SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

29,653 articles from 386 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-20 of 21

Analytics

Septianingtyas, Maya; Jona, Resa Nirmala; Sulistyaningrum, Danny Putri; Juwariyah, Siti; Noer’aini, I’ien +1 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang berdampak pada meningkatnya angka kesakitan dan kematian, terutama pada kelompok lansia. Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini dan gaya hidup sehat menjadi faktor yang memperburuk kondisi ini. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku dalam pengendalian tekanan darah melalui Program SEHATI (Sehat Bersama Hipertensi Terkendali). Metode: Kegiatan dilaksanakan di Posbindu lansia dengan melibatkan 45 peserta. Metode kegiatan meliputi skrining tekanan darah dan status kesehatan, edukasi tentang pencegahan dan pengendalian hipertensi, serta pelatihan senam hipertensi. Evaluasi dilakukan melalui pre dan post-test pengetahuan serta observasi partisipasi senam. Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan peserta tentang hipertensi sebesar 35%, partisipasi aktif dalam senam mencapai 90%, dan sebagian besar peserta menunjukkan penurunan tekanan darah setelah mengikuti kegiatan. Kesimpulan: Program SEHATI efektif meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku sehat masyarakat dalam pengendalian tekanan darah, serta dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis promotif dan preventif di komunitas lansia.

Khusniyati, Nia; Yunisman Roni; Wardatul Uyuni; Wiwiek Delvira

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit kronis yang prevalensinya tinggi pada kelompok lanjut usia serta berperan signifikan dalam timbulnya komplikasi kardiovaskular. Salah satu faktor risiko yang dapat dimodifikasi dalam penatalaksanaan hipertensi adalah rendahnya tingkat aktivitas fisik. Tujuan: untuk memberdayakan lansia dalam melakukan aktivitas fisik dalam menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Metode: pelaksanaan pengabdian masyarakat berupa pembelian Latihan fisik pada lansia dengan tujuan menurunkan tekanan darah yang terdiri dari tahap I: sharing materi perihal pentingnya aktivitas fisik terhadap tekanan darah sebanyak 1 kali pertemuan dan tahap II berupa kegiatan pelatihan aktivitas fisik berupa senam lansia 1 hari seklai dilakukan selama 3 kali seminggu dan diukur tekanan darah sebelum dan sesudah kegiatan senam lansia. Hasil: kegiatan ini menghasilkan meningkatnya pengetahuan lansia perihal pentingnya aktivitas fisik berupa senam lansia terhadpa tekanan darah dan menurunnya tekanan darah pada lansia yang menderita hipertensi. Kesimpulan: lansia dengan hipertensi sudah mampu melakukan aktivitas fisik untuk menurunkan tekanan darah dan mempraktekkan senam lansia secara mandiri ataupun golongan (secara bersama-sama dengan lansia yang lain).

Amalia, Rizki Amalia; Sukesih; Rusnoto

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) sekitar 29% orang dewasa di seluruh dunia diperkirakan akan menderita hipertensi pada tahun 2025, yang berarti peningkatan dari sekitar 1 miliar orang menjadi 1,5 miliar orang. Hipertensi disebabkan oleh kombinasi faktor gaya hidup seperti konsumsi garam tinggi, obesitas, kurang olahraga, merokok, konsumsi alkohol, dan stres, serta faktor medis seperti penyakit ginjal, gangguan hormonal, dan sleep apnea. Penelitian ini bertujuan untuk membutikan secara signifikan efektivitas konsumsi black garlic terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif menggunakan metode observasional dengan pendekatan pre-test post-test with control grup untuk membandingkan efektivitas black garlic sebelum dan sesudah mengkonsumsi 1 kali sehari dengan efektivitas black garlic sebelum dan sesudah mengkonsumsi 2 kali sehari. Diketahui perbandingan antara kedua kelompok menunjukkan bahwa konsumsi black garlic dua kali sehari secara statistik lebih efektif dibandingkan satu kali sehari, baik untuk tekanan darah sistolik (p = 0,001) maupun diastolik (p = 0,010).

