Publication Search

70,860 articles from 625 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-20 of 31

Analytics

Prihartanto, Henry Dwi; Armin, Edmund Ucok; Apriliani, Trisna Ayu

ISAINTEK: Jurnal Informasi, Sains dan Teknologi 2026 Politeknik Negeri FakFak

Wastewater Treatment Plant (WWTP) pada kawasan industri konvensional umumnya masih mengandalkan strategi pemeliharaan berbasis interval waktu yang tetap. Pendekatan tersebut berisiko menyebabkan penurunan performa pompa yang tidak teridentifikasi secara dini serta meningkatkan potensi pemborosan energi operasional. Penelitian ini mengembangkan Green Maintenance Framework berbasis machine learning untuk meningkatkan reliabilitas pompa sirkulasi pada sistem Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR). Analisis dilakukan menggunakan dataset telemetri multi-sensor yang mencakup parameter getaran, temperatur, tekanan, debit aliran, dan rotasi per menit (RPM). Proses rekayasa fitur diterapkan melalui pembentukan System Efficiency Index untuk meningkatkan sensitivitas model terhadap indikator degradasi kinerja pompa. Model prediktif dibangun menggunakan algoritma Random Forest Classifier dengan skema pembagian data 80:20 secara stratified. Hasil pengujian menunjukkan bahwa model menghasilkan tingkat akurasi klasifikasi sebesar 100%, dengan variabel Vibration dan Temperature menjadi parameter yang paling dominan dalam proses prediksi. Analisis operasional memperlihatkan bahwa degradasi pompa menyebabkan penurunan flow rate meskipun nilai rotasi per menit (RPM) mengalami peningkatan, sehingga memicu kenaikan konsumsi energi dan meningkatkan risiko gangguan pada proses biologis Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR). Dari aspek ekonomi, kondisi tersebut menyebabkan pemborosan energi sebesar 5.623 kWh atau setara Rp6.271.236, - per bulan untuk setiap unit pompa. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan sistem predictive maintenance berbasis kecerdasan buatan untuk mendukung efisiensi energi serta implementasi green manufacturing di kawasan industri.

Hidayatullah, Syarif; suteja, suteja

ISAINTEK: Jurnal Informasi, Sains dan Teknologi 2026 Politeknik Negeri FakFak

Korosi pada aluminium dalam lingkungan air laut merupakan permasalahan serius yang dapat menurunkan umur pakai material. Berbagai inhibitor alami telah dikembangkan sebagai alternatif ramah lingkungan, tetapi kajian mengenai penggunaan ekstrak labu kuning sebagai inhibitor korosi aluminium dalam media air laut, terutama dengan mempertimbangkan pengaruh temperatur, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsentrasi inhibitor ekstrak labu kuning dan temperatur terhadap laju korosi aluminium menggunakan metode weight loss. Variasi konsentrasi inhibitor yang digunakan adalah 0 ppm, 1000 ppm, 2000 ppm, dan 3000 ppm, dengan variasi temperatur 27°C, 35°C, dan 45°C selama waktu perendaman 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi inhibitor secara signifikan menurunkan laju korosi, dengan nilai optimum pada 3000 ppm yang menghasilkan laju korosi sebesar 0,448 mm/year dan efisiensi inhibisi sebesar 74,06%. Sebaliknya, peningkatan temperatur menyebabkan kenaikan laju korosi dan penurunan efisiensi inhibitor. Analisis parameter aktivasi menunjukkan bahwa penambahan inhibitor meningkatkan energi aktivasi (Ea) dari 17,075 kJ/mol menjadi 28,432 kJ/mol, yang mengindikasikan bahwa proses korosi menjadi lebih sulit terjadi. Secara keseluruhan, ekstrak labu kuning terbukti efektif sebagai inhibitor korosi ramah lingkungan yang bekerja melalui mekanisme adsorpsi dan pembentukan lapisan pelindung pada permukaan logam.

