Publication Search

70,857 articles from 624 journals · 1,760 citations tracked

Showing 1-20 of 307

Analytics

Rahman, M Arief; Ferizka Tiara Devani; Lailatur Rahmi; Ade Sukma Wati

Sevaka : Hasil Kegiatan Layanan Masyarakat 2026 STIKES Columbia Asia Medan

This community service article discusses the Student Creativity Program (PKM) Workshop for Informatics Management students of Politeknik Negeri Sriwijaya in 2026. The activity aimed to increase students’ capacity to design PKM ideas that are creative, logical, collaborative, and relevant to the problems of society and technology development. The method used a participatory workshop consisting of needs identification, material preparation, online implementation, discussion, idea clinic, and follow-up reflection. The workshop introduced the substance of PKM, proposal logic, theme selection, team collaboration, and the PKM-GFT scheme as a written futuristic idea that emphasizes visionary, realistic, solution-oriented, long-term, and broad-impact concepts. The results showed that students obtained a clearer understanding of PKM schemes, the characteristics of feasible ideas, and the importance of transforming simple observations into structured proposals. The activity also encouraged students to prepare ideas based on problems, novelty, benefits, and implementation logic. This workshop implies that continuous mentoring is needed to strengthen students’ proposal-writing skills, creativity, and competitiveness in PKM submission

Andrianto, Rival; Puspanantasari Putri, Erni

JURNAL ILMIAH TEKNIK INDUSTRI DAN INOVASI 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Abstract. PT XYZ, a wooden furniture manufacturing company, served as the research site for this study which applied the Theory of Constraints (TOC) method to analyze production performance and identify bottlenecks. The company faces capacity imbalances between workstations, resulting in production targets that have not been achieved optimally. Data collection involved direct observation and interviews with related parties in the production area. The analysis was conducted by comparing the required capacity with the available capacity at each production workstation. The findings reveal that solid processing, machining, sanding, assembling, painting, and packing have sufficient available capacities to meet production requirements, thus categorized as non-bottleneck processes. In contrast, the panel processing station is identified as the main bottleneck due to its highest workload among all processes. By implementing the Theory of Constraints, the company can identify major constraints and establish improvement priorities to enhance production flow smoothness. It is expected that improvements in bottleneck processes will increase production efficiency, balance capacity among workstations, and support more optimal achievement of production targets. Keywords: bottleneck; capacity; manufacturing; production performance; theory of constraints   Abstrak. PT XYZ sebuah perusahaan manufaktur furnitur kayu, menjadi lokasi penelitian ini yang menggunakan metode Theory of Constraints (TOC) untuk menganalisis kinerja produksi dan mengidentifikasi bottleneck. Perusahaan menghadapi ketidakseimbangan kapasitas antar stasiun kerja yang menyebabkan target produksi belum terdengar secara optimal. Pengumpulan data meliputi observasi langsung dan wawancara dengan pihak terkait di area produksi. Analisis dilaksanakan dengan membandingkan kapasitas yang dibutuhkan terhadap kapasitas yang tersedia pada setiap stasiun kerja produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembahanan solid, machining, sanding, assembling, painting, dan packing memiliki kapasitas yang tersedia yang masih mampu memenuhi kebutuhan produksi, sehingga termasuk kategori non-bottleneck. Sebaliknya, stasiun kerja pembahanan panel diidentifikasi sebagai bottleneck utama karena memiliki tingkat beban kerja tertinggi di antara seluruh proses. Dengan penerapan Theory of Constraints, perusahaan dapat mengidentifikasi kendala utama dan menentukan prioritas perbaikan untuk meningkatkan kelancaran aliran produksi. Diharapkan perbaikan pada proses bottleneck dapat meningkatkan efisiensi produksi, menyeimbangkan kapasitas antar stasiun kerja, serta mendukung pencapaian target output perusahaan secara lebih optimal. Kata kunci: bottleneck; kapasitas; kinerja produksi; manufaktur; theory of constraints