Karmitasari Yanra Katimenta; Dwi Agustian Faruk Ibrahim; Maria Lestari Herawaty

Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Hipertensi merupakan penyakit yang memerlukan terapi jangka panjang dalam penggunaan obat. Maka sangat diperlukan management hipertensi yang didasarkan pada kepatuhan terapi agar dapat mencapai dan mempertahankan tekanan darah sistolik dibawah 140 mmHg dan tekanan darah diastolik dibawah 90 mmHg serta dapat mengontrol faktor risiko. Metode Penelitian : Menggunakan Cross sectional. Teknik penentuan responden menggunakan Purposive sampling dengan menggunakan uji statistik Spearman Rank. Sampel adalah penderita hipertensi ringan-sedang yang berobat ke Poliklinik Pemerintah Kota Palangka Raya pada 8 November – 8 Desember 2022 berjumlah 46 responden dengan menggunakan alat ukur yaitu kuesioner. Hasil Penelitian : Hasil uji spearman rank menunjukkan bahwa didapat p value = 0,008 atau tingkat signifikasi p < 0,05 sehingga ada hubungan pengetahuan dengan kepatuhan minum obat penderita hipertensi di Poliklinik Pemerintah Kota Palangka Raya. Hasil uji spearman rank menunjukkan bahwa didapat p value = 0,049 atau tingkat signifikasi p < 0,05 sehingga ada hubungan sikap dengan kepatuhan minum obat penderita hipertensi di Poliklinik Pemerintah Kota Palangka Raya. Kesimpulan : Ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat penderita hipertensi dibuktikan dengan hasil p < α dengan tingkat signifikasi 0,05 menunjukkan hubungan yang signifikan dan bermakna antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat penderita hipertensi di Poliklinik Pemerintah Kota Palangka Raya. Ada hubungan antara sikap dengan kepatuhan minum obat penderita hipertensi dibuktikan dengan hasil p < α dengan tingkat signifikasi 0,05 menunjukkan hubungan yang signifikan dan bermakna antara sikap dengan kepatuhan minum obat penderita hipertensi di Poliklinik Pemerintah Kota Palangka Raya.

Simbala Mutaqqin; Misbahul Syamsudin; Stevanie Palonto; Tyas R. Airlene

Jurnal Ventilator: Jurnal riset ilmu kesehatan dan Keperawatan 2023 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Pada lansia terdapat masalah kesehatan, salah satunya adalah hipertensi. Hipertensi merupakan kondisi peningkatan tekanan darah seseorang di atas normal yang dapat mengakibatkan peningkatan angka kesakitan (morbiditas) dan angka kesakitan (mortalitas) dan hingga saat ini hipertensi masi menjadi masalah kesehatan yang cukup besar untuk tetap diatasi pada seseorang yang sudah lanjut usia.

Yuninda Tomayahu; Rona Febriyona; Andi Nur Aina Sudirman

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Hipertensi merupakan tekanan abnormal tinggi di dalam arteri melebihi 140/90 mmHg. Penelitian ini bertujuan untuk menstabilkan atau menurunkan tekanan darah. Desain penelitian equivalent control group design menggunakan metode kuantitatif eksperimen. Tehnik pengampilan sampel total sampling. Jumlah sampel 34. Rendaman kaki air hangat dengan campuran garam memberikan efek fisiologis terhadap jantung dan tekanan hidrostatik air terhadap tubuh mendorong aliran darah dari kaki menuju kerongga dada dan darah akan berakumulasi di pembuluh darah besar jantung. Hasil penelitian terdapat pengaruh rendaman kaki air hangat dengan campuran garam terhadap penurunan tekanan darah pada hipertensi dan terdapat perbedaan tekanan darah sebelum dan sesudah pada kelompok intervensi dan kontrol. Terdapat pengaruh Rendaman Kaki Air Hangat Dengan Campuran Garam Terhadap Penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di Desa Dunggala, Kecamatan Batudaa, didapatkan nilai signifikan atau p-value <0,05 artinya ada perbedaan tekanan darah sebelum dan sesudah padah kelompok intervensi dan kontrol. Diharapkan kepada masyarakat dapat menjadikan terapi ini sebagai alternatif untuk menurunkan tekanan darah pada hipertensi.      

