Publication Search

73,128 articles from 694 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-4 of 4

Analytics

Siska Febiana; Hanny Setyawati; Indah Yulianti

TAWAZUN: Journal of Islamic Finance and Digital Innovation 2026 Asosiasi Program Doktor Ekonomi Syariah Indonesia

Artikel ini membahas hubungan antara pikiran dan realitas melalui kajian filsafat kognitif, serta implikasinya terhadap pemahaman manusia. Filsafat kognitif, yang mengintegrasikan elemen-elemen filsafat, psikologi, dan ilmu kognitif, memberikan perspektif baru dalam memahami bagaimana manusia berinteraksi dengan dunia nyata. Artikel ini mengulas berbagai teori kognitif yang mempengaruhi pemahaman kita terhadap realitas, serta bagaimana persepsi, interpretasi, dan pengalaman membentuk cara kita mengerti dunia. Selain itu, implikasi dari kajian ini terhadap bidang-bidang seperti etika, pendidikan, dan perkembangan teknologi juga dibahas, dengan fokus pada dampak terhadap kesadaran dan pengambilan keputusan manusia.

Jawahir Khairani; Rhisma Al-Vyanie Sofyan; Sabrina Az Zahrah; Shifa Syalsa Agistina; Encep Kusumah

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa 2025 Pusat riset dan Inovasi Nasional

Lagu tidak hanya sebagai media hiburan tetapi juga sebagai sarana komunikasi yang mencerminkan emosi tekstual dan makna yang mendalam. Dalam konteks film, lagu digunakan sebagai original soundtrack (OST), memainkan peran penting dalam meningkatkan narasi dan mediasi emosional dari keadaan internal karakter. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis makna konseptual dan makna asosiatif dalam lirik lagu “Selalu Ada di Nadimu”, film animasi Jumbo. Lagu ini dipilih karena sangat puitis dan simbolis, dan diintegrasikan ke dalam tema film yang indah tentang cinta orang tua dan kekuatan batin. Penelitian menggunakan metode kualitatif menggunakan teknik pembelajaran dokumen dan pendekatan dari aspek semantik berdasarkan pemahaman makna literal dan makna yang muncul dari pengalaman emosional dan budaya. Hasil analisis menunjukkan pentingnya 51 data penting konseptual, 14 asosiatif dan 5 lainnya yang memiliki makna keduanya, yang mencerminkan kedalaman pesan dan ikatan emosional. Temuan ini menegaskan bahwa lirik lagu, khususnya dalam fungsi OST, memiliki potensi besar sebagai objek penelitian linguistik yang kompleks dan bermakna. Lagu dapat mencerminkan pengalaman internal manusia dan interpretasi media yang layak untuk analisis akademik.

Sarwo Nugroho; Sarwo Nugroho; Agus Waryanto

JURNAL ILMIAH KOMPUTER GRAFIS 2022 UNIVERSITAS STEKOM

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana masyarakat terlibat dengan seni di era selfie, perangkat digital, dan media sosial. Ini mengkaji pengalaman penonton pameran seni, di mana pengunjung didorong untuk menggunakan media sosial untuk berbagi pengalaman seni mereka, untuk memahami bagaimana pendekatan semacam itu dapat mengubah sifat keterlibatan pengunjung dengan seni. Bisa dibilang, selfie yang diambil di ruang seni memperkaya pengalaman dan keterlibatan pengunjung dengan seni dan berfungsi sebagai alat pemasaran bersama, memberdayakan, dan otentik untuk museum. Data untuk penelitian ini dikumpulkan melalui observasi non partisipan (etnografi) dan netnografi di Museum Lawang Sewu Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih-alih mempromosikan pelepasan dari karya seni, selfie di ruang seni menjadi "keterikatan materi - diskursif jaringan" yang memberdayakan konsumen seni untuk bersama-sama menciptakan nilai dan organisasi seni untuk mengurangi jarak antar konsumen dan mereproduksi keaslian ikonik dari karya seni. karya seni di ruang maya. Artikel ini berkontribusi pada teori selfie dengan mengatasi pandangan tradisional tentang selfie sebagai manifestasi ekspresi diri narsistik. Sebaliknya, dalam mempromosikan interpretasi selfie sebagai sarana pemberdayaan dan demokratisasi yang digunakan oleh konsumen seni untuk mengembangkan narasi dan proyek identitas dalam konteks seperti museum di mana secara tradisional pengembangan narasi adalah karakter elit. Kontribusi lebih lanjut yang diberikan oleh penelitian ini berasal dari identifikasi kelompok pengunjung (yaitu, pelari realitas, pecinta seni, photoholics, dan pecinta selfie), ditempatkan pada kontinum nilai co-creation, yang perlu disadari oleh administrator seni sebagai memasuki era konsumsi seni yang lebih dinamis. Dengan menguraikan implikasi manajerial, penelitian ini memberikan refleksi awal tentang bagaimana manajer seni dapat menavigasi era yang muncul dari selfie .   Keywords: Selfie, Media Sosial, Interpretas

Paulinus Seso

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2018 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Pencarian dan penemuan arti keheningan dalam pengalaman hidup orang Kristiani sangat mendesak untuk melahirkan komunikasi yang otentik. Komunikasi yang otentik bermula, lahir, dan ditemukan dalam keheningan. Temuan arti hening yang akurat membebaskan penafsir/komunikator dari interpretasi superfisial, sempit dan ambigu.