Publication Search

80,106 articles from 771 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 26

Analytics

Sagita, Vina Anasthasia; Feronika, Cici

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Rekonsiliasi obat adalah salah satu standar pelayanan farmasi klinik di rumah sakit yang mengumpulkan informasi obat sebelum masuk rumah sakit, kemudian diselaraskan dengan resep obat saat masuk rumah sakit. Rekonsiliasi obat dilakukan untuk mencegah kesalahan dalam pengobatan (medication error). Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi implementasi rekonsiliasi obat terhadap keberhasilan pengobatan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain Systematic literature review mengacu pada PRISMA 2020 dengan metode pencarian PICO Framework. Artikel diperoleh melalui Google Scholar dengan kriteria penelitian di Indonesia, terbit tahun 2021–2025, tersedia full-text, dan terkait implementasi rekonsiliasi obat. Dari artikel yang teridentifikasi, 10 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara deskriptif. Rekonsiliasi obat terbukti menurunkan medication discrepancy dan medication error. Faktor yang memengaruhi implementasi meliputi keterlibatan apoteker klinik, kepatuhan staf terhadap standar operasional, komunikasi antarprofesi, dokumentasi yang lengkap, dukungan sistem informasi rumah sakit, serta karakteristik pasien dan karakteristik obat. Temuan ini sejalan dengan rekomendasi WHO melalui Medication Without Harm dan standar The Joint Commission. Rekonsiliasi obat merupakan strategi efektif untuk meningkatkan keselamatan pasien dan keberhasilan pengobatan. Penguatan kompetensi apoteker, kolaborasi interprofesi, sistem informasi, dan keterlibatan pasien diperlukan untuk mengoptimalkan implementasinya di Indonesia.

Raja Syahmuda Siregar; Bambang Irwansyah

Merkurius : Jurnal Riset Sistem Informasi dan Teknik Informatika 2026 Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

This study aims to design a drug inbound and outbound transaction application that can improve the effectiveness and efficiency of drug data management at the UPTD Pharmacy Installation of Tanjungbalai City. The research method used in this study is a descriptive qualitative method with a case study approach. Data collection was carried out through direct observation at the research location, interviews with pharmacy staff, and documentation studies of documents related to drug management. The data obtained were then analyzed to identify weaknesses in the current system and determine the system requirements to be designed. The results of the study indicate that the existing manual recording system has not been able to support optimal drug management because it is less effective and prone to errors. The drug inbound and outbound transaction application designed in this study can assist pharmacy staff in recording incoming and outgoing drug data, monitoring drug stock in real-time, and generating reports automatically.

Alifia Salsabila Rizquita; Dwi Rahayu, Ihsanti; Triyandi, Ramadhan; Himayani, Rani

Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan 2026 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Waktu tunggu pelayanan resep obat merupakan salah satu hal penting dalam pelayanan kefarmasian di puskesmas. Waktu menunggu dapat mempengaruhi kepuasan pasien ketika mendapatkan pelayanan, sehingga berdampak pada kualitas pelayanan di puskesmas. Tujuan dari penyusunan artikel ini adalah untuk memberikan gambaran terkait informasi pelayanan waktu tunggu resep obat racik dan non racik yang ada di puskesmas. Pencarian artikel ini mencakup berbagai publikasi mengenai waktu tunggu resep di puskesmas melalui Google Scholar dengan metode Boolean Operator (AND, OR) Kriteria inklusi dalam pencarian artikel yang relevan terdiri dari artikel yang dipublikasikan antara tahun 2016-2026 dan tersedia dalam teks lengkap gratis. Hasil seleksi artikel yang dilakukan, diperoleh 9 artikel jurnal yang memenuhi kriteria inklusi. Berdasarkan 9 artikel tersebut, sebanyak 3 artikel menunjukkan bahwa waktu tunggu pelayanan resep obat racik atau non racik sudah sesuai standar, dan sebanyak 6 artikel menyatakan masih terdapat waktu tunggu pelayanan resep obat racik atau non racik yang belum sesuai standar berdasarkan Permenkes atau puskesmas terkait.

