Publication Search

73,099 articles from 684 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 29

Analytics

Indri Basiru; Rambu Ina yowa; Gloria Maria Tilman De Araujo; Andiani Herlina Novianti; Tan Evan Tandiyono

Journal of Management and Social Sciences 2026 CV. Aksara Global Akademia

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan Instagram terhadap perilaku, identitas sosial, dan gaya hidup Generasi Z. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam terhadap empat informan Generasi Z yang aktif menggunakan Instagram, yakni Jay, Kalista, Manda, dan Maria. Selaras dengan empat rumusan masalah yang diajukan—mengenai pola penggunaan, pembentukan identitas, pengaruh terhadap gaya hidup, serta strategi pengelolaan—hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram memberikan pengaruh yang beragam: sebagai sumber informasi dan hiburan utama, sebagai platform pembentukan identitas dan personal branding, serta sebagai media yang memengaruhi gaya hidup meliputi fashion, pilihan makanan, dan destinasi wisata. Temuan juga mengungkapkan bahwa sebagian besar informan mampu mengontrol penggunaan Instagram secara mandiri melalui strategi seperti menonaktifkan akun, menghapus aplikasi sementara, dan memilah konten. Meskipun Instagram memberikan dampak positif seperti perluasan jaringan sosial dan akses informasi, terdapat potensi dampak negatif berupa gangguan aktivitas belajar dan tekanan sosial akibat standar kehidupan yang ditampilkan di platform tersebut. Penelitian ini menegaskan pentingnya literasi digital dan kemampuan manajemen diri dalam penggunaan media sosial, khususnya bagi Generasi Z yang tumbuh bersama teknologi digital.

Juwa, Ferdinandus; Ewaldus E. Ndora,; Fransiskus Sales Lega, S.Fil, M.Th

REDOMINATE : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani 2025 Sekolah Tinggi Teologia Kerusso Indonesia

Masa remaja merupakan tahap perkembangan krusial dalam pembentukan jati diri dan kepribadian. Dalam konteks iman Kristiani, manusia dipahami sebagai imago\ Dei (Citra Allah) sehingga setiap remaja memiliki martabat luhur yang harus dihidupi dalam kehidupan sehari-hari. Artikel ini bertujuan menjelaskan makna martabat manusia sebagai Citra Allah, menganalisis tantangan remaja di era modern, serta menawarkan panduan praktis untuk mengaktualisasikan nilai-nilai ilahi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk memahami fenomena secara mendalam terhadap perilaku remaja dalam konteks keluarga, sekolah, dan masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa remaja menghadapi tantangan signifikan dari media sosial, konsumerisme, dan krisis spiritual, tetapi tetap memiliki peluang untuk menghidupi martabatnya melalui penguatan kesadaran identitas, kejujuran, solidaritas, tanggung jawab, dan keterlibatan rohani.  

Endah Pujiastuti; Suwandi, Dedy; Tamba, Tumanda; Muryati, Dewi Tuti

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2025 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Bendera dan lambang Negara, Bahasa Indonesia, serta Lagu Kebangsaan merupakan cerminan kedaulatan, kemandirian, dan eksistensi negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur, sekaligus sebagai jati diri bangsa dan identitas negara. Pada umumnya masyarakat mengetahui tentang bendera, bahasa, lambang negara, dan juga lagu kebangsaan serta menggunakannya dalam aktivitas bermasyarakat namun kurang memahami aspek yuridisnya secara baik dan benar. Hal ini dialami pula oleh para siswa di SMA Kesatrian 2 Semarang. Kegiatan PkM ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman para siswa SMA Kesatrian 2 Semarang tentang aspek yuridis penggunaan bendera, bahasa, lambang negara, dan lagu kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari berdasar UU Nomor 24 Tahun 2009. Kegiatan dilaksanakan melalui teknis penyuluhan hukum dengan menggunakan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dan bantuan hukum. Evaluasi kegiatan penyuluhan dilakukan dengan metode tanya jawab langsung serta kuesioner. Hasil pelaksanaan kegiatan PkM, para siswa menjadi lebih memahami aspek yuridis penggunaan bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Demikian pula dengan sanksi administratif dan pidananya. Ada peningkatan pemahaman siswa saat sebelum dan setelah dilaksanakan kegiatan.

