SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

18,135 articles from 385 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-10 of 10

Analytics

Avelia, Variska; Anggarini, Dola Mareta; Nurazizah, Desi; Maolana, Fedo Alta; Annajah, Abdillah Fathan Generus +2 more

Jurnal Agrifoodtech 2026 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Gingerbread merupakan kue kering yang terbuat dengan bahan dasar tepung terigu dengan campuran jahe dan bubuk kayu manis. Ketergantungan penggunaan tepung terigu pada pembuatan produk pangan sampai saat ini masih sangat tinggi, salah satu upaya untuk mengurangi penggunaan tepung terigu adalah dengan memanfaatkan tepung kentang sebagai pengganti tepung terigu. Jahe memiliki beragam jenis dan karakteristik yang berbeda, penggunaan jahe yang biasanya yang digunakan dalam pembuatan gingerbread yang sering dijumpai dipasaran berupa jenis jahe merah, jahe gajah dan jahe emprit. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh jenis dan bentuk jahe terhadap kualitas gingerbread cookies. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 perlakuan jenis jahe yaitu jahe gajah dan jahe merah, dan dalam bentuk bubuk dan cair. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan jenis jahe berupa bubuk dan cair menunjukkan pengaruh signifikan terhadap parameter fisik dan organoleptik produk. Penggunaan jahe bubuk cenderung meningkatkan kekerasan, serat kasar, dan daya kembang, serta menghasilkan warna yang lebih gelap dan tekstur yang lebih padat. Sebaliknya, jahe cair menghasilkan gingerbread yang lebih lembut, berwarna lebih cerah, dan tekstur lebih rapuh. Analisis sensoris menunjukkan preferensi konsumen terhadap gingerbread dengan perlakuan jahe cair dari segi warna dan aroma lebih disukai, sementara dari aspek tekstur dan kekerasan, jahe bubuk lebih disukai.

Attyya Putri Azizah; Norman Wijaya Gati

Jurnal ilmu Kesehatan Umum 2024 Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Background: Osteoarthritis often occurs in the elderly aged more than 60 years which is characterized by pain in the joints when moved. In Indonesia, 65% of elderly people aged 60 years and over experience osteoarthritis. Red ginger compress is an alternative nonpharmacological treatment to reduce joint pain in the elderly with osteoarthritis. Objectives: Knowing changes in pain scale in the elderly before and after doing red ginger compresses. Method: This application uses descriptive methods on 2 respondents, with pretest and posttest in the observation sheet of pain scale measuring instruments in the form of NRS (Numeric Rating Scale). Red ginger compress is given 2x a day in the morning and evening for 14 consecutive days within 20 minutes Result: There was a change in the intensity of the pain scale in both respondents. Mrs. P from moderate scale to mild scale and Mrs. E from moderate scale to painless scale. Conclusion: The application shows that there are changes in the pain scale before and after the red ginger compress, both in the first respondent and the second respondent. Red ginger compress can reduce osteoarthritis joint pain in the elderly.    

Rosaliya Katili; Agust A. Laya; Kristine Dareda

Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan 2023 Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Dysmenorrhea is a pain in the lower abdomen can spread to the lower back and legs. The incidence of dysmenorrhea in the world on average is very high up to (90%) while the severe painful dysmenorrhea are around 10-15%. In Indonesia the case of dysmenorrhea is around of 64.25%. The aim of this research was to determine the effectiveness of giving red ginger decoction on dysmenorrhea in young women at Assalaam Vocational School, Manado. This research uses a pre-experimental quantitative method with one group pre and post test design. wWith non-probability sampling technique and purposive sampling method based on characteristics of the population by the criteria of the researcher's. The research instrument uses an observation sheet and a Standard Operating Procedure for measurement using the NRS (Numeric Rating Scale). The sample in this study takes 12 respondents. Using the Pairet T-Test with a significance level of α=0.05. The results of this study show there is an effect of giving red ginger decoction on dysmenorrhea in young women with a P-value = 0.000 < 0.05 The conclusion in this study is giving red ginger decoction on dysmenorrhea in young women at Assalaam Vocational School, Manado are affected. And advice to respondents to used red ginger as an additional reference for reducing pain during dysmenorrhea.

Alfita Diah Safitri; Tri Susilowati; Fitria Purnamawati

Jurnal Ventilator: Jurnal riset ilmu kesehatan dan Keperawatan 2023 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Background: Hypertension or high blood pressure is when the systolic pressure is more than 140 mmHg and the diastolic blood pressure is more than 90 mmHg. WHO data (2015) shows that around 1.13 billion people in the world have hypertension. The number of people with hypertension continues to increase every year, it is estimated that every year 20.44 million people die from hypertension and its complications. Non-pharmacological management to lower blood pressure can be done independently and naturally, namely foot hydrotherapy (warm foot bath). Foot soaks can be combined with other herbal ingredients, one of which is ginger. Objective: To determine the effect of soaking feet with warm ginger water in lowering blood pressure in hypertensive patients. Method: The application was carried out using a descriptive method in the form of a case study to 2 respondents with hypertension in the form of a pretest-posttest. The application is carried out within two days for 15 minutes by sitting on a bed or chair and then soaking the feet in a basin containing warm red ginger water with a water temperature of 37°C. Findings: Based on the results of the application of warm red ginger water foot soak therapy is decrease in blood pressure in elderly patients with hypertension, namely 160/100 mmhg and 150/100 mmhg. Implications: warm red ginger water foot soak therapy can be used as a non-pharmacological technique or independent intervention in elderly patients with hypertension