Aqilla, Rosyida Salsabil; Putro, Raden Kokoh Haryo

JURNAL WILAYAH, KOTA DAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN 2026 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Lead (Pb²⁺) is a hazardous heavy metal commonly found in industrial wastewater and poses serious risks to human health and the environment due to its toxic and non-biodegradable nature. Therefore, an effective and environmentally friendly treatment method is required to reduce Pb²⁺ concentration in wastewater. This study aimed to evaluate the effect of pH and initial Pb²⁺ concentration on the adsorption capacity of ramie leaf (Boehmeria nivea) bioadsorbent activated with NaOH. The adsorption process was conducted using a batch system with pH variations of 4, 5, and 7 and initial Pb²⁺ concentrations of 20, 25, and 30 mg/L. The residual Pb²⁺ concentration was analyzed using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS), and the adsorption performance was evaluated based on removal efficiency and adsorption capacity (Qe). The results showed that pH and initial Pb²⁺ concentration significantly affected the adsorption performance. The optimum adsorption condition was obtained at pH 5, with a maximum removal efficiency of 99.20% and a total adsorption capacity of 18.56 mg/g. The increase in pH from 4 to 5 enhanced adsorption performance due to reduced competition between H⁺ and Pb²⁺ ions for active sites on the adsorbent surface. Increasing the initial Pb²⁺ concentration tended to increase adsorption capacity, although removal efficiency remained relatively stable due to the limited number of active adsorption sites. The Relative Standard Deviation (RSD) values ranged from 1.56% to 3.37%, indicating good precision and repeatability of the experimental data. These findings demonstrate that NaOH-activated ramie leaves have considerable potential as an effective, low-cost, and environmentally friendly bioadsorbent for Pb²⁺ removal from wastewater.

Olyvia Margaretha Banjarnahor; Verani Sinurat; Stefany N. I Nababan; Nasirwan

Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) merupakan instrumen utama pertanggungjawaban pemerintah atas pengelolaan keuangan publik. Kualitasnya tidak hanya ditentukan oleh kepatuhan teknis terhadap Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) berbasis akrual berdasarkan PP No. 71 Tahun 2010, tetapi juga oleh nilai etika yang dipegang aparatur pemerintah. Penelitian ini menganalisis penerapan nilai kejujuran dan tanggung jawab dalam pelaporan keuangan Pemerintah Kota Medan serta kesesuaiannya dengan karakteristik kualitatif LKPD, yang diintegrasikan dengan nilai etika Kristiani. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif, menganalisis data keuangan tahun anggaran 2022–2024. Hasil menunjukkan PAD tumbuh konsisten dari Rp2,23 triliun (2022) menjadi Rp2,44 triliun (2023) dan mencapai Rp2,77 triliun (2024), total realisasi pendapatan daerah mencapai Rp6,29 triliun (2024) dengan capaian 87,84 persen dari target anggaran, surplus APBD Rp36,57 miliar, dan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK selama tiga tahun berturut-turut. Nilai kejujuran berkorelasi dengan karakteristik keandalan dan relevansi LKPD, sementara nilai tanggung jawab berkorelasi dengan keterbandingan dan kemudahan dipahami. Penguatan kapasitas SDM, SPIP, dan internalisasi nilai etika di tingkat SKPD/OPD tetap menjadi kebutuhan mendesak.