Jonang, Dhiya Satirah

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Prinsip tujuh benar obat merupakan pedoman penting bagi perawat saat memberikan obat kepada pasien, meliputi benar pasien, benar obat, benar dosis, benar rute, benar waktu, benar dokumentasi, dan benar pendidikan atau informasi kesehatan. Pengetahuan yang baik mengenai prinsip ini sangat penting bagi mahasiswa keperawatan anestesiologi untuk mencegah kesalahan dalam pemberian obat. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi e-pocket book prinsip benar obat terhadap tingkat pengetahuan mahasiswa D4 Keperawatan Anestesiologi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah pre-experimental design dengan pendekatan one group pre-test dan post-test dengan sampel 60 mahasiswa angkatan 2023 D4 Keperawatan Anestesiologi yang dipilih secara Simple Random Sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan prinsip benar obat dan analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan edukasi e-pocket book terhadap peningkatan pengetahuan mahasiswa, yang dibuktikan dengan nilai p sebesar 0,000 (p < 0,05). Kesimpulannya, edukasi e-pocket book efektif meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang prinsip tujuh benar obat dan diharapkan dapat membantu saat praktik klinik di rumah sakit.

Aprilia Gloria Br Tarigan; Mulatua Pandapotan Silalahi; Rahel Junita Nainggolan

Pusat Publikasi Ilmu Manajemen 2025 Fakultas Ekonomi & Bisnis, Univ

This study aims to explore the benefits of the accounting information system used in the drug purchasing process at the Ridos Inpatient Pratama Clinic, as well as to disseminate the internal control system used in the system, the accounting information system in drug purchases functions by managing purchase transaction data, recording, reporting drugs and internal control of drug purchases that control and control drug purchases. Data collection was carried out using a qualitative descriptive approach method, namely, interviews, observations, and collecting supporting evidence. From the results of this study, the accounting information system implemented is quite good. However, the system used does not optimally support internal control, strengthening internal policies and staff training is needed to improve the effectiveness of internal control of the drug purchase accounting information system.

Mahabatul Hasanah; Siti Fatimatuzzahra; Nor Latifah

Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan 2025 Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Drug packaging not only serves as a protective barrier for pharmaceutical products but also functions as a strategic element in conveying information and ensuring consumer rights. This study is a literature review of five journals that discuss packaging innovation, legal aspects of labeling, consumer protection, and packaging design from both technological and regulatory perspectives. The aim of this study is to compare the dimensions of innovation, information, and protection in drug packaging. A narrative review method with a qualitative descriptive approach was used. The results show that innovations such as the use of adsorbent plastic and efficiency in packaging systems significantly affect product stability and production speed. Meanwhile, the inclusion of composition details and halal labeling on packaging serves as a form of consumer protection from health risks and rights violations. It is concluded that a multidimensional approach to drug packaging is essential in creating a pharmaceutical distribution system that is efficient, safe, and ethical.

AHMAD ZAINUDIN; AHMAD ZAINUDIN; Andik Prakasa Hadi; AGUS PRIYADI

JUISI : Jurnal Ilmiah Sistem Informasi 2025 LPPM Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Effective drug inventory management is essential for hospital pharmacy management to prevent stock shortages and waste due to expiration. Bina Kasih Hospital faces obstacles such as manual recording and reporting difficulties. This study designs a web-based drug inventory information system with waterfall methodology, using PHP, MySQL, and Bootstrap interface. This system allows real-time data access, stock tracking, automatic notification, and data integration. Testing using black-box and user acceptance testing showed increased operational efficiency, with a reduction in recording errors of up to 80% and an acceleration of reporting of up to 50%. This system supports auditing, reporting, and data integration. This solution is expected to optimize Bina Kasih Hospital's pharmacy management, with the potential for further development for integration with electronic medical record modules and procurement systems.

M. Zalvien Haviz; Ahmad Nasukha; Albet Triadi

JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN BISNIS 2024 LPPM Universitas Sains dan Teknologi Komputer

The programming language used in this web development is PHP using the Laravel framework and the RDBMS used is MySQL. The system development model used is the SDLC waterfall model so that the work is gradual and more structured. This research resulted in web-based drug management at the Jambi City Pharmaceutical Installation UPTD being able to solve the problem of recording incoming drugs from Pharmaceutical Wholesalers, Submission of LPLPO files by Puskesmas as official proof of drug needs at the Puskesmas, outgoing drugs during drug distribution activities to Puskesmas, data on Pharmaceutical Wholesalers who partner as drug suppliers at the Jambi City. Health Office Pharmaceutical Installation UPTD Warehouse, data on health centers in Jambi City along with officers who will come during distribution and drug data that will be returned to the Pharmaceutical Wholesaler responsible for the product.

