Publication Search

80,083 articles from 756 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-2 of 2

Analytics

Lestari, Mustika Ayu; Rosita; Herawati, Meitia

Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia 2026 PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Perawatan tali pusat merupakan salah satu upaya penting dalam mencegah infeksi pada bayi baru lahir. Kurangnya pengetahuan ibu mengenai perawatan tali pusat yang benar dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi, omfalitis, bahkan tetanus neonatorum. Oleh karena itu, asuhan kebidanan komunitas berperan dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga melalui edukasi dan pendampingan secara langsung. Memberikan asuhan kebidanan komunitas pada keluarga Tn. S dengan fokus pada perawatan tali pusat bayi usia 2 hari untuk meningkatkan pengetahuan ibu serta mencegah terjadinya infeksi tali pusat. Penulisan ini menggunakan metode studi kasus deskriptif dengan pendekatan manajemen kebidanan yang meliputi pengkajian, interpretasi data, diagnosis potensial, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, serta dokumentasi pada keluarga Tn. S di Dusun Pegading Luar, Desa Batunyala, Kecamatan Praya Tengah. Hasil pengkajian menunjukkan bayi laki-laki usia 2 hari dalam keadaan umum baik dengan tanda vital normal, namun tali pusat masih basah sehingga berisiko mengalami infeksi. Intervensi yang diberikan meliputi edukasi mengenai tujuan dan manfaat perawatan tali pusat, tanda-tanda infeksi, demonstrasi cara perawatan tali pusat yang benar menggunakan prinsip bersih dan kering, anjuran pemberian ASI eksklusif, serta kunjungan ulang. Pada evaluasi dan kunjungan lanjutan, ibu telah memahami cara perawatan tali pusat, mampu mengenali tanda bahaya, dan tali pusat bayi telah puput tanpa tanda infeksi. Asuhan kebidanan komunitas melalui edukasi dan pendampingan mengenai perawatan tali pusat mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam merawat tali pusat bayi baru lahir sehingga dapat mencegah terjadinya infeksi serta mendukung tumbuh kembang bayi yang optimal. Edukasi berkelanjutan dan kunjungan neonatal perlu terus dilakukan untuk mempertahankan praktik perawatan tali pusat yang sesuai standar

Nadiyatul Hoiriyah; Yulia Paramita Rusady

Jurnal Pengabdian dan Keberlanjutan Masyarakat 2026 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Umbilical cord infection remains one of the major causes of morbidity and mortality among newborns, particularly in areas where knowledge and health practices are still limited. Padellegan Village is one of the regions where some mothers continue to practice traditional cord care methods, such as using herbal mixtures or non-sterile materials, which increases the risk of omphalitis. Initial situation analysis indicates that 40–60% of postpartum mothers are not yet familiar with the principles of clean and dry cord care (dry cord care), and access to accurate health information is still limited. Based on this condition, education on umbilical cord care is essential to improve mothers’ and health cadres’ understanding and skills in preventing neonatal infections. This community service activity focuses on providing evidence-based education regarding safe cord care techniques, infection risk factors, and danger signs that need to be recognized. Padellegan Village was selected due to the high need for maternal–neonatal health education and the low level of community knowledge related to cord care. This activity is expected to bring positive changes, such as improved maternal behavior in performing proper cord care, reduced use of unhygienic traditional methods, and strengthened roles of health cadres in monitoring neonatal health. Enhancing appropriate cord care practices can reduce the risk of infection in newborns, thereby contributing to improving the overall health status of the community in Padellegan Village.