Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-10 of 10

Analytics

Adrestia Rifki Naharani; Rina Febri Wahyuningsih; Ike Putri Setyatama; Siswati

Jurnal Suara Pengabdian 45 2024 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Asuhan masa nifas pada ibu bayi setelah melahirkan membutuhkan perawatan khusus yang ditentukan berdasarkan adanya komplikasi pada masa nifas, tingkat pendidikan ibu, maupun pekerjaan ibu nifas. Tanda bahaya masa nifas merupakan suatu tanda abnormal yang mengindikasikan adanya bahaya atau komplikasi yang dapat terjadi selama masa nifas, apabila tidak dilaporkan atau tidak terdeteksi bisa menyebabkan kematian ibu. Pemberin KIE tentang tanda bahaya masa nifas bertujuan memberikan edukasi kepada ibu nifas sehingga ibu nifas dapat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami salah satu tanda bahaya nifas tersebut.Kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Harjosari Kidul diikuti oleh 15 ibu nifas. Setelah diberikan KIE tentang tanda bahaya ibu nifas  didapatkan evaluasi bahwa ibu nifas sudah mengetahui dan memahami apa saja yang termasuk tanda bahaya ibu nifas beserta  tanda dan gejalanya dan bersedia untuk ke tenaga kesehatan jika mengalaminya.

Annisa Nurhayati Hidayat; Putri Ajeng Anggraeni; Susi Irianti

Inovasi Kesehatan Global 2024 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Breastfeeding technique is a factor that affects milk production, wrong breastfeeding technique will cause problems in breastfeeding such as sore nipples, less milk production. This is caused by a lack of knowledge and attitudes of mothers about proper breastfeeding techniques. To increase the knowledge and attitudes of mothers, it is necessary to provide health education about breastfeeding techniques using a modeling approach. The purpose of this study was to analyze the effectiveness of health education with a modeling approach to the knowledge and attitudes of postpartum mothers regarding breastfeeding techniques. The research design is a Quasi-Experimental Pre-Test-Post-Test. The sample in this study were 30 nursing mothers aged 0-6 months using the Total Sampling technique. Data were analyzed using the Wilcoxon test. The results of the study obtained a p value of 0.000 so that the modeling approach was effective in increasing the knowledge and attitudes of postpartum mothers regarding breastfeeding techniques. The conclusion of this study is the effectiveness of health education with a modeling approach to increasing the knowledge and attitudes of postpartum mothers regarding breastfeeding techniques in Panggungjati Village.  

A. Sri Ulfi Nofriati

DIAGNOSA: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Keperawatan 2024 International Forum of Researchers and Lecturers

Breast milk is the main need for newborn babies, and it is important to give it exclusively for up to six months or more. Not all mothers, after giving birth, can breastfeed their babies because the breastfeeding process is always associated with symptoms of postnatal anxiety and depression. For mothers with anxiety and depression, it can cause a decrease in self-efficacy when breastfeeding, resulting in an early cessation of breastfeeding. Therefore, the aim of this research is to determine the influence of anxiety and depression on the self-efficacy of breastfeeding mothers during the postpartum period. The research method is a literature review by collecting and reviewing 7 research journals via Google Scholar and ScienceDirect. The results obtained show that there is an influence between anxiety and depression on the self-efficacy of breastfeeding mothers during the postpartum period.

Adrestia Rifki Naharani; Rina Febri Wahyuningsih

Jurnal Suara Pengabdian 45 2023 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pada ibu nifas dan menyusui perlu melakukan perawatan payudara untuk memelihara kesehatan pada payudaranya dan dapat meningkatkan serta melancarkan produksi ASI. Perawatan payudara ini mulai dilakukan pada hari pertama atau kedua sesudah persalinan. Perawatan payudara bermanfaat melancarkan efek pengeluaran ASI dan cara ini juga dapat mengefektifkan peningkatan volume ASI. Selain itu, payudara juga dapat mengalami bendungan ASI akibat tersumbatnya pengeluaran ASI dan hal ini dapat dicegah dengan perawatan payudara. Banyak ibu nifas dan menyusui mengeluhkan setelah meahirkan ASI keluar tidak lancar atau bayi tidak mau menyusu.. Pengabdian masyarakat dilakukan pada tanggal 15 Mei 2023 di Desa Bengle KecamatanTalang Kabupaten Tegal dengan diikuti  sebanyak 13 ibu nifas. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendidikan kesehatan dengan melakukan demontrasi menggunakan phantom. Hasil dari pengabdian adalah ibu nifas dan menyusui sudah memahami dan mengetahui tentang perawatan payudara pada masa nifas guna meningkatkan produksi ASI.   Kata Kunci :Perawatan payudara, Ibu Nifas,Ibu Menyusui, ASI