Eko Cahyono; Lisa Puspita Ariyanto; Dedy Rachman

JURNAL ILMIAH TEKNIK INDUSTRI DAN INOVASI 2026 CV. ALIM'SPUBLISHING

Pemanfaatan energi surya sebagai sumber energi terbarukan menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan meningkatkan efisiensi energi pada sektor domestik. Salah satu aplikasi yang berpotensi dikembangkan adalah sistem pemanas air tenaga surya yang memanfaatkan kolektor termal dengan optimasi penyerapan radiasi. Penelitian ini bertujuan merancang dan menganalisis kinerja sistem pemanas air tenaga surya berbasis reflektor cermin datar dan pipa tembaga ؽ inch dengan media penyimpanan Solar Cube berkapasitas 25 liter, serta mengevaluasi pengaruh variasi sudut reflektor terhadap temperatur air, energi panas, dan efisiensi kolektor. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian rekayasa dengan pendekatan eksperimental. Sistem diuji menggunakan variasi sudut reflektor 20°, 30°, dan 40° pada kondisi cuaca cerah dan mendung. Pengukuran dilakukan setiap 30 menit pada rentang waktu 08.00–16.00 WIB dengan parameter meliputi temperatur air, kenaikan temperatur (ΔT), energi panas yang dihasilkan, dan efisiensi kolektor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dirancang mampu beroperasi dengan baik dan memanfaatkan energi radiasi matahari sebagai sumber panas utama. Secara deskriptif, sudut reflektor 30° memberikan performa terbaik dengan temperatur maksimum sebesar 50,5°C dan kenaikan temperatur 21,4°C pada cuaca cerah, serta temperatur maksimum 40,8°C dan kenaikan temperatur 11,8°C pada cuaca mendung. Energi panas tertinggi mencapai 2.239.510 J dengan efisiensi kolektor sebesar 40,66% pada cuaca cerah dan 38,11% pada cuaca mendung. Namun, hasil uji One-Way ANOVA menunjukkan bahwa perbedaan antar variasi sudut reflektor belum signifikan secara statistik (p>0,05). Sistem ini berpotensi diterapkan sebagai alternatif pemanas air hemat energi dan ramah lingkungan untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha skala kecil.

Banafsyah Imanda Safa; Vidinia Nuansa Citra; Nicho Candra Hariyanto Putra; Titiek Rachmawati

Journal of Management and Social Sciences 2026 CV. Aksara Global Akademia

Penelitian ini menganalisis praktik akuntansi keberlanjutan pada Arif Barbershop, sebuah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jombang, Jawa Timur, Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana barbershop menerapkan prinsip Environmental, Social, dan Governance (ESG) dalam operasional sehari-hari. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemilik usaha dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Temuan menunjukkan bahwa Arif Barbershop telah menerapkan praktik lingkungan dasar seperti pengelolaan limbah rambut melalui kantong plastik ke tempat pembuangan sampah, serta efisiensi energi dengan mematikan peralatan listrik setelah jam operasional. Dari aspek sosial, barbershop menjaga kepuasan pelanggan melalui konsistensi kualitas layanan dan sistem bagi hasil (60:40) kepada karyawan. Praktik tata kelola, meskipun bersifat informal, mencakup pencatatan keuangan sederhana menggunakan buku biasa. Namun demikian, barbershop belum memiliki izin usaha formal dan belum menerapkan kerangka akuntansi keberlanjutan yang terstandar. Penelitian ini menyoroti bahwa UMKM dapat mempraktikkan akuntansi keberlanjutan secara intuitif, dan menyarankan perlunya program pelatihan serta alat pelaporan yang disederhanakan.

Matsna Nurul Kholidah; Imam Mualim; Nuari Anisa Sivi

IT-Explore: Jurnal Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi 2026 Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Satya Wacana

