Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-2 of 2

Analytics

Bachrul Ulum

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2020 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

This research report is motivated by the large number of sharia financial institutions that have emerged and the increasing number of sharia banks that provide financial services while meeting the increasingly diverse needs of society. With the current abundance of sharia banking, there are accusations that sharia banking is a conventional bank that only has a sharia label attached to it. However, nowadays sharia banks always try to implement Islamic values based on Sharia principles. Sharia banking has a big influence on people's economic activities. Various sharia banking products are expected to be able to encourage and accelerate people's economic progress in accordance with Islamic principles. In Islamic principles, economic activity cannot be separated from the postulate of faith in Allah SWT and even becomes a built in control for economic actors. From here, sharia banking was built and designed to improve the standard of human life. Sharia banking is expected to become an alternative and even a decisive solution for the development of the national economy, especially for Muslims.

Nanggala, Agil

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2020 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Penelitian ini bertujuan untuk menegaskan relevannya peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam menginternalisasikan nilai-nilai anti korupsi kepada peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Analisis data meliputi reduksi data, display data, verifikasi serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh, yaitu: 1) sebagai Pendidikan Karakter, Pendidikan Kewarganegaraan sangat berkompeten dalam menginternalisasikan nilai-nilai anti korupsi kepada peserta didik, karena struktur keilmuannya serta posisinya dalam kurikulum nasional Indonesia sangat mendukung, 2) sebagai Pendidikan Keadilan, Pendidikan Kewarganegaraan memiliki tujuan dalam membentuk individu yang memiliki semangat keadilan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, sebagai moralitas untuk menjauhi perilaku koruptif, serta berpartisipasi dalam membantu negara untuk mewujudkan keadilan sosial, 3) tujuan Pendidikan Kewarganegaraan dalam menginternalisasikan nilai-nilai anti korupsi kepada peserta didik, tentu akan lebih efektif dan menyenangkan apabila menggunakan pendekatan pembelajaran kontekstual, yang berfokus pada analisis kasus korupsi, sehingga peserta didik mampu mengetahui dan merefleksikan bahayanya praktik korupsi bagi keberlangsungan hidup bangsa Indonesia.