Publication Search

72,550 articles from 668 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-12 of 12

Analytics

Simplesius Sandur

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2021 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Gereja adalah rumah keselamatan bagi umat Allah. Rumah ini didirikan oleh Yesus dan diwariskan kepada para murid-Nya. Ada banyak teori tentang Gereja dan teori-teori tersebut didasarkan pada ajaran suci dan pandangan para teolog. Kita sebut “model-model Gereja” terhadap pandangan-pandangan ini. Salah satu model Gereja adalah Gereja sebagai komunio atau Gereja Persekutuan. Pada poin pertama, hal ini merupakan komunio atau persekutuan dengan Yesus, kemudian komunio antara murid-murid Yesus, komunio mereka yang percaya kepada Yesus Kristus. Ide Gereja komunio ini didasarkan atas Kisah Para Rasul, suatu komunio para rasul setelah kenaikan Yesus ke surga. Dalam dunia modern konsep Gereja komunio berkembang setalah Konsili Vatikan II. Gereja sebagai komunio juga dikembangkan oleh para teolog setelah konsili seperti Congar dan Dulles. Setelah Konsili Vatikan II bertumbuh suatu gerakan dalam Gereja yang disebut dengan Pembaharuan Karismatik atau Gerakan Karismatik Katolik. Gerakan ini bertumbuh dalam Gereja Katoli dan memberikan pengaruh besar kepada Gereja dan perkembangannya di dunia modern terutama mengenai peran awam dalam Gereja. Seperti yang kami amati dalam beberapa hal, ide tentang Gereja Pesekutuan diadopsi oleh gerakan ini. Dapat dikatakan bahwa model Gereja dari Persekutuan Karismatik Katolik adalah suatu bentuk atau aktualisasi dari ajaran Konsili Vatikan II. Dalam artikel ini, kami mencoba melihat dan menjelaskan relasi antara Gereja sebagai komunio dengan Gerakan Pembaharuan Karimatik Katolik.

Handri Geradus; Andreas Andreas

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2021 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Di masa Pandemi setelah pemerintah mengumumkan PSBB semua sektor kegiatan dibatasi secara ketat, tidak hanya kantor-kantor, rumah makan dan toko yang tutup, namun juga tempat ibadah, terutama gereja. Semua umat Kristen di Indonesia mengikuti peraturan itu dengan beribadah  di rumah saja ataupun melalui Daring. Gereja-gereja tampak lengang, bahkan sepi pada hari Minggu, hari untuk beribadah bagi umat Kristiani. Apalagi  ketika itu sudah memasuki Tri Hari Suci yang mengenang kesengsaraan  Tuhan Yesus yang didera, disalibkan dan wafat di kayu salib, sebelum akhirnya dipercaya bangkit dan dirayakan pada hari Paskah. Pada masa pandemi, sebagian gereja  memang  masih ada yang tetap dibuka untuk para jemaatnya terutama gereja yang anggota jemaat tidak lebih dari 30-40 orang, dengan protokol yang sangat ketat, yaitu  sebelum memasuki gereja di cek suhu tubuh, kemudian mencuci tangan dengan sabun dan handsanitizer, harus memakai masker, tidak bersalam-salaman, duduk berjarak kurang lebih 1 sampai 1.5 meter, dan ibadah dipersingkat hanya satu jam dan paling lama satu setengah  jam yang biasanya beribadah selama dua jam. Pada Pandemi di gereja POUK melaksanakan ibadah memanfaatkan kecanggihan teknologi yaitu ibadah secara daring yaitu dengan Live Streaming. Disinilah akan kelihatan apakah jemaat masih memiliki kesetiaan kepada Tuhan ketika ibadah dilaksanakan secara daring atau Live Streaming atau sebaliknya semakin jauh dari Tuhan.                                