Meilitha Carolina; Ayu Puspita; Fransiska Widyawati

Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Ibu post partum kesulitan memberikan ASI kepada bayinya, hal ini dikarenakan posisi menyusui dan perlekatan yang kurang tepat, menyusui dengan teknik yang salah sehingga menimbulkan puting susu menjadi lecet dan ASI tidak keluar secara optimal dan dapat mempengaruhi produksi ASI akibatnya bayi tidak mau menyusu. Sebuah metode pembelajaran teknik menyusui dapat diaplikasikan dengan pengetahuan, psikomotor, afektif secara sistematis, hal ini sering kali disebut dengan metode Bedside teaching. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas bedside teaching Teknik menyusui yang benar terhadap keberhasilan ibu menyusui di Ruang Nifas RSUD Kota Palangka Raya. Metode: Desain penelitian pre-eksperimental jenis one group pre test-post test design menggunakan teknik Sampling Incidental, one group berjumlah 15 responden. Hasil: Sebelum dilakukan bedside teaching teknik menyusui dilakukan pretest pada 15 responden dengan hasil nilai pre test mean 5,20 kemudian dilakukan 2x pertemuan bedside teaching  dan di dapatkan nilai post test mean 8,40 sehingga terjadi peningkatan uji statistik dengan rentang mean 3,20. Hasil uji statistik wilcoxon p value = 0,001 atau tingkat signifikasi p < 0,05. Kesimpulan: Ada pengaruh antara hasil efektivitas bedside teaching teknik menyusui yang benar terhadap keberhasilan ibu menyusui antara pre-test  dan post-test yang dilakukan pada ibu post partum di Ruang Nifas RSUD Kota Palangka Raya. Sebagai tenaga kesehatan sebaiknya memberikan metode pembelajaran bedside teaching teknik menyusui kepada ibu post partum minimal 2x pertemuan selama 45 menit sesuai SOP yang telah dibuat.

Sulastri; Heni Purwaningsih; Nurul Fajriyah

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Menyusui adalah proses pemberian air susu ibu (ASI) kepada bayi sejak lahir sampai berusia 2 tahun. Jika bayi diberikan ASI saja sampai usia 6 bulan tanpa menambahkan dan mengganti dengan makanan atau minuman lainnya merupakan proses menyusui   eksklusif. Teknik menyusui yang benar adalah cara memberikan ASI kepada bayi dengan perlekatan dan posisi ibu dan bayi dengan benar. Untuk mencapai keberhasilan menyusui diperlukan pengetahuan mengenai teknik- teknik menyusui yang benar. Pendidikan kesehatan tentang cara menyusui dapat   diberikan melalui media salah satunya adalah media video. Beberapa keuntungan penggunaan media video untuk menyampaikan pesan   atau informasi antara lain: pesan yang di sampaikan lebih realistik, memiliki beberapa features yang sangat bermanfaat untuk digunakan dalam proses penyampaian pesan. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang cara menyusui bayi terhadap pengetahuan ibu nifas di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Dalam penelitian ini pemberian perlakuan berupa pemberian pendidikan kesehatan. Desain penelitian yang digunakan Pre Eksperimental design dengan pendekatan One Group Pretest Posttest, Populasi dalam penelitian ini yaitu ibu melahirkan spontan dan primipara yang dirawat di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar sebanyak 15 responden Prosedur pengambilan sampel  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  non-probability dengan Menyusui adalah proses pemberian air susu ibu (ASI) kepada bayi sejak lahir sampai berusia 2 tahun. Jika bayi diberikan ASI saja sampai usia 6 bulan tanpa menambahkan dan mengganti dengan makanan atau minuman lainnya merupakan proses menyusui   eksklusif. Teknik menyusui yang benar adalah cara memberikan ASI kepada bayi dengan perlekatan dan posisi ibu dan bayi dengan benar. Untuk mencapai keberhasilan menyusui diperlukan pengetahuan mengenai teknik- teknik menyusui yang benar. Pendidikan kesehatan tentang cara menyusui dapat   diberikan melalui media salah satunya adalah media video. Beberapa keuntungan penggunaan media video untuk menyampaikan pesan   atau informasi antara lain: pesan yang di sampaikan lebih realistik, memiliki beberapa features yang sangat bermanfaat untuk digunakan dalam proses penyampaian pesan. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang cara menyusui bayi terhadap pengetahuan ibu nifas di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Dalam penelitian ini pemberian perlakuan berupa pemberian pendidikan kesehatan. 

Irne Wida Desiyanti; Mutmainnah Mutmainnah

Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (Pengabmas Nusantara) 2022 Universitas Muhammadiyah Manado

Berdasarkan Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007, angka  cakupan  ASI  di indonesia  mencapai 43% dibanding (SDKI) tahun 2012. Berdasarkan hasil survey pada tanggal 16-17 Februari 2020, di Desa Watutumou Kecamatan Maumbi Kabupaten Minahasa Utara didapatkan salah satu masalah prioritas yang terjadi adalah masih kurangnya pemberian ASI pada bayi dan balita yang disebakan karena kurangnya produksi ASI. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah melatih perawatan payudara untuk meningkatkan produksi ASI bagi ibu menyusui, sehingga dapat tercapai peningkatan gizi bayi dan balita. Metode yang digunakan dalam penyuluhan adalah kuliah umum (pemaparan), sharing atau talk show dengan media proyektor, serta memberikan peragaan bagaimana cara melakukan perawatan payudara, menyajikan materi dengan bahasa sesederhana mungkin agar dapat diterima dengan mudah oleh peserta. Kegiatan pelatihan perawatan payudara pada ibu nifas dan menyusui sebagai media peningkatan produksi ASI adalah kegiatan berjalan tertib dan teratur sesuai dengan harapan dapat melancarkan produksi ASI, sehingga proses pemberian ASI berjalan lancar sampai 2 tahun.

