SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

50,562 articles from 425 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-2 of 2

Analytics

Hafifa Hafifa; Rezty Fauziah Novianty Z

Jurnal Manajemen Bisnis Era Digital 2025 Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

Hang Nadim International Airport in Batam, as one of Indonesia's main airports, plays a vital role in supporting both domestic and international air mobility. However, its proximity to protected forests and green open spaces poses a serious challenge in the form of wildlife hazard risks in the airside area. The main problem identified is the potential for flight disturbances and accidents caused by the presence of wild animals such as birds, monkeys, stray dogs, and cats, which can lead to incidents like bird strikes and Foreign Object Debris (FOD). This study aims to determine the level of wildlife hazard risk in the airside area of Hang Nadim International Airport and to provide effective control recommendations to improve aviation safety. This research uses a descriptive method with qualitative and quantitative approaches. Data were collected through field observations, interviews with relevant staff, and documentation of wildlife hazard incidents that occurred from 2022 to early 2024. Risk analysis was carried out using the Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA) method, by identifying the types of wild animals that frequently appear, the frequency of incidents, and the impact on airport operations. The results show that the level of wildlife hazard risk in the airside area of Hang Nadim International Airport is categorized as moderate to high, especially for incidents involving birds and monkeys. Events such as aircraft delays during takeoff or landing, as well as the discovery of animal carcasses on the runway, indicate the need for more effective management. Therefore, wildlife hazard risk management must be a priority to ensure the safety and smooth operation of flights at Hang Nadim International Airport.

Lusi Amelia Simanjuntak; Sri Sutarwati

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

  Abastrak, Salah satu permasalahan klasik di bandar udara yang dapat mengancam keselamatan penerbangan di wilayah bandar udara adalah gangguan dari hewan liar dan burung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis penerapan manajemen bahaya hewan liar dan burung dalam menunjang keselamatan penerbangan di Bandar Udara Internasional Hang Nadim Batam dan  mengidentifikasi bahaya dan hasil penilaian risiko yang ditimbulkan oleh adanya hewan liar dan burung dalam menunjang keselamatan penerbangan dengan metode HIRA di Bandar Udara Internasional Hang Nadim Batam. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mix methods) dengan teknik deskriptif. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian adalah peneliti sendiri, observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk menjawab rumusan pertanyaan penelitian. Peneliti melakukan analisis data dengan menggunakan teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif.             Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan manajemen bahaya hewan liar di Bandar Udara Internasional Hang Nadim sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yaitu dengan melakukan inspeksi rutin pada pagi hari dan siang hari di area sisi udara. Jika terdapat sekumpulan burung dan hewan liar maka petugas apron movement control, safety dan PKP-PK segera melakukan pengusiran burung menggunakan unit kendaraan mobil masing-masing kemudian membunyikan sirine dan klakson mobil agar burung dan hewan liar pergi menjauh dari area sisi udara. Berdasarkan identifikasi tingkat risiko, dapat diketahui tingkat risiko risiko hewan liar monyet dikategori risiko sedang dan burung di kategori risiko ekstrem (sangat berbahaya), dengan menggunakan metode HIRA indeks risiko burung bangau memiliki tingkat risiko sedang (kuning) artinya  pengendalian risiko dan penerapan dilakukan manajemen bahaya hewan liar bertujuan untuk mengurangi bahaya hewan liar yang mengganggu pengoperasian penerbangan di Bandar Udara Internasional Hang Nadim.