Dewi Mujta Indah; Harsini

Journal of Administrative and Sosial Science (JASS) 2026 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Perubahan iklim menjadi tantangan besar bagi Indonesia yang menuntut keterlibatan berbagai aktor lintas sektor dalam upaya mitigasi dan adaptasi. Program Kampung Iklim (ProKlim) hadir sebagai pendekatan berbasis komunitas, namun implementasinya masih terkendala minimnya keterlibatan sektor swasta secara sistematis serta terbatasnya koordinasi antaraktor. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran sektor swasta dalam implementasi ProKlim di Kampung Kayu Ara Permai menggunakan kerangka collaborative governance. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi dengan validitas triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor swasta menjalankan peran strategis sebagai fasilitator, enabler, penyedia sumber daya, mediator, dan pelaksana kegiatan lapangan. Keterlibatan aktor seperti PHR, CIFOR, SPLP, dan PT ITA berdampak positif secara lingkungan, sosial, ekonomi, dan kelembagaan. Namun, dominasi sektor swasta berpotensi menimbulkan ketergantungan jika tidak diimbangi dengan penguatan kapasitas masyarakat lokal. Penelitian ini merekomendasikan keseimbangan peran antaraktor dan integrasi yang lebih baik dengan kebijakan pemerintah daerah guna menjamin keberlanjutan program jangka panjang.

Andi Patimang

ISAINTEK: Jurnal Informasi, Sains dan Teknologi 2026 Politeknik Negeri FakFak

LAMPUKITA merupakan salah satu UMKM VCO di Kabupaten Fakfak. Hasil dari pembuatan VCO usaha tersebut,  menghasilkan blondo yang selanjutnya diolah menjadi minyak goreng.  Berdasarkan aspek pemasaran,VCO LAMPUKITA memiliki prospek yang baik. Namun, ketersediaan bahan baku kelapa yang memenuhi syarat pembuatan produk utama, jumlahnya terkadang tidak tersedia.  Penelitian sebelumnya fokus pada teknik ekstraksi VCO, masih sedikit membahas strategi bisnis spesifik untuk minyak goreng hasil blondo ditingkat UMKM dengan kendala bahan baku.  Tanpa strategi pengembangan yang tepat, LAMPUKITA akan sulit bertahan secara finansial meskipun produknya memiliki nilai gizi lebih unggul. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman,  menentukan faktor internal, eksternal strategi terbaik dan model pengembangan bisnis baru yang dapat diterapkan LAMPUKITA. Penentuan lokasi secara purposive. Jenis data yaitu data primer dan data sekunder.  Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi.  Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif (analisis SWOT dan BMC) dan kuantitatif (metode IFAS, EFAS dan QSPM).  Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa kekuatan utama usaha LAMPUKITA terletak pada keunggulan produk alami, pemanfaatan blondo VCO, serta cita rasa khas kelapa Fakfak. Kelemahan utamanya adalah keterbatasan ketersediaan kelapa yang memenuhi standar VCO, kapasitas produksi masih kecil, dan keterbatasan modal. Analisis IFAS dan EFAS menunjukkan LAMPUKITA berada pada kondisi cukup mendukung untuk dikembangkan secara internal dan eksternal. Keberlanjutan usaha ditentukan oleh manajemen rantai pasok  kelapa. Strategi paling tepat dikembangkan adalah strategi kemitraan dengan petani kelapa berbasis standar VCO.  LAMPUKITA dapat menerapkan berbagai model bisnis baru untuk menanggulangi keterbatasan bahan baku.

Novian, Hangga; Budiyanto, Hermawan; Riyono, Slamet; Aji, Maliki

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Semarang dilaksanakan di Kelurahan Purwosari, Kecamatan Mijen, Kota Semarang pada tanggal 3 Januari hingga 1 Februari 2026. Program ini bertujuan mengatasi permasalahan masyarakat di bidang kesehatan, literasi, keselamatan lingkungan, dan kesejahteraan sosial melalui pendekatan partisipatif yang terintegrasi. Program yang dilaksanakan meliputi pembuatan Taman TOGA, pembagian buku bacaan bergambar ke sekolah dasar, pemasangan kaca cembung di titik blind spot, penyuluhan pencegahan stunting disertai pembagian makanan bergizi, kerja bakti, serta pendampingan Posyandu, PKK, dan PAUD. Hasil program menunjukkan manfaat nyata: taman TOGA fungsional terbangun di halaman kantor kelurahan, 180 buku tersalurkan ke SDN Purwosari 1 dan 2, 3 kaca cembung terpasang di titik rawan kecelakaan, dan 25 paket makanan bergizi terdistribusi kepada anak PAUD. Program-program ini berhasil meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, dan keselamatan lingkungan.

