Publication Search

65,449 articles from 545 journals · 1,699 citations tracked

Showing 1-4 of 4

Analytics

Hardimansyah Hardimansyah; Ria Suryati; Anggun Dwi Zdulhana; Lisa Misfuwati; M. Faisal Chandra +3 more

Nusantara Mengabdi Kepada Negeri 2026 Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

This study aims to describe the implementation of worship training through fieldwork practice (PKL) activities carried out at the Sibau Hulu Mosque. The focus of the activities includes reading the Qur'an and performing congregational prayers as an effort to strengthen religious values ​​and foster spiritual discipline within the community. The method used in this study is a descriptive qualitative approach with observation, participation, and documentation techniques during the Qur'an reading and congregational prayers activities, which provide a positive contribution in increasing worship awareness, forming better worship habits, and strengthening social interactions among mosque congregations. In addition, this activity also encourages active participation, cooperation, and internalization of Islamic values ​​in daily life. Thus, religious-based PKL activities have an important role in supporting worship training and spiritual character formation within the Sibau Hulu Mosque community, which in turn can strengthen Islamic brotherhood at the local level. This activity is also expected to serve as a model for other mosques in improving worship development and spiritual character of the congregation.

Rahmad Nasution; Dedi Masri; Miswar, Miswar

Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam 2025 STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Penelitian ini berjudul, Peran majelis taklim sebagai sarana Pendidikan islam jamaah Masjid Al-Ihsan di Kelurahan Kenangan Baru Kabupaten Deli Serdang Penelitian ini bertujuan untuk megetahui respon dan minat masyarakat dalam mengikuti kegiatan Majelis Taklim Al-Ihsan bagi masyarakat, Peran Majelis Taklim Al-Ihsan dalam membina karakter peduli sosial khusunya pada peraktik sholat fardhu dimasyarakat, dan bentuk-bentuk bentuk kegiatan Pendidikan dan ibadah yang umum di lakukan di Majelis Taklim Al-Ihsan ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Teknik pengumpulan datanya menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumen. Teknik analisis datanya dengan mereduksi data, penyajian data, dan penarik kesimpulan. Adapun hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa 1) respon dan minat masyarakat dalam mengikuti segala kegiatan yang ada di majelis taklim sangat baik, dan menjadi salah satu wadah belajar yang membahas ilmu agama Islam. Dengan adanya kegiatan ini maka masyarakat sangat antusias dalam mengikutinya dan minat untuk belajar ilmu agama sangat tinggi. 2) Majelis taklim ini secara signifikan berperan dalam meningkatkan ibadah shalat dengan cara bagaimana cara tata shalat dan kekhusyukan, sedekah pentingnya berbagi dengan sesama, dan silaturahim melalui peguatan hubungan sosial antara masyarakat. 3) adapun bentuk-bentuk kegiatan yang dilakukan di majelis taklim ini sama seperti pada umumnya, majelis taklim tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengajaran agama, tetapi juga sebagai wadah untuk mempererat ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan kesadaran sosial.

Irfan Nofa Sagita; Farhan Farhan; Sholehuddin Sulaiman

ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri 2025 Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

This community engagement program aims to enhance the knowledge and understanding of early childhood regarding prayer practices through a series of interactive and practice-based training sessions. Targeting children aged 5–7 years in Jaddih Selatan Village, Bangkalan, the program utilized a participatory approach involving local religious leaders, parents, and university students as facilitators. The training was conducted at the village mosque, employing visual aids, demonstrations, and repeated simulations to foster both cognitive and psychomotor aspects of prayer. The results indicate a significant improvement in children's ability to perform prayer movements and recitations correctly, as well as increased enthusiasm and participation in religious activities. Moreover, the program strengthened the mosque's role as a child-friendly religious learning center and encouraged the emergence of leadership potential among the participants. This initiative is expected to serve as a sustainable model for character education and spiritual development in rural communities, and can be replicated in similar settings to empower early childhood religious education.

Afrida Yanti; Syafwan Rozi

Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 2022 STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Latar belakang dari penelitian ini adalah adanya pembiasaaan ibadah di sekolah pada anak tunagrahita dan melakukan sebuah komunikasi. Tetapi beradasarkan observasi yang dilakukan anak tersebut masih belum bisa membiasakan ibadah sholat sendiri harus dibimbing dan di ajarakan oleh gurunya. Dalam komunikasi anak tersebut masih belum sempurna karena dalam berbicara anak masih kurang sopan dan kurang mampu dalam berinteraksi. Orang tua juga melakukan pembiasaan ibadah sholat kepada anaknya, namun masih belum sempurna karena anaknya masih sering lupa untuk melakukan sholat dan sering lupa bacaan sholat. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan. Penelitian ini menggunakan deskriptif dengan pendekatan kualitatif yaitu penelitian yang dilakukan dengan menggambarkan keadaan objek pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak sebagaimana adanya. Adapun sumber data dari penelitian ini adalah orang tua dan guru. Sedangkan teknik pengolahan dan analisis data yang penulis gunakan adalah mereduksi data, menyajikan data, dan melakukan verifikasi serta menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian  ditemukan pertama faktor pembiasaan ibadah sholat anak berkebutuhan khusus tunagrahita yaitu faktornya terdapat pada diri sendiri dan juga faktor keluarga dan sosial dimana anak sudah membiasakan ibadah sholat dengan bantuan orang tua dan lingkungan seperti guru dan sekolah. Kedua bentuk komunikasi anak berkebetuhan khusus tunagrahita yaitu dalam melakukaan komunikasi anak ini melakukan komunikasi secara pribadi, kelompok dan massa. Komunikasi yang dilakukan secara pribadi terhadap anak tunagrahita sudah lancar, komunikasi kelompok anak di lingkungan sekolah lancar dengan anak yang berbeda ketunaan agak sulit melakukan komunikasi dan untuk komunikasi massa anak sudah bisa karena di sekolah anak di ajarkan untuk berkomunikasi melalui media-media.