Fictor S. Misssa; Edwer Y. Dethan; Yanto Tefa; Petrus Pareira; Angelita Meneses

Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2021 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

This community service project aims to enhance Sunday School teachers’ ability to use digital media as a tool for children’s faith formation in local churches. The rapid development of information technology requires churches to adapt their educational ministries, including children’s spiritual learning. The training was conducted at the Christian Evangelical Church in Timor (GMIT) Sion Noelbaki Congregation, involving 25 Sunday School teachers. The implementation methods included needs observation, interactive workshops, practical sessions on creating digital Bible content, and direct mentoring in using media such as spiritual videos, PowerPoint, and online platforms (YouTube, Canva, and WhatsApp Groups). Evaluation was carried out through pretest-posttest and participant satisfaction questionnaires. The results showed a 78% increase in teachers’ competence in using digital media after the training. Participants also demonstrated high enthusiasm and commitment to applying digital media in their children’s ministry. This activity had a positive impact on improving the quality of faith education, making Sunday School learning more engaging, contextual, and relevant to children’s lives in the digital era.

Dorothy Binti Aging

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2021 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Hidup religius sebagai “tanda kekudusan Gereja”, sebuah pernyataan yang menemukan verifikasi dalam sejarah hagiografi dimana hampir semua orang kudus de fakto, umumnya telah menjalani bentuk hidup bakti. Namun jika dilihat secara statistik, kaum religius selalu menjadi minoritas yang mutlak sangat sedikit dalam Gereja. Maka dapat dipahami pentingnya perhatian kita akan hal ini. Dalam konteks ini doktrin dan pengalaman Santa Teresa dari Avila dapat memberi kontribusi penting untuk memahami kekudusan dalam hidup religius dan bagaimana mencapainya.

Tantani binti Longkiad

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2021 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Salah satu kebutuhan paling mendasar dalam perkembangan hidup rohani seseorang adalah bebas dari ikatan dosa aktual dan habitual. Sarana yang paling efektif untuk membebaskan manusia dari ikatan ini adalah Sakramen Rekonsiliasi. Kristus, melalui Gereja-Nya, menyediakan sarana istimewa ini untuk membantu umat beriman agar hidup dalam kemerdekaan anak-anak Allah, bebas dari dosa aktual dan habitual, sehingga mereka berkembang dalam hidup rohaninya, dan hidup dalam persekutuan dengan Allah. Sakramen Rekonsiliasi diberikan sebagai sarana penebusan yang efektif setiap kali manusia jatuh dalam dosa, terutama sekali jika seseorang jatuh dalam dosa berat. Sakramen ini memiliki kekuatan rahmat adikodrati yang berasal dari kuasa Roh Kudus untuk mengampuni, menguduskan, membersihkan, menyucikan dan menyelamatkan, melalui kuasa doa dalam rumus absolusi yang diberikan lewat imam, sebagai  alter Christi. Persoalannya, mengapa banyak umat beriman tidak berminat untuk pergi mengaku dosa secara sakramental lewat seorang imam? Bagaimana menanggapi persoalan ini?

Mikha Arya Dhana; Timotius Tote Jelahu; Paulina Maria

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2021 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Skripsi  ini  memiliki  tujuan  untuk  menjelaskan  tanggung  jawab  Gereja sebagai   organisasi   cinta   kasih   dalam   mengentaskan   kemiskinan.   Kemiskinan perlu  dituntaskan  sebab  kemiskinan  memiliki  dampak  negatif  terhadap  kualitas hidup  dan  perkembangan  sumber  daya  umat.  Jika  kemiskinan  dituntaskan  maka akan  sangat   membantu   masyarakat   miskin   yang  terkait.  Namun,  kemiskinan sulit   untuk   diselesaikan.   Karena   itu,   Gereja   perlu   membantu   menyelesaikan masalah  kemiskinan  masyarakat,  sekalian  juga  mewartakan  kerajaan  Allah. Penelitian  ini  menggunakan  studi  Pustaka.   Penelitian  ini  dilaksanakan dengan  mengumpulkan  sumber-sumber  yang  berkatian  dengan  tanggung  jawab Gereja  dan  masalah  kesejahteraan,  serta  mengumpulkan  beberapa  teori   yang relevan untuk penelitian ini. Setiap teori yang dipilih adalah relevan dan dapat menjawab   persoalan-persoalan   berkaitan   dengan   tanggung   jawab   Gereja   dan masalah   kesejahteraan.   Dari   semua   teori   yang   dikumpulkan   lalu   penulis mengambil  simpulan. Gereja memang memiliki dasar-dasar tanggung jawab untuk membantu mengentaskan  kemiskinan  tanpa  memandang  etnis  ataupun  agama.  Dasar-dasar untuk  membantu  mengentaskan  kemiskinan  dapat  ditemukan  baik  dalam  Kitab Suci,     Dokumen     Gereja     maupun     Katekismus     Gereja     Katolik.     Gereja mengentaskan  masalah  kemiskinan  agar  masyarakat  memiliki  hidup  yang  lebih baik.   Jika   masyarakat   sejahtera,   maka   sumber   daya   manusia   yang   dimiliki masyarakat  akan  turut  meningkat,  menyebabkan  daya  saing  ekonomi  maysarakat juga   turut   meningkat.   Selain   pengentasan   kemiskinan   ini   menguntungkan masyarakat  yang  dibantu,  juga  menguntungkan  Gereja  selaku  organisasi  cinta kasih   yang  ingin  menghadirkan  kerajaan  Allah  dan  mewartakan  cinta  kasih Allah  di  tengah  dunia.