Konflik manusia–gajah merupakan permasalahan serius di kawasan Taman Nasional Way Kambas, Lampung, yang berdampak pada kerugian ekonomi, gangguan sosial, dan ancaman keselamatan manusia serta satwa liar [1], [2]. Salah satu pendekatan mitigasi yang efektif adalah penerapan sistem peringatan dini berbasis teknologi telekomunikasi dan Internet of Things (IoT) [3], [4]. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan dan kinerja jaringan telekomunikasi yang sesuai untuk mendukung sistem peringatan dini konflik manusia–gajah. Metode meliputi analisis kebutuhan sistem, perancangan arsitektur jaringan, perbandingan teknologi komunikasi (GSM/4G, NB-IoT, dan LoRaWAN), serta simulasi skenario pengiriman data dari node sensor. Data empiris diperoleh dari simulasi performa jaringan (jangkauan, delay, konsumsi daya, dan packet delivery ratio). Hasil analisis menunjukkan bahwa LoRaWAN memiliki keunggulan dalam jangkauan dan efisiensi energi untuk wilayah konservasi yang minim infrastruktur [5], [6]. Sistem yang diusulkan mampu mengirimkan data deteksi keberadaan gajah secara near real-time ke pusat pemantauan dan selanjutnya didistribusikan sebagai peringatan kepada petugas dan masyarakat sekitar. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi dalam pengembangan sistem peringatan dini konflik manusia–gajah berbasis telekomunikasi di Indonesia.

Anas, Syukron; Husnah, Nurul; Attamimi, Aqilah; Hardinsih, Festo Andre

ISAINTEK: Jurnal Informasi, Sains dan Teknologi 2025 Politeknik Negeri FakFak

Wilayah pesisir seperti Kabupaten Fakfak menghadapi keterbatasan dalam ketersediaan es balok yang dibutuhkan untuk menjaga mutu hasil tangkapan laut. Ketergantungan pada listrik PLN dan mahalnya biaya operasional genset menyebabkan akses terhadap es menjadi terbatas, sehingga ikan hasil tangkapan mudah mengalami penurunan kualitas. Kondisi ini berdampak langsung pada pendapatan nelayan serta efisiensi rantai pasok perikanan. Di lokasi implementasi telah tersedia dermaga yang ditingkatkan agar dapat menampung instalasi sistem mesin es balok dan PLTS dengan aman dan efisien. Untuk mengurangi kerugian tersebut, diperlukan penyediaan es balok yang lebih stabil dan tahan lama tanpa bergantung pada jaringan listrik konvensional. Solusi yang direkomendasikan adalah penggunaan mesin es balok berbasis tenaga surya yang memanfaatkan sistem pendinginan kompresor dan larutan brine. Manfaat dari sistem ini dirasakan oleh nelayan melalui ketersediaan es yang memiliki daya tahan lebih baik terhadap pencairan. Penggunaan energi terbarukan juga memungkinkan pengoperasian di lokasi terpencil dengan biaya operasional yang lebih rendah dalam jangka panjang. Agar sistem ini dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan, diperlukan dukungan teknis, pemeliharaan rutin, serta pengelolaan yang terorganisir dengan baik.

Intan Zakiah; Muhammad Rafi Salman

Uranus: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro, Sains dan Informatika 2025 Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

This research examines the implementation of green building principles in the design of the Multipurpose Building at SMP–SMA Islam Hidayatullah Semarang, focusing on energy-efficient strategies and spatial comfort based on the GREENSHIP GBCI certification criteria. The study employs a qualitative descriptive method through interviews with the architect, analysis of architectural drawings, interpretation of interior design visualizations produced by Falana Studio, and literature review on sustainable building design. The findings indicate that the building consistently applies passive design strategies, including the optimization of natural lighting through large openings and a central void, the application of cross-ventilation on each floor, and the integration of façade vegetation that reduces surface temperature and improves microclimate performance. Material selection such as GRC panels, HPL, and modular plywood supports long-term durability, while the interior design demonstrates strong visual comfort and ergonomic quality through indirect lighting, neutral color schemes, and activity-based furniture layout. According to the GREENSHIP assessment categories, the building fulfills Energy Efficiency and Conservation (EEC), Indoor Health and Comfort (IHC), Material Resources and Cycle (MRC), and Appropriate Site Development (ASD) criteria. In conclusion, the Multipurpose Building successfully integrates green building principles as an effective approach to energy efficiency and the enhancement of the educational environment.