Faradilla Mifta Suranata; Rahmat H. Djalil; Ratna Novitasari

Jurnal Ventilator: Jurnal riset ilmu kesehatan dan Keperawatan 2023 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Gout Arthritis is a disease characterized by pain that occurs repeatedly caused by deposits of monosodium urate crystals that accumulate in the joints as a result of high levels of uric acid in the blood. One of the complementary therapeutic measures is a warm red ginger compress in gout arthritis patients. The purpose of this research is to determine the Effect of Giving Warm Red Ginger Compresses to Pain in Gout Arthritis Patients in Mahawu Village, Manado. The design of this study used a pre- experimental (one-group, pre-post test design). The sample in this study was 35 respondents taken using a total sampling instrument. The study used observation sheets and SOPs for measurement using the NRS (Numeric Rating Scale). The data were then analyzed using the Wilcoxon statistical test with a significance level of = 0.05. The results of this study indicate that there is an effect of giving red ginger warm compresses to pain in gout arthritis patients with p value = 0.000 <0.05 so Ha is accepted and Ho is rejected. So it can be concluded that there is an effect of giving red ginger warm compresses to reducing pain in gout arthritis patients in Mahawu Village, Manado. The conclusion of the study is that there is an effect of warm red ginger compresses on Gout Arthritis patients in Mahawu Village, Manad.

Soegiastuti, Janti; Jaluanto Sunu Punjul Tyoso; Heru Eko Prasetyo

Jurnal Suara Pengabdian 45 2023 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Masyarakat di lingkungan Kampung Jahe yang berada di RW 14 Kel.Sendangmulyo Kec.Tembalang, yang sebagian  pegawai dan wirausaha  ,  namun lahan pekarangan rumah yang dimiliki belum dimanfaatkan secara optimal. Hal ini merupakan peluang untuk pengembangan ekonomi diwilayah tersebut, dengan cara budi daya tanaman jahe merah, hingga mengolahnya menjadi hasil olahan yang kreatif dan inovatif, yang bermanfaat untuk kesehatan dan laku dijual dengan harga yang tinggi. Peluang tersebut bisa diciptakan dengan memberdayakan ibu rumah tangga yang tidak bekerja beserta kelompok UMKM yang ada diwilayah RW14 dengan nama Sekar Taji, Metode pengabdian ini dengan memberikan edukasi kewirausahaan dan pengenalan tekhnologi informasi sebagai media pemasaran secara  online dilengkapi dengan pelatihan memasak aneka makanan tradisionil. Kegiatan tersebut dapat terlaksana juga didukung dengan kerjasama dengan perusahaan bahan pembuat makanan yaitu Rose Brand dan diikuti oleh 20 peserta Kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat menambah pengetahuan, ketrampilan,dan  berpartisipasi aktif untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi.

Jayanti Djarami; Amelia Niwele; Nurul Sakinah Soamole

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Jahe merah (Zingiber officinale Rosc.) merupakan tanaman multi fungsional karena selain sebagai rempah, tanaman ini termasuk empat besar tanaman obat yang banyak digunakan diantaranya untuk: jamu gendong, industri kecil obat tradisional, industri obat tradisional, industri makanan/minuman dan bumbu . Selain itu, kandungan minyak atsiri jahe juga merupakan salah satu peluang usaha peningkatan nilai ekonomis jahe, berkembangnya agroindustri obat-obatan herbal dan kosmetik, menjadikan peluang pengembangan jahe sebagai salah satu bahan bakunya menjadi sangat terbuka. Balsem merupakan sediaan yang penggunaannya di oleskan kekulit dengan tangan dan memberikan rasa panas yang sulit hilang. bentuk sediaan balsam yang di oleskan dengan tangan ini di perlukan suatu inovasi yang memiliki sifat menghangatkan, menenangkan dan juga memiliki aroma yang menyegarkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kandungan metabolit sekunder ekstrak etanol jahe merah dan memformulasi sediaan balsam dari ekstrak etanol jahe merah . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah diskriptif kualitatif dalam memformulasikan memformulasi sediaan balsam dari ekstrak etanol jahe merah dengan Hasil penelitian menunjukan ekstrak etanol jahe merah  mengandung senyawa metabolit sekunder: flavanoid, saponin, tannin dan fenolik. Uji organoleptis menunjukan berwarna coklat tua, berbau oleum menthea, bentuk semi padat, semuanya homogenitas, dengan pH 6, uji daya sebar 5 cm, uji daya kejat selama 6 detik. Kesimpulan menunjukan balsem jahe merah memenuhi persyaratan evaluasi sediaan balsem.

