Publication Search

68,705 articles from 589 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-5 of 5

Analytics

Azibi, Ahmad Izzu; Hutabarat, Emy Priyanka; Tarigan, Juan Kevin Timothi; Sitorus, Zeremia Armando; HS, Christnatalis

Dinamik 2025 Universitas Stikubank

Deteksi nyeri objektif merupakan tantangan dalam dunia medis, terutama bagi pasien yang tidak mampu mengungkapkan rasa sakit secara verbal. Dengan kemajuan teknologi sensor dan kecerdasan buatan, sistem otomatis untuk mendeteksi nyeri berbasis sinyal fisiologis dan ekspresi wajah mulai dikembangkan. Studi ini bertujuan mengidentifikasi tren, metode, dan kualitas metodologis dari penelitian yang menggunakan database publik seperti BioVid Heat Pain, UNBC-McMaster, dan SenseEmotion dalam pengembangan sistem deteksi nyeri berbasis sensor. Penelitian dilakukan dengan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan protokol PRISMA 2020 melalui pencarian artikel di Google Scholar dalam rentang tahun 2015–2024. Setelah seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, 26 studi dimasukkan ke dalam sintesis naratif. Data dianalisis berdasarkan jenis sensor, metode algoritma, akurasi, dan ukuran sampel, serta dievaluasi menggunakan pendekatan GRADE. Hasil menunjukkan bahwa BioVid dan UNBC-McMaster adalah database paling sering digunakan, dengan sensor EDA, EMG, dan ekspresi wajah sebagai modalitas dominan. Metode klasifikasi umum mencakup CNN, SVM, dan Random Forest. Studi menyimpulkan bahwa pendekatan multimodal dan deep learning meningkatkan akurasi deteksi nyeri, namun validasi klinis dan perhatian terhadap keragaman demografis masih dibutuhkan.

Eko Yuliyanti; Ratna Wahyu Pusari; Nila Kusumaningtyas

Populer: Jurnal Penelitian Mahasiswa 2023 Universitas Maritim AMNI Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengembangan Kecerdasan Kinestetik Anak Usia Dini Kelompok B Melalui Kegiatan Tari Kreasi. Penelitian ini meneliti tentang Pengembangan Kecerdasan Kinestetik Anak Usia Dini Kelompok B Melalui Kegiatan Tari Kreasi di TK PGRI 04 Kartini Semarang yaitu bagaimana kecerdasan kinestetik anak usia dini sebelum diterapkan kegiatan menari, bagaimana pelaksanaan kegiatan menari dalam meningkatkan kecerdasan kinestetik anak, dan apakah kecerdasan kinestetik anak usia dini kelompok B dapat dikembangkan melalui kegiatan tari kreasi. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan oleh peneliti di TK PGRI 04 Kartini Semarang, dapat disimpulkan bahwa sebelum diterapkan kegiatan menari  anak cenderung menyukai kebudayaan negara lain seperti tarian orang dewasa di YouTube atau di aplikasi Tik-Tok. Pelaksanaan kegiatan menari dipandu oleh guru tari dengan tujuan untuk meningkatkan kecerdasan kinestetik anak dan mengenalkan budaya tanah air. Kecerdasan kinestetik anak kelompok B di TK PGRI 04 Kartini Semarang dapat berkembang dengan baik melalui kegiatan tari kreasi.

Dian Roshanti; Roudlotun Nurul Laili; Muhammad Nashir; Susi Oktaviana

Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi 2023 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Setiap anak memiliki keunikannya sendiri – sendiri yang tidak bisa disamakan satu dengan lainnya, termasuk dalam hal kecerdasan dan gaya belajar. Perbedaan gaya belajar tentunya akan berpengaruh pada penerapan model pendampingan dan metode belajar yang sesuai dengan karakter siswa. Para pengurus panti asuhan Budi Mulya Banyuwangi merasa kesulitan pada saat melakukan pendampingan belajar pada anak – anak panti karena terbatasnya skill tingkat kemampuan dan pemahaman anak berbeda – beda. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi dan pengenalan jenis kecerdasan dan gaya belajar anak – anak agar para pengurus/pembina panti dapat mengetahui gaya belajar yang dapat dijadikan bahan pertimbangan dan referensi dalam menentukan metode dan merancang model pendampingan belajar yang sesuai dengan karakter anak. Mitra kegiatan pengabdian adalah anak panti sejumlah 20 siswa dan pengurus panti. Metode yang digunakan yaitu ceramah, tanya jawab, diskusi, dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan para peserta dapat mengidentifikasi gaya apakah visual, auditori, maupun kinestetik yang bisa dijadikan sebagai dasar para pengurus panti dalam mendampingi belajar anak – anak panti.    

Lina Anisa Putri; Jasmienti Jasmienti; Alimir Alimir; Darul Ilmi

Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

 Latar belakang penelitian ini adalah kondisi kecerdasan spiritual siswa yang masih jauh dari nilai-nilai keislaman. Hal ini dibuktikan dengan masih banyaknya peserta didik yang lalai dalam shalat dan sering mengundurkan waktu shalat, siswa yang tidak ikut serta dalam pelaksanaan shalat zhuhur berjamaah, siswa yang kurang pandai dalam baca tulis al-qur’an, siswa yang masih banyak berbicara kasar sesama teman serta siswa yang tidak amanah dalam menjalankan tugas yang diberikan kepada siswa. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian deskritif kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan ialah menggunakan observasi langsung ke sekolah dengan cara melihat kreativitas guru Pendidikan Agama Islam mengembangkan kecerdasan spiritual siswa di kelas VII, wawancara dengan guru Pendidikan Agama Islam, Wakil Kurikulum dan Siswa kelas VII serta dokumentasi seperti RPP dan Absebsi Shalat Dhuha dan Shalat Zhuhur siswa kelas VII. Adapun analisis data dilakukan dengan menelaah seluruh data, kemudian melakukan penyeleksian kembali terhadap data yang ada, kemudian melakukan display data, verifikasi data dan mengklarifikasikan data yang telah didapat. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa kreativitas yang dilakukan guru Pendidikan Agama Islam memiliki rasa ingin tahu terhadap siswa, mengajukan pertanyaan berbobot, memberikan gagasan dan usulan terhadap suatu masalah, mempunyai daya imajinasi, dan mengembangkan atau merinci suatu gagasan. Selain itu ditemukan faktor penghambat dan faktor pendukung dalam mengembangkan kecerdasan spiritual siswa, faktor penghambat yaitu siswa yang cepat terpengaruh terhadap lingkungan tempat bergaul dan juga kebiasaan siswa atau lingkungan sekitar. Faktor pendukung dalam mengembangkan kecerdasan spiritual siswa yaitu pihak keluarga, pihak sekolah, serta adanya sarana dan prasarana dan respon siswa yang begitu baik.  

Nabilah Nurul Ilma

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Latar Belakang : Pandangan lama mempercayai bahwa tingkat intelegensi (IQ) atau kecerdasan intelektual merupakan faktor yang sangat menentukan dalam mencapai prestasi belajar. kecerdasan intelektual (IQ) sebagai satu-satunya prediktor untuk menentukan keberhasilan seseorang semakin bergeser pada pandangan yang melihat kecerdasan-kecerdasan lain juga tidak kalah pentingnya. Kecerdasan emosional memiliki peran yang jauh lebih signifikan dibanding kecerdasan intelektual (IQ). Hasil studi pendahuluan berdasarkan data yang di ambil dari BAAK STIKes Maranatha Kupang tahun 2022, mahasiswa kebidanan yang tidak lulus mata kuliah semester sebelumnya adalah 29,6% mahasiswa. Hasil wawancara terhadap 10 mahasiswa 3 diantaranya mengatakan sulit memahami perasaan sendiri dan merasa malas serta takut bila harus mengulang kembali hal yang pernah gagal. Tujuan : Mengetahui hubungan kecerdasan emosional dengan prestasi belajar mahasiswa Semester II D III Kebidanan di STIKes Maranatha Kupang Metode : Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan Cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswi Semester II Tahun Ajaran 2021/2022 DIII Kebidanan sejumlah 75 orang dan teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Uji statistik yang digunakan adalah analisis Spearman Rank. Hasil : Karakteristik pada mahasiswa Semester II D III Kebidanan sebagian besar lulusan SMA (68%), sebagian besar berasal dari jurusan IPA (76%), sebagian besar ayah responden berpendidikan menengah (45,3%) dan sebagian besar ibu responden berpendidikan dasar (44%). Kecerdasan emosional siswa dalam kategori sedang (62,7%). Prestasi belajar mahasiswa Semester II dalam kategori baik (49,3%), kecerdasan emosional mahasiswa dalam kategori sedang dengan prestasi belajar baik (49,3%). Hasil analisis Spearman Rank diperoleh nilai koefisien korelasi (ρ) sebesar 0,363 dengan p_value sebesar 0,001 (p < 0.05) keeratan hubungan kategori rendah. Kesimpulan: Ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar mahasiswa Semester II D III Kebidanan di STIKes Maranatha Kupang.