Publication Search

80,260 articles from 776 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-2 of 2

Analytics

Rikardus Jehaut

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2020 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Artikel ini bertujuan untuk membedah disiplin Gereja menyangkut larangan untuk menerima komuni kudus bagi yang bercerai dan menikah lagi dalam terang Kitab Hukum Kanonik dan beberapa penegasan Magisterium. Dengan menggunakan analisis kritis atas berbagai dokumen resmi Gereja, ditemukan bahwa larangan tersebut didasarkan atas pertimbangan bahwa menikah lagi selagi masih terdapat ikatan yang valid dipandang sebagai sebuah dosa berat. Terdapat kontradiksi objektif antara sakramen persekutuan Kristus Sang Mempelai dengan Gereja, yang terpenuhi dalam Ekaristi, dan ketidaksetiaan orang yang bercerai yang hidup bersama yang lain kendati sadar akan ikatan perkawinan sebelumnya. Harus dicatat bahwa norma ini sama sekali bukan sebuah hukuman atau diskriminasi terhadap yang bercerai dan menikah lagi, namun lebih mengekspresikan situasi objektif yang dalam dirinya sendiri menghalanginya untuk menerima komuni kudus. Di lain pihak, mengingat bahwa mereka yang bercerai dan menikah lagi tidak dipisahkan dari Gereja melainkan tetap menjadi anggota Gereja, para gembala harus memperhatikan kebutuhan pastoral mereka dengan menerapkan berbagai solusi pastoral yang sesuai yang disediakan oleh Hukum Gereja dan praksis yang diakui oleh Gereja untuk forum internal.

Herwindo Chandra

Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik 2020 STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

This paper outlines the Balala Tradition which is one of the Dayak Banyadu tribe traditions. The Catholic Church values the culture and values of the local wisdom of its people. However, inculturation of culture into a celebration of faith requires a method approach. Models of faith contextualization from Stevan Bevan are one of the methods used in this paper. Identification of the problem of the Belala Tradition is the weak signification of the faith of the Dayak Banyadu tribe who are Catholic in living the Belala Tradition. So the focus of this paper is on the inculturation of the Balala Tradition in the Catholic faith paradigm. The purpose of this study is to provide a theological basis and meaning of the Catholic faith for the value of locality in the Belala Tradition. This paper will explore the experience of the existence of the Dayak Banyadu tribe in living this tradition in the eyes of the Catholic faith.