Rapina Suci Sagalulu; Rona Febriyona; Andi Nur’Aina Sudirman

Journal of Educational Innovation and Public Health 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Menopause dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Hal tersebut dikarenakan adanya pengaruh hormon estrogen yang dapat melindungi wanita dari penyakit kardiovaskular salah satunya hipertensi. Kurangnya aktifitas fisik yang dilakukan oleh wanita menopause adalah salah satu dari banyak faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan maupun kejadian tekanan darah tinggi atau hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Hipertensi Pada Wanita Menopause di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga Kabupaten Gorontalo. Desain penelitian ini adalah desain penelitian analitik dengan rancangan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 45 orang diambil dengan menggunakan teknik sampling yaitu purposive sampling. Hasil penelitian yang diperoleh nilai p value (0.003) < α (0.05), jika p < α berarti hipotesis diterima. Statistic dan metode chi square hasil nilai p = (0.003) < = 0.05. yang berarti Ha diterima. Aktivitas Fisik berhubungan dengan Kejadian Hipertensi Pada Wanita Menopause di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga Kabupaten Gorontalo. Perlunya penelitian lanjutan dengan mengendalikan dengan meneliti faktor-faktor beresiko terjadinya hipertensi seperti kebiasaan merokok, konsumsi garam, kualitas dan kuantitas tidur, stress serta faktor pemicunya sehingga diharapkan mendapatkan hasil penelitian yang lebih baik.  Demensia,Vitamin D,Lansia,Kognitif    

Sulistiani A. Ilohuna; Fadli Syamsuddin; Sabirin B. Syukur

Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Hipertensi atau yang lebih di kenal masyarakat dengan sebutan penyakit darah tinggi yaitu terjadinya peningkatan tekanan darah. Jika hipertensi terjadi secara berkepanjangan, maka akan beresiko terjadinya penyempitan pembuluh darah, stroke, gagal jantung dan gagal ginjal kronis. Salah satu alternative pengobatan non farmakologis pada pasien hipertensi adalah pemberian jus buah papaya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian jus buah papaya terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode penelitian ini adalah pre-ekperimental, dengan desain penelitian one group pretest-posttes. Analisis data menggunakan uji paired sample t test. Pengambilan sampel dilakukan dengan tehnik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan ada perbedaan secara signifikan terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi setelah diberikan jus buah pepaya dengan rata-rata penurunan tekanan darah sistolik 24,00 mmHg dan tekanan diastolik 16,00 mmHg, hal ini dikarenakan peranan kalium yang terkandung  dalam  buah pepaya, yang dalam mekanisme penurunan  tekanan darah menyebabkan vasodilatasi yang dapat melebarkan pembuluh darah  sehingga darah dapat mengalir lebih lancar.  Sehingga ini diharapkan pasien hipertensi dapat mengkonsumsi jus buah pepaya sebagai salah satu alternative yang aman untuk menurunkan tekanan darah.  

Elfina Yulidar; Dini Rachmaniah; Hudari Hudari

Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Hipertensi adalah suatu kondisi dimana terjadi peningkatan tekanan darah di atas ambang batas normal. Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk menyadarkan masyarakat melalui seminar hipertensi dan deteksi dini faktor risiko, yang diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan peran serta masyarakat dalam pencegahan hipertensi. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan perilaku pencegahan hipertensi pada penderita hipertensi. Penelitian ini bersifat korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel adalah penderita hipertensi di Puskesmas Grogol sebanyak 54 orang. Hasil analisis univariat menunjukkan hampir sebagian besar penderita hipertensi memiliki pengetahuan kurang (42,6%), sebagian besar penderita hipertensi memiliki perilaku pencegahan hipertensi dalam kategori baik (64,8%). Hasil analisis bivariat didapatkan hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang pencegahan hipertensi dengan hipertensi di Puskesmas Grogol 2022 (p value = 0,011, OR = 5,417). Peneliti menyarankan, pihak puskesmas meningkatkan kegiatan penyuluhan khususnya terhadap penderita hipertensi diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan penderita hipertensi, sehingga dapat menjadi pengaruh positif terhadap perilaku pencegahan hipertensi berulang.                                                                                           