Sania Ari Rahmawati; Hanugrah Ardya; Agnes Prawistya Sari

Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF) 2024 LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

The Drug Information Service is an activity conducted by pharmacists to provide patients with information about medications, including dosage, dosage form, administration route, safety of use, side effects, and drug interactions. This service is crucial for patients, particularly those lacking detailed information about their prescribed medications. This study aimed to assess the level of satisfaction with drug information services among outpatient patients with BPJS and non-BPJS insurance at the Pharmacy Department of Dr. Moewardi Regional Public Hospital. The research adopted a quantitative approach with a cross-sectional design. Data collection was conducted using a questionnaire with 100 respondents. The findings of the study indicated that across 5 dimensions of satisfaction, the distribution of respondent answers regarding satisfaction with drug information services at the Outpatient Pharmacy of Dr. Moewardi Regional Public Hospital showed the following: reliability dimension 67.85% in the category of fairly satisfied, responsiveness dimension 63.20% in the category of fairly satisfied, assurance dimension 66.33% in the category of fairly satisfied, empathy dimension 68.52% in the category of fairly satisfied, and tangibles dimension 63.7% in the category of fairly satisfied. BPJS prescription type received a satisfaction percentage of 66.20%, while non-BPJS received 64.74%. In conclusion, the overall satisfaction level with drug information services at the Outpatient Pharmacy of Dr. Moewardi Regional Public Hospital could be categorized as fairly satisfied.    

Hotimah, Husnul; Hartinah, Hartinah; Friscila, Ika

Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF) 2024 LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Anemia lebih sering dijumpai dalam kehamilan karena dalam kehamilan kebutuhan akan zat-zat makanan bertambah dan terjadi perubahan-perubahan dalam darah dan sumsum tulang. Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan di seluruh dunia terutama negara berkembang yang diperkirakan 30% penduduk dunia menderita anemia. Analisis situasi dan hasil temuan bahwa ibu hamil tidak maksimal mengonsumsi tablet Fe, dikarenakan ada keluhan efek samping obat penambah darah, yaitu keluhan pada saluran pencernaan, seperti mual, muntah, diare, dan sakit perut, merasa tidak nafsu makan, sembelit, serta feses berwarna gelap. Tujuan kegiatan pengabdian memberikan edukasi menggunakan media tentang konsumsi tablet fe untuk ibu hamil di Puskesmas Kotabaru. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah berupa kegiatan penyediaan media informasi konsumsi tablet Fe pada masa kehamilan. Media informasi yang dibuat adalah berupa poster, baik dalam bentuk cetak, maupun digital, yang dapat disebarkan/diinformasikan ke masyarakat di Wilayah kerja Puskesmas Kotabaru. Kegiatan ini akan semakin baik dan dapat menimbulkan dampak yang positif dengan terus melanjutkan program pembuatan media informasi yang kreatif dan menarik hingga ada perubahan pegetahuan dan sikap dari ibu hamil dalam hal konsumsi tablet Fe.

Widowati, I Gusti Ayu Rai; Tananda, Made Feika; Paramurhi, I.A Pascha

Bali Health Published Journal (BHPJ) 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Peresepan yang tidak tepat menyebabkan masalah seperti penurunan kemanjuran terapi, meningkatkan morbiditas dan mortalitas, pemborosan sumber daya, penurunan ketersediaan obat, risiko efek samping, resistensi bakteri, serta dampak psikososial, yang dapat menyebabkan ketergantungan pasien pada obat yang tidak berguna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi ketepatan peresepan untuk pasien Diabetes melitus type-2 (DM-2) di Puskesmas Buleleng II. Survei potong lintang dilakukan dari Februari hingga April 2023. Wawancara secara langsung menggunakan kuesiner dilakukan pada pasien DM-2 yang direkrut secara purposive. Sejumlah 120 responden berpartisipasi dalam penelitian ini (tingkat respon 100%). Hasil menunjukkan pola peresepan pada pasien DM-2 yaitu tepat indikasi (97.5%); tepat pemilihan obat (97.5%); tepat dosis (97.5%); tepat cara pemberian obat (97.5%); tepat waktu interval (88.3%); dan waspada efek samping obat (48.3%). Ketepatan peresepan obat pada pasien DM-2 secara umum sudah baik. Apoteker diharapkan lebih aktif dalam memberikan pelayanan informasi obat dan konseling terkait pengobatan pasien, agar tercapai terapi pengobatan yang optimal.