Citra Cahya Rizqina; Citra Cahya Rizqina; Nurhamidah Nurhamidah; Rizki Agung Maulidin; Jamiatul Khairunnisa Putri

Jurnal Elektronika dan Komputer 2025 STEKOM PRESS

Keterbatasan akses sumber listrik di wilayah terpencil atau situasi darurat sering kali menghambat ketersediaan daya bagi perangkat telekomunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang bangun alat pengisi daya (charger) hibrida yang mengintegrasikan penyimpanan energi kimia baterai dan konversi energi mekanik dinamo sebagai solusi alternatif. Metode penelitian menggunakan Research and Development (R&D) dengan pendekatan deskriptif kuantitatif untuk menguji stabilitas tegangan dan efektivitas pengisian daya. Prototipe dirancang menggunakan baterai 18650, dinamo 12V, dan modul regulator tegangan untuk menstabilkan luaran. Hasil pengujian menunjukkan bahwa integrasi regulator berhasil menstabilkan fluktuasi tegangan dinamo (rentang 5–12V) menjadi tegangan konstan 5V yang aman bagi ponsel. Pengujian efektivitas selama 15 menit menunjukkan kenaikan kapasitas baterai ponsel sebesar 5–10% pada mode baterai dan 2–4% pada mode dinamo. Disimpulkan bahwa meskipun mode dinamo memiliki efisiensi yang lebih rendah akibat variabilitas putaran manual, alat ini layak diimplementasikan sebagai solusi catu daya darurat (emergency kit) yang portabel, ekonomis, dan memiliki redundansi energi yang andal.

Nana Patria, Agustinus Sungsang; Tigo Mindiastiwi; Puji Setya Sunarka; Aristo Gilang Saputra; Arjuna Muttho’an +3 more

Jurnal Suara Pengabdian 45 2025 LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Bangunan gedung hijau merupakan salah satu pendekatan dalam sektor konstruksi yang menekankan efisiensi energi, konservasi sumber daya, dan pengurangan dampak lingkungan. Namun, pemahaman terhadap konsep bangunan hijau di kalangan masyarakat konstruksi masih relatif rendah. Program ini bertujuan untuk memberdayakan 25 tukang bangunan dan 25 pengrajin batu bata di Penggaron Kidul dari tiga aspek utama: aspek produksi, aspek manajemen, dan aspek pemasaran. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan partisipatif.  Hasil program menunjukkan bahwa kelompok tukang bangunan mengalami peningkatan kualitas produk 88%, peningkatan pembuatan bisnis plan 80%, peningkatan merancang strategi pemasaran 84%, 5 inovasi produk konstruksi hijau, dan 8 teknologi diterapkan, sedangkan kelompok pengrajin bata mengalami peningkatan diversitas produk 91%, peningkatan kemampuan pembukuan usaha 86%, peningkatan target pasar 82%, 5 inovasi bata hijau, dan 7 teknologi diterapkan.

Arief Hidayat

Jurnal Universal Technic (UNITECH) 2025 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Panel surya merupakan salah satu solusi energi terbarukan yang banyak dikembangkan di Indonesia. Namun, salah satu kendala utama dalam implementasinya adalah penurunan efisiensi akibat peningkatan suhu permukaan panel saat terpapar sinar matahari secara intensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas sistem pendingin pasif berbasis alumunium fin dalam mengoptimalkan kinerja panel surya. Metode eksperimen digunakan dengan membandingkan dua unit panel surya: satu unit menggunakan sistem pendingin pasif dengan fin alumunium dan satu unit lainnya tanpa sistem pendingin. Parameter yang diamati meliputi suhu permukaan panel, tegangan output, arus, dan efisiensi daya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan alumunium fin mampu menurunkan suhu rata-rata permukaan panel sebesar 8–10°C dibanding panel tanpa pendingin. Penurunan suhu ini berdampak positif terhadap peningkatan efisiensi panel surya sebesar 12,5%. Alumunium dipilih sebagai material utama karena konduktivitas termalnya yang tinggi serta ringan dan ekonomis. Dengan penerapan sistem ini, diharapkan pemanfaatan panel surya di wilayah tropis seperti Indonesia dapat menjadi lebih optimal tanpa tambahan konsumsi energi. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan sistem pendingin pasif sebagai solusi efektif dan berbiaya rendah dalam pengembangan sistem energi surya skala kecil hingga menengah.

