Publication Search

72,210 articles from 658 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-3 of 3

Analytics

Ayu Nur Annisa; Titis Wening Setyoharsih

Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum 2026 STIKES Columbia Asia Medan

Background: Hepatocellular Carcinoma (HCC) is an abnormal cell growth in the liver characterized by increased number of dividing liver cells accompanied by malignant transformation. A common paraneoplastic phenomenon in HCC patients is hypoglycemia, which arises due to hepatic dysfunction impairing gluconeogenesis and glycogenolysis, as well as tumor-mediated IGF-II production. This condition causes hypoglycemia as a primary nursing problem requiring comprehensive nursing care. Objective: To describe the nursing care process for a patient with HCC focusing on blood glucose instability management and knowledge deficit intervention. Methods: This study used a descriptive qualitative method through a case study approach. Data were collected through interview, observation, documentation study, and literature review. Results: Two nursing diagnoses were identified: blood glucose instability related to hepatic dysfunction and knowledge deficit related to lack of information exposure. Nursing interventions performed included hypoglycemia management and disease process education. After 2x24 hours of nursing implementation, both diagnoses were partially resolved, as GDS values remained fluctuating and behavioral change had not been fully achieved. Conclusion: Comprehensive nursing management through routine blood glucose monitoring, dextrose administration, nutritional modification, and health education can improve blood glucose stability and patient knowledge in HCC patients.

Permata, Agung; rahmawati, Rossy; Siwi, Mayang Aditya Ayuning

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2023 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Latar Belakang: Diabetes melitus ialah salah satu penyakit kronik yang memiliki karakteristik atas adanya peningkatan dari kadar glukosa darah yang secara nyata keadaan ini melebihi dari batas normal yang ada. Terlebih dari pada itu terdapat  metabolisme karbohidrat yang cenderung menjadi penyebab utama dari efek defek sekresi insulin yang ada. Untuk menurunkan kadar glukosa diperlukan kepatuhan tinggi oleh pasien. Tujuan: tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara tingkat kepatuhan minum OHO (obat hipoglikemik oral) dengan kadar glukosa dalam darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Metode: Implementasi pelaksanaan mengutamakan dari metode penelitian non eksperimental kuantitatif di mana menekankan kepada pendekatan deskriptif. Terlebih daripada itu instrumen dari pengumpulan data yang dilakukan ialah berupa kuesioner utamanya dengan implementasi dari MMAS-8, serta lembar observasi pelaksanaan pemeriksaan dari gula darah puasa (GDP). Hingga penentuan sampel yang telah diambil dalam pelaksanaan penelitian ini sejumlah 80 responden menggunakan teknik purposive sampling. Terlebih daripada itu Pemilihan dari analisis yang nantinya akan diterapkan yaitu univariat dan bivariat utamanya melalui ujian spearman. Hasil: Ditemukan temuan yaitu 40 (50%) responden memiliki tingkat kepatuhan tinggi, 31 (38,75%) memiliki ranah tingkat kepatuhan yang sedang, serta pada 9 (11,25%) cenderung tingkat kepatuhan rendah. Dalam kesesuaian tersebut menunjukkan temuan yang nyata terdapat keterkaitan yang kuat yang tidak dapat dipisahkan atas hubungan dari tingkat kepatuhan pada kadar glukosa darah pada pasien DM tipe 2 dengan P value 0,000 (p<0,05). Kesimpulan: Dengan begitu pada pemahaman ini terdapat hubungan antara kepatuhan minum OHO (obat hipoglikemik oral) dengan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2

Artawan, I Kadek; N.M.P Rahayu

Jurnal Kesehatan Medika Udayana 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Background: Diabetes Mellitus is a significant cause of morbidity and mortality today. The risk of death on diabetes mellitus patients due to its complication is steadily increasing. A low level of knowledge about diabetes mellitus complications influences the behavior and prevention of further complications. A routine blood glucose control is an important prevention of diabetes mellitus complication, especially on patients with insulin therapy. Purpose:This descriptive study aimed to describe the knowledge about signs and symptoms of hypoglycemia among diabetes mellitus patients in the Public Health Centre of I East Denpasar. Methods: This was a descriptive study conducted in the Public Health Centre of I East Denpasar. There were 72 diabetes mellitus patients chosen by the purposive sampling technique that participated in this study. The Knowledge Attitude Practice (KAP) questionnaire employed to collect the participant's knowledge about hypoglycemia. Results: Statistical analysis showed that 69.4%, 25%, and 5.5% of participants were having a moderate, good, and poor level of knowledge, respectively. Conclusion: The majority of diabetes mellitus patients in the Public Health Center of I East Center Denpasar was having a moderate level of knowledge about the signs and symptoms of hypoglycemia (64.9%). ABSTRAK Latar Belakang :. Diabetes Mellitus merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang menyebabkan kecacatan dan kematian. Peningkatan angka kematian pada diabetes mellitus disebabkan pasien mengalami komplikasi karena pengetahuan pasien tentang Penyakit DM berdampak pada perilaku dan pola pencegahan komplikasi lanjutan, salah satu upaya penanganan yang dilakukan pasien DM adalah dengan pengendalian kadar glukosa darah secara rutin dan komplikasi Diabetes Mellitus yang menjalani terapi obat khususnya terapi insulin. Tujuan: Untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Pasien DM Tentang Tanda dan Gejala Hipoglikemi di Puskesmas I Denpasar Timur. Metode : Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskritif. Tempat penelitian dilaksanakan di Puskesmas 1 Denpasar Timur. Cara pengambilan sampel secara purposive sampling dengan jumlah sampel 72 orang dan cara pengumpulan data dengan pengisian kuesioner KAP (Knowledge Attitude Practice). Hasil : Hasil penelitian ini didapatkan bahwa sebagian besar memiliki tingkat pengetahuan cukup sebesar (69.4%), Baik (25%), Kurang (5.5%). Simpulan : Berdasarkan hasil dari gambaran pengetahuan pasien DM tentang tanda dan gejala hipoglikemi Puskesmas 1 Denpasar Timur memiliki tingkat pengetahuan Cukup sebesar (69.4%)