Supriyono, Supriyono

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2021 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Jahe merupakan salah satu jenis tanaman obat yang dikembangkan sebagai bahan obat tradisional. Namun produktivitas jahe merah mengalami penurunan. Tujuan kegiatan ini memberikan pengetahuan pesemaian jahe merah.  Kegiatan dilakukan Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar. Metode yang digunakan yaitu sosialisasi dan pelatihan. Kegiatan dilaksanakan dengan beberapa tahapan sebagai berikut: 1) Koordinasi dengan tokoh masyarakat dan petani mitra; 2) Sosialisasi tentang hasil penelitian tahun 2020; 3) Penyuluhan tentang pesemaian jahe merah, dan 4) Pelatihan pesemaian jahe merah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa petani sangat tertarik dan berminat dalam budidaya jahe merah, yang tercermin dari keaktifan dalam berdiskusi maupun dalam melaksanakan pelatihan. Hasil demplot pada pelatihan menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang dengan proporsi tanah: pupuk kandang 2:1 baik pada lahan maupun polybag meningkatkan persentase daya kemunculan tanaman dan pertumbuhan tanaman, sehingga hal ini dapat direkomendasikan pada tingkat petani jahe merah.

Yannie Asrie Widanti, Naradhita Dewi Marganingsih, Akhmad Mustofa &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2019 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Antioksidan merupakan senyawa yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh karena fungsinya sebagaipenangkap radikal bebas yang terbentuk dalam tubuh.Daun katuk, rosella, dan jahe termasuk tanaman yangkaya antioksidan.Salah satu usaha untuk memperoleh sumber antioksidan secara praktis adalah denganmengolah daun katuk, bunga rosella dan jahe menjadi minuman fungsional.Penelitian ini bertujuan untukmenentukan formula minuman fungsional katuk-rosella dan penambahan ekstrak dari berbagai jenis jaheyang memiliki aktivitas antioksidan tinggi dan disukai konsumen.Penelitian dilakukan dengan RancanganAcak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor.Faktor pertama dengan perbandingan daun katukdan rosella (90:10, 80:20, 70:30) sedangkan faktor yang kedua yaitu variasi jenis jahe (jahe emprit, jahegajah dan jahe merah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan konsentrasi daun katuk: rosella 80:20 dengan ekstrak jahe merah 8% merupakan perlakuan terbaik didasarkan pada aktivitasantioksidan dan uji organoleptik terbaik yang terdapat pada minuman. Pada perlakuan ini dihasilkan pH2,83, padatan terlarut 15,46%, aktivitas antioksidan DPPH 54,65%, total fenol 0,98 mg GAE/100ml, vitaminC 68,82 mg/100ml, serta uji organoleptik terhadap flavor jahe 2,13, flavor katuk 1,86, rasa asam 2,73, warna3,65 dan kesukaan keseluruhan 2,20.Kata kunci:antioksidan, minuman fungsional, daun katuk, rosella, jahe

Linda Kurniawati, Lilly Candra Eka Putri, Akhmad Mustofa &

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) 2017 Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Biskuit merupakan salah satu produk makanan yang popular di masyarakat dan mengandungkarbohidrat, protein, dan lemak sehingga baik dikonsumsi anak-anak sekolah. Bahan baku biskuit adalahtepung terigu, yang sampai saat ini masih impor dari luar negeri, sehingga ketergantungan terhadap tepungterigu cukup besar. Pemanfaatan tepung bekatul beras merah sebagai substitusi dalam pembuatan produkpangan akan mengurangi impor tepung terigu, serta lebih meningkatkan kandungan gizinya. Penelitianini bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomis bekatul beras merah yaitu dengan mengolah bekatulberas merah menjadi tepung, selanjutnya menjadi biskuit dengan penambahan ekstrak jahe merah, danmenambah nilai gizi biskuit fungsional. Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap(RAL) faktorial dengan dua faktor yaitu substitusi tepung bekatul beras merah (20, 30, dan 40%) dankadar ekstrak jahe merah (0, 2, 4, dan 6%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuansubstitusi tepung bekatul beras merah dan kadar ekstrak jahe merah yang terbaik adalah pada substitusitepung bekatul beras merah 30% dan kadar ekstrak jahe merah 4%. Perlakuan ini menghasilkan biskuityang mengandung kadar air 3,91%; kadar abu 2,23%; kadar gula total 34,27%; aktivitas antioksidan 85,94%;volume pengembangan 0,36%; warna coklat (3,40); rasa/aroma jahe merah (2,93); memiliki kerenyahanatau tekstur renyah (3,13); dan disukai panelis (3,47).Kata kunci: Biskuit, tepung bekatul beras merah, ekstrak jahe merah, substitusi.