Laili Ramadhani; Ahmad Ilzamul Hikam; Irfani Husnawiyah

Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya 2025 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

This article analyzes the representation of inner conflict and the search for self-identity in the character Haia in the novel Laut Tengah by Berliana Kimberly, using Sigmund Freud's literary psychology approach. This approach highlights the dynamics of the interaction between the id, ego, and superego in shaping Haia's personality and behavior. Through this analysis, it is found that Haia experiences deep inner conflict due to the tension between personal drives and social demands. The ego defense mechanisms used by Haia, such as rationalization and sublimation, play an important role in maintaining her psychological balance. In addition, the social and cultural environment also influences the formation of Haia's self-identity, creating a dilemma between fulfilling external expectations and pursuing personal happiness. Haia's identity transformation process reflects the search for meaning and self-acceptance that are essential in achieving psychological balance. The implications of this analysis suggest that literature can function as a mirror of life, reflecting the psychological dynamics experienced by individuals in society. 

Laili Ramadhani; Ahmad Ilzamul Hikam; Irfani Husnawiyah

Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya 2025 Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

This article analyzes the representation of inner conflict and the search for self-identity in the character Haia in the novel Laut Tengah by Berliana Kimberly, using Sigmund Freud's literary psychology approach. This approach highlights the dynamics of the interaction between the id, ego, and superego in shaping Haia's personality and behavior. Through this analysis, it is found that Haia experiences deep inner conflict due to the tension between personal drives and social demands. The ego defense mechanisms used by Haia, such as rationalization and sublimation, play an important role in maintaining her psychological balance. In addition, the social and cultural environment also influences the formation of Haia's self-identity, creating a dilemma between fulfilling external expectations and pursuing personal happiness. Haia's identity transformation process reflects the search for meaning and self-acceptance that are essential in achieving psychological balance. The implications of this analysis suggest that literature can function as a mirror of life, reflecting the psychological dynamics experienced by individuals in society. 

Ardi Suyadi; Suwandy Ng; Ferdinandus Sampe

Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen 2025 CV. Aksara Global Akademia

Model penelitian ini dikemas dalam teori identitas sosial yang menggariskan bahwa identitas mampu menggolongkan anggotanya ke dalam kelompok dan identitas sosial kelompok menguatkan seorang anggota menaikkan posisi dirinya dan posisi kelompoknya. Dalam perspektif teori identitas sosial dibangun penelitian ini bertujuan untuk menguji bagaimana komitmen organisasi terbentuk untuk meningkatkan kinerja manajerial yang diprediksi oleh manajemen talenta dan kepemimpinan transformasional. Populasi penelitian adalah account representative pada seluruh Kantor Pelayanan Pajak Pratama di Sulawesi Selatan dengan metode pemilihan sampel purposif. Metode pengumpulan data dilakukan melalui survey online. Analisis data dilakukan dengan regresi berganda dan analisis jalur melalui pengujian sobel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen talenta dan kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitment organisasi. Selanjutnya komitmen organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja manajerial. Demikian halnya dengan kepemimpinan transformasional yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja manajerial. Namun tidak demikian halnya dengan manajemen talenta yang tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja manajerial. Temuan lanjutan dari penelitian ini, berdasarkan hasil perhitungan sobel test mengkonfirmasi bahwa komitmen organisasi memediasi pengaruh baik manajemen talenta maupun kepemimpinan transformasional terhadap kinerja manajerial

Rodia Afriza; Rahmat Syaibani; Ikhbal Hidayat Lubis; Nur Anzelina Hrp; Abdul Halim +1 more

Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi. 2025 Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

The development of social media is currently very rapid and diverse, such as Whatsapp, YouTube. The existence of social media, especially among young people, has given rise to a diversity of uses and images of the identities of its users. Based on the background above, the following problem formulation arises, How do teenagers behave in interpreting the social media Instagram within themselves. And how is the use of Instagram social media in forming self-identity related to social interaction in society. In this discussion the theory used is symbolic interaction theory, where this theory focuses its attention on the ways humans use to shape the meaning and structure of society through conversation. Quoted from George Herbert Mead Symbolic interaction is a theory about how to think about the mind and self. This research uses a qualitative approach with a descriptive case study method. Data was collected through in-depth interviews, observation and literature study. Research subjects were selected (purposively) based on the characteristics of being active users, having more than one account, aged 16-18 years, and consisting of men and women. The research results show that there is diversity in the use of social media, this can be seen from the initial use, patterns of use and the technology used. Then there are various meanings regarding the existence of social media for users, including those related to themselves, family, studies, hobbies, community and work. After that, there are various meanings regarding the self-identity of social media users, and identity construction on social media is carried out through the process of interaction in using social media.