Mutiara Siahaan

The Journal General Health and Pharmaceutical Sciences Research 2023 LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Drug information services were activities that carried out by pharmacists to provide information about drugs that is impartial, critically evaluated, and with the best evidence in all aspects of drug use to other health professionals, patients, or the public. Providing drug information has an important role in improving the quality of life of patients and providing quality services for them. The purpose of this study was to determine drug information services for outpatients in the pharmaceutical installation of Imelda Pekerja Indonesia Public Hospital. This study used qualitative research methods with a sample of pharmaceutical officers who provided drug information services to outpatients, as many as 100 patients. Data collection was carried out by interview, direct observation, and using a check list sheet of drug information components. The results showed that the percentage of components conveyed when delivering drug information, including the name of the drug, drug dosage, type of preparation, rules of use, how to use, time of use, amount of drug, and efficacy or indications, had a percentage of 100%. While the drug information component that is rarely conveyed is how to store the drug with a percentage of 8%, the drug information component that is not conveyed is the side effects of the drug. The results of this study indicate that drug information services to outpatients carried out by pharmaceutical officers in the pharmaceutical installation of the Imelda Pekerja Indonesia Medan Public Hospital have been well implemented, with a percentage of 80.80%. The results also concluded that the drug information services carried out by the pharmacist of Imelda Pekerja Indonesia Public Hospital, Medan, were in accordance with hospital procedures and Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 72 of 2016 concerning Pharmaceutical Service Standards in Hospitals.

Dwi Rindiani; Eriskatri Nurandriani; Ninstar Fathina Rifa; Yosi Soraya; Windy Risa Maghfira +1 more

jurnal ABDIMAS Indonesia 2023 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Pengelolaan obat sangat penting dalam sistem pelayanan kesehatan, sehingga penerapannya harus dilakukan secara tepat dan bijak. Berbagai permasalahan terkait obat dapat dikarenakan masyarakat kurang paham tentang penggunaan dan penanganan obat dengan benar. Masalah penyalahgunaan obat-obatan di masyarakat merupakan faktor yang perlu menjadi perhatian terutama daerah pedesaan dengan fasilitas kesehatan terbatas. Tujuan kegiatan ini yaitu untuk memberikan edukasi dan informasi tentang cara mendapatkan obat, menggunakan obat, penyimpanan obat hingga pada proses membuang obat dengan baik dan benar. Metode penyuluhan ini dilakukan secara langsung dengan ceramah dan diskusi secara interaktif. Diskusi dilakukan dengan metode tanya jawab terkait materi serta konseling berdasarkan masalah setiap individu terkait penggunaan obat. Materi selain disajikan secara presentasi juga diberikan melalui leaflet terkait cara pengelolaan obat yang baik dan benar (DAGUSIBU). Kegiatan penyuluhan ini telah dicapai dengan menambah wawasan dan informasi kepada masyarakat tentang cara pengelolaan obat yaitu DAGUSIBU dalam kehidupan sehari-hari.

Heni Pratiwi; Adya Lendi Pramesti; Suci Febrianti; Irsyad Nasrullah

JUREKSI (Journal of Islamic Economics and Finance) 2023 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Sertifikasi halal merupakan hal penting dalam sebuah industri bukan hanya sebagai penjamin kehalalan bagi konsumen namun sertifikasi terhadap kehalalan produk sudah tercantum pada Undang-undang Nomor 33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal menegaskan bahwa produk makanan, obat-obatan, kosmetik dan produk lainnya wajib bersertifikasi halal, yang tidak hanya berlaku bagi perusahaan besar tapi juga pada UMKM. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan titik kritis pada produk Pempek Hafis untuk pengendalian resiko halalnya suatu produk. Penelitian ini dilakukan dengan tiga tahap, tahan pertama menentukan lokasi penelitian, tahap kedua melakukan observasi dan identifikasi pada rumah produksi Pempek Hafish dan tahap ketiga mengolah data dan informasi yang sudah didapat. Produk yang diidentifikasi yakni pempek dan tekwan. Hasil studi menunjukan bahwa titik kritis terdapat pada proses pengemasan kuah atau cuka pempek dan proses pembentukan adonan pempek yang tidak menggunakan sarung tanang, tempat pengolaha adonan berdekatan dengan tempat pencucian piring dan terdapat beberapa sampah yang tidak segera dibersihkan.

