Publication Search

70,860 articles from 625 journals · 1,760 citations tracked

Showing 1-3 of 3

Analytics

Irawan, Feri

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah: 1). untuk menganalisis partisipatif sosial Bank Syariah Mandiri, Bank Mega Syariah, dan Bank Muamalat Indonesia dalam Indeks Pelaporan Sosial Islam 2011-2012; 2). untuk menganalisis kinerja sosial Bank Syariah Mandiri, Bank Mega Syariah, dan Bank Muamalat Indonesia dalam Islamic Reporting Indeks 2011-2012; dan 3) dan untuk menganalisis berbagai kinerja sosial Bank Syariah Mandiri, Bank Mega Syariah, dan Bank Muamalat Indonesia dalam Indeks Pelaporan Sosial Islam 2011-2012. Penelitian tingkat partisipasi sosial menggunakan analisis studi banding.Analisis kinerja sosial menggunakan analisis rasio dan tabel Islamic Social Reporting (ISR).Untuk membedakan kinerja sosial perbankan syariah Indonesia, menngunakan ANOVA satu arah. Analisis tingkat kesepakatan antara tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) perbankan syariah dan analisis kinerja sosial bank Syariah yang tercantum dalam Indeks Pelaporan Sosial Islam.Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa: 1) Pengungkapan informasi Bank Syariah Mandiri, Bank Mega Syariah, dan Bank Muamalat Indonesia yang terkandung dalam Islamic Social Reporting Index 2011-2012 mengungkapkan bahwa tidak ada satu pun dari ketiga objek tersebut yang melakukan sosialnya. Aktivitas sempurna (100%) berdasarkan model indeks ISR; 2) kinerja sosial Bank syar’i Indonesia telah meningkat pada 2011-2012. Bank Syariah Mandiri (BSM) memiliki tingkat kinerja sosial 81,58% pada 2011 dan meningkat menjadi 84,21% pada 2012. Bank Mega Syariah (BMS) memiliki tingkat kinerja sosial 76,32% pada 2011 dan meningkat menjadi 78,95% pada 2012. Bank Muamalat Indonesia (BMI) memiliki tingkat kinerja sosial 86,84% pada 2011 dan meningkat menjadi 89,47% pada 2012; 3) berdasarkan analisis kinerja sosial, terdapat perbedaan signifikan kinerja sosial Bank Syariah Mandiri, Bank Mega Syariah, dan Bank Muamalat Indonesia.

Ramlan, Ramlan; Isroani, Farida

Jurnal Faidatuna 2020 STAI Denpasar Bali

Educational activity is a process that is designed in such a way and applied formally and measurably with the hope of achieving maximum and effective goals, especially the goals of national education as stated in article 3 of Law no. 20 of 2003. In achieving this National education goal, this goal was designed by experts in the national capital while the humans who serve as this national goal are in areas with different cultures and intelligences, as well as teachers who carry out the heavy task must be able to describe and interpret Law no. 20 of 2003 must be able to achieve this at the same time, besides the teacher's responsibility to educate the nation's children, teachers also have responsibilities that are no less serious towards their families, both economic and other responsibilities. It is very wise for the government to pay more attention to teachers with a policy of providing additional financial income from the professionalism of teachers, namely a professional allowance of 100% of the basic salary, teacher professionalism is a condition for obtaining this allowance and to be recognized as a professional teacher, teachers must meet various requirements. as evidenced by the portfolio collected. Unfortunately in the collection of fortopolio there are many loopholes for dishonesty by some unscrupulous teachers where the skills and professionalism of the teacher are not as what the fortopolio explains, because fortopolio can be obtained without strict selection, so teachers who are considered professional by the state and have been given the trust to educating the nation's children and have been rewarded with a professional allowance (which is called a certification allowance) even though not all certified teachers are necessarily professional, because fortopolio is easy to manipulate.

Roudlotun Ni’mah; Vesti Dwi Cahyaningrum; Farida Isroani

Jurnal DIKMAS 2020 Biro Pengelolaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarat SETIA Ngabang

Gagasan dan realisasi kemandirian ekonomi nasional sampai kini masih jauh dari apa yang diharapkan. Indonesia sendiri terdiri atas kurang lebih 63 ribuan desa dengan sumber daya alam yang berlimpah dan beraneka ragam seperti pertambangan, pariwisata, kehutanan, pertanian, perkebunan dan sebagainya. Indonesia juga memiliki banyak sekali sumber daya manusia produktif yang tersebar di berbagai pelosok nusantara. Dari ribuan desa tersebut, tidak semua sumber daya yang ada terkelola dengan baik. Sedangkan untuk mencapai kemandirian ekonomi nasioal, harus dimulai dari peningkatan pembangunan ekonomi dan penguatan kemandirian ekonomi desa. Faktor yang mempengaruhi keterlambatan pembangunan ekonomi desa antara lain masyarakat kurang peka dalam menemukan potensi lokal dan masih lemahnya kemampuan pemberdayaan potensi lokal pendudukan khususnya di pedesaan. Sehingga, pendapatan warga yang minim menjadikan perekonominya bergantung pada bantuan dari pemerintah atau bantuan lainnya. Berangkat dari permasalahan di atas, maka diadakan program pelatihan dan pendampingan pembuatan kerajianan tas dari bahan plastik bekas, seperti bungkus kopi, bungkus sabun, bungkus snack, dan lainnya. Program ini diaksanakan sebagai upaya untuk menjawab permasalah terkait. Kegiatannya dimulai dari sosialisasi pada ibu-ibu tentang pengadaan kegiatan pelatihan kerajinan tas. Setelah dilaksanan pelatihan, diadakan lomba kerajinan sebagai tindak lanjut agar ketrampilan yang telah diperoleh diasah kembali oleh warga yang mengikuti pelatihan. Selanjutnya dibentuk kelompok usaha agar ketrampilan tersebut dapat terakomodasi dengan baik dan dapat meningkatkan kreativitas bersama. Adanya kegiatan tersebut, kedepannya diharapkan ketrampilan yang telah warga pelajari dapat ditularkan ke warga lainnya serta akan ada peningkatan kemandirian ekonomi desa.