Hariyono Rakhmad; Agus Purwadi; Surateno; Elly Antika

Jurnal Suara Pengabdian 45 2026 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan pelanggan pada usaha jasa pengetikan Metronet di Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, melalui optimalisasi tiga fitur produktivitas Microsoft Office: autocorrect, autoformat, dan template dokumen. Tim pelaksana memakai metode riset tindakan partisipatif dengan menggabungkan metode ini dengan pelatihan dan bimbingan. Pelaksanaan program menunjukkan hasil yang jelas pada semua parameter evaluasi. Kemampuan karyawan meningkat sekitar 93,2%. Waktu penyelesaian dokumen berkurang rata-rata 58%. Tingkat kesalahan juga turun menjadi 1,2%. Kapasitas layanan bertambah 40%, dan adanya pelanggan baru dari kecamatan lain yang dapat dilayani. Ditemukan bahwa perbaikan kecil ini dengan tetap terfokus pada perangkat lunak perkantoran sehari-hari mampu mempertajam kualitas pelayanan usaha mikro dan memperluas jangkauan pasarnya dalam waktu relatif singkat.

Muhammad Faza Kamil; Syamsul Hadi; Ulil Albab Abdillah; Faiqur Rizal Fajriminallah; Jason Andreas Hudi Prayoga

Mars: Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro Dan Ilmu Komputer 2026 Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

The problem lies in the quality of the umbrella nails for asbestos or zinc roofs which often experience damage to the nail head is not large enough, the tip of the nail is blunt, thus damaging the roof material, and susceptibility to corrosion due to weather, and slow manual production. The purpose of making is to obtain umbrella nails with a length of 50 mm and a diameter of 2.5 mm which are strong, pointed tips, relatively fast. The manufacturing method includes: making cylindrical umbrella pieces from 2 mm thick aluminum with a diameter of 25 mm and a 1.5 mm hole center, selecting raw materials for low carbon steel wire, AISI 1020 in the form of a 3 mm diameter coil, straightening and reducing the cross-section of wire using a die (wire drawing),, forming the nail head (cold heading), mechanically cutting the pointed end, forming the nail umbrella from cylindrical pieces that have been inserted with 50 mm long nails and pressed, immersing the umbrella nails in 500oC zinc liquid (galvanizing) for 2 minutes, checking dimensions and quality standards. The manufacturing results are in the form of strong zinc-coated thumbtacks measuring 50 mm in length, 2.5 mm in diameter, 1.2 mm in thickness of the thumbtack plate, total production cost of IDR 340/unit, and process duration of 12 seconds/unit, which implies that the need for strong and corrosion-resistant thumbtacks can be met for various related engineering needs.

Salfadillah Az Zahrah Sakaria

Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This study aims to analyze the Cambodian government's efforts to address human trafficking from a human security perspective. It employs a qualitative descriptive approach, utilizing secondary data from relevant journals, reports, and academic publications. The findings indicate that human trafficking in Cambodia has evolved into a hub for digital-based fraud linked to transnational cybercrime networks. Victims face not only labor exploitation but are also coerced into participating in online fraudulent activities, such as romance scams. This surge in human trafficking is driven by weak law enforcement, high levels of corruption, low public digital literacy, and the rapid expansion of the online gambling industry and special economic zones, which serve as operational bases for criminal activities. The Cambodian government has implemented various measures regarding prevention, protection, and law enforcement through regulations, international cooperation, victim rescue operations, and anti-fraud campaigns. However, the effectiveness of these policies remains limited due to the state's constrained capacity and the ability of criminal networks to continuously adapt to advancements in digital technology. The study concludes that addressing human trafficking in Cambodia requires strengthened governance, more intensive international cooperation, and improved public digital literacy.

