Publication Search

71,387 articles from 644 journals · 2,111 citations tracked

Showing 1-3 of 3

Analytics

Nurulisma Saputri; Sefira Maharani; Sofia Daniati

Garina 2022 Akademi Kesejahteraan Sosial Ibu Kartini Semarang

The onset of stretch Marks makes some people feel insecure. The author made a scrub made from gotu kola leaves. This study aims to determine how to make scrub leaves gotu kola, knowing the feasibility sensory test and knowing the condition of stretch marks after using scrub leaves gotu kola. This study was conducted by observation, interviews, questionnaires, experiments, documentation, and literature. The analysis used qualitative descriptive analysis. The manufacture of powder starts from the preparation of tools and materials, washing, weighing, drying, rarefaction, weighing dry leaves. The powder is taken to taste and mixed using olive oil. The product results are submitted to five expert validators to test the feasibility of the product using sensory tests. The feasibility of the product was tested by color averaging 4,7 in the very decent category, aroma averaging 4,1 in the decent category, texture averaging 4,1 in the decent category, ease of use averaging 3,9 in the moderately decent category, packaging averaging 4,9 in the very decent category. There is an improvement in the product that is more mashed powder, mixing powder using warm water and olive oil in a ratio of 1:2 and cooling scrub enough 5-10 minutes. Based on the results of the feasibility of the product can be concluded concluded that the product scrub leaves gotu kola feasible to be a new innovation in the manufacture of scrubs. The use of scrubs for 6 times conducted by 10 respondents resulted in the condition of stretch marks that fade, skin texture becomes more flat and the stretch decreases.

Yasmina Amalia; Nirawaty Bethris Lumbantoruan; Bambang Kuncoro Prasongko

Jurnal Sains dan Teknologi 2022 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Nikel merupakan logam transisi yang berwarna putih keperak-perakan dan memiliki sifat yang keras, ulet dan sedikit ferromagnetis. Pada penelitian ini dilakukan pelindian nikel laterit dengan H2SO4 untuk menganalisis kandungan unsur Ni, preparasi dilakukan dengan drying, grinding dan kemudian sizing. Hasil preparasi dilakukan uji ED-XRF untuk mengetahui unsur yang terdapat dalam bijih tersebut. Pelindian kemudian dilakukan dalam tabung reaktor dengan bijih nikel ukuran kurang dari 150 mesh sebanyak 60gram dan 300 ml larutan H2SO4 1,4 M, proses pelindian dilakukan selama 3 jam dengan kecepatan pengadukan 320 rpm dan pada suhu 80oC. Larutan kaya hasil pelindian dilakukan uji AAS untuk mengetahui kadar unsur Ni. Pada uji ED-XRF didapatkan Ni sebesar 8,892 % dan NiO sebesar 4,961 % sedangkan pada uji AAS diketahui kadar nikel dari hasil pelindian nikel laterit yaitu sebesar 3458,25 mg/L.

Nurul Amalia Silviyanti S; Ani Listyana

Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi 2022 Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

SMPN 4 Panarukan Situbondo adalah salah satu sekolah menengah tingkat pertama yang berada dekat di pesisir Pantai Muara Kasih Desa Gelung. Mayoritas siswa yang bersekolah disini merupakan anak dari nelayan dan pengrajin rengginang kerupuk yang notabene kurang paham dengan perkembangan teknologi. Proses pengeringan dilakukan dengan dijemur langsung di bawah matahari. Tempat penjemuran di lahan tanah lapang atau dipinggir jalan raya, sehingga debu dan kotoran masuk ke makanan yang menyebabkan olahan ikan tersebut menjadi kurang higienis. Untuk mengatasi masalah ini, kami melakukan pelatihan di sekolah bagaimana cara membuat kompor surya sederhana sebagai alat pengeringan olahan ikan. Selain lebih higienis alat ini tidak membutuhkan bahan bakar tambahan dan dapat digunakan saat cuaca hujan. Pengabdian ini menggunakan metode pelatihan langsung dengan target siswa siswi SMPN 4 Panarukan Situbondo. Dengan melatih siswa siswi ini diharapkan dapat melanjutkan pengetahuan yang mereka dapatkan dan mengaplikasikannya di rumah masing-masing yang notabene sebagai industri rumahan pengolahan ikan. Kegiatan pelatihan pembuatan kompor surya berjalan dengan lancar.  Para siswa antusias mengikuti pelatihan hingga mampu membuat sendiri kompor surya dan diuji langsung kinerjanya. Harapan kami, para siswa dapat mengaplikasikan penggunaan alat ini hingga dapat meningkatkan kualitas hasil olahan ikan di indutri rumahan sekitar SMPN 4 Panarukan Situbondo.