Kris Sandra Dewi Uba; Silvester Adinuhgra; Paulina Maria; Titi Christiana

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2021 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana proses pelaksanaan katekese katekumenat sebagai media bagi pembinaan iman calon baptis di paroki Santo Fransiskus Asisi Parenggean. Permasalahannya adalah sebagian umat yang telah dibaptis namun jarang ke Gereja. Kebiasaan umat Katolik di paroki Santo Fransiskus Asisi Parenggean pergi ke Gereja hanya pada saat hari raya besar seperti Natal dan Paskah, sedangkan pada hari Minggu Biasa mereka jarang ke Gereja. Dalam  penelitian  ini,  peneliti  menggunakan  jenis kualitatif. Data yang diperoleh dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis yaitu menyajikan data dan menarik kesimpulan. Tempat pelaksanaan di paroki Santo Fransiskus Asisi Parenggean. Dengan informan yang berjumlah 8 orang yang dikelompokkan menjadi dua yaitu katekumen dan petugas pastoral yaitu pastor paroki, 1 katekis dan 1 pembina sebagai simpatisan yang membantu katekis serta 5 orang katekumen yang telah menerima sakramen baptis.

Leonarda Berkasa; Silvester Adinuhgra; Paulina Maria

Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 2021 Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Judul skripsi ini diangkat untuk mendeskripsikan pelaksanaan pastoral kunjungan keluarga sebagai upaya pembinaan iman umat dalam keluarga Katolik. Melalui studi ini, diharapkan model pastoral kunjungan keluarga menjadi salah satu sarana untuk mengembangkan iman umat serta dapat membantu umat dalam mengatasi masalah hidup. Berdasarkan pengamatan penulis, keluarga Katolik mengalami sikap tanggungjawab yang semakin memudar terhadap nilai-nilai hidup kolektif dan kepentingan bersama. Individualisme juga telah membentuk pribadi mereka menjadi semakin tertutup bagi kepentingan sesama, serta semakin minimnya sikap solider. Disamping itu, keluarga Katolik juga menghadapi banyak tantangan berkenaan   dengan   kemajuan   teknologi   dan   arus   globalisasi   yang   telah melunturkan nilai-nilai luhur tradisional. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka, dengan mengumpulkan informasi melalui buku-buku, ensiklopedia, jurnal, artikel, dokumen, serta penelitian-penelitian yang relevan dengan judul ini. Hasil  dari  penelitian  ini,  disimpulkan  bahwa  perlunya     pastoral  kunjungan keluarga untuk pembinaan iman umat dalam keluarga Katolik dewasa ini. Melalui pastoral   kunjungan   keluarga   ini,   keluarga-keluarga   Katolik   disapa   dan diperhatikan oleh Gereja. Dengan demikian, keluarga-keluarga Katolik dapat merasakan kasih dan perhatian Allah melalui orang yang mengujungi mereka, sehingga iman mereka semakin diteguhkan.

