SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

41,336 articles from 397 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-4 of 4

Analytics

Muhammad Ilyas; Usman Al Hudawi

Jurnal Suara Pengabdian 45 2025 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis bagaimana implementasi nilai-nilai pendidikan multikultural dilakukan di SMK Negeri 1 Binjai. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan naturalistik inquiry studi kasus.Data dikumpulkan melalui pengamatandan wawancara.Keabsahan data diperkuat dengan mengonfirmasi hasil observasi dan wawancara. Untuk menguji kredibilitas data, dilakukan pengamatan yang lebih lama, peningkatan ketelitian, triangulasi data, member check, dan referensi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai multikultural di SMK Negeri 1 Binjai memiliki beberapa aspek sebagai berikut:1) pembelajaran dilaksanakan secara terpadu melalui kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler. 2) Peran kepala sekolah, guru, dan siswa memiliki peranan penting dan pemahaman yang sama dalam pengembangan nilai-nilai multikultural, yang berpengaruh positif dalam membangun karakter peserta didik.. 3) Program kurikulum internasional (Cambridge) dirancang untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat secara langsung dan interaktif dengan dunia, serta mendorong pendekatan pembelajaran aktif yang memandu siswa menjadi fasih dan memiliki pengetahuan luas dalam berbagai mata pelajaran. 4) Program ini juga berusaha merangkul keragaman yang ada dalam hati siswa, seperti latar belakang etnis, keyakinan agama, dan cita-cita, dengan tujuan menciptakan individu yang mampu bersosialisasi dengan budaya yang berbeda. 5)SMK Negeri 1 Binjai merupakan tempat pertemuan antara peserta didik dan guru yang berasal dari latar belakang yang berbeda, yang memiliki ide, keyakinan, dan nilai yang beragam. Festival dan acara budaya diadakan untuk mengekspresikan keragaman multikultural tersebut. 6)Seluruh orang di lingkungan sekolah sangat waspaddan berkomitmen dalam menerapkan kebijakan no bullying (bebas penindasan). Dengan demikian,penelitian ini menyajikan gambaran tentang penerapan nilai-nilai multikultural dalam membangun karakter peserta didik yang beragam budaya.

Belen Keban, Yosep; Soi Leton, Susana

NALAR: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 2023 Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Persoalan bangsa yang akhir-akhir ini mengemuka bahkan menjadi semacam hantu adalah fenomena yang mengarah pada disintegrasi bangsa. Aneka konflik terjadi baik itu kasus suku, ras, agama, dan antar golongan yang membuktikan bahwa wawasan kebangsaan di Indonesia mulai luntur terutama pada era disrupsi ini. Sikap ini tentu sangat disayangkan di tengah keberagaman agama di tanah air Indonesia. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi pendidikan moderasi beragama dalam penguatan wawasan kebangsaan untuk menghadapi era disrupsi di SD Inpres Ekasapta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini mengatakan bahwa pendidikan moderasi agama di  SD Inpres Ekasapta sejauh ini sudah dipraktekkan oleh lembaga pendidikan ini namun belum secara optimal diterapkan. Pendidikan moderasi beragama dalam penguatan wawasan kebangsaan di SDI Ekasapta dapat dilakukan melalui kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler.  Untuk itu lembaga pendidikan SD Inpres Ekasapta perlu terus melakukan peningkatan pendidikan moderasi keagamaan melalui kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler secara terstruktur agar dapat menanamkan sejak dini pendidikan moderasi agama dalam penguatan wawasan kebangsaan peserta didik.  

Setiawan, Imam Budi

Student Scientific Creativity Journal 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Untuk mewujudkan misi menumbuhkembangkan bakat, minat, dan potensi peserta didik, SMAN 2 Temanggung menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler. Terdapat lebih dari dua puluh ekstrakurikuler yang ada dengan maksimal dua pilihan. Pendaftaran dilakukan menggunakan formulir online yang diisi oleh para siswa. SMAN 2 Temanggung masih belum memiliki sistem khusus yang menangani pendaftaran ekstrakurikuler sehingga menyebabkan pendataan dibebankan pada satu bagian saja. Tidak ada pembagian langsung yang mengelola pendaftaran dari admin ekstrakurikuler. Oleh karena itu, terkadang status terhadap pendaftaran tergolong cukup lama. Siswa juga tidak mengetahui berapa kuota yang ditetapkan dan tidak adanya informasi tentang siapa saja yang telah mendaftar di ekstrakurikuler yang sama. Dengan melakukan pengumpulan data berupa pengamatan dan wawancara serta analisis data dan desain sistem, sistem informasi pendaftaran ekstrakurikuler dibuat sehingga menghasilkan sebuah web yang dapat menangani permasalahan pendaftaran tersebut. Sistem ini dapat menghasilkan laporan yang dibuat lebih cepat tanpa harus melakukan filter data terhadap seluruh pendaftaran karena sudah tersegmentasi oleh admin sehingga laporan dapat dengan mudah dicetak.

Muhammad Idris; Musyarafah Musyarafah; Muslimah Muslimah

Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan 2023 Pusat Riset dan Inovasi Nasional

 Tujuan dalam penulisan artikel ini untuk mengetahui administrasi dan supervisi pendidikan    di MAN Kota Palangka Raya.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi.  Teknik analisis data menggunakan: l) Kondensasi data 2) penyajian data (data displays dan 3) penarikan kesimpulan/verifikasi (conclusion drawing/veriffication). Hasil penelitiannya administrasi pendidikan merupakan suatu proses daur ulang penyelenggaran pendidikan yang dimulai dari perencanaan, diikuti oleh pengorganisasian, pengarahan, pelaksanaan, pemantauan dan penilaian tentang usaha untuk mencapai tujuan.   Penerapan administrasi dan supervise pendidikan kebijakan dan program-program sekolah harus membangun, meningkatkan pengetahuan serta dapat memudahkan tercapainya tujuan pendidikan. Penerapan administrasi pendidikan di MAN Kota Palangka Raya melibatkan semua instansi pendidikan. Penerapan zero waste dalam sistem manajemen sekolah mencakup semua bidang garapan administrasi pendidikan. Penerapan ini juga meliputi ranah tanggung jawab, dan program kegiatan dari wakil kepala sekolah bidang sarana dan prasarana, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, wakil kepala sekolah bidang humas, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan.   Pembelajaran di sekolah mengenalkan administrasi pada kegiatan ekstrakurikuler sekolah dan administrasi pembelajaran.