Rofingatul Hasanah; Wasisto Utomo; Musfardi Rustam

Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Secara umum populasi lansia di Indonesia setiap tahunnya diperkirakan mengalami peningkatan. Tingginya angka populasi lansia akan menyebabkan berbagai masalah kesehatan salah satunya adalah penyakit hipertensi. Lansia penderita hipertensi seringkali mengeluh tidak dapat beraktivitas sehari-harinya karena tekanan darah naik. Aktivitas fisik sangat baik untuk kesehatan karena membuat tubuh tetap bugar dan sehat, terutama bagi lansia yang memiliki tekanan darah tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran aktivitas fisik pada lansia penderita hipertensi di Puskesmas Simpang Tiga. Metode yang digunakan adalah kuantitaif denan desain penelitian deskriptif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 68 responden lansia penderita hipertensi dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh dengan mengisi kuesioner aktivitas fisik yang berisi 8 pertanyaan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar sebanyak 31 orang responden memiliki aktivitas fisik yang ringan (45,6%), kemudian sebanyak 26 orang responden memilki aktivitas fisik yang sedang (38,2%). Dan  sisanya sebanyak 11 orang responden memiliki aktivitas fisik yang berat (16,2%).  

Margiyati Margiyati; Setiawan, Agus

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2023 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

ABSTRAK Hipertensi adalah suatu kondisi medis yang kronis di mana nilai sistolik >140 mmHg dan nilai sistolik >90 mmHg.  Peraan perawat untuk mengatasi hipertensi dengan memberikan perawatan farmakologi dan non farmakologi. Salah satu dari terapi non farmakologi  untuk menurunkan  tekanan darah tinggi pada lansia dengan hipertensi adalah terapi relaksasi otot progresif. Tujuan studi kasus ini adalah untuk menggambarkan penerapan terapi relaksasi otot progresif untuk menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan metode pendekatan kasus. Subyek yang digunakan dua responden dengan kriteria lansia berusia 60-75 tahun, hipertensi grade I antara 140/90 mmHg sampai 159/99 mmHg, lansia tidak menjalani perawatan tirah baring, lansia yang bersedia menjadi responden dalam penelitian. Analisa studi kasus dilakukan secara deskriptif dengan metode studi kasus. Hasil studi kasus menunjukkan perubahan penurunan yang signifikan dari terapi relaksasi otot progresif terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi, dibuktikan pada penurunan sistole dan diastole pada kedua subjek. Subjek I selama 6 hari  terjadi penurunan pada sistole sebanyak 7 mmHg dan diastole sebanyak 26 mmHg. Pada subjek II terjadi penurunan sistole sebanyak 10 mmHg dan diastole sebanyak 9 mmHg. Kesimpulan bahwa terjadi penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi pada kedua subjek studi kasus yang cukup signifikan dalam menggambarkan penerapan terapi relaksasi otot progresif pada lansia yang mengalami hipertensi dan terapi relaksasi otot progresif direkomendasikan untuk menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Tingkat kemandirian pada kedua subjek mengalamai peningkatan yaitu dari tingkat kemandirian I menjadi tingkat kemandirian II karena lansia dapat memahami hipertensi pada lansia, memberikan dukungan saat terapi dan bersedia melanjutkan terapi relaksasi otot progresif secara mandiri.

Melany, Sehlla; Agus Citra Dermawan; Kesumawati, Femi

JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA 2022 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO

Latar Belakang: hipertensi adalah salah satu penyakit sistem kardiovaskular yang membunuh secara perlahan dan didefinisikan sebagai tekanan darah darah diatas batas normal dengan tekanan sistolik >140 mmHg dan tekanan diastoliknya >90 mmHg. Hipertensi jika tidak ditangani dapat menimbulkan komplikasi yang cukup parah seperti penyakit jantung, gagal ginjal, stroke bahkan bisa sampai kematian. Penatalaksanaan hipertensi secara nonfarmakologis yaitu dengan senam yoga. latihan yang memberikan manfaat kesehatan fisik dan mental melalui pengaturan hipotalamus, kelenjar pituitari, kelenjar adrenal dan sumbu sintetis, memunculkan respons sistem saraf terhadap stres dan membuat para lansia lebih rileks. Tujuan: Untuk mendapatkan gambaran dan hasil dari kajian Literature review tentang pengaruh senam yoga terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Metode: Pada penulisan ini penulis menggunakan metode Literatur review yaitu mengumpulkan data jurnal, membaca, membandingkan dan menyimpulkan dari 10 jurnal utama. Hasil: Setelah penulis melakukan kajian literature review dari beberapa sumber, didapatkan 90% senam yoga dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Kesimpulan: Pemberian terapi senam yoga efektif untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.

