SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

29,653 articles from 386 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-3 of 3

Analytics

Yuan Fyrraliany; Ezra Bernadus Wijaya; Slamet Sumarno

Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan 2026 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Developmental Dysplasia of the Hip (DDH) in children often results in joint stiffness, muscle weakness, limited range of motion, and gait impairment following surgical management and immobilization. Early physiotherapy intervention is essential to restore hip function and walking ability. This study aimed to evaluate the effectiveness of active exercise on functional walking in outpatient children aged 3–5 years after DDH surgery. A case study design was conducted on three female patients who completed a five-week rehabilitation program consisting of ten active exercise sessions, including hip strengthening, mobility training, and balance exercises, combined with a home program. Outcome measures included hip range of motion, Manual Muscle Testing, and Modified McKay and Harris Hip Score assessed at baseline, mid-intervention, and post-intervention. The results showed improvements in hip range of motion, particularly in flexion, extension, abduction, adduction, and external rotation, while internal rotation improved but did not reach normal values. Muscle strength increased from grade 1–2 to grade 3 in most hip muscle groups. Functional walking scores improved from poor to good and excellent, with patients achieving independent, symmetrical gait without pain. These findings indicate that active exercise is an effective rehabilitation approach to reduce impairments and enhance functional walking in children after DDH surgery. The study highlights the importance of structured physiotherapy and caregiver involvement to optimize recovery and participation in daily activities.

Ananda Iftina Nida’ Wafia; Dimas Sondang Irawan

Jurnal Ventilator: Jurnal riset ilmu kesehatan dan Keperawatan 2023 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Lower back or waist pain is a disorder in musculoskeletal position due to incorrect ergonomics, characterized by pain in the muscle area between the costal border and the inferior gluteal fold. Risk factors that can influence the incidence of lower back pain are age, gender, body mass index, smoking habits, lack of exercise, years of work, work position, and heavy workload. This community service is a forum to improve and provide education to the elderly about prevention and how to deal with lower back pain using a home program. This service activity was carried out using the counseling method with approximately 20 respondents participating. After being given a presentation of material regarding low back pain and a demonstration regarding recommended home exercises/home programs, most respondents understood and were able to explain the definition, risk factors, symptoms and prevention of low back pain.

syurrahmi, syurrahmi; Luberto, Purna

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Carpal Tunnel Syndrome adalah gangguan yang muncul saat terjadi penekanan saraf median yaitu pada saraf yang mengontrol indera perasa dan pergerakan di dalam pergelangan dan tangan. Masalah ini muncul saat terjadi penekanan saraf median yaitu pada saraf yang mengontrol indera perasa dan pergerakan di dalam pergelangan dan tangan.Saraf tersebut melintang melewati struktur pada pergelang an tangan yang berbentuk terowongan saraf median menyusut dan berpindah ke arah pergelangan tangan. Biasanya, sindrom karpal tunnel ini menjadi semakin parah seiring berjalannya waktu. Pada tingkatan yang masih tergolong ringan, gejala dari sindrom carpal tunnel bisa diredakan dengan penggunaan splint pada pergelangan tangan, atau menghindari aktivitas tertentu terlebih dahulu.Apabila tekanan pada saraf median terus terjadi, saraf lama-kelamaan akan rusak dan gejala akan semakin parah. Untuk mencegah hal tersebut terjadi, pasien mungkin harus menjalani operasi untuk menghilangkan tekanan pada saraf median. Carpal Tunnel Syndrome adalah kondisi yang seringnya dialami oleh penggunaan komputer, kasir, tukang daging, petugas kebersihan, dan pekerja lainnya yang memungkinkan kedua tangan melakukan gerakan berulang dalam waktu yang lama. Home program merupakan program terapi yang dilakukan di rumah. Program ini bisa dilakukan oleh orangtua atau orangtua bersama terapis, yang penting harus dijalankan secara terpadu. Home program sangat beragam dan luas, bentuknya tidak formal. Namun, bisa lebih fleksibel dan “berbau rumahan”, belajar sambil bermain, belajar sambil berbicara, dan belajar sambil berkomunikasi. Walaupun sederhana, aktivitass ini besar artinya untuk meningkatkan kemampuan fungsional. Masyarakat Gasem Wulung Asri khususnya perkumpulan PKK sering mengeluhkan nyeri pada pergelangan tangan. Untuk mencegah terjadinya Carpal Tunnel Syndrome maka perlu diberikan pengetahuan tentang gejala-gelaja khususnya Home program dalam mencegah terjadinya Carpal Tunnel Syndrome. Target luaran berupa tercapainya pemberdayaan masyarakat dan meningkatnya kesadaran serta pengetahuan tentang Carpal Tunnel Syndrome, terbublikasinya hasil pengabdian masyarakat di jurnal nasional, serta media elektronik.