Vehrial Vahzrianur; Samudra Farasi Putra; Nabila Alya Husna; Muhamad Revanza Solihin; Herli Antony

Deposisi: Jurnal Publikasi Ilmu Hukum 2023 International Forum of Researchers and Lecturers

Pelanggaran narkoba adalah tindakan yang dilarang oleh undang-undang terkait narkoba. Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tumbuhan atau bukan tumbuhan yang dapat menimbulkan ketergantungan fisik atau psikis pada pemakainya. Pelanggaran narkoba umumnya melibatkan penggunaan, penyalahgunaan, distribusi, produksi atau kepemilikan narkoba tanpa izin dari otoritas yang berwenang. Teddy Minahasa diduga menjual barang bukti seberat 5 kilogram dalam kasus narkoba, dan informasi keterlibatannya dalam peredaran barang bukti sudah dihimpun penyidik. Oleh karena itu Kejaksaan Agung harus memiliki hukuman yang lebih berat daripada para terdakwa lainnya. Permohonan jaksa tersebut dirinci dalam Pasal 55 KUHP yang melanggar Pasal 114 ayat 2 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dan digabungkan dengan Pasal 55 ayat 1 ayat 1 KUHP.

Yulia Maulidatul; Latifah Mulyani

jurnal ABDIMAS Indonesia 2023 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilakukan oleh STIKES Ibnu Sina Ajibarang. Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan obat yang tepat. Kegiatan dimulai dengan pembukaan dan sambutan oleh ibu-ibu PKK di desa setempat. Para peserta penyuluhan terutama terdiri dari ibu-ibu rumah tangga. Mereka diberikan penjelasan mengenai definisi umum obat serta klasifikasi obat seperti obat bebas, obat bebas terbatas, obat keras, dan obat wajib apotek. Tujuan penjelasan ini adalah agar masyarakat memahami perbedaan jenis obat dan cara memperolehnya dengan tepat. Selanjutnya, peserta juga diberikan informasi mengenai berbagai macam sediaan obat dan cara penggunaannya. Hal ini penting agar masyarakat tidak salah dalam menggunakan obat dan memahami teknik penggunaan yang tepat, terutama untuk sediaan obat yang memerlukan teknik khusus seperti obat inhalasi dan suntikan. Selain itu, masyarakat juga diberikan pengetahuan tentang tata cara penyimpanan dan pembuangan obat yang baik dan benar. Penyimpanan yang tepat dapat menjaga kualitas obat, sedangkan pembuangan yang benar mencegah penyalahgunaan obat serta kerusakan lingkungan. Kegiatan penyuluhan DAGUSIBU diakhiri dengan sesi tanya jawab, di mana masyarakat aktif bertanya dan berdiskusi tentang pengelolaan obat yang benar. Respon positif dari peserta menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kesadaran mereka terhadap pentingnya penggunaan obat yang tepat. Secara keseluruhan, penyuluhan DAGUSIBU di Desa Kalisari, Banyumas, berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penggunaan obat yang benar. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengelola obat dengan baik, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat secara umum.

Iva Rinia Dewi; Arinda Nur Cahyani; Anisa Annastasya

jurnal ABDIMAS Indonesia 2023 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah merubah pola hidup dan pola pikir masyarakat. Kemudahan informasi juga semakin memudahkan masyarakat dalam mendapatkan obat-obat tersebut. Penggunaan obat yang sudah memasyarakat ini tidak diimbangi dengan kesadaran penggunaannya. Banyak masyarakat memperlakukan obat dengan kurang tepat. Hal tersebut menyebabkan obat tidak bisa berfungsi sebagaimana yang diharapkan. DAGUSIBU adalah prinsip yang harus diterapkan semua orang ketika membeli, menggunakan, menyimpan, serta membuang obat. DAGUSIBU sendiri merupakan bentuk akronim DApatkan, GUnakan, SImpan, dan BUang. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk membina kader kesehatan peduli obat di tingkat Desa Ledug Kecamatan Kembaran dan memberikan edukasi kepada masyarakat agar dapat memperoleh, menggunakan, menyimpan dan membuang obat dengan benar sehingga dapat mencegah penggunaan obat yang tidak rasional. Metode yang digunakan dalam dalam pengabdian masyarakat kali ini adalah dengan memberikan penyuluhan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan juga dilakukan pembagian leaflet agar masyarakat bisa melihat dan membaca kembali garis besat dari materi yang disampaikan. Evaluasi dilakukan dengan cara peserta mengisi kuisioner pretest dan posttest. Berdasarkan hasi pretest dan posttest menunjukan adanya peningkatan pengetahuan ditunjukan dengan hasil posttest yang meningkat. Kegiatan sosialisasi berjalan dengan baik dan lancar dan peserta antusias dalam menyampaikan pertanyaan. Kesimpulan: Dengan adanya penyuluhan tentang DAGUSIBU maka dapat meningkatkan pengetahuan dan kemudian diaplikasikan di lingkungan maupun keluarga.