Irna Juita; Elfindri Elfindri

Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan 2022 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi  pemanfaatan Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM) oleh Penderita Hipertensi di Puskesmas Agam Barat Kabupaten Agam. Penelitian ini mengunakan metode penelitian (mixed methods)/Metode pengumpulan data kuantitatif dan penelitian kualitatif dengan desain penelitian cross sectional. Jumlah Populasi dalam penelitian sebanyak 728 orang Puskesmas maninjau dan Puskesmas Lubuk Basung 320 orang menggunakan Purposive sampling. Penelitian kualitatif menggunakan wawancara, telaah dokumen dan observasi pada informan dan penelitian kuantitatif menggunanakan Analisa univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Pendidikan, pengetahuan, kemudahan akses dan dukungan keluarga dengan pemanfaatan posbindu PTM oleh penderita hipertensi. Faktor yang yang paling berpengaruh adalah kemudahan akses. Input SDM sudah cukup dan untuk dari segi kualitas perlu dilakukan pelatihan, pembinaan, Dana sudah cukup dari BOK dan Nagari. Tempat sarana dan prasana yang kurang, proses pelaksanaan Pelaksanaan skrining PTM sudah maksimal seperti penyuluhan, pemeriksaan labor dan ditindak lanjuti jika ada masalah yang ditemukan saat pelaksanaa. Output PTM yang baik dan berkelanjutan belum mencapai target sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal, hal ini terlihat masih adanya masyarakat usia 15-59 tahun belum terskrining dengan baik. advokasi dan koordinasi kepada camat dan wali Nagari untuk membentuk Masyarakat dan Kampung Peduli Hipertensi, ambilance desa, peningkatan promosi kesehatan.

Rahmanti, Ainnur; Syurrahmi; Krido Aromanis Setia Pamungkas

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Hipertensi adalah kondisi tekanan darah ?140/90 mmHg. Gejala awal hipertensi adalah nyeri kepala, di tengkuk atau leher. Kompres hangat merupakan terapi komplementer yang digunakan untuk menurunkan nyeri kepala pada pasien hipertensi. Tujuan studi kasus untuk menggambarkan penerapan kompres hangat pada leher terhadap penurunan skala nyeri kepala pada pasien hipertensi di RUMKIT TK III 04.06.02 Bhakti Wira Tamtama Semarang. Jenis penelitian yang digunakan deskriptif  dengan metode pendekatan studi kasus. Subjek yang digunakan sebanyak 2 orang dengan kriteria pasien hipertensi tekanan darah sistolik ?140 mmHg dan diastolik ?90 mmHg, composmentis, skala nyeri 4 - 6, usia 40 - 60 tahun, tidak ada luka di leher, tidak komplikasi emergensy dan TIA. Berdasarkan analisa data didapatkan hasil bahwa subyek I mengalami penurunan skala nyeri kepala dari skala 6 (sedang) menjadi skala 3 (ringan) dan subyek II dari skala 5 (sedang) menjadi skala 2 (ringan). Penerapan kompres hangat pada leher efektif menurunkan skala nyeri kepala pasien hipertensi.  

Sari, Novita Wulan; Anggarawati, Tuti

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2022 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Latar belakang: Lansia merupakan kelompok usia 60 tahun ke atas dimana telah mengalami penurunan kemampuan tubuh untuk beradaptasi dengan stress lingkungan. Peningkatan usia yang dialami lansia mengakibatkan penyakit degenerative seperti hipertensi. Penyakit tekanan darah tinggi ataupun hipertensi ini menyebabkan aliran darah tidak lancar, maka diperlukan suatu tindakan penanganan salah satunya adalah senam lansia. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh senam lansia terhadap derajat hipertensi pada lansia. Metode: Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi experimental pretest posttest control group design. Jumlah sampel sebanyak 12 lansia yang diambil dengan teknik purposive sampling dan dibagi ke kelompok intervensi (n=12) dan kontrol (n=12). Bentuk intervensi berupa pemberian senam lansia sebanyak 8 kali selama 2 bulan. Instrumen yang digunakan adalah tensimeter/sphygmomanometer air raksa atau jarum Data dianalisa dengan uji Mann-Whitney. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan hasil pengukuran derajat hipertensi pada kelompok intervensi memiliki mean pre test 156/95 dan post test 148/93. Hasil analisis dengan uji independent t pada kelompok intervensi menunjukkan nilai p=0,000 yang artinya ada perbedaan signifikan antara pre dan post test (p<?, ?=0,05). Hasil yang berbeda diperoleh pada kelompok kontrol yaitu nilai mean pre test 152/95 dan post test 152/95, nilai p=0,420 yang artinya tidak ada perbedaan signifikan antara derajat hipertensi pre dan post test (p> ?, ?=0,05). Hasil penelitian membuktikan senam lansia berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Saran : senam lansia digunakan sebagai intervensi keperawatan pada lansia yang mengalami hipertensi.