Yudi Arsa; Isnan Hari Mardika; Gusneli Gusneli

Kajian Administrasi Publik dan ilmu Komunikasi 2026 Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

this study aims to evaluate the impact of capacity building for village officials in Anjir Seberang Pasar I Village on the effectiveness of village administrative and financial management following the implementation of Law No. 6 of 2014. The primary focus of the study is to measure changes in the competencies of village officials before and after the implementation of technical guidance, as well as the use of the Village Financial System (Siskeudes) application and Internet Banking Business. The research method used is qualitative with a case study approach, in which data collection was conducted through observation, interviews, and the completion of pre-test and post-test questionnaires by respondents consisting of the Village Secretary, Kaur, and Kasi. The results of the study indicate a significant increase in three key variables: perceived usefulness, perceived ease of use, and attitude toward using. Quantitatively, the average validation score from respondents reached 4.53 (on a 5.0 scale), which falls into the “Agree” category regarding the system’s effectiveness. Based on data analysis, the success rate of capacity building for village officials was recorded at 29.23%, with a final understanding rate reaching 91.33%. These findings indicate that practice-oriented and participatory training is capable of improving the technical skills and accountability of village officials in managing digital-based government administration. The integration of Siskeudes and digital banking has proven to have a positive impact on a safer and more transparent payroll system at the village level.

Bachtiar Wijaya; Diana Dwi Kusumasari; Titisari Ambarwati; Sudarmiatin Sudarmiatin; Ruly Wiliandri

Faedah : Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 FKIP, Universitas Palangka Raya

This community service activity aims to increase the business capacity of the wood ear mushroom food MSME through integrated mentoring on business legality and access to financing. The subject of the activity was the Brother Farm MSME in Kediri Regency, which initially ran its business informally without adequate legality and had limited access to formal financing. The method used was a participatory approach with activity stages including: initial observation and problem identification, mentoring in creating a Business Identification Number (NIB), mentoring in understanding halal certification, mentoring in processing Fresh Food of Plant Origin (PSAT) permits, and education on access to financing through the People's Business Credit (KUR) scheme. Data collection techniques were carried out through observation, interviews and documentation, while data analysis used a qualitative descriptive approach by comparing conditions before and after mentoring. The results of the activity showed that the MSME successfully obtained business legality in the form of a Business Identification Number and Fresh Food of Plant Origin permits and experienced an increase in understanding regarding halal product guarantees and access to formal financing. This integrated mentoring had a positive impact on increasing consumer confidence, expanding market opportunities, and business readiness in accessing capital. Thus, this activity is able to encourage business transformation towards a more formal, structured and sustainable condition (SDG 8 and SDG 12) thereby contributing to increasing the competitiveness of food MSMEs.

Sihombing, Lisbet N.; Thesalonika, Emelda

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Pembelajaran di Sekolah Dasar saat ini masih didominasi metode konvensional berpusat pada guru yang kurang mengaitkan materi dengan kehidupan nyata. Kondisi ini menyebabkan rendahnya keterlibatan aktif dan kemampuan berpikir kreatif siswa sebagai kompetensi abad ke-21. Selain itu, mitra guru menghadapi kendala berupa keterbatasan pemahaman terhadap konsep Contextual Teaching and Learning (CTL), kurangnya variasi strategi, serta ketiadaan perangkat pembelajaran sistematis. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan mensosialisasikan model CTL guna meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa dan kompetensi guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi analisis kebutuhan, sosialisasi konsep, pendampingan penyusunan Modul Ajar, praktik simulasi kelas, serta evaluasi bersama pihak sekolah. Target luaran meliputi peningkatan pemahaman guru, tersedianya Modul Ajar berbasis CTL yang aplikatif, dan publikasi artikel ilmiah pada jurnal pengabdian masyarakat. Sosialisasi model CTL menjadi solusi strategis dalam meningkatkan kapasitas profesional guru untuk menciptakan suasana belajar yang bermakna. Implementasi CTL diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan dasar dan menstimulasi potensi berpikir kreatif siswa secara optimal guna menghadapi tantangan perkembangan zaman. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan dampak positif signifikan bagi pengembangan kompetensi pendidik dan peserta didik di sekolah dasar mitra secara luas serta berkelanjutan melalui integrasi kolaborasi akademik yang kuat.