Lorin Br.Manik; Sisca Theresia Anindita Hasugian; Khatini Khatini; Risna Yasina Manik; Suriani Suriani +1 more

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Masa nifas (puerperium) yang berasal dari bahasa latin yaitu dari kata “puer” yang artinya bayi dan “parous” berarti melahirkan adalah masa seorang ibu saat persalinan setelah keluarnya placenta dan masa perubahan, pemulihan, penyembuhan sampai pengembalian alat-alat reproduksi pulih seperti sebelum hamil dan secara normal masa nifas berlangsung selama 6-8 minggu atau 40 hari, namun secara keseluruhan akan pulih dalam waktu 3 bulan(Walyani, 2015). Menurut World health organization(WHO) tahun 2015 menyatakan ibu meninggal akibat komplikasi yang berhubungan dengan kehamilan, persalinan dan nifas 97%, dan kejadian ini terjadi di Negara-negara berkembang. Termasuk Indonesia, di indonesia di Negara-negara berkembang resiko kematian ibu hamil dan ibu nifas sekitar 200 kali lebih besar di bandingkan resiko yang di hadapi ibu-ibu di Negara maju sehingga membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah. Tujuan Penelitian: yaitu diketahuinya Asuhan Kebidanan Fisiologis Pada Nifas Pada Ny.I  Di Klinik Pratama Niar Kecamatan Patumbak  Kabupaten Deli Serdang Tahun 2019. Metode Penelitian: ini menggunakan metode Deskriptif yaitu suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran tentang suatu keadaan secara obyektif.HasilPenelitian menunjukkan setelah dilakukan asuhan sebanyak 4 kali yaitu pada kunjungan pertama ibu sudah mengerti dan mau melakukan semua asuhan yang diberikan. Pada kunjungan kedua keadaannya semakin membaik, ASI lancar keluar, bayi kuat menyusui, ibu selalu menyusui bayinya, tidak ada penyulit dan hanya memberikan ASI. Pada kunjungan ketiga keadaan ibu sudah sehat memberikan ASI ekslusif dan ibu mengatakan darah yang keluar dari kemaluannya sudah tidak berwarna kecoklatan namun berwarna kekuningan dan tidak berbau dan pada kunjungan keempat keadaan ibu sudah sehat, ASI lancer keluar sudah tidak ada darah yang keluar dari kemaluannya dan tidak ada keluhan saat ini.    

Justina Rindu Maria Pasaribu; Fitri Muliana Gulo; Khatina Khatina; Samiarni Sitohang; Nadilla Bretty Br Sembiring +1 more

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Masa nifas atau masa puerperium  adalah masa setelah persalinan selesai sampe 6 minggu atau 42 hari. Selama masa nifas, organ reproduksi secara perlahan akan mengalami perubahan seperti keadaan sebelum hamil. Perubahan organ reproduksi ini disebut involusio. Pada masa nifas ibu akan mengalami fase menyusui. Metode yang digunakan dalam penelitian yang digunakan dalam studi kasus ini adalah penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif dilakukan untuk memperoleh gambaran fenomena kesehatan yang terjadi pada individu atau suatu populasi kelompok tertentu. Dalam penelitian yang menjadi subjek atau responden penelitian pada kasus ini adalah Ny.S P2 A0. Berdasarkan hasil asuhan pada saat kunjungan dilakukan ibu mengatakan Ibu mengeluh sakit pada Puting Susu, pada tanggal 20 Februari 2020 Pukul 15.10 WIB. Data obyektif yaitu Tanda Tanda Vital: TD: 110/80 mmHg, N : 82x/i, R : 20x/i, T : 36,0?C. Dari data pengkajian diatas tidak di dapatkan kesenjangan teori dan praktek.    

Nurjannah Supardi

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu nifas di Puskesmas Kassi-Kassi Makassar tahun 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimen dengan memakai rancangan one group pre and post test design, dilaksanakan bulan Juni – Agustus 2021. Dalam penelitian ini responden diberikan intervensi berupa pijatan oksitosin kemudian diukur produksi ASI sebelum dan sesudah intervensi untuk melihat pengaruh pijatan oksitosin tersebut. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 30 ibu nifas dengan metode purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan sebelum dilakukan pijat oksitosin nilai rata-rata yaitu 8,87 dan setelah dilakukan pijat oksitosin nilai rata-rata adalah 10,47. Dari hasil analisis bivariat dengan menggunakan uji paired t-test diperoleh nilai p adalah 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak Ha diterima. Kesimpulan mengetahui ada pengaruh antara pijat oksitosin terhadap volume ASI pada ibu nifas di Puskesmas Kassi-Kassi Makassar Tahun 2021. Diharapkan penelitian ini dapat digunakan sebagai terapi untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui.