Publication Search

73,099 articles from 691 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-5 of 5

Analytics

Muhammad Suwigyo Prayogo; Rezawati Rohmah; Avini Rahmi Ramadani

Jurnal Inovasi Pendidikan 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

This study focuses on the analysis of students' learning experiences through artificial volcanic eruption experiments in understanding the material of changes in the state of matter at MI Miftahul Ulum. The problem underlying this study is the difficulty students have in learning the abstract concept of changes in state, so a learning strategy based on real experiences is needed. The artificial volcanic eruption experiment was chosen because it is able to show the process of changes in the state of matter through simple chemical reactions in an interesting and easy-to-understand way. The method used is qualitative research with a descriptive approach. The subjects of the study were fifth-grade students of MI Miftahul Ulum. Data were obtained through observation, interviews, and documentation, then analyzed using the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study showed that the implementation of the artificial volcanic eruption experiment created a meaningful learning experience for students. Students appeared more enthusiastic, active, and easily grasped the concept of changes in the state of matter because they experienced the change process directly. In addition, this experiment also fostered students' curiosity, cooperation, and scientific attitudes in learning activities. Based on these findings, it can be concluded that the artificial volcanic eruption experiment is an effective learning medium to strengthen the learning experience while improving students' understanding of the material of changes in the state of matter.

Ramadhan, Gilang Ramadhan; Dewi, Ratih Kusuma; Zuhairini, Ririn

Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) 2025 Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan wilayah dengan indeks risiko bencana sedang (119, 56) tahun 2022. Erupsi gunung berapi dapat menimbulkan kerusakan fisik dan korban jiwa yang tinggi, terutama jika penanganan darurat tidak dilakukan dengan cepat dan tepat. Salah satu keterampilan penting dalam situasi darurat adalah Resusitasi Jantung Paru (RJP), yang dapat menyelamatkan nyawa korban henti jantung sebelum bantuan medis tiba. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji pengaruh simulasi bencana letusan gunung berapi terhadap keterampilan resusitasi jantung paru (RJP) siswa SMA Negeri 1 Cangkringan. Penelitian ini menggunakan metode pra-eksperimen dengan one-group pretest-posttest design . Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah responden sebanyak 30 orang. Responden diberikan intervensi berupa simulasi bencana letusan gunung berapi dan pertolongan pertama pada korban henti jantung. Instrumen penelitian berupa lembar observasi keterampilan CPR berdasarkan pedoman American Heart Association (AHA) 2020. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon . Hasil uji statistik menunjukkan adanya peningkatan keterampilan RJP siswa secara signifikan setelah mengikuti simulasi, dengan nilai p sebesar 0,000 (p<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa simulasi bencana letusan gunung berapi efektif dalam meningkatkan keterampilan RJP siswa. Harapanya simulasi ini diterapkan secara sistematis dalam program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di sekolah.

Megawati Sumuri; Pipin Yunus; Haslinda Damansyah

Journal of Educational Innovation and Public Health 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam, antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor. Kesiapan tanggap masyarakat dalam penanggulangan bencana memiliki peran yang cukup penting, karena akan berpengaruh pada tindakan masyarakat ketika bencana terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kesiapan tanggap bencana banjir. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 34 orang dengan menggunakan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Hasil penelitian berdasarkan pada uji statistik chi square didapatkan faktor pengetahuan dengan p-value = 0,028 (p<0,05), faktor sikap dengan p-value = 0,035 (p<0,05 dan faktor pengalaman kesiaapan tanggap dengan p-value = 0,643 (p>0,05) serta berdasarkan uji analisis yang paling dominan dengan kesiapan tanggap bencana adalah faktor pengetahuan dengan nilai EXP (B) = 4,339. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan faktor pengetahuan dengan kesiapan tanggap, ada hubungan sikap dengan kesiapan tanggap, sedangkan pengalaman kesiapan tanggap tidak ada hubungan dengan kesiapan tanggap serta faktor pengetahuan yang paling dominan berhubungan dengan kesiapan tanggap. Diharapkan agar masyarakat lebih tanggap dalam menghadapi setiap kejadian bencana dan selalu aktif mengikuti kegiatan maupun pelatihan terkait bencana

Desty Endrawati Subroto; Fidziah; Cecep Warman

Jurnal Pengabdian Bersama Masyarakat Indonesia 2023 CV. Aksara Global Akademia

Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam, seperti: Gempa Bumi, Tsunami, Gunung Meletus, Banjir, Kekeringan, Angin Topan, Kebakaran dan Tanah Longsor (UU 24 Tahun 2007, b). Dalam menghadapi berbagai macam bencana yang datang silih berganti di Indonesia. Yang disebabkan oleh kondisi geografis Indonesia, khususnya wilayah Cianjur – Jawa Barat. Potensi bencana di wilayah Cianjur, Jawa Barat sangat besar dikarenakan berada di di 106 derajat 42’ sampai 107 derajat 25’ BT (Bujur Timur) dan 6 derajat 21’ hingga 7 derajat 25’ LS (Lintang Selatan), secara topografi kemiringannya 0-40%, struktur tanah yang lunak, banyak bangunan berada ditepi lereng atau lembah, kedalaman, kondisi tanah, kondisi topografi, dan kondisi struktur bangunan yang merupakan faktor penyebab bencana di wilayah tersebut. Tujuan dari kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat ini, adalah peningkatan produktivitas dosen dengan nilai aplikatif untuk masyarakat, khususnya terhadap korban gempa bumi di wilayah cianjur. Hasil kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat, menunjukkan bagaimana perhatian dan  kepedulian PDPI untuk membantu sesama umat manusia yang terkena musibah, karena kepedulian kami ini dapat meringankan beban moril warga yang terdampak gempa.

Harsoyo Harsoyo

Public Service And Governance Journal 2020 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki beragam potensi bencana, ditinjau dari aspek geografis, klimatologis dan demografis. Negara kita terletak diantara dua samudera (Samudera Indonesia dan Samudera Pasifik) dengan jumlah pulau lebih kurang sebanyak 17.000 pulau yang kaya potensi alam, hutan, laut, bahan tambang- mineral dan sekaligus kerawanan bencana. Dari  aspek geologis,  terletak  pada tiga (3) lempeng utama, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Asutralia dan Lempeng Pasifik yaang menjadikan   kaya   cadangan mineral dan sekaligus memiliki potensi bencana gempa, tsunami dan tanah longsor. Selain itu, terdapat puluhan gunung berapi yang masih aktif dan berpotensi meletus dan menimbulkan bencana gunung berapi tetapi juga memebrikan kesuburan lahan dan potensi alam yang beragam. Sedangkan secara klimatologis memiliki potensi bencana angin ribut/puting beliung, gelombang pasang naik di  wilayah pesisir/rob, perubahan iklim, banjir  dan kekeringan yang berdampak pada berbagai  bidang kehidupan masyarakat. Dengan kondisi tersebutperlu dilakukan kajian analisis resiko bencana sebagai upaya untuk mengantisipasi dan menanggulangi resiki-resiko yang muncul akibat bencana alam. Urusan bencana ada urusan kita semua oleh karena itu partisipasi dan keterlibatan semua unsur baik pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan stakeholder lainnya perlu ditumbuhkan dan dioptimalkan, Dengan peran serta semua pihak diharapkan Indonesia menjadi negara yang Tangguh dalam menghadapi bencana alam.