Sakdiah, Halimatus; Respati, Novita Weningtyas

Dinamika Akuntansi Keuangan dan Perbankan 2026 Faculty of Economic and Business Universitas STIKUBANK

Penelitian ini menguji indikasi kecurangan pelaporan keuangan pada entitas Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2022-2024 dengan mengadopsi kerangka Fraud Heptagon. Target keuangan, frekuensi rapat komite audit, opini audit, masa jabatan serta rangkap jabatan direktur utama, pelatihan tata kelola perusahaan yang baik (GCG), dan remunerasi dewan direksi digunakan sebagai proksi variabel penelitian. Melalui pendekatan kuantitatif asosiatif terhadap 45 sampel observasi dengan analisis regresi logistik, hasil empiris merepresentasikan bahwa seluruh variabel independen tersebut tidak memengaruhi kecurangan pelaporan keuangan. Temuan ini mengindikasikan adanya keterbatasan kapasitas eksplanatori model Heptagon ketika diterapkan pada konteks BUMN yang berkarakteristik kelembagaan, regulasi, dan pengelolaan publik yang spesifik. Hal ini menyebabkan hubungan kausal yang diasumsikan dalam konseptualisasi awal model tersebut tidak sepenuhnya terkonfirmasi secara empiris. Secara teoretis, hasil ini menekankan pentingnya memahami perilaku kecurangan secara kontekstual, sementara secara praktis, penelitian ini mendorong perlunya evaluasi terintegrasi antara indikator keuangan dan mekanisme tata kelola dalam upaya deteksi dini kecurangan pelaporan keuangan pada entitas negara.

Fahry Ganang Saputra; Erlin Kurniati

Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

This study aims to analyze the dynamics of development management in Tulang Bawang Regency, particularly in integrating policy, fiscal capacity, and public participation during the transition to the 2025–2029 Regional Medium-Term Development Plan (RPJMD). The study employed a descriptive qualitative method using data triangulation techniques derived from regional planning documents, financial statistical reports, and sectoral program evaluation results. The findings reveal that Tulang Bawang Regency has achieved significant progress in regional transformation and succeeded in reducing stunting rates through the Bergerak Melayani Warga (BMW) program. However, these achievements have not been supported by strong fiscal independence, while public participation remains largely dominated by a technocratic approach. The study highlights the urgent need for reforms in digitalization-based regional revenue management and stronger substantive community involvement to ensure that future regional development becomes more independent, participatory, sustainable, and inclusive in accordance with local community aspirations. These reforms are expected to strengthen governance effectiveness and improve equitable development outcomes across all regional sectors.

Syarif, Moh.; Miladiyah, Siti Jamilatul; Faisol, Faisol

Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengakselerasi kapasitas SDM pengelola BUMDes Tegar Mandiri Madulang melalui pendekatan Community Capacity Building (CCB). Metode yang digunakan meliputi pelatihan partisipatif, pendampingan, serta evaluasi berbasis pre-test dan post-test pada lima aspek kompetensi utama, yaitu manajemen usaha, tata kelola keuangan, pengembangan produk, pemasaran digital, dan jejaring kemitraan. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan adanya kesenjangan kapasitas yang tinggi terutama pada aspek pemasaran digital, manajemen usaha, dan tata kelola keuangan. Implementasi CCB mampu meningkatkan kapasitas pengelola secara signifikan, ditunjukkan oleh kenaikan rata-rata skor dari 48,8% (pre-test) menjadi 81% (post-test) atau meningkat sebesar 32,2%. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek pemasaran digital (36%), diikuti tata kelola keuangan (35%) dan pengembangan produk (33%). Selain itu, terjadi perubahan nyata pada praktik pengelolaan, seperti tersusunnya rencana bisnis, pembukuan keuangan rutin, peningkatan jumlah produk inovatif, serta terbentuknya jejaring kemitraan strategis. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan CCB efektif dalam mendorong lompatan kapasitas dan kinerja kelembagaan BUMDes secara berkelanjutan. Dengan demikian, model ini dapat direplikasi sebagai strategi penguatan ekonomi desa berbasis pemberdayaan komunitas.