Astreawati, Puput

Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2021 Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Hypertension is a condition of increasing systolic blood pressure ≥140 mmHg and or diastolic blood pressure ≥90 mmHg. According to information from the Pakuan Baru Village Puskesmas, hypertension is the second highest disease in Pakuan Baru Village in 2020. The purpose of this community service is to increase public knowledge of matters related to hypertension. The sample selection uses nonrandom sampling (purposive sampling) sampling technique and must meet the inclusion criteria, direct blood pressure examination, convey information about hypertension and provide pre-test and post-test as an evaluation of public knowledge. The results of the pre-test knowledge of the use of hypertension drugs in the community were obtained as good as 35%, namely (7 people), 5% enough (1 person) and poor 60% (12 people). The results of the post-test knowledge of the use of hypertension drugs in the community were obtained as good as 60%, namely (12 people), enough 35%, namely (7 people) and bad 5% (1 person). Hipertensi merupakan keadaan meningkatnya tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik ≥90 mmHg. Menurut informasi dari Puskesmas Kelurahan Pakuan Baru, hipertensi merupakan penyakit tertinggin kedua di Kelurahan Pakuan Baru pada tahun 2020. Tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap hal- hal yang berhubungan dengan penyakit hipertensi. Pemilihan sampel menggunakan metode teknik pengambilan sampel secara nonrandom sampling (purposive sampling) dan harus memenuhi kriteria inklusi, pemeriksaan secara langsung tekanan darah, penyampaian informasi tentang hipertensi serta pemberian pre-test dan post-test sebagai evaluasi dari pengetahuan masyarakat. Hasil pre-test pengetahuan penggunaan obat hipertensi pada masyarakat diperoleh baik sebanyak 35% yaitu (7 orang), cukup 5% yaitu (1 orang) dan buruk 60% (12 orang). Hasil post-test pengetahuan penggunaan obat hipertensi pada masyarakat diperoleh baik sebanyak 60% yaitu (12 orang), cukup 35% yaitu (7 orang) dan buruk 5% (1 orang).

Dwi Mulianda; Endro Haksara; Arum Kusuma Andini; Lulu Swastika; Martiyastuti Gandarini +2 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2021 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Kasus yang terkonfirmasi positif COVID-19, sebanyak 1.488 pasien tercatat memiliki penyakit penyerta dan presentase terbanyak diantaranya adalah penyakit hipertensi sebesar 50,5%.   Pandemi COVID-19 dapat dijadikan sebagai momentum untuk membudayakan gaya hidup sehat pada hipertensi melalui pendekatan penatalaksanaan Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH), Hidroterapi, dan Senam Hipertensi. Kegiatan ini bertujuan agar lansia dengan hipertensi di wilayah Jawa Tengah dapat memahami penatalaksanaan  DASH, hidroterapi, dan senam hipertensi terhadap penurunan tekanan darah lansia hipertensi.  Hasil kegiatan Lansia di beberapa wilayah Jawa Tengah yang hadir dalam acara pengabdian masyarakat sebanyak 10 orang secara terpisah dilakukan screening tekanan darah dengan rata-rata tekanan darah sebesar 159/94 mmHg. Setelah diberikan intervensi penatalaksanaan Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH), hidroterapi, dan senam hipertensi di saat pandemi covid-19 berjalan lancar, terdapat adanya peningkatan pengetahuan lansia berdasarkan beberapa jawaban dari pertanyaan yang diajukan oleh penyaji materi serta praktik penatalaksanaan Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH), hidroterapi, dan senam hipertensi yang dilakukan oleh lansia setelah melihat demonstrasi penyaji materi. Evaluasi tekanan darah setelah diberikan intervensi kesehatan tentang penatalaksanaan Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH), hidroterapi, dan senam hipertensi terdapat penurunan tekanan darah dengan rata-rata tekan darah 129/82 mmHg. Penatalaksanaan Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH), hidroterapi, dan senam hipertensi dapat diterapkan pada lansia hipertensi dalam kehidupan sehari-hari.      

