Publication Search

72,574 articles from 669 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-5 of 5

Analytics

Annisa, Hannah; Ulfatun Najicha, Fatma

Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 2021 Prodi PPKn Universitas Slamet Riyadi

Konflik antar budaya di Indonesia saat ini masih menjadi problematika yang belum terselesaikan. Indonesia sebagai negara kepualauan melahirkan keragaman ras, suku, dan budaya yang melandasi konsep kebudayaan nasional. Potensi akan konflik kebudayaan tidak dapat kita hindari. Pada dasarnya keterkaitan antara Geopolitik Indonesia, wawasan nusantara, dan kebudayaan nasional sangat erat, akan tetapi masyarakat Indonesia masih belum menyadari hal tersbut. Melalui studi literatur kita mempelajari kembali konsep dasar kewarganegaraan sehingga di dalam kehidupan nyata dapat kita implementasikan sebagai solusi dari adanya fenomena konflik antar budaya di Indonesia. Konflik antar budaya yang terjadi di Indonesia disebabkan oleh banyak hal seiring perubahan zaman, namun apabila kita cermati maka faktor utama dari konflik budaya tersebut adalah rendahnya kesadaran masyarakat sebagai bagian dari kesatuan Bangsa Indonesia untuk mewujudkan cita-cita dan mempertahankan keutuhan Negara Indonesia. Dari hasil studi literatur dapat disimpulkan bahwa suatu bangsa dalam menyelengarakan kehidupannya tidak terlepas dari pengaruh lingkungannya, yang didasarkan atas hubungan yang saling berkaitan antara filosofi bangsa, idiologi, aspirasi, dan cita-cita yang dihadapkan pada kondisi sosial masyarakat, budaya dan tradisi, keadaan alam dan wilayah serta pengalaman sejarah.

Muhammad Fahmi Syarofi; Eko Nursanty; Astari Wulandari

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2021 Universitas 17 Agustus 1945

Perencanaan arsitektur mencakup berbagai jenis proyek pembangunan. Salah satunya pembangunan museum. Museum merupakan tempat untuk menyimpan benda-benda bersejarah. Museum memiliki peran penting dalam suatu peradapan salah satunya sebagai pusat untuk penelitian terkait benda yang dikoleksi sehingga dapat dikembangkan dari masa ke masa. Museum sasatra indonesia merupakan museum khusus yang menyimpan benda mengenai sastra. Kota Surakarta dipilih sebagai tempat berdirinya museum sastra indonesia karena di kota ini menyimpan berbagai peninggalan sastra kuno yang masih terjaga namun belum ada tempat khusus untuk menyimpan sastra kuno ini sehingga jarang diketahui oleh masyarakat khususnya peneliti sastra. Memiliki fungsi utama sebagai tempat untuk menyimpan dan memamerkan benda-benda bersejarah, upaya pelestarian, penelitian, konservasi dan rekreasi. Penekanan konsep desain yang direncanakan pada Museum Sastra Indonesia adalah menerapkan konsep arsitektur neo vernakular dengan bentuk yang diolah secara simbolis dan memiliki nilai filosofi terhadap kebudayaan dan tradisi lokal yang ber-akulturasi dengan perkembangan  zaman di era modernKonsep Arsitektur Neo-Vernakular menjadi dasar konsep arsitektur pada perancangan Museum Sastra Indonesia ini yang dimana fasad pada bangunan menggunakan atap joglo yang merupakan rumah ada khas jawa dan penggunaan material bata ekspos, kayu, serta ukiran kearifan lokal. Pengaplikasiannya dilakukan secara zoning, denah, sirkulasi, maupun fasad. Diharapkan rancangan ini berguna dan memberikan inspirasi bagi pembaca.

Simplesius Sandur

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2021 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Thomas Aquinas mengambangkan teori metafisika partisipasi. Hal itu berakar dari suatu tradisi filsafat yang panjang dari filsafat Plato mengenai partisipasi Idea yang lebih rendah pada Idea yang lebih tinggi. Dalam tradisi filsafat Plato hal itu merupkan suatu filsafat dalam arti yang murni, tetapi Thomas Aquinas mengembangkan hal itu pada argumen-argumen teologis. Pada abad XVII seorang tokoh spiritual dari Spanyol, Yohanes Salib menggunakan dan mengembangkan ide ini dalam ajaran-ajaran spiritualnya yaitu persatuan antara jiwa dengan Allah. Persatuan ini disebut dengan persatuan transforman. Persatuan ini sebagai puncak dari kehidupan rohani seseorang adalah mungkin dalam hidup ini karena persatuan entitas yang lebih rendah, yaitu jiwa, dengan Allah. Artikel ini berusaha mendalami tradisi perkembangan ide partisipasi dari ide filosofis- metafisik kepada ide teologis, dan pada akhirnya pada ide spiritual.