Brigita Elisabet KR. Uran

Faedah : Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia 2026 FKIP, Universitas Palangka Raya

This community service program aimed to strengthen the capacity of economic institutions and community business groups in villages and urban areas within the OVOP program locations in East Flores Regency. The program responded to the growing need for adaptive business strategies in the digital era and the importance of developing local potential into competitive products. It was implemented through a participatory, educative, and applicative approach during September 8–12, 2025. The training methods included lectures, interactive discussions, case studies, hands-on practice, and simulations to ensure a balance between theoretical understanding and practical application. The findings indicate significant improvements in participants’ understanding of the OVOP concept, managerial competencies, financial administration, and technical skills in product processing, packaging, and labeling. In addition, participants demonstrated increased awareness and ability in applying digital marketing strategies to expand market reach. The program also fostered stronger collaboration networks among business groups, economic institutions, and local government stakeholders. High participant engagement and active involvement throughout the sessions reflect the effectiveness of the training design. Overall, this program contributes to enhancing local economic resilience and promoting sustainable, competitive, and community-based enterprises. The study highlights the importance of continuous mentoring, institutional strengthening, and policy support to sustain the long-term impact of capacity-building initiatives in rural and semi-urban areas.

Indah Permata Poetri; Vini Nur Rindah Arifin; Ayu Nurmallah Sigit Handani; Khansa Safina Ardianti; Mahela Chika Yulia Pangestu

Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi. 2026 Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

The digital era has fundamentally revolutionized human interaction and information processing, particularly for Generation Z as digital natives. This research aims to identify the characteristics of digital information consumed by Generation Z and evaluate their long-term memory (LTM) capacity in the digital age. Using a Systematic Literature Review (SLR) method with a qualitative approach, 15 relevant studies published between 2021 and 2026 were analyzed from databases such as Scopus, Google Scholar, and ScienceDirect. The findings indicate that digital information characteristics—which are often "bite-sized," visual, and rapidly consumed—tend to encourage shallow encoding and digital amnesia. However, the study also found a dual impact: while high cognitive load and constant multitasking can hinder memory consolidation, structured digital use and interactive learning modules can significantly enhance memory retention. These results imply that optimal cognitive function in the digital era highly depends on digital literacy and effective information management strategies to balance technological use with natural cognitive sharpness.

Achmad Rifai; Dian Priastiwi; Syofia Sofatunisa Ramdayani; Sari Sari; Yozar Putra Jaya

Pandawa : Pusat Publikasi Hasil Pengabdian Masyarakat 2026 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Strengthening the capacity of micro, small, and medium enterprises (MSMEs) is a strategic effort to enhance business competitiveness and sustainability, particularly within the Pamulang MSME Friends (SUP) community. This community service activity aims to improve MSMEs’ financial management capabilities and increase production efficiency through the development of a joint production house. The main challenges faced by partners include limited financial literacy, the absence of systematic financial transaction records, and inadequate production facilities. The implementation of the program was carried out through training activities, mentoring in the use of the APIK financial recording application, and facilitation in designing a collaborative production house model. The results indicate an improvement in MSMEs’ understanding of financial management, including the ability to record transactions systematically, separate business and personal finances, and calculate production costs more accurately. Furthermore, the establishment of a joint production house contributes to greater cost efficiency, increased production capacity, improved product quality, and stronger collaboration among MSME actors. Therefore, this activity contributes to creating a more structured, efficient, and sustainable MSME ecosystem that supports long-term business development.