Apul Perdolok Sinambela; Edy Soesanto; Dimas Hartanto

Studi Administrasi Publik dan ilmu Komunikasi 2025 Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Adolescent identity is formed through complex interactions between various factors, in which school plays a crucial role. Schools not only serve as places of academic learning, but also as social arenas where adolescents develop interpersonal skills, values, and behavior.  Factors such as relationships with peers, support from teachers, participation in extracurricular activities, and curriculum implementation all contribute to the identity formation process. This article highlights how a positive and supportive school environment can help teenagers discover their identity, build self-confidence, and develop their potential optimally. By understanding this role, it is hoped that a holistic and inclusive educational ecosystem can be created, which supports the development of adolescents towards a healthy and constructive direction. Context has been identified as an important factor in adolescent identity formation. Education plays a very important role in shaping an individual's ethics, responsibility and intelligence. An effective educational process is expected to develop students' attitudes, knowledge and skills so that they can adapt optimally to their social environment. In this context, social interactions in the school environment, especially with peers, teachers and school staff, greatly influence the formation of adolescents' self-identity. This identity formation involves a dynamic interaction between internal and external factors, where the school environment plays a significant role in shaping teenagers' thought patterns, values, attitudes and behavior. Peers serve as social references that influence adolescents' self-confidence and self-esteem, while relationships with teachers provide emotional guidance and character formation. Apart from that, social media also influences the way teenagers present themselves in the digital world. The formation of a healthy self-identity in adolescents is very dependent on an inclusive, supportive environment, as well as cooperation between schools and parents. Therefore, it is important to understand the role of social interactions in the school environment as a factor that supports the development of a positive identity in adolescents and prepares them to face life challenges in the future.

Purba, Sabrina; Najicha, Fatma Ulfatun

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2024 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Kemajuan teknologi mempercepat terjadinya globalisasi. Globalisasi terjadi di seluruh dunia dan tidak terkecuali di Indonesia. Globalisasi tidak hanya membawa dampak positif bagi setiap bangsa, tetapi juga membawa dampak negatif jika tidak diiringi dengan kewaspadaan. Globalisasi membawa budaya-budaya luar untuk masuk ke Indonesia sehingga diperlukan upaya untuk mempertahankan budaya Indonesia sebagai jati diri bangsa Indonesia. Budaya Indonesia menjadi identitas nasional Bangsa Indonesia sehingga perlu menumbuhkan rasa memiliki dan kebanggaan terhadap budaya Indonesia melalui penanaman pengetahuan mengenai identitas nasional dan wawasan nusantara untuk mempertahankannya. Upaya ini dapat dilakukan kepada anak-anak yang sedang dalam masa menyerap pengetahuan sebanyak-banyaknya. Sehingga adanya program Taman Cerdas menjadi upaya penanaman wawasan nusantara dan identitas nasional pada anak.

Koehuan, Neri Astriana; Priyatna, Novel

Jurnal Silih Asah 2024 LPPM - STT Kadesi Bogor

Era digital membawa perubahan signifikan dalam kehidupan remaja, termasuk bagaimana mereka memahami identitas diri. Pendidikan Kristen memiliki peran penting dalam membimbing dan mendampingi remaja untuk memahami identitas mereka berdasarkan nilai-nilai Kristen di tengah tantangan dan pengaruh kuat media sosial. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tantangan pendidikan Kristen dalam membantu para remaja Kristen menghadapi krisis identitas diri di era digital, dengan studi kasus di salah satu SMP Kristen di Gading Serpong. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif menggunakan pendekatan studi kasus tunggal. Subjek penelitian ini ditentukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Data yang dibutuhkan dikumpulkan melalui proses wawancara, kuesioner dan studi dokumentasi. Keabsahan data dilakukan dengan proses trangulasi sumber. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya dampak krisis identitas diri yang dialami remaja, meliputi dampak pada kerpercayaan diri, kehidupan sosial dan prestasi akademik remaja. Jalinan kerjasama yang terikat secara disiplin dan konsisten dari pihak keluarga dan sekolah dapat membantu siswa menghadapi krisis identitas di era digital.