Asni Ayuba; Haslinda Damansya; Sintia K. Polapa; Sasmita Lauma

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2020 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Lansia mengalami permasalahan terkait aspek penurunan fungsi fisik, biologis,psikologis, Perubahan ini akan memberikan pengaruh pada seluruh aspek kehidupan termasuk kesehatannya. Salah satu dukungan yang dapat meningkatkan kualitas hidup lansia hipertensi adalah dukungan sosial keluarga.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Dukungan Sosial Keluarga Dengan Kualitas Hidup Lansia Hipertensi. Metode penelitian ini menggunakan Desain penelitian Survey Analitik pendekatan Cross Sectional. Teknik Pengambilan Sampel menggunakan Total Sampling sehingga didapatkan 58 Responden Instrumen yang digunakan adalah lembar Observasi dan Kuesioner. Hasil yang diperoleh menggunakan uji square didapatkan nilai p value 0,001 yang berarti terdapat Hubungan Dukungan Sosial Keluarga Dengan Kualitas Hidup Lansia Hipertensi Bagi masyarakat terutama keluarga yang hidup dengan lansia agar dapat memperhatikan lansia dan berupaya untuk konsultasi masalah  kesehatan yang terjadi pada lansia kepada petugas kesehatan agar dapat ditangani dengan tepat.

Wiwi Piola; Andi Nur Aina Sudirman; Sri Devi Padang; Ananda Rizki

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2020 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan bentuk penyakit tidak menular, penyakit ini tergolong penyakit yang menahun tidak dapat disembuhkan akan tetapi dapat dicegah tingkat keparahannya, pencegahan keparahan penyakit ini berasal dari dalam diri penderita dan keluarga. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan tugas kesehatan keluarga dengan kejadian hipertensi.Desain penelitian menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 31 orang, penentuan sampel menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian didapatkan mayoritas responden mengalami hipertensi kategori sedang dengan tugas kesehatan keluarga kurang, analisis data uji chi square hitung > chi square tabel (14,280 > 0,3550) atau  p=0.006 < 0.05. Kesimpulan pada penelitian ini Ha diterima yang berarti terdapat hubugan tugas kesehatan keluarga dengan kejadian hipertensi di Desa Timbuolo Tengah Kecamatan Botupingge Kabupaten Bone Bolango. Saran untuk keluarga agar melaksanakan tugas kesehatan keluarga yaitu mengenal masalah kesehatan, membuat keputusan tindakan kesehatan yang tepat, merawat keluarga yang sakit, memberihkan lingkungan rumah dan menggunakan fasilitas kesehatan untuk pengobatan.

Dwi Mulianda; Endro Haksara; Arum Kusuma Andini; Lulu Swastika; Martiyastuti Gandarini +2 more

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana 2020 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang berdampak pada peningkatan angka kesakitan dan kematian serta beban biaya kesehatan. Hipertensi merupakan faktor risiko terhadap kerusakan organ penting seperti otak, jantung, ginjal, retina, pembuluh darah besar (aorta) dan pembuluh darah perifer, serta penurunan kognitif. Tingkat kontrol tekanan darah tetap buruk dan jauh dari nilai memuaskan di seluruh dunia. Oleh karena itu, diperlukan penatalaksanaan yang terintegrasi antara perubahan gaya hidup, pengobatan, dan kontrol tekanan darah untuk menurunkan tekanan darah secara efektif. Kegiatan ini bertujuan agar lansia di Posyandu RW 02 Kelurahan Tambakaji Ngaliyan Semarang dapat mengetahui penatalaksanaan hipertensi. Berdasarkan Evidance Based penatalaksanaan peningkatan tekanan darah dengan upaya pencegahan gaya hidup dan herbal. Hasil pengabdian masyarakat diantaranya adalah lansia yang hadir pada tanggal 15 Desember 2015 sebanyak  orang 54 ; Screening tekanan darah 27 orang (50 %) mengalami peningkatan tekanan darah; terdapat peningkatan pengetahuan lansia setelah diberikan pendidikan kesehatan penatalaksanaan gaya hidup dan herbal hipertensi. Lansia Kelurahan Tambakaji Ngaliyan Semarang sudah menerapkan penatalaksanaan hipertensi dalam kehidupan sehari-hari.