Agil Muhammad Firmansyah; Astari Wulandari; Djudjun Rusmiatmoko

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2021 Universitas 17 Agustus 1945

Semarang juga menjadi central atau pusat dari berbagai aktivitas perdagangan, perkantoran dan perbankan di Jawa tengah, hal ini mendasari pemerintah untuk membangun kota Semarang dari berbagai sektor. Dari sektor pariwisata misalnya, saat ini Kota semarang memiliki Pariwisata yang beragam seperti wisata bangunan bersejarah, wisata keluarga, wisata kuliner, wisata religi serta wisata alam. Penambahan kapasitas Bandara Ahmad  Yani Semarang dan terus meningkatnya jumlah wisatawan di Kota Semarang masih belum dimbangi dengan adanya fasilitas- fasilitas pendukung di sekitarnya, contohnya Hotel Transit. Hotel Transit Bandara Ahmad Yani di Semarang dibuat sebagai sarana akomodasi yang mampu memberikan pelayanan yang cepat, efektif dan efisien, serta dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas, baik pokok maupun penunjang, yang dapat memberikan kemudahan dan kenyamanan kepada para pengunjung hotel, terutama pengunjung yang merupakan Penumpang Bandara Ahmad Yani Semarang. Perancangan Hotel Transit Bandara Ahmad Yani Semarang, direncanakan sebagai bangunan yang memiliki filosofi bangunan komersial yang memperlihatkan penampilan fisik yang menarik dan memperlihatkan ciri khas daerah tetapi tidak mengurangi aspek fungsinya sebagai tempat yang menyediakan  jasa  penginapan,  makan  dan  minum  serta  jasa  lainnya  yang dimaksudkan untuk dapat memenuhi kebutuhan para konsumen. Pengaplikasiannya dilakukan secara zoning, denah, sirkulasi, maupun fasad. Diharapkan rancangan ini berguna dan memberikan inspirasi bagi pembaca.

Ivien Aryo Puspita Wardani; Sumarwanto; Choirul Amin

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2021 Universitas 17 Agustus 1945

Indonesia mempunyai kebudayaan yang  berbeda dengan negara lain dan mempunyai kekhasannya tersendiri pada setiap daerahnya. Cirebon merupakan kota yang memiliki kondisi dan potensi seni budaya yang sangat beragam seperti, jenis obyek wisata, kesenian, maupun berbagai macam jenis hasil kerajinan. Tari Topeng adalah salah satu tarian tradisional yang berkembang diwilayah parahyangan. Selain sebagai media hiburan, tarian ini juga pernah dijadikan sebagai media komunikasi dakwah islam di Cirebon oleh Sunan Gung Jati. Pusat Seni Tari Topeng memiliki fungsi agar pelaku seni tari dapat mengembangkan dan melestarikan tari topeng Cirebon sekaligus mendukung sektor pariwisata yang berbasis wawasan ilmu pengetahuan tradisional daerah sehingga menghasilkan suatu rangkaian budaya yang bersifat positif dan kreatif. Pusat Seni Tari Topeng merupakan bangunan yang menjadi pusat dari berbagai macam kegiatan seni tari topeng yang berisi tempat latihan tari indoor dan outdoor serta tempat perlengkapan seni dan ruang pertunjukan seni tari topeng. Filosofi pendekatan bangunan ini menggunakan pendekatan nilai hiburan tradisional yang mengandung unsur-unsur dari aspek kehidupan. Sehingga harus membuat suatu tempat yang memiliki arti simbolik dan memiliki nilai Pendidikan dan menggunakan pendekatan Konsep Arsitekur Neo-Vernakular. Pengaplikasiannya dilakukan secara zoning, denah, sirkulasi, maupun fasad. Diharapkan rancangan ini berguna dan memberikan inspirasi bagi pembaca.