Charis Christiani; R Permadi Mulajaya

Jurnal Suara Pengabdian 45 2024 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pada masa peralihan, remaja banyak dihadapkan pada permasalahan dalam penguasaan diri ataupun pengendalian diri. Permasalahan yang sering dihadapi adalah penyalahgunaan narkoba, kenakalan remaja, perilaku sex bebas, serta masalah yang berkaitan dengan sekolah. Upaya yang harus dilakukan adalah memahami kelabilan remaja dalam mencari jati diri agar dapat diambil tindakan yang tepat, Pemberian perhatian intensif secara individual, Pemahaman dan pemenuhan fasilitas kebutuhan/bakat/minat remaja dalam mencari identitas atau jati dirinya. Pendekatan kolaboratif yang melibatkan berbagai lintas komunitas (keluarga, masyarakat, Perguruan Tinggi, pemerintah dan instansi lainnya). Sebagai bentuk tanggung jawab Perguruan Tinggi pada perkembangan remaja saat ini maka tim Dosen mengadakan advokasi tentang remaja, permasalahan dan penanggulangannya di SMP Muhamadiyah 8 Jatisari Kota Semarang. Metode yang digunakan adalah Sosialisasi. Kegiatan ini dilakukan pada hari Selasa tanggal 28 November 2023 dengan materi Remaja, masalah dan penanggulangannya. Kegiatan PPM ini bertujuan agar remaja bisa terhindar dari kenakalan remaja, pergaulan bebas, penyalahgunaan obat terlarang dan perilaku negatif lainnya.

Feny Hariany; Lazarus Linarto; Misnawati Misnawati; Alifiah Nurachmana; Ruliyani Ruliyani +1 more

Bhinneka: Jurnal Bintang Pendidikan dan Bahasa 2023 Universitas Palan

This research aims to: (1) describe the formation of the main character's self-identity in the novel Sesuk by Tere Liye in relation to feelings factors, (2) Describe the implications of the main character in the novel Sesuk by Tere Liye in Literature Learning in High School. The data source in this research is the novel Sesuk with Structural theory. The research method used is a description method with a qualitative description approach. A qualitative description approach is used to describe the formation of the main character's self-identity in the novel and describe the implications for literature learning in high school. The results of this research: (1) Analysis of the formation of the main character Sesuk's self-identity in the novel Sesuk by Tere Liye based on the factor of feeling happy. In the novel Sesuk by Tere Liye, the feelings that emerge are sad, happy, happy and moved. (2) implications for literature learning in high school in accordance with Basic Competencies (KD), Learning Materials and learning activities related to novels for class XII Indonesian language competency knowledge and skills.

Wirata, Resta Betaliani; Sari , Marita Kumala; Listyaningsih, Enik; Saputro, Dwi Nugroho Heri

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2023 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Remaja akan mengalami pubertas dan perkembangan kepribadian dimana akan lebih bersifat mandiri, dapat memahami masalah yang dialami serta dapat terlibat didalam suatu kegiatan. Remaja di Kampung Mergangsan Lor Kelurahan Wirogunan, Yogyakarta berjumlah 33 remaja. Aktivitas yang dilakukan oleh remaja ini adalah bermain, mengaji dan belajar bersama. Kegiatan lain adalah mengikuti kegiatan posbindu remaja yang telah diadakan walau masih belum rutin. Kegiatan posbindu remaja biasanya diisi dengan pemberian informasi dan materi menarik untuk meningkatkan baik pertumbuhan dan perkembangan remaja. Remaja merupakan kelompok yang unik dengan kebutuhan yang khas, yaitu kebutuhan untuk mengenal identitas/ jati dirinya. Metode yang diterapkan yaitu pre-test, edukasi, dan post-test. Pengabdian dilakukan pada remaja sebanyak 33 orang. Hasil post-test pengetahuan menunjukkan 90,9% remaja memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori sangat baik dan 9,1% dalam kategori baik. Perlunya pelaksanaan edukasi kesehatan reproduksi pada remaja untuk meningkatkan perilaku dan level dari kesehatan remaja itu sendiri, karena remaja merupakan generasi penerus bangsa.