Elvira Santi; Basse Yuliana; Asti Vebriyanti Asjur; Tamzil Azizi Musdar

Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Pada tanggal 18 Oktober 2022 telah dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk sosialisai dan penyuluhan. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada mayarakat penggunaan obat yang baik dan benar Di Lapangan Syekh Yusuf kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa tentang Pemberian Informasi Obat dan Cerdas dalam menggunakan obat yang baik dan benar. Metode yang dilakukan dalam pengabdian ini yaitu memberikan solusi dan pengetahuan khususnya di bidang kesehatan mengenai pemebrian informasi obat yang baik dan benar. Peserta dalam program pengabdian ini sangat antusias dalam menerima materi yang dipaparkan. Peserta pada pengabdian ini adalah pegawai kantor, ibu rumh tangga, pensiunan, dan mahasiswa yang sedang melakukan aktivitas olahraga.

Dian Sibar Oktaningtyas

Jurnal Visi Manajemen 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Kualitas pelayanan publik adalah sejauh mana  sebuah fasilitas umum (publik) dalam memberikan pelayanan kepada  masyarakat umum. Kualitas pelayanan adalah pelayanan yang diberikan kepada pelanggan sesuai dengan standar pelayanan yang telah dibakukan sebagai pedoman dalam memberikan layanan. Klinik HC Pedurungan sebagai salah satu contoh untuk pengembangan informasi teknologi sistem, sehingga antrian di rumah sakit akan menjadi jauh lebih pendek, dengan kehadiran Klinik HC Pedurungan sangat  memberikan pelayanan kesehatan prima kepada pasien, Lantaran di klinik tersebut tersedia dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan dan pelayanan obat serta laboratorium. Sehingga prajurit dan keluarganya bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik. Kualitas pelayanan publik di Indonesia terutama di bidang kesehatan sudah cukup berjalan dengan baik walaupun masih banyak kabar yang menyebutkan bahwa masyarakat masih saja belum merasa puas atas pelayanan publik di bidang kesehatan yang diberikan oleh salah satu instansi kesehatan di Indonesia. Pelayanan ini dikeluhkan oleh masyarakat pengguna layanan kesehatan banyak asumsi yang menyebutkan bahwa mereka merasa kurang puas terhadap kualitas pelayanan yang mereka terima terutama di klinik-klinik kesehatan.

Amalia Puswitasari

JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Kasusdpenolakan pasien BPJSdKesehatan di Rumahdsakit swasta sering terjadiddan ini merupakandsalah satu contohdpelanggaran yang merugikandhak peserta BPJS Kesehatan. Baik dari masyarakat golongan atas maupun masyarakatdgolongan bawah, semuanyadberhak atasdkesehatan yangdlayak. Terlepasditu perawatan intensif maupundobat-obat mahal, makadsetiap individu (Peserta BPJS Kesehatan) yang berobatdke Rumah Sakit, klinik, ataudfasilitas kesehatan lainnya berhak mendapatkan tindakan medis berupa pelayanan kesehatan yang baik sesuai takarannya masing-masing. Pendekatan yang peneliti gunakandpada penelitian inidadalah pendekatan yuridisdsosiologis. Pendekatan yuridis sosiologis ditujukan terhadap kenyataan dengan cara melihat penerapan hukum (Das Sein), dalamdhal ini belumdmaksimalnya perlindungandhukum terhadap pasiendsebagai konsumen jasadpelayanan kesehatan (BPJS). Hasil penelitian inidmenunjukkan bahwa perlindungan hukumdyang diberikan kepada pasien peserta BPJSdkesehatan menurut Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS ialah pesertaddiberi hak untukdmenyampaikan keluhandatau pengaduan atasdpelayanan yangddiberikan Rumah Sakit, diberikan saranddan informasi bagaimana cara peserta memperoleh haknya. Hal tersebut diatur dalam PeraturandBadan Penyelenggara Jaminan SosialdKesehatan No 1 Tahund2014 tentangdPenyelenggaraan Jaminan Kesehatan, Pasald25 ayat (1) huruf e jo Pasal 32dUndang-undang no. 44 tahun 2009 tentangdRumah Sakit jo Undang-undang no.36dtahun 2009 tentangdKesehatan