SciRepID - Scientific Publication Search

Publication Search

18,135 articles from 385 journals · 1,447 citations tracked

Showing 1-4 of 4

Analytics

Syafira Cahya Rani Abdila; Yushika Salsabila Widyadana; Muh. Faiqun Ni’am

Jupiter: Publikasi Ilmu Keteknikan Industri, Teknik Elektro dan Informatika 2026 Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

In demographic studies, population growth refers to changes in the number of inhabitants over a given period, measured by calculating numerical differences in population size and expressing them within specific time units to illustrate patterns of increase or decline. Based on data from Tembalang District in Figures 2025, the population growth rate in Kedungmundu Village rose by 0.51% between 2016 and 2025, with most residents relying on clean water services provided by PDAM Tirta Moedal as their primary source of drinking water. This study aims to estimate clean water demand based on projected population growth and to design a pipeline network system capable of meeting future needs. The analysis of water demand applies population projection methods, including arithmetic, geometric, and least square approaches, to compare their levels of accuracy, while the clean water distribution network is modeled using EPANET 2.0. One of the main challenges faced by PDAM is that service coverage has not yet been fully optimized. The ten-year projection results indicate that the arithmetic method provides a correlation value closest to 1, estimating a future population of 14,904 people with a total clean water requirement of 3.48 liters per second. To support this projected demand, the proposed network design utilizes High Density Polyethylene (HDPE) pipes with diameters of 12, 10, and 8 inches to ensure efficient and sustainable water distribution.

Septia Dewi, Erika; Nugroho, Budiono Joko; Siswanto, Agus B

Journal of Civil Engineering and Technology Sciences 2025 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Air bersih merupakan kebutuhan pokok yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Seiring dengan pertambahan dan perkembangan penduduk kebutuhan akan air bersih juga semakin meningkat, untuk itu perlu dilakukan analisis terhadap sistem jaringan perpipaan eksisting. Penelitian ini dilakukan dengan bantuan Pamsimas Sendang Lumintu Desa Sendangkulon Kecamatan Kangkung yang bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting sistem jaringan perpipaan Pamsimas Sendang Lumintu untuk tahun 2024 , mengetahui berapa besar kebutuhan air yang dibutuhkan untuk memenuhi pertumbuhan penduduk sampai dengan tahun 2039,  dan menganilisi kondisi eksisting sistem jaringan perpipaan Pamsimas Sendang Lumintu untuk tahun 2039. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan mengumpulkan data sekunder lalu menganalisis data tersebut dengan program EPANET 2.0 sehingga didapatkan hasil simulasi. Hasil simulasi menunjukan bahwa pada tahun 2024 besar debit kebutuhan rata-rata yaitu sebesar 16,27 liter/detik, kebutuhan harian maksimum 17,90 liter/detik dan kebutuhan jam puncak 24,40 liter/detik. Sedangkan untuk tahun 2039 besar debit kebutuhan rata-rata yaitu sebesar 20,92 liter/detik, kebutuhan harian maksimum 23,01 liter/detik dan kebutuhan jam puncak 31,38 liter/detik. Kondisi hidrolis eksisting sistem jaringan Pamsimas Sendang Lumintu Kecamatan Sendangkulon masih ada yang tidak sesuai kriteria. Kriteria yang dianalisa adalah sisa tekan dan kecepatan air. Pada jam puncak terdapat beberapa titik yang menghasilkan sisa tekan kurang dan kecepatan dibawah kriteria

Son Haji; Faizal Mahmud; kukuh wisnuaji widiatmoko

Journal of Civil Engineering and Technology Sciences 2024 Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Begitu pentingnya air bersih bagi kehidupan manusia, sehingga memungkinkan penyediaan menjadi terbatas apabila pemanfaatannya tidak diatur dengan baik, sehingga harus dibuat suatu jaringan perpipaan yang tertata baik untuk mendistribusikan air bersih secara merata agar dapat optimal pemanfaatannya. Pengembangan dan pengelolan sistem irigasi, yang merupakan salah satu komponen pendukung keberhasilan pengembangan sistem pengairan yang mempunyai peran sangat penting dan strategis. Berkaitan dengan pengembangan kebun alam regeneratif sekolah alam Ar ridho sebagai media belajar tentang pertanian, perkebunan dan peternakan yang sangat membutuhkan air bersih untuk pengairan, penyiraman tanaman dan penyediaan air minum ternak.Masalah yang sering dihadapi oleh masyarakat yaitu tingginya kadar kekeruahan, kegiatan peningkatan kualitas air bersih meliputi pengamanan dan penetapan kualitas fisik air  (bebas dari warna, bau, kekeruhan dan rasa), bebas dari bahan kimia berbahaya, bebas dari sinar radioaktif maupun bakteriologis (mikroorganisme patogen). Sistem transmisi merupakan sistem pengangkutan air dari bangunan pengambilan air baku ke area yang dituju sehingga menjadi penghubungan antara sistem pengumpulan dengan sistem distribusi EPANET yang secara luas melakukan periode simulasi dari hidrolika dan kualitas air dalam jaringan pipa bertekanan. EPANET juga dapat mensimulasikan konsentrasi zat kimia yang ditambahkan pada suatu jaringan, umur air dan pola outflow dari sumber air.

Adhisa Neela Noor Safira; Ririn Endah Badriani; Abdur Rohman

Jurnal Universal Technic (UNITECH) 2023 Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Kebutuhan air bersih yang terus meningkat dan cakupan pelayanan yang kurang tersebar ke berbagai daerah di Kabupaten Jember menjadi latar belakang adanya perencanaan ini. Kecamatan Sukowono masih belum terlayani ada jaringan perpipaan dari PDAM. Perencanaan ini bertujuan untuk merencanakan sistem distribusi air minum di Kecamatan Sukowono pada 5 Desa Prioritas. Fokus penelitian ini adalah terhadap pembentukan District Meter Area (DMA) di Desa Sukowono karena kepadatan penduduk yang tinggi. DMA dipilih dikarenakan sudah efektif dan terbukti dalam mengoptimalkan jaringan yang kecil terjadi kebocoran air. Hasil perencanaan penelitian ini berupa jaringan perpipaan SPAM dengan sumber air gayam debit 75 l/detik menggunakan sistem bercabang, pengaliran secara pompa pada elevasi tinggi dan gravitasi pada elevasi rendah, peta pembagian blok pelayanan dan DMA serta hasil analisis hidrolis menggunakan EPANET. Dari hasil,analisis. EPANET diperoleh tekanan terendah 14.76, tekanan tertinggi yaitu 69,18 m. Pada jam puncak tekanan terendah yaitu 11,43 m dan tekanan tertinggi pada 62,58 m. Kecepatan terendah yaitu 0,30 m/s dan tertinggi 0,71 m/s.  Sedangkan untuk kecepatan pada jam puncak terendah 0,58 m/s dan tertinggi 1,37 m/s. Pompa yang digunakan yaitu jenis submersible tipe inline single stage pumps. Pipa dalam perencanaan ini menggunakan rucika black dengan diameter terkecil 32 mm dan terbesar 500 mm.