Ni’amulloh Ash Shidiqie; Nouval Fitra Akbar; Andhita Risko Faristiana

SIMPATI: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Bahasa 2023 CV. Alim's Publishing

The development of information and communication technology has significantly affected social change. One social media platform that is very popular among teenagers is Instagram. This study aims to analyze social changes that occur in the context of Instagram use and their influence on the formation of adolescent self-identity. This research uses’a literature study research method where the data used comes from journals, articles, the internet, literature reviews containing the material studied. The results of this study show that Instagram has a significant influence in shaping adolescent self-identity. Teenagers have the opportunity to build and manage their self image through the photos and content they upload on this platform. Instagram use also affects social norms and beauty standards of teens. Teenagers are often influenced by images uploaded by peers, celebrities, or influencers who are considered ideal models. This can lead to social pressure for adolescents to conform to these standards, both in physical appearance and lifestyle. Because excessive use can affect the mental health and personal development of adolescent. Therefore, it is important for parents to provide guidelines and support teenagers in using social media wisely.

Robingun Suyud El Syam; M. Yusuf Amin Nugroho; Siti Lailiyah; Muhammad Saefullah

jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Artikel ini bertujuan untuk merefleksi satu abad nahdhatul ulama: dialektika capaian dan tantangan. Dengan menggunakan setting teoretik, penelitian menyimpulkan: bahwa Nahdhatul Ulama dalam satu abad, setidaknya memperoleh lima capaian: 1) sebagai organisasi pelestari tradisi, NU sukses mempertahankan diri sebagai organisasi dengan pengikut terbesar di Indonesia, bahkan dunia, 2) berhasil memainkan peran elok dalam percaturan politik Indonesia, dari pra-kemerdekaan, kemerdekaan, pasca kemerdekaan hingga saat ini, 3) dalam konteks pendidikan, berhasil mengintegrasikan sistem pendidikan modern dengan tetap mempertahankan identitas pesantren, 4) pada dimensi budaya, menjadi garda depan sebagai aktor pelestari kebudayaan berbasisi lokal, menjadi media dakwah 5) menjadi penyokong utama beragam agenda pemerintah, terkait isu radikalisme beragama di Indonesia, dan secara gemilang berhasil menjadi representasi Islam rahmatan lil alamin bagi dunia luar.  Adapun tantangan kedepan meliputi: 1) memiliki kelemahan di bidang ekonomi maupun SDM terutama terkait riset dan teknologi, 2) meski selalu berperan penting dalam setiap peristiwa politik Tanah Air, namun kerap ditinggal ketika berbicara sharing kekuasaan, 3) pesantren berhasil eksis hingga saat ini, namun masih kental asumsi hanya melahirkan ulama yang menguasai kitab kuning dan memimpin ritual keagamaan, perlu kurikulum yang berorientasi pada penguasaan teknologi informasi, 4) Secara ekonomi, masih basis massa berada di kelas menengah ke bawah sehingga pekerjaan besar ke depan menciptakan para saudagar baru di NU dengan memobilisasi etos pemberdayaan ekonomi.    

Mohammad Rudiyanto; Ria Kasanova

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Karakter dan akhlak mahasiswa harus dikembangkan secara maksimal agar tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga berkembang di bidang non-akademik untuk mempertahankan rasa identitas diri mereka dalam menghadapi globalisasi. Oleh karena itu, penanaman budi pekerti luhur pada mahasiswa Indonesia merupakan hal yang paling mendesak yang perlu segera mendapat perhatian. Melalui investigasi ini, diyakini akan ditemukan taktik atau konsep untuk meningkatkan akhlak mulia di kalangan pelajar Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tinjauan literatur, yang memerlukan pengumpulan dan penilaian sumber dan fakta dari karya-karya yang diterbitkan seperti buku, jurnal, makalah, dan tesis. Teknik membaca semantik dan simbolik digunakan untuk memperoleh data. Berdasarkan temuan penelitian, pendidikan karakter harus terus dilaksanakan di lingkungan pendidikan tinggi guna meningkatkan dan menanamkan akhlak mulia pada mahasiswa. Guru besar bertanggung jawab untuk membina moralitas dan karakter mahasiswa. Melalui keteladanan yang diberikan oleh dosen dalam lingkungan akademik, mahasiswa akan melakukan peniruan dan cenderung memandang akademisi sebagai role model.

