekki Ikrar Mahardhika; Karmanis Karmanis; Rini Werdiningsih

Jurnal Media Administrasi 2021 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Indonesia

Perkembangan zaman saat ini yang semakin global di tengah revolusi industry 4.0 dan Reformasi Birokrasi menuntut ASN memiliki kompetensi yang relevan dengan kemajuan zaman agar dapat memanfaatkan perubahan lingkungan menjadi suatu peluang dalam memberikan pelayanan dan perumusan kebijakan yang lebih berkualitas. Perubahan paradigma pengembangan kompetensi mampu mendukung terwujudnya Smart ASN untuk pemerintahan berkelas dunia. Reformasi Aparatur Sipil Negara merupakan salah satu upaya pemerintah dalam membangun birokrasi sesuai dengan  Grand  Design  Reformasi  Birokrasi.  Dalam  menajdikan  ASN bertaraf internasional ini tidaklah mudah karena harus didukung oleh semua pihak baik itu regulasi yang jelas dan juga kesadaran dari masing-masing individu ASN. Peningkatan kinerja dan pengembangan kompetensi disini memiliki peranan yang sangat penting dalam pelaksanaan menuju ASN bertaraf internasional karena kinerja dan komptensi inilah yang menjadi modal  dalam  pelaksanaan  pelayaanan  publik  yang  semakin  berkualitas sesuai tujuan Reformasi Birokrasi. Dalam menghadapi hal tersebut pemerintah memiliki program yang dinamakan 6P, yang masuk dalam Human Capital Management Strategy. Program 6P itu melingkupi perencanaan, perekrutan dan seleksi, pengembangan kapasitas, penilaian kinerja dan penghargaan, promosi, rotasi, dan karier, serta peningkatan kesejahteraan.

Agusta Dicky Ferlanda; Astari Wulandari; I Wayan Andhika Widiantara

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2020 Universitas 17 Agustus 1945

Olahraga merupakan kegiatan yang di lakukan oleh manusia untuk menjaga kebugaran tubuh. Olahraga juga dijadikan ajang kompetisi didunia dengan berbagai cabang olahraga yang dilakukan secara individu dan olahraga yang memerlukan kekompakan kelompok. Salah satu olah raga yang membutuhkan kerja kelompok adalah cabang olahraga bola basket. Bola basket dimainkan oleh dua kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari lima orang pemain, yang memiliki posisi dan peran masing-masing. Dalam pertandingan bola basket dimainkan dalam waktu 4 x 10 menit dalam aturan Federasi Bola Basket Internasional. Bola basket di Semarang saat ini juga makin berkembang pesat seperti halnya olahraga sepakbola, banyak lapangan bola basket di tiap sekolahan negeri maupun swasta, di taman kota maupun di taman kawasan permukiman bahkan ada beberapa kelurahan yang terdapat lapangan bola basket. Namun itu semua merupakan lapangan outdoor yang fasilitasnya kurang memadahi. Di Semarang juga terdapat beberapa lapangan bola basket indoor namun fasilitasnya kurang lengkap seperti kapasitas penonton sedikit dan fasilitas penunjang lainnya. Perancangan bangunan Semarang Basketball Center merupakan bangunan Gedung olahraga yang digunakan untuk menggelar pertandingan dan pelatihan olahraga Bola Basket dan terdapat area bisnis berupa foodcourd, cafe dan sportstore yang bertemakan Basketball. Bangunan Semarang Basketball Center terdapat tiga bagian lapangan yaitu lapangan pertandingan, latihan indoor dan outdoor.