Salma Ashila Firdaus; Eka Nuryanto Budisusila

Switch : Jurnal Sains dan Teknologi Informasi 2025 Asosiasi Profesi Telekomunikasi Dan Informatika Indonesia

This study aims to analyze the operational condition of the distribution transformer at substation PY094, PLN ULP Pringgabaya, with a primary focus on identifying and calculating the level of load imbalance on the consumer side. Data were collected through direct measurements of electrical parameters, including voltage and current in each phase, followed by a detailed analysis of energy losses. The measurement results indicated a significant load imbalance. In Feeder B, the average phase currents were recorded at 103.8 A for phase R, 130.2 A for phase S, and 90.4 A for phase T. Meanwhile, in Feeder D, the average phase currents were 47.4 A for phase R, 18 A for phase S, and 20.4 A for phase T. This imbalance caused notable power losses in the distribution system, with an estimated daily energy loss of 28.94 kWh, assuming the system operates 12 hours per day. To address this issue, load balancing simulations were carried out using ETAP software. The simulation involved redistributing load values across each phase in the two main feeders. Feeder B was simulated at 46.82% of the transformer’s full capacity, while Feeder D was simulated at 12.38% of the total 160 kVA capacity. The simulation results demonstrated that redistributing the load significantly reduced the current imbalance, thereby minimizing power losses and improving the operational efficiency of the distribution substation. Therefore, load balancing strategies are essential for enhancing energy efficiency and ensuring the reliability of electricity supply in distribution networks.

Pelpinus Sinay

Mars: Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro Dan Ilmu Komputer 2025 Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

Asynchronous motors, commonly known as induction motors, are widely utilized due to their robustness, reliability, and efficiency in both industrial and household applications. These motors typically operate by converting electrical energy into mechanical energy through the interaction between a rotating magnetic field and the rotor. Under normal operating conditions, the rotor speed is always slightly less than the speed of the magnetic field, which is known as "slip." However, when the slip becomes negative, meaning that the rotor speed exceeds the speed of the rotating magnetic field, the motor begins to function as a generator. This condition occurs when the motor is driven above its synchronous speed by an external mechanical force, causing the rotor to generate electrical power. Using an asynchronous motor as a generator offers several notable advantages. One of the key benefits is its ability to produce a pure sine wave voltage, which is crucial for various applications that require stable and high-quality electrical power. Since these motors do not use brushes, they are free from the problems associated with brush wear and maintenance. Moreover, they do not generate radio frequency interference (RFI), making them suitable for environments sensitive to electromagnetic disturbances. The use of an asynchronous motor as a generator also provides the ability to function as a rotary phase converter. This is especially beneficial in applications where three-phase power is unavailable, but the load requires it. To facilitate this process, a capacitive voltage is required to induce excitation in the rotor. The capacitive current is supplied by an additional capacitor, which is installed in parallel with the motor output. This capacitor helps maintain the necessary phase shift and enables the motor to generate the required three-phase power.

deptek, wujud

Engineering and Maritime Technology Journal (Engment) 2025 Deptek Prodi Teknik Mesin Kapal Perang Akademi Angkatan Laut

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merumuskan standarisasi penggunaan bahan bakar pada kendaraan dinas di Akademi Angkatan Laut (AAL) berdasarkan ketersediaan yang ada. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis deskriptif, menggunakan data primer dari observasi langsung dan data sekunder dari dokumentasi penggunaan bahan bakar kendaraan dinas selama periode 2023 sampai akhir 2024 serta data jumlah jenis tipe kendaraan dan jenis bahan bakar yang tersedia di SPBT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 13 jenis tipe kendaraan dinas di AAL, 9 jenis tipe kendaraan menggunakan bahan bakar yang tersedia di SPBT sesuai dengan standarisasi yang di rekomendasikan. Terdapat 2 jenis tipe kendaraan yang belum menggunakan bahan bakar sesuai standarisasi yang telah direkomendasikan yaitu Toyota Camri 3.5 L tahun 2021 dan Toyota Fortuner 2.8 tahun 2023. Untuk itu disarankan pada saat pengadaaan kendaraan dinas disesuaikan dengan ketersediaan bahan bakar di SPBT atau pengadaan bahan bakar disesuaikan dengan kondisi kendaraan dinas yang ada di AAL.