Rana, Astuti; Basti Tetteng

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Cyberbullying merupakan tindakan agresif di media sosial untuk melecehkan, mempermalukan, dan mengejek orang lain. Penelitian ini berfokus pada motivasi remaja melakukan cyberbullying di media sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Responden dalam penelitian ini merupakan tiga remaja perempuan pelaku cyberbullying. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara. Hasil analisis data menunjukkan terdapat perilaku motivasi remaja melakukan cyberbullying di media sosial, motivasi tersebut dapat dibagi menjadi dua yaitu motivasi internal, yang berasal dari dalam diri dan motivasi eksternal, yang berasal dari luar. Adapun motivasi internal terbagi menjadi lima, yaitu: Sering melakukan bullying di dunia nyata sehingga di lakukan di media sosial, karena media sosial merupakan jalan yang paling mudah melakukan penindasan. 2. Adanya ketidakseimbangan kuasa, atau apa yang dilakukan pelaku cyberbullying dalam segi mental dan sosial merasa lebih kuat. 3. Merasa mempunyai segalanya sehingga apapun bisa dilakukan kepada korban. 4. Membuat mental korban hancur sehingga korban mempunyai keinginan untuk berhenti bersekolah bahkan pindah sekolah. 5. Identitas yang tidak di ketahui oleh korban memudahkan pelaku melakukan tindakan cyberbullying. Sedangkan motivasi ekstrinsik terbagi menjadi 2 yaitu: 1. Sifat dan karakteristik korban yang mengundang untuk di tindas. 2. Tertantang dari sebuah film sehingga ingin melakukan tindakan cyberbullying.

Epafras Mujono; Anti Uki Nusantari

This research as a whole consists of two parts: The first part is a descriptive study of the literature, and the second part is the result of field research. The discussion of identity in Christ is focused on the Book of Philippians. This research is motivated by the fact at the place of study that there are young Christians who are less committed to living in their identity in Christ. This is shown by some facts such as, when youths to worship together in less youth worship, attendance in worship is relatively low. Some young Christians easily do not worship because they are too busy with study / work assignments, why there are events at study sites or jobs, the reasons for relatives or friends coming from out of town, there are even reasonable reasons for watching football broadcast on television or with not easy to worship just because of rain and so on.

Epafras Mujono; Anti Uki Nusantari

This research as a whole consists of two parts: The first part is a descriptive study of the literature, and the second part is the result of field research. The discussion of identity in Christ is focused on the Book of Philippians. This research is motivated by the fact at the place of study that there are young Christians who are less committed to living in their identity in Christ. This is shown by some facts such as, when youths to worship together in less youth worship, attendance in worship is relatively low. Some young Christians easily do not worship because they are too busy with study / work assignments, why there are events at study sites or jobs, the reasons for relatives or friends coming from out of town, there are even reasonable reasons for watching football broadcast on television or with not easy to worship just because of rain and so on.

Ade Sugiawan; Agus Abdurohim

Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa 2022 Universitas Maritim AMNI Semarang

Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh para anggota kelompok sosial untuk bekerjasama, berkomunikasi, dan mengidentifikasikan diri. Bahasa merupakan cermin identitas bangsa. Hal ini berhubungan erat dengan karakter, sikap, maupun kepribadian dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu karena bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi di antara suku bangsa yang berbeda-beda. Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi merupakan bahasa kesatuan, bahasa penghubung, bahasa pergaulan dalam kehidupan, dan digunakan dalam dunia pendidikan. Keberadaan bahasa gaul pada saat ini, memberikan kekhawatiran pada eksistensi penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar, oleh karena itu diperlukan pendidikan karakter di sekolah, agar eksistensi bahasa indonesia bisa tetap terjaga. Berdasarkan latar belakang diatas maka dirumuskan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh bahasa gaul terhadap karakter siswa SMKN 3 Bogor. Karena bahasa sangat berpengaruh terhadap etika dan karakter seseorang karena hal ini mencerminkan sebuah kepribadian.