Alex Karamoy

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2021 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Dampak Covid 19 melanda dunia global dimana semua lini kehidupan manusia tidak terkecuali termasuk gereja. Berkenaan dengan judul ini maka Probelimatika yang muncul adalah apa itu manajemen gereja, bagaimana efektifitas manajemen gereja terhadap perekonomian jemaat pada masa covid-19, menyikapinya serta apa yang harus gereja lakukan pada masa covid-19, dan terutama jawaban Alkitab dibalik Covid 19. Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah menjelaskan tentang manajemen gereja.dan ke efektifan manajemen gereja yang baik terhadap perekonomian jemaat. Metode penelitian dalam tulisan ini, yaitu library research (penelitian perpustakaan) dan field research (penelitian lapangan). Terbukti bahwa jika gereja melaksanakan manajemen gereja secara efektif dan tepat dalam implementasinya, maka perekonomian jemaat akan lebih baik lagi dan berkembang dari yang sebelumnya. Penelitian ini menjadi rekomendasi bagi para peneliti yang sedang dan akan melakukan peneletian yang berkaitan dengan judul dan efektifitas manajemen gereja ditengah krisis yang dialami jemaat.

Arta Veronika Naibaho

Coram Mundo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 2021 Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang

Gereja adalah komunitas orang percaya yang di hadirkan oleh Tuhan di tengah  dunia ini , yang terus mengembara dalam menghadapi kemajuan dan tantangan zaman teknologi. Maka melalui tantangan teknologi yang terus maju dan berkembang gereja jangan sampai kehilangan jati diri dalam berteologi dan terus mewartakan kebenaran yang hakiki yaitu Yesus Kristus. kemajuan teknologi di zaman saat ini menjadi tantangan bagi setiap gereja yang harus membuka diri dengan perkembangan zaman ini, agar tidak ketinggalan zaman yang maju dan berkembang yang mempunyai dampak positif maupun negative. Dalam situasi saat ini gereja Tuhan haruslah menjadi garam dan terang dan haruslah menjalankan fungsinya. Dan melalui kuasa otoritas Tuhan maka gereja terus menunjukan eksistensinya untuk menjawab tri tugas gereja yaitu; Bersekutu, bersaksi, dan melayani.

Madalena Marseli

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2021 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Salah satu dari beberapa tema yang dibahas oleh Santo Paulus dalam surat-suratnya kepada berbagai jemaat yaitu mengenai kesatuan antara Kristus dan Gereja. Apa dasar dari hubungan kesatuan antara Kristus dan Gereja menurut Santo Paulus? Bagaimana Kristus dan Gereja tidak dapat dipisahkan? Mengapa Kristus menghendaki relasi yang utuh dengan Gereja-Nya? Artikel ini akan mencoba melihat dari berbagai perspektif: teologis, soteriologis dan eklesiologis dari tulisan Santo Paulus mengenai Gereja. Selain itu, akan dibahas pula sikap yang tepat untuk mencintai Kristus dan Gereja-Nya, serta sikap Gereja dalam menghadapi tantangan pada zaman ini dengan adanya penyebaran yang semakin meningkat dan luas dari pandemi covid-19.

Rikardus Jehaut

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2021 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Artikel ini bertujuan untuk menegaskan kembali ajaran Gereja menyangkut kewajiban bapa pengakuan untuk menjaga rahasia pengakuan. Pertama-tama diuraikan secara singkat bagaimana hal ini berkembang dalam sejarah, khususnya kanon 21 dari Konsili Lateran IV (1215) dan Kodeks 1917. Pengetahuan tentang sejarah penting karena membantu kita memahami bagaimana tema ini berkembang dan menjadi dasar hukum Kodeks 1983. Kemudian dibahas tentang ketentuan normatif kan. 889, § 1 yang berbicara tentang rahasia pengakuan dan kewajiban bapa pengakuan menjaga rahasia tersebut. Rahasia pengakuan tidak dapat diganggu gugat karena merupakan unsur esensial dari sakramen  tobat dan merupakan bagian dari hukum ilahi. Bapa pengakuan yang terbukti melanggar kewajiban ini akan dikenai sanksi ekskomunikasi otomatis atau hukuman lain yang diputuskan oleh otoritas gereja yang berwenang. Tantangan memang tidak ringan dewasa ini, khususnya di tempat di mana imam dipaksa untuk membuka rahasia pengakuan dalam kasus-kasus tertentu. Pemaksaan seperti ini harus dilawan karena merupakan pelanggaran terhadap kebebasan gereja dan kebebasan beragama. Perlawanan seperti ini merupakan sebuah keharusan, bila perlu sampai menumpahkan darah sekalipun.