Moch Yusuf Asyhari; Inung Diah Kurniawati; Bryan Ricky Christoffel; Ilman Winas Saputra

Jurnal Pelayanan Masyarakat 2025 Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Street lighting is very important as a road facility at night, especially in rural areas. Sumbersawit Village, Sidorejo District, Magetan Regency has a problem of lack of adequate lighting system around village roads and public areas. Therefore, a breakthrough is needed to overcome this problem. One way is to hold community service in Sumbersawit Village through LDR sensor implementation activities in developing automatic lights for energy efficiency. This activity is carried out through five main stages, which include: (1) survey and identification of needs, (2) system design and manufacture, (3) socialization and education, (4) installation of automatic lighting system, and (5) evaluation and follow-up. This community service activity was welcomed by the village apparatus and the Sumbersawit village community, so that the activity can run smoothly.

Hadiningrum, Kunlestiowati; Muldiani, Ratu Fenny; Pratama, Defrianto

Jurnal Pendidikan Kimia, Fisika dan Biologi 2025 Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Biogas is an alternative energy source that is environmentally friendly, cheap, easy to obtain and renewable. In general, all types of organic materials can be processed to produce biogas, however only homogeneous organic materials (solid and liquid) such as manure and urine (urine) of livestock are suitable for a simple biogas system. Biogas can be burned like LPG and on a large scale can be used to generate electricity, so that biogas can be used as an alternative energy source that is environmentally friendly and renewable. To determine the performance of biogas as an alternative energy source, in this research the method used is to compare the performance of Biogas with LPG gas as a source of electrical energy. Analysis of trial data per minute (RPM), with varying load levels, shows that the RPM of generators using LPG only decreases slightly as the electrical load increases, which shows that the generator is able to maintain more consistent performance. The RPM produced by LPG, which ranges from 2358 to 2420 RPM, indicates that the engine is running faster and more efficiently, while biogas has a lower RPM, ranging from 1715 to 1820 RPM, which indicates slower operation. LPG efficiency ranges from 89.60% to 98.12%, while biogas efficiency ranges from 74.67% to 89.60%. Even though biogas shows less stable performance than LPG, biogas still has potential as an alternative fuel, especially in areas that have limited access to LPG but have abundant sources of biogas raw materials. The use of biogas can reduce dependence on fossil fuels and reduce greenhouse gas emissions. Even though LPG is more efficient, biogas has significant potential to be developed as a more environmentally friendly alternative energy source because LPG relies on non-renewable fossil fuels and has a negative impact on the environment in the long term.

Novariza Yasmin; Lia Rosmala Schiffer

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2025 Universitas 17 Agustus 1945

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan konsep arsitektur berkelanjutan dalam upaya meningkatkan kenyamanan pengguna pada bangunan Tanatap Coffee di Bekasi. Dalam perkembangan arsitektur modern, keberlanjutan telah menjadi fokus penting untuk mengurangi dampak negatif lingkungan, sekaligus menciptakan ruang yang efisien dan nyaman bagi penggunanya. Kajian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif-deskriptif, melibatkan observasi langsung pada elemen-elemen arsitektur yang diterapkan, seperti pemanfaatan energi alami, material ramah lingkungan, dan efisiensi tata ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tanatap Coffee telah memanfaatkan beberapa prinsip arsitektur berkelanjutan, seperti ventilasi silang, pencahayaan alami, dan pemilihan vegetasi yang mendukung kenyamanan termal. Selain itu, pemanfaatan material daur ulang serta desain terbuka pada fasad bangunan turut mendukung pengalaman ruang yang nyaman bagi pengguna.

Nabila Permatasari

Filosofi : Publikasi Ilmu Komunikasi, Desain, Seni Budaya 2024 Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

Global climate change has become a serious challenge that affects various aspects of life, including the field of architecture, especially in tropical climates. Increasing environmental temperatures and changing weather patterns have a significant impact on the thermal comfort and energy efficiency of buildings. This article aims to explain strategies for applying bioclimatic architectural principles as design solutions that are responsive to local climate conditions. Through systematic literature analysis, it was found that architectural design that considers climatic factors can increase comfort for occupants and reduce dependence on artificial lighting and lighting systems. This article also discusses various strategies for applying bioclimatic principles, such as the placement of the building's core orientation, window openings, balconies, transitional spaces, wall design, landscape relationships, passive shading, and heat insulation on the floor, where the application of these strategies can help create a more beautiful building. sustainable and energy efficient. Therefore, the application of bioclimatic architecture is very important to create buildings that can adapt well and efficiently in tropical areas.  

Rakhmadi Rahman; Retno Helviani; Nur Afiat

Uranus: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro, Sains dan Informatika 2024 Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

In the digital era, mobile operating systems (OS) play a pivotal role beyond mere application execution platforms. They are essential for optimizing energy efficiency and enhancing security, particularly in the realm of mobile banking. This paper explores the critical role of mobile OS in supporting sustainable economic growth through efficient energy use and robust security measures in mobile banking transactions. The focus is on how these OS advancements contribute to a secure and environmentally responsible digital economy. Key aspects covered include energy optimization strategies, security enhancements such as data encryption and multi-factor authentication, and the integration of these technologies into mobile banking applications. By addressing these challenges, mobile OS not only ensures sustainable economic development but also fosters financial inclusivity and security in an increasingly digital world.    

Efendi, Raisya Brilian; Refranisa

SARGA: Journal of Architecture and Urbanism 2024 Universitas 17 Agustus 1945

Efisiensi adalah kemampuan untuk melakukan sesuatu dengan cara yang tidak boros atau dengan hasil yang maksimal. Dalam konteks rumah hunian, efisiensi dapat diartikan sebagai kemampuan untuk menghemat sumber daya, seperti energi, air, dan uang. Smarthome adalah rumah yang dilengkapi dengan perangkat elektronik yang dapat dikendalikan secara otomatis menggunakan perangkat seluler atau komputer. Perangkat- perangkat tersebut dapat digunakan untuk mengontrol berbagai hal di rumah, seperti suhu, pencahayaan, keamanan, dan hiburan. Rumah hunian adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian dan sarana pembinaan keluarga. Rumah hunian tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik manusia, seperti tempat berteduh dari cuaca buruk, tetapi juga memenuhi kebutuhan psikologis manusia, seperti tempat untuk merasa aman, nyaman, dan betah. Secara fisik, rumah hunian harus memenuhi persyaratan keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan. Rumah hunian harus kokoh dan tahan terhadap cuaca buruk, serta memiliki ventilasi dan pencahayaan yang baik. Rumah hunian juga harus bersih dan nyaman untuk dihuni. Secara psikologis, rumah hunian harus dapat memberikan rasa aman, nyaman, dan betah bagi penghuninya. Rumah hunian harus dapat menjadi tempat untuk beristirahat, berkumpul bersama keluarga, dan mengembangkan diri.

Ifah, Khudzaifah Nuqia; Ervinatus Tri Wulansari; Sudarti; Firdha Kusuma Ayu Anggraeni; Firlya Ika Septiviana

ISAINTEK: Jurnal Informasi, Sains dan Teknologi 2024 Politeknik Negeri FakFak

Abstrak. Indonesia menjadi salah satu negara dengan kekayaan alam yang melimpah terutama dalam sektor pertanian. Faktor seperti cuaca yang tidak menentu dan curah hujan yang tinggi dapat mengganggu proses panen dan pengeringan hasil pertanian. Pengeringan merupakan salah satu langkah penting dalam pemrosesan hasil pertanian, terutama dalam menjaga kualitas dan mengurangi risiko kerusakan akibat kelembaban berlebih. Oleh karena itu, penggunaan mesin pengering hasil pertanian menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pengeringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam mengenai pemanfaatan teknologi kelistrikan pada beberapa mesin pengering pertanian dengan metode pengumpulan data dari literatur yang telah kami peroleh. Hasil penelitian ini akan menjelaskan terkait prinsip kerja, kelebihan, serta kekurangan dari tiap mesin pengering pertanian serta membuktikan bahwa peran kelistrikan dalam penggunaan mesin pengering di pertanian dapat membantu proses pengeringan dari hasil pertanian dengan cara mengeluarkan atau menghilangkan sebagian besar kadar air dari bahan hasil